Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir

Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir
terbongkar


__ADS_3

“Mi ... Milan ....” ucapnya dengan terbata serta air mata yang mulai memupuk.


Tubuh Zeline membeku, darahnya seakan terhenti saat bertatap muka kembali dengan Milan.


Pemuda ini memberikan tanda dengan ekor matanya pada pelayan untuk meninggalkan ruangan dan tak lama kini tinggallah mereka berdua.


Zeline bertahan pada posisi duduk di kursi, dengan kepala tertunduk, serta ke dua tangan mengelus perutnya. Sungguh saat ini ia tidak punya muka untuk berhadapan dengan Milan, menyadari kesalahan besar yang telah di lakukannya pada lelaki itu.


Milan melangkah mendekat Memasang wajah dingin, berhenti saat meja makan menghalanginya dan menjadi sekat di antara mereka.


Milan lalu tersenyum miring. “Ternyata kau bersembunyi di sini!” ketus Milan melayangkan tatapan sinis ke arah sang mantan yang telah tega meninggalkannya.


Tubuh Zeline bergetar, keringat dingin mulai turun saat mendapatkan tatapan sinis serta sikap dingin dari lelaki di hadapannya. Zeline semakin mendekap perutnya dari balik meja.


Ya ampun, Rahasia yang disimpan akan segera terbongkar.


“Mengapa kau tiba-tiba pergi!” hardiknya dengan tatapan emosi, Meluapkan pertanyaan yang selama ini terus mengganjal di dalam hatinya.


Milan tak bisa diam  saja dengan semua yang telah di terimanya. Bagaimana tidak tiga tahun bukan waktu yang singkat merajut hubungan, namun  pergi meninggalkannya tanpa kata. Ah ia merasa terluka dan dicampakkan begitu saja. Dia hanya butuh penjelasan dari perempuan itu.


“Jawab!” desak Milan dengan tatapan menghunus.


“Milan aku ....” Lidah Zeline seakan keluh, untuk menjawab pertanyaan Milan.


Ah, dia tidak punya keberanian mengatakan alasan di balik kepergiannya. Rasa takut, malu, sedih, kecewa semua berkecamuk di dalam hatinya.


Zeline hanya tertunduk dalam, air matanya mulai mengalir, sedangkan Milan sudah tak sabar menunggu jawaban dari perempuan yang telah tega meninggalkannya di hari pernikahan itu.


Suara derap langkah kaki yang terdengar mendekat membuat perhatian mereka teralihkan.


Chelsea yang baru saja sampai di Villa dengan membawa kantung belanjaan terlonjak, saat melihat kakaknya telah berada di ruang makan bersama Zeline, menatap dengan tatapan terlihat menghakimi perempuan itu.


Ya ampun, rahasianya telah terbongkar, ia telah ketahuan menyembunyikan mantan calon istri kakaknya .


“Kak Milan!” desis Chelsea pelan mematung di tempat.


Kantung belanjaan yang ada di tangan Chelsea tak terasa terlepas jatuh ke lantai, saking terkejutnya.


Oh habislah dia, Hari ini dia akan menerima amukan dari kakaknya karena menyembunyikan Zeline.


Milan dan Zeline kompak mengarahkan netra matanya pada Chelsea.


“Kak Milan! Kakak di sini!” Chelsea menghampiri kakaknya, memasang senyum kaku. Entah sudah seperti apa debaran jantungnya saat ini.

__ADS_1


“Kenapa? Kau terkejut karena yang kau sembunyikan telah terbongkar!” bentak Milan memasang wajah marah pada adiknya yang menjadi biang masalah.


Chelsea hanya berdiri membatu, tubuhnya bergetar takut. Kakaknya sangat mengerikan saat marah.


“Aku tidak menyangka. Ternyata kau berada di balik semua ini!” desis sinis Milan menuduh Chelsea.


“Kau yang membuat pernikahan ini batal!” murka pemuda ini, kini beralih menjadikan adiknya pelampiasan.


“Kenapa kau melakukan itu Sea?” bentak Milan dengan suara menggelegar.


“Kak ....” suara Chelsea tertahan saat bola matanya mengarah pada Zeline yang tertunduk meneteskan air mata.


“Apa tujuanmu Sea!” desaknya mencengkeram bahu Chelsea kuat hingga membuatnya meringis.


