
“Menikah dengan kak Kay! Dia benar-benar mencari kesempatan,” rancau Chelsea mendesah kasar yang saat ini berada di dalam kamarnya, berbaring terlentang, menatap langit-langit kamar.
Ucapan Kay terus terniang di kepalanya, bagaimana lelaki menyebalkan itu, mengatakan cara baik, agar sahabatnya bisa kembali, membuat Chelsea menjadi terus terpikirkan kata-kata lelaki menyebalkan itu. Hingga saat ini waktu telah menunjukkan pukul tiga dini hari namun kelopak matanya pun belum enggan terpejam
Flash back
“Chelsea Kalingga menikahlah denganku!” tekan Kay dengan suara tegas serta wajah serius
Chelsea membatu di tempat? menikah dengan Kay adalah cara agar sahabatnya kembali. Tentu saja di terkejut.
“Apa menikah denganmu! Kau sudah gila!” sembur Chelsea emosinya naik mendengar ucapan lelaki yang ada di hadapannya.
Kay menarik sudut bibirnya, entah ia selalu senang jika berhasil memancing emosi perempuan galak ini.
“Aku tidak gila! Aku hanya tergila-gila padamu!” rayu Kay dengan senyum jenakanya menggoda Chelsea, sempat-sempatnya di saat serius seperti ini.
Gadis cantik ini mendengus memutar bola mata jengah. Tuh kan betapa menyebalkannya dia.
“Jangan sembarang bicara! Aku tidak akan menikah denganmu!” tolak Chelsea dengan ketus membuang pandangannya.
Astaga, dia tidak akan menikah dengan pemuda yang setiap saat membuatnya kesal. Ini benar-benar ide gila.
Kay tersenyum miring, melipat tangan di dada.
“Hanya itu cara yang bisa membuat sahabatmu kembali,” papar Kay kini beralih pada mode serius.
“Kalian telah bersama selama belasan tahun, mereka pasti datang saat tahu sahabatnya akan menikah,” jelas Kay menurut pemikirannya.
Chelsea termenung mencerna ucapan pemuda itu. Apa benar jika dia menikah sahabatnya akan datang?
“Itu tidak mungkin!” elak Chelsea.
Kay menghela napas berat memang akan sulit meyakinkan perempuan yang ada di hadapannya ini.
“Sea, waktu telah berlalu dua tahun, selama itu orang-orang terbaik telah mencarinya. Apa mereka menemukan petunjuk! Tidak satu pun. Jalan satu-satunya hanya merekalah yang harus kembali,” jelas Kay panjang lebar.
“Dan alasan menghadiri pernikahan sahabatnyalah yang akan membuat mereka kembali,” tekan Kay.
Chelsea terdiam memikirkan kata-kata Kay. hatinya berdecak kesal. Ah sial! Apa yang Kay katakan ada benarnya juga. Tegakah sahabatnya itu tak datang di hari pernikahannya.
Menikah? haruskah ia menikah dengan Kay demi agar keadaan menjadi membaik.
Chelsea mengarahkan pandangannya lekat pada Kay.
“Keluarga kita sangat setuju jika menikah!” tambah Kay.
Tatapan Chelsea memicing tajam.
“Bagaimana jika mereka tidak kembali?” tanya Chelsea sangsi bagaimana jika dia telah mempertaruhkan hidupnya mengikat tali pernikahan dengan Kay namun sahabatnya tidak kembali. Bagaimana dengan nasibnya.
“Kita belum tahu hasilnya nanti!” Kay juga tak memberi jaminan keberhasilan rencananya.
Kay mengembangkan senyuman mulai berkata.
