Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir

Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir
terbongkar


__ADS_3

Suasana pesta seketika terasa mencekam, dua pemuda sedang dalam posisi memegang pergelangan tangan Nara, saling tarik menarik, hingga gadis berkacamata ini merasa kesakitan, tubuhnya seakan terbela.


“Lepaskan dia! Dia tidak akan pergi denganmu!” murka Vino suaranya meninggi dengan tatapan seakan menguliti, melihat pemuda yang telah menikah ini memegang tangan wanita yang dicintainya. Dia sudah tak dapat menahan diri. Semakin menarik tangan Nara untuk mendekat ke arahnya.


“Aku tidak akan melepaskannya! Dia akan ikut bersamaku!” kekeh Milan menatap sinis pada Vino tak mau kalah. Sudah  cukup dia bersabar.


“Kau lelaki yang sudah menikah, menjauh darinya! Jangan menyentuhnya!” geram Vino mengertakkan giginya.


"Memangnya kenapa? Itu bukan urusanmu!” tekan Milan dengan senyum jahat mengiasi.


“Lepaskan tanganmu brengsek!” teriak Vino.


Amarah Vino naik, dia sudah tak dapat menahan diri. Melepaskan tangan Nara kemudian mendekat ke arah Milan. 


Bruk ....


“Kak Milan!” pekik Nara tersentak kaget saat Vino melayangkan tinjunya ke wajah Milan hingga membuat pemuda itu terhuyung.


Milan merasa nyeri di sudut bibirnya lalu mengusapnya dengan ibu jari. Melihat darah menempel di jarinya, emosi Milan naik menuju puncak.


“Kurang ajar!” teriak Milan, tidak mau kalah ia juga membalas dengan melayangkan pukulan di wajah Vino.


Bruk ...


“Vin!” teriak Nara yang melihat sahabatnya menerima kepalan tangan dari Milan.


“Aku akan menghabisimu,” teriak Vino tak terima.


“Akan kuremukkan tulangmu!” balas Milan.


Baku hantam pun terjadi suasana menjadi riuh, orang-orang yang berada di tempat itu mulai mendekat ke arah mereka, melihat perkelahian duel dua pemuda memperebutkan satu wanita.


“Tolong hentikan!” teriak Nara.


Nara mencoba memisahkan mereka namun perkelahian itu semakin beringas tak ada yang mau mengalah dan berhenti saling menyerang.


Chelsea yang baru saja datang membelalak melihat kakak dan sahabatnya telah berkelahi.

__ADS_1


“Kak Milan, Vino!” gadis cantik ini tersentak.


“Sea bantu aku!”


Chelsea pun ikut membantu Nara melerai pertengkaran mereka, ia berdiri di depan kakaknya menghalau agar Milan tidak maju lagi. Begitu pun Nara yang berdiri di depan Vino.


“Vin, hentikan!” mohon Nara berdiri di depan Vino.


“Minggir jangan menghalangiku!” teriak Vino mencoba menerobos tubuh Nara untuk kembali menyerang Milan namun tertahan.


“Lepaskan aku. Sea! Aku harus menghajarnya.” Milan juga mencoba maju namun ia juga tertahan oleh tubuh Chelsea.


“Kak sudah, tolong tahan diri kakak!” pinta Chelsea.


“Tolong hentikan!” mohon Nara tubuhnya bergetar hebat menahan cairan yang telah memupuk di manik matanya melihat suami dan sahabatnya berkelahi.


“Biar aku menghajarnya Ra! Dia tidak tahu diri. Dia sudah menikah. Hei! Kenapa kau tidak bersama istrimu saja! Jangan ganggu dia!” hardik Vino dengan penuh amarah.


“Dan dia adalah istriku! Brengsek!” teriak Milan dengan suara meninggi menunjuk Nara dengan tatapannya.


Chelsea dan Nara tersentak kaget mendengar pengakuan Milan. Pemuda ini telah hilang kendali dan telah membuka rahasia yang seharusnya tidak di ketahui oleh Vino.


“Jangan sembarangan bicara atau aku akan merobek mulutmu itu!” murka Vino tak terima tubuhnya semakin maju hendak menerkam Milan.


“Dia adalah Anara Putri adalah istriku!” tekan Milan dengan suara menggelegar dengan tangannya terkepal geram.


Vino tersentak kaget, memorinya berputar ...


Benar! Milan menikah dengan perempuan bernama Anara putri, Vino ingat itu.


Vino seketika berdiri membeku, tak ada perlawanan lagi mendengar Milan menyebut nama lengkap Nara. Memori pernikahan Milan terlintas kembali dalam pikirannya. Milan menikah perempuan bernama Anara Putri.


Tubuh Vino bak di sambar listrik jutaan Volt.


Apakah itu Anaranya? Cintanya?


Sorot mata Vino kini menyambar pada Nara yang telah memasang wajah sendu.

__ADS_1


“Vin,” suara Nara terdengar lirih ada titik cairan bening jatuh membasahi pipinya.


“Apa benar kau telah menikah dengannya?” Vino beralih memegang pundak Nara meminta penjelasan.


Gadis berkacamata ini tertunduk diam, lidahnya seakan keluh. Untuk mengatakan iya, karena Nara yakin hati Vino pasti akan hancur.


“Jawab Ra?” bentak Vino menunggu jawaban dari gadis yang berada di hadapannya.


“Ngak mungkin kan Ra! Seperti yang kau katakan dulu, itu Anara yang lain kan!