
Seorang perempuan terlihat duduk termenung sendiri di depan cermin rias. Menatap lekat wajah cantiknya yang semakin bersinar setelas berpulas make up dan gaun pengantin berwarna putih yang membalut tubuhnya.
Jantung perempuan ini terus berdetak kencang, tangannya menjadi dingin dan basah memikirkan hari yang akan ia lalui.
Hari ini adalah Moment bersejarah bagi seorang Chelsea Kalingga, hari pernikahannya bersama dengan Kay yang tinggal beberapa menit lagi, dia akan berstatus sebagai istri dari sahabat kakaknya itu
Rasa takut, cemas, gundah melebur menjadi satu di dalam hatinya. Dia akan menempuh hidup baru menjadi seorang istri dari pemuda yang tidak di cintainya.
Oh, astaga sangat menyesakkan. Demi agar sahabatnya kembali dan keadaan membaik dia rela mengorbankan dirinya.
Chelsea terus termenung mengingat kilas pernikahan Nara dan kakaknya.
“Ternyata seperti ini perasaanmu Ra. Saat kau terjebak dalam pernikahan yang tidak kau inginkan bersama kak Milan,” ucap Chelsea lirih dengan senyum getir mengingat bagaimana putus asanya gadis kacamata itu saat menjadi pengantin pengganti atas permohonannya.
Dan kini Chelsea merasakan perasaan gadis berkacamata itu, dia terjebak dalam pernikahan yang tidak dia inginkan. “Aku merasakannya Ra. Aku juga melakukan ini agar kau kembali, semoga kau datang,” batinnya miris.
“Maafkan aku!” suara Chelsea bergetar mengingat semuanya.
Suara pintu terbuka membuat manik mata Chelsea teralihkan.
Pandangan Chelsea menangkap bayang sosok pemuda tampan menggunakan tuxedo berwarna hitam.
“Kakak!” sapa Chelsea mengulas senyum lembut menutupi kegundahan. “Ada apa kak?” tanyanya.
Milan duduk di tepi ranjang, menatap serius ke arah adik kesayangannya.
“Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu, kenapa seketika kau mau menikah dengan Kay?” ujar Milan merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh adiknya. Milan sangat tahu Chelsea tidak pernah menyukai sahabatnya itu. Namun tiba-tiba saja adik kecilnya itu datang padanya dan mengatakan jika akan menikah dengan Kay. Sesuatu hal yang tidak mungkin bagi seorang Chelsea Kalingga.
Chelsea terdiam meremas tangannya, ia membeku. Oh Milan adalah kakaknya tentu saja dia tahu apa yang di rasakan olehnya. Namun dia tidak akan mengatakan rencananya tentang Nara.
Melihat adiknya yang hanya diam, Milan menghela napas berat kemudian melangkah mendekat.
“Aku tidak tahu apa yang kau inginkan dari pernikahan ini! Kau sudah dewasa untuk menentukan hidupmu! Setelah menikah, aku sudah tidak punya hak atas dirimu,” ucap Milan sedih yang akan menyerahkan adiknya.
“Kakak!” sela Chelsea bangkit lalu memeluk erat tubuh kakaknya. Ini semua dia lakukan demi kakaknya.
“Tapi kakak merasa lega. Kau akan menikah dengan Kay. aku akan tenang menyerahkanmu padanya. Dia lelaki yang sangat tepat dan terbaik untukmu! Dia pasti bisa menjagamu!” jelas Milan mengusap punggung adiknya rasa haru menyeruak dalam hati, adik kesayangannya akan menikah. namun sebuah kelegaan pemuda itu adalah sahabatnya.
“Aku akan selalu berdoa yang terbaik untukmu dan kalian selalu bersama selamanya!” manik mata Milan berkabut mengusap punggung adiknya dengan rasa sayang.
“Semoga kau tidak bernasib sama dengan kakak! Kakak tidak bisa menjadi suami yang baik,” katanya lirih mengingat rumah tangganya yang goyah karena keegoisannya.
“Kakak!” Chelsea melepaskan pelukannya.
__ADS_1
“Kakak pasti juga akan menemukan kebahagiaan kakak.”
“Kebahagian itu telah hilang, karena kebodohan kakak!” sela Milan memasang wajah sendu. Rasa penyesalan kembali menerjang hatinya mengingat apa yang telah ia lakukan.
Obrolan kakak beradik ini terhenti saat mama Erika masuk, berada di antara mereka.
“Kenapa masih di sini!” cecar mama Erika menatap putranya. Setelahnya netranya mengarah pada Chelsea.
“Ya tuhan, Sea anak mama cantik sekali,” puji perempuan paruh bayah ini sambil menangkup wajah putrinya dengan sebelah tangan.
Chelsea hanya mengulas senyum.
“Mama ngak nyangkah anak mama yang manja ini akan menikah! Dia bukan Sea kecil kita lagi,” ucap mama Erika dengan air mata yang jatuh, terharu putri bungsunya akan menikah.
“Sudah mama jangan menangis.” Chelsea menenangkan mamanya.
“Semoga kau bahagia nak!” doa tulus terucap dari seorang ibu.
Sejenak ketiganya larut dalam keharuan. Hingga mama Erika tersadar.
“Lan, kamu kok masih di sini, acara sudah akan dimulai!” ucap perempuan paruh baya itu.
Deg ...
Acara akan di mulai
“Sea ayo ikut mama!” ucap Mama Erika mengiring tubuh putrinya untuk melakukan proses pernikahan.
...****************...
Di giring oleh mama Erika, Chelsea melangkah pelan dan anggun saat memasuki ruangan dengan dekorasi megah dan luar biasa, tempat di adakannya acara pernikahan bersama Kay.
Decak kagum terdengar saat orang-orang memuji kecantikan sang pengantin.
Mengabaikan sorot kamera dan decak kagum orang-orang yang memuji kecantikannya. Manik mata Chelsea malah berputar menyusuri banyaknya tamu undangan mencari keberadaan sahabatnya.
“Di mana kalian, aku akan segera menikah,” batin Chelsea memasang wajah sendu. Hingga saat ini Nara maupun Vino belum juga hadir.
Rasa takut, cemas menyeruak dalam hati Chelsea jika semua yang di lakukan ini akan menjadi sia-sia.
Netra mata Chelsea semakin terpusat mengenali satu persatu terus mencari Nara dan Vino.
Ah, dia semakin dekat dengan gerbang pernikan namun dua sahabatnya itu tak memperlihatkan tanda-tanda kemunculannya.
__ADS_1
“SEa, Kay sangat tampan ya!” puji mama Erika berbisik di samping putrinya membuat Chelsea tersadar.
“Ha.” Chelsea tersentak lalu mengarahkan pandangannya pada seorang pemuda tampan nan gagah yang menatapnya tanpa berkedip terlihat terpukau olehnya.
Uh, semakin kacau saja perasaan Chelsea saat pandangannya bertemu dengan Kay.
“Di mana kalian! Aku akan menikah! kalian tidak mendampingiku,” batin Chelsea miris.
Setelah beberapa saat Chelsea telah duduk berdampingan dengan Kay.
“Kau sangat cantik Sea,” puji Kay berbisik di telinganya.
“Mereka tidak datang!” balas Chelsea memasang wajah sendu.
“Waktu kita masih panjang!” ucap Kay memegang tangan Chelsea agar perempuan itu tenang.
“Bagaimana kalian siap? Bisa kita mulai?” tanya lelaki yang akan menikahkan mereka.
Kay terdiam menatap ke arah Chelsea. Manik mata mereka bertemu berharap calon istrinya ini sendiri yang akan menjawabnya.
Chelsea menarik napas berat panjang diri jika ini adalah pernikahan yang terbaik untuknya dia tidak boleh mundur. Kay adalah lelaki yang tepat untuknya. Setelahnya mengangguk mengiyakan.
Senyum lembut terbit dari bibir Kay. Chelsea mengiyakan.
Acara pernikahan pun di mulai.
Tangan Kay lalu terulur menjabat tangan lelaki yang ada di hadapannya.
“Kaisar Abraham bin Wijaya Abraham saya nikahkan dan kawinkah kamu dengan Chelsea Kalingga ....”
Chelsea tertunduk dalam, tangan dinginnya saling meremas di atas paha. Oh dia akan menjadi istri Kay lelaki yang selalu membuatnya kesal. Akan apa nanti hidup rumah tangga yang akan dia jalani. Chelsea tak pernah membayangkan dia akan menikah dengan cara seperti ini bersama Kay pula.
Setelah mengucapkan ijab dalam satu tarikan napas. Kay tertegun sejenak, jutaan kembang api meledak di dalam hatinya. Akhirnya setelah sekian lama menunggu ia telah mengikrakkan Chelsea sebagai istrinya.
Sah ...
Chelsea tersentak dalam lamunan saat suara itu terdengar serentak.
Kini dia telah sah menjadi istri dari Kaisar Abraham.
“Nara, Vino dimana kalian! Aku telah menikah! Teganya kalian, tidak dtidak mendapingiku, aku melakukan semua ini demi kalian,” jeritnya di dalam hati, dadanya terasa sesak sahabatnya tak satu pun hadir rencananya telah gagal.
__ADS_1
...****************...
ya ampun aku benar-benar lagi buntu ... maaf telat.