“Tapi, Aku pastikan, kau tidak akan menyesal menjalani pernikahan denganku. karena kau menikah dengan lelaki tampan incaran para gadis-gadis, Aku kaya, mapan, sabar, penyayang, patuh pada orang tua. Kelak aku akan menjadi suami yang gercep tansferan, rajin cari nafkah, dan yang terpenting tidak peduli apa-pun aku akan selalu siap mengaku salah di hadapanmu walau tidak salah,” cerocos Kay menyebutkan kelebihan yang di milikinya bak sebuah produk unggul dengan penuh percaya diri tentunya dengan kelakar dan senyum jenaka. Kay tahu Chelsea pasti akan memikirkan bagaimana hidupnya nanti jika bersamanya.
__ADS_1
Demi apa-pun mendengar candaan Kay membuat perempuan ini sudah menahan kesal setengah mati.
“Kak Kay!” Chelsea mengeram kesal. Oh tuhan, pemuda ini memang benar- benar menyebalkan.
Senyum puas menghiasi wajah Kay saat melihat Chelsea geram. Uh manisnya.
Menikah dengan Kay! Chelsea benar-benar akan gila, mungkinkah dia menjalani hidup dengan lelaki itu.
“Aku mau pulang!” ketus Chelsea melangkah pergi meninggalkan Kay.
“Chelsea Kalingga!” panggil Kay dengan suara menggelegar memuat langkah kaki Chelsea terhenti.
“Sea, Aku sangat mencintaimu! Hanya kau perempuan yang selalu ada di dalam hatiku sejak dulu sampai detik ini, tak akan terganti. Aku berjanji akan membuatmu bahagia dengan cintaku! Apa-pun akan aku lakukan untuk membuatmu bahagia!" ujar Kay mengungkap perasaan terdalamnya pada gadis yang ia suka kali ini dia sangat serius. “Dan kau sangat tahu perasaanku ini sudah ada sejak lama dan impianku adalah bersamamu!"
ya, Kay tak peduli dia mengambil kesempatan dari kesulitan Chelsea, dia hanya ingin menggapai cinta perempuan galak ini.
Chelsea terdiam di tempat mendengar ungkapan cinta Kay.
Flash back off.
“Ahh, aku tidak bisa tidur!” decak Chelsea mengacak rambutnya.
Hingga saat ini dia belum mendapatkan jawaban. Haruskah dia menerima tawaran menikah dengan sahabat kakaknya.
“Aku menunggu jawabanmu besok!” kenang Chelsea.
“Kak Kay!” Chelsea mulai menilai pemuda yang selalu menjaga dan melindunginya sejak dulu. Kay adalah pemuda yang memiliki wajah tampan, serta bentuk tubuh menawan, dia juga lelaki yang cerdas, baik, sabar, penyayang terlepas dari kebiasaannya suka menggodanya. Chelsea yakin Kay akan menjadi suami yang baik untuknya, tetapi dia sama sekali tak memiliki rasa cinta untuk sahabat kakaknya itu.
Kepala Chelsea seakan berdenyut memikirkan semuanya. Gadis cantik ini pun memutuskan menutup kelopak matanya tak mau memikirkan lagi.
Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, seorang perempuan terlihat melangkah gontai menyusuri lorong rumah sakit, tubuhnya terasa sangat lemah, wajah cantiknya terlihat lesu. Sangat jelas jika gadis ini kelelahan.
Chelsea baru saja keluar dari ruangan perawatan kakaknya, melihat kondisi ibu dan kakaknya yang bersamaan berbaring di ranjang rumah sakit. Ah, Miris sekali.
Langkah Chelsea terhenti saat menatap pemuda yang membuatnya semalaman berpikir dengan usulannya, telah berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding dengan tangan bersedekap seakan memang menunggunya.
“Kak Kay!” sentak Chelsea menghela napas berat.
Kay melangkah mendekat ke arah Chelsea hingga tubuh tinggi itu telah berdiri di hadapan Chelsea.
“Bagaimana? Apa jawabanmu!” tanya Kay dengan tangan bersedekap di dada memasang wajah penasaran.
Chelsea terdiam, ah dia belum menemukan jawaban pertanyaan Kay. Apa dia akan mengorbankan dirinya menerima menikah dengan lelaki yang tidak di cintainya. Atau menolak bagaimana dengan kakaknya jika dia menolak, selamanya kakaknya akan terpuruk.
Astaga, dia benar-benar dalam di lema.
Jantung Kay berdetak kencang menunggu jawaban dari Chelsea apa lagi Melihat Chelsea hanya mematung memasang wajah yang tidak bisa terbaca.
Chelsea menarik napas panjang mengisi kekuatan.
“Aku ingin kita mengadakah pesta pernikahan yang mewah. Apa kak Kay sanggup!” terang Chelsea.
“Ha.” Kay tercengang.
“Aku akan mencoba cara itu agar mereka kembali! Aku setuju kita menikah!” ujar Chelsea mengiyakan. Dia pasrah menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan keluarganya itu lebih penting saat ini.
__ADS_1
Mendengar jawaban Chelsea, Kay membatu dengan jantung seakan terjun bebas. Akhirnya mimpinya menikah dengan perempuan yang telah lama ia cintai tak lama lagi terwujud, tak lama lagi Chelsea akan menjadi miliknya.
Yes, Hati Kay berdecak senang, serasa ada jutaan bunga mekar di taman hatinya.
“Benarkah Sea!” tangan Kay beralih memegang bahu Chelsea tanyanya lagi untuk meyakinkan.
“Emm.” Jawabnya dengan deheman dan anggukan.
Senyum lebar menghiasi wajahnya hingga deretan gigi putih ratanya terlihat.
“Baiklah aku sanggup untuk membuat pesta mewah. Aku akan mengatur Pernikahan kita, pesta akan di gelar meriah agar seluruh orang tahu. Ini akan menjadi pernikahan yang terbesar."
“ Dan saat mama dan kakakmu keluar dari rumah sakit, aku akan melamarmu. Minggu depan kita akan menikah!” jelas Kay akan rencananya
Deg ....
Aliran darah Chelsea seakan terhenti perhatiannya terpusat pada kay.
“Minggu depan! Bukan itu terlalu cepat,” sergah perempuan cantik itu hatinya masih berbalut ke raguan.
Satu minggu belum cukup untuk memantapkan hatinya.
“Tidak, itu cukup, lebih cepat lebih baik. Aku takut kau berubah pikiran ....” ucap Kay dengan senyum menghiasi.
“Dan aku takut kau keburu sadar jika mendengar tepuk tangan!” kelakar Kay.
Perempuan ini mendengus lagi dan lagi.
“Memangnya aku sedang di hipnotis!” decak Chelsea memasang wajah memberengut.
Tuh kan lelaki ini benar-benar menyebalkan.
“Siapa tahu kau terhipnotis karena melihat wajah tampanku!”
“Kak Kay!” geram Chelsea.
Uh, selalu saja membuat kesal dengan kenarsisannya.
“Baiklah, aku pergi dulu menyiapkan semuanya!” pamit Kay hendak melangkah meninggalkan calon istrinya.
Ia menatap Chelsea dengan senyum seringai.
“Sea! Itu apa!” tunjuk Kay.
“Apa!” Chelsea mengarahkan pandangannya pada jari telunjuk Kay.
Muach ...
Chelsea tersentak saat bibir Kay mendarat di pipinya.
“Terima kasih Sea, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu!” ucap Kay dengan tatapan lembut. Setelahnya melangkah meninggalkan Chelsea yang mematung.
Tangan Chelsea meraba pipinya. Seminggu lagi dia akan menjadi istri lelaki itu. Ya, demi agar sahabatnya kembali Chelsea memutuskan menikah dengan lelaki yang selalu membuatnya kesal itu. Entah bagaimana nanti hidupnya bersama Kay, apa dia bisa bahagia dan mencintai suaminya.
Like, coment, vote ...
__ADS_1