Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir

Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir
bertemu Vino


__ADS_3

“Vin!” Chelsea telah berdiri di hadapan Vino menatap pemuda itu lekat dengan dada terlihat naik-turun mencoba mengatur napas, udara seakan menipis, karena air mata haru terus turun membasahi pipinya.


Dua tahun pemuda yang berada di hadapannya telah berubah, wajahnya semakin tampan dengan tuxedo membalut tubuh tingginya.


“Akhirnya kau datang!” isak Chelsea.


“Tentu saja!” balas Vino dengan senyuman terkembang.


“Bodoh! Kau terlambat! Kau menyebalkan!” maki Chelsea dengan air mata semakin berderai deras meluapkan perasaan putus asanya pada sahabatnya ini.


“Maaf!” ucap Vino santai sembari terus tersenyum memancing kekesalan gadis galak ini.


Tanpa kata lagi  Chelsea menabrakkan tubuhnya masuk ke dalam pelukan sahabatnya. Ia mendekap erat tubuh lelaki yang selama belasan tahun mendampinginya.


Ah, setelah dua tahun berpisah akhirnya mereka kembali bertemu, saling mendekap erat untuk mengikis kerinduan yang menggunung itu. Sungguh Chelsea sangat merindukan lelaki ini, dua tahun waktu yang sangat panjang untuk perpisahan.


“Ke mana saja kau? Kau tega meninggalkanku sendiri! Aku sangat merindukan kalian! Aku selalu mencari kalian!” raung Chelsea dalam dekapan Vino meluapkan perasaannya, bulir kristal itu semakin deras jatuh hingga membasahi tuxedo yang di kenakan Vino.


“Aku juga merindukanmu Sea!” balas Vino mengusap punggung Chelsea, kilau bening di mata Vino menunjukan rasa haru dan bahagiannya bertemu kembali dengan perempuan ini.


Sungguh Vino juga sangat merindukan sahabat cerewetnya ini, hidupnya juga terasa hampa tanpa omelan Chelsea yang selalu menghiasi hari-harinya.


“Karena kalian aku menikah dengannya!” oceh Chelsea berdecak sebal seakan melaporkan apa yang ia alami.


Senyum Vino mengembang, ini lah yang sangat ia rindukan dari Sea, ocehannya.


“Baguslah Sea. Ada yang mau menikahimu!” jawab Vino dengan candaan.


“Vino!” protes Chelsea memukul pelan dada pemuda itu.


“Aku malah prihatin dengan lelaki yang menikahimu dia mendapatkan istri yang bawel. Ya tuhan semoga dia di beri umur panjang!” tambahnya.

__ADS_1


“Vino!” pekik Chelsea semakin memukul dada Vino dengan kepalan tangannya.


“Iya! Sudah jangan menangis.” Hibur Vino.


“Mana Nara?” tanya pemuda ini teringat pada sahabat kacamatanya.


“Bukankah dia pergi bersamamu, sudah dua tahun dia pergi!”


“Dia jahat Vin, dia ngak datang ke pernikahanku!”


Vino tertegun mendengar ucapan Chelsea, Nara tidak ada di tempat ini? Padahal saat itu dia memberi kesempatan pada gadis kacamata itu kembali pada Milan.


“Dia tidak kembali!” batin Vino.


Dua sahabat ini terus berpelukan melepaskan rindu mereka.


Hingga seorang wanita mendekat ke arah dua sahabat itu.


“Pergilah semua orang menunggumu!” ujar Vino.


Chelsea menggeleng di pelukan Vino. Saat ini hanya Vino yang penting, tidak ada yang lain.


“Aku tidak mau!”


Vino menghela napas berat, seperti biasa mode manja Chelsea padanya telah kembali, terus memeluk tubuhnya erat.


“Sea lepaskan! Jangan sentuh aku. Kau sudah jadi istri orang. Nanti suamimu melabrakku! Emang aku laki-laki apaan!” ucap Vino terdengar centil.


“Aku tidak peduli. Sekarang kau sangat tampan!” goda Chelsea semakin memeluk Vino, dua tahun dia kehilangan sosok lelaki ini.


“Aku kan memang selalu tampan Sea,”

__ADS_1


Dua sahabat ini kembali menggila, Chelsea si genit dan manja pada Vino. dan Vino si lelaki narsis.


“Sudah pergilah,” usir Vino.


“Tidak! Nanti kau akan pergi lagi. Jika aku tidak ada! Nara tidak ada, kau yang harus mendampingiku!” tekannya.


Vino mendengus memutar bola mata malas.


“Baiklah Aku akan menunggu hingga acaramu selesai!”


Mendengar itu Chelsea melepaskan pelukannya.


“Benarkah? Kau akan menungguku?”


Vino mengangguk membuat Chelsea tersenyum senang, sahabatnya akan menunggunya.


“Baiklah aku pergi dulu!” pamit Chelsea meninggalkan Vino.


“Setelah aku selesai kita harus ke tempat pak Joko!” teriak Chelsea setelah berjalan beberapa langkah.


“Iya,” balas Vino tersenyum lucu.


Akhirnya setelah dua tahun ia kembali bertemu dengan sahabatnya, lalu bagaimana dengan Nara? Kemana perempuan yang ia cintai itu?


"Ternyata selama ini kau tidak kembali Ra," batin Vino.


Like


Coment


Vote ..

__ADS_1


__ADS_2