“Milan ini bukan salah Sea!” bela  Zeline memberanikan diri dengan suara bergetar menahan tangis. Tak mau adik kakak ini bertengkar, karena seharusnya dialah yang harus menganggung semua ini.


“Bukan salah Sea!” decak Milan mengarahkan pandangan tajam pada Zeline.


“Aku yang tidak bisa melanjutkan pernikahan kita!” jelas Zeline terisak, bulir kristal turun deras membasahi pipi mulusnya.


Apa dia bilang tak bisa melanjutkan!


Milan mendengus dengan senyum miring.


“Jika memang kau ingin berpisah! Mengapa kau melakukan itu padaku! Kau meninggalkanku di hari pernikahan!” geram Milan mengepalkan tangan erat. menatap pada perempuan yang hanya duduk tertunduk.


“Kau yang menginginkan pernikahan. Kau juga yang membatalkannya!” seru Milan dengan emosi meninggi mengingat bagaimana Zeline yang mendesaknya menikah hingga persiapan pernikahan mereka terkesan buru-buru.


“Tiga tahun kita bersama mudah bagimu pergi sesuka hatimu!” seru Milan dengan suara menggelegar.


“Kak Milan!” tahan Chelsea mencoba menenangkan kakaknya agar tak meluapkan kemarahan pada Zeline yang kondisinya rapuh.


Namun Milan malah berbalik memberikan tatapan tajam padanya.


“Dan kau! Apa kau sengaja agar aku menikah dengan sahabatmu itu!” hardik pemuda ini dengan dugaannya.


Chelsea tersentak mendengar, pemikiran kakaknya tentang rencananya di balik menyembunyikan Zeline.


“Kak tidak seperti itu!" tampik Chelsea.


“Lalu apa!” suara Milan semakin meninggi membuat Zeline dan Chelsea tersentak. Beralih mencengkeram bahu Chelsea.


“Kau menyembunyikannya dan aku menikah dengan dia! Itu tujuanmu!” Milan semakin mencengkeram bahu Chelsea meminta penjelasan. Ia merasa di permainkan oleh adiknya.

__ADS_1


Milan terus meluapkan perasaan dan emosinya pada Chelsea. Zeline yang mendengarkannya merasakan hatinya tersayat, ia telah membuat Milan kecewa. Rasa bersalah semakin menghunus perasaannya membuat tak bisa bernapas, cairan bening itu terus mengalir membuatnya sesak seakan tak dapat menghirup oksigen. Tak selang beberapa lama ia merasakan perutnya kram.


“Ahhhh! Sakit!” pekik Zeline pelan memegang perutnya dari balik meja tak beberapa lama pandangannya telah berkabut mulai menggelap, tubuhnya pun jatuh tersungkur ke lantai.


Buk ....


Manik mata kakak dan adik ini pun mengarah pada Zeline.


“Kak Zeline!” pekik Chelsea kemudian berlari mendekat melihat keadaan Zeline.


“Zeline!” Milan tersentak, ikut mendekat ke arah perempuan itu.


“Kak Zeline bangun!”


Chelsea menopang setengah tubuh Zeline yang tergeletak di lantai bersandar di lengannya.


Milan yang ingin mendekat melihat keadaan Zeline seketika terhenti, tubuhnya membeku saat manik matanya mengarah pada perut perempuan itu yang terlihat membuncit.


“Sea dia ....” tanya Milan dengan menggantung kalimat menatap ke arah perut Zeline.


Chelsea menarik napas berat memberi jawaban.


“Iya kak, dan inilah alasan dia tidak bisa menikah dengan kakak! Dia sedang hamil.”


“Hamil ....” gumam Milan tertegun menatap kosong.


Bak di sambar petir mendengar ucapan Chelsea.


Jantung Milan seakan terjun bebas ke dasar perut mantan kekasihnya telah hamil.


Jadi inilah alasan di balik semua masalah ini. Kenapa Zeline meninggalkannya di hari pernikahannya. Calon pengantinnya itu telah menghianatinya.


 


Like


Coment


Vote ....


SEJAUH INI MAKASIH UDAH MENDUKUNG SYA DENGAN


LIKE, COMENT, VOTE DAN POINNYA ....

__ADS_1


KARENA DENGAN ITU BIKIN AKU MERASA TAKUT DAN MERASA BERSALAH PADA KALIAN KALAU HARUS LIBUR UP ...🤣🤣🤣 TAKUT DI AMUK..


HAHAHHAHA


__ADS_2