Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir

Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir
penjelasan


__ADS_3

Dua kakak beradik ini berada di dalam kamar yang di tempati Zeline, duduk berdampingan di sofa menatap tubuh perempuan yang tergolek tak sadarkan diri di ranjang. Setelah pingsan Milan membopong tubuh Zeline ke kamar.


Milan masih tertegun, setelah mengetahui kenyataan betapa besar kesalahan dan kebohongan yang di lakukan perempuan itu padanya. Hubungan cinta selama tiga tahun tak ada artinya tak menjamin kesetiaan.


“Ya, dia tidak hadir di hari pernikahan karena dia hamil,”  jelas Chelsea memecah keheningan diantara mereka membuka rahasia yang selama ini dia simpan.


Arah pandang Milan beralih menatap adiknya. Tatapannya menyiratkan penjelasan.


Chelsea menarik napas berat sebelum menjelaskan semua kepada kakaknya.


"Hari itu, sebelum hari pernikahan, aku menemani Zeline mencoba gaun pengantin. Tapi, saat di tempat itu dia pingsan. Aku pun panik lalu membawanya ke dokter,” jelas Chelsea mengingat semua kembali kenangan akan tentang Zeline, pangkal awal dari masalah yang tercipta.


“Aku mengira dia hanya kelelahan dan stres mendekati hari pernikahannya, tapi ternyata aku salah, saat dokter memeriksanya dia mengatakan Zeline telah hamil,” ungkap Chelsea kejadian saat itu, awal kebohongan Zeline.


Milan menghela napas berat, menatap marah pada Zeline yang masih menutup matanya


Chelsea pun melanjutkan ceritanya.


"Aku sangat terkejut mendengar dia hamil. Aku teringat saat kita bicara di studio foto, saat aku bertanya tentang gurauan Vino apa dia mual karena hamil? Tapi kakak menyangkal dan mengatakan tidak pernah melakukan itu padanya, karena kakak tidak akan melakukan itu sebelum pernikahan” papar Chelsea.


Milan semakin geram tangannya terkepal erat. Rasa marah, kecewa, terkhianati berkecamuk di dalam hatinya. Ah, dia tidak menyangkah Zeline yang ia kira gadis baik-baik melakukan itu padanya.


Chelsea kembali melanjutkan kalimatnya.


“Di saat itulah aku tahu, jika Zeline telah menghianati kakak, aku pun menyuruhnya untuk tidak melanjutkan pernikahan ini!”


Tatapan Milan menyalah marah.


“Mengapa kau tidak memberitahukanku! mengapa kau merahasiakannya!” hardik Milan sungguh kesal.


“Karena Zeline memohon padaku! Untuk merahasiakan semuanya dan aku juga takut, rasa cinta kakak akan membuat kakak buta lalu menerima keadaannya! aku tidak mau itu!” tekan  gadis cantik ini.


Milan mendengkus, tersenyum miring.


“Itu tidak mungkin! Aku tidak akan menerima penghianat!” dengus Milan.


Menerima penghianat! Oh itu adalah kebodohan, logika Milan masih berjalan, dia tidak mungkin hidup dengan perempuan yang bermain dengan lelaki lain hingga hamil.


“Lalu mengapa kau menyembunyikan dia di sini!”


Gadis cantik ini menatap ke arah Zeline.

__ADS_1


"Karena dia adalah seorang model terkenal, kariernya akan hancur setelah orang tahu dia hamil di luar nikah dengan laki-laki lain, bukan Milan Kalingga! Karena itu aku menolongnya, aku menyuruhnya tinggal  di sini agar tidak akan ada yang tahu, aku menyembunyikannya di tempat ini hingga setelah dia melakukan persalinan.”


Milan terdiam dengan perasaan penuh amarah, ingin rasanya dia meluapkan amarahnya pada perempuan yang berbaring di ranjang itu.


Suasana hening, terdiam dengan pikiran masing-masing.


“Dan pernikahan kakak dengan Nara. Itu di luar kuasaku!” kini Chelsea beralih menjelaskan pernikahan Milan dan Nara. Meluruskan pemikiran salah kakaknya.


Milan menatap Chelsea lekat, jantungnya berdetak kencang.


Apa, pernikahannya dengan Nara tidak terencana.


“Saat itu tahu Zeline hamil, aku tidak peduli pernikahan itu batal. Tapi, aku tidak berpikir jauh jika pernikahan ini tidak terlaksana ternyata akan berdampak buruk, Kesehatan mama yang  menurun, rasa malu keluarga, nama baik, harga diri semua akan tercoreng, itu yang akan terjadi jika pernikahan tidak jadi terlaksana,” jelas Chelsea.


“Lalu di saat terakhir, aku memohon pada Nara menikah dengan kakak untuk menjadi penganti pengganti menyelamatkan keluarga kita."


Milan tertegun, tubuhnya seketika merosot lemah. Adiknya yang memohon pada Nara.


“Jadi dia ....” suara Milan menggantung.


“Dia tidak tahu apa-apa! Dia hanya menolong keluarga kita, demi menyelamatkan kehormatan keluarga kita, dia mengorbankan dirinya,” jelas Chelsea.


Hanya menolong keluarga kita ....


Oh, seketika kenangannya berputar mengingat bagaimana perlakuannya pada gadis berkacamata itu, dia awal pernikahan dia selalu menuduh jika Nara menikah dengannya hanya karena uang dan kenyamanan menjadi istri Milan Kalingga. Sikap dingin dan ketus yang selalu dia berikan.


“Aku tidak akan pernah menerima perempuan kampung dan norak sepertimu!”


“Kau hanya ingin memiliki kenyamanan menjadi istri Milan Kalingga!”


Kenangan Milan di awal pernikahan itu dengan Nara. Bagaimana sikapnya.


Astaga, sungguh tak pantas dia lakukan pada gadis yang telah tulus menolongnya.


Milan mengusap wajahnya kasar. Hatinya di terjang rasa bersalah. Dadanya seakan tereemas kuat.


“Setelah pernikahan kakak dan Nara, aku yang mengatakan ini  hanya sementara, menjadi egois aku menyuruhnya bertahan dengan kakak, walau sikap kakak dingin padanya. Karena aku yakin kakak ngak akan pernah menemukan perempuan sebaik dan setulus dia!” air mata Chelsea mulai menganak bak sungai mengingat bagaimana pengorbanan sahabatnya itu.


"Ya, aku bahkan mengabaikan perasaan Vino yang sangat mencintai Nara, karena aku yakin kakak akan sangat beruntung memiliki istri seperti Nara! kakak mendapatkan perempuan yang tepat.” lelehan air mata Chelsea turun rasa bersalah pada Vino kembali mendesak dada.


"Jadi tuduhanku!” lirih Milan.

__ADS_1


“Itu semua tidak benar,” sela Chelsea.


“Nara menikah murni karena aku memohon padanya menolong keluarga kita, Vino maupun Nara tidak ada yang tahu tentang Zeline, aku merahasiakan semuanya!”


Deg...


Tubuh Milan bak tersengat listrik jutaan volt.


Oh tuhan, ternyata dia salah. Tatapan Milan kosong,  tubuhnya lunglai, perasaannya terbelenggu rasa bersalah pada istrinya. Mengingat apa yang telah dia lakukan pada perempuan tulus itu. Memorinya berputar.


“Ternyata benar dugaanku! Selama ini kau telah bekerja sama dengan sahabatmu itu, dan kau pasti tahu juga kan jika selama ini  Sea menyembunyikan Zeline di Paris!”


“Kau menggunakan cara licik agar bisa menikah denganku! Memanfaatkan sahabatmu itu untuk menjadi bagian keluarga Kalingga!”


“Aku kira kau perempuan yang polos, ternyata itu hanya kedok untuk mendapatkan simpatiku! kau tidak lebih dari perempuan penipu!”


Tuduhan, makian, hinaan semua telah dia berikan pada perempuan itu.


Kepala Milan seakan ingin pecah saat mengingat semua kata-kata yang di ucapkannya pada Nara.


Ia meremas kuat rambut di kepalanya meluapkan rasa bersalahnya. Matanya mulai berkaca-kaca.


“Ya, tuhan. Apa yang telah aku lakukan!” batin Milan.


Ah sungguh dia  bodoh dan mengutuk dirinya mengapa dia  mengatakan itu pada Nara.


Dia telah memaki dan menghina istrinya, perempuan yang telah menolongnya dengan tulus dan tidak tahu apa-apa. Ah, betapa brengseknya dia...


“Aku telah menuduhnya, menghinanya.” rancaunya


Oh, perasaan istrinya itu pasti, porak-poranda sangat terluka karena tuduhannya.


“Maafkan aku!” batin Milan dengan perasaan sesak penuh penyesalan. Bayangan air mata Nara yang mengalir di pipi, serta isakannya masih melekat jelas di ingatannya.


Betapa sakitnya luka yang ia toreh pada perempuan itu selama menikah dia selalu menyakiti hati istrinya itu dengan sikapnya.


“Maafkan aku!” gumam Milan.


 


 

__ADS_1


Aku terlambat up date maaf ...


 


__ADS_2