Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir

Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir
bukti


__ADS_3

“Waktu kau sakit dia menunjukan perhatiannya, merawatmu! Bahkan dia menginap di rumahmu!” papar Chelsea.


Dua sahabat ini masih berada di acara pesta pernikahan. Sejak tadi mereka masih berdebat membahas perasaan Milan pada Nara. Gadis berkacamata ini masih meragukan ucapan Chelsea tentang pemuda galak itu menyukainya walau mereka telah telah tidur bersama.


Oh tidak! Dari banyaknya pilihan perempuan cantik yang menggilai, mengapa Milan menjatuhkan hatinya pada perempuan biasa sepertinya? Itu tidak mungkin, logika Nara belum menerima.


Ocehan Chelsea terhenti saat suara dering ponsel Nara berbunyi. Gadis berkacamata itu pun meraih ponsel di saku celananya. Melihat nama kontak yang tertera di layar.


“Kakak hari ini kita jadi pergi kan?”


“Ke mana?”


“Ih, kakak lupa katanya mau pergi belanja untuk keperluan kelulusan Nana?"


“Oh, ya ampun Nana, kakak lupa, tunggu kakak akan segera datang.”


Panggilan terputus Nara menghela napas berat.


Uh, karena membahas perasaan Milan dia hampir lupa jika ada janji dengan Alana.


“Ada apa?” tanya Chelsea saat Nara telah menaruh ponselnya di saku celana.


“Minggu depan sekolah Nana akan mengadakan acara kelulusan, dia ingin belanja aku harus menemaninya,” jawab Nara.


“Akhirnya tuh bocah udah lulus.” Ada kelegaan terdengar dari Chelsea.


“Kau harus datang  nanti!” pinta Nara.


“Minggu depan ya?”  jeda sejenak dari Chelsea.

__ADS_1


“Aku pasti datang dia kan adikku juga! Aku akan bikin heboh tuh sekolahnya!” ucap Chelsea si biang rusuh dengan gaya centil menggoda.


Melihat tingkah genit Chelsea, Nara mendengus memutar bola mata malas.


"Awas saja kalau kau menggoda teman Alana di sana!"


"Siapa tahu aku dapat berondong Ra." balasnya dengan cengiran.


“Aku juga akan memberi tahu Vino!” tambah Nara.


Mendengar rencana itu. Mata Chelsea seketika bersinar senang akan rencana Nara.


“Iya, Ra. Itu bagus Vino kan perhatian banget sama Alana! Lagi pula Alana suka di potret sama Vino,” Chelsea memegang bahu Nara.


"Dia pasti datang!” balas Nara dengan penuh keyakinan.


Ya, kelulusan Alana akan menjadi alasan mereka untuk bicara dengan pemuda yang sedang marah itu.


Nara kemudian bangkit dari duduknya hendak pergi menemui adiknya.


“Aku pergi dulu!” pamitnya namun terhenti saat pergelangan tangannya di cekal oleh Chelsea membuatnya yang telah berdiri menatap bingung.


“Kak Milan bagaimana? Kau tidak mengajaknya?” tanya Chelsea.


Nara mengening mendengar pertanya Chelsea, mengajak Milan?


“Untuk apa? Kau pikir dia ngak punya urusan penting!” desis Nara dengan senyum miring.


“Ya, ampun Ra. Kak Milan pasti datang!” seru Chelsea.

__ADS_1


“Kakakmu itu presdir Maxkal kau pikir dia punya waktu untuk datang di acara bocah seperti Nana!” ucap Nara hendak meraih tas make upnya. Dia buru-buru untuk bertemu Alana, namun terus di cegah gadis cantik itu.


Bagi Nara presdir seperti Milan waktu adalah uang dan tidak mungkin pemuda itu membuang waktunya hanya demi adiknya. Sama sekali tidak penting! itu pikirnya.


“Itu kan acara adik istrinya! Dia telah menerimamu sebagai keluarga! itu berarti keluarganya juga!” tekan Chelsea.


Uh, gemas sekali Chelsea di buat oleh gadis berkacamata ini, sudah berapa kali ia mengatakan jika kakaknya telah mencintainya dan peduli padanya. Namun masih saja tidak mempercayai perkataannya.


Nara hanya mengendikan bahunya hendak beranjak pergi.


“Baiklah begini saja agar kau yakin, beri tahu dia tentang acara kelulusan Nana. Kalau kak Milan datang berarti dia menganggapmu penting! dan tebakanku benar kakakku sudah jatuh cinta padamu. Tapi, kalau dia ngak datang berarti tebakanku salah!” tantang Chelsea dengan menggebu.


Nara menatap Chelsea, tersenyum remeh setelahnya membungkukkan tubuh meraih tas make upnya yang di letakkan di lantai.


“Dia tidak mungkin datang?” ucap Nara telah menjinjing tasnya.


“Kita lihat saja nanti, aku pasti benar!” balas Chelsea melipat tangan didada dengan seringai menghiasi wajah cantiknya.


“Terserah aku pergi dulu!” pamit gadis berkacamata ini.


Nara meninggalkan Chelsea dengan hati penasaran. Apa benar Milan akan datang, jika dia memberitahukannya?


Gadis berkacamata ini menghela napas panjang. "Baiklah aku akan coba memberitahukan kak Milan," batin Nara.


"Jika benar dia datang, berarti dia memang menyukaiku," batin Nara.


Ya, Nara akan melihatnya nanti saat kelulusan Alana. Dia akan memutuskan untuk tidak meragukan lagi dan mempercayai perasaan Cinta Milan padanya jika benar pemuda itu datang.


Hei maaf baru up date lagi, Sya habis vaksin, ternyata badanku ini lemah kaya bayi, aku sakit, demam habis vaksin.

__ADS_1


__ADS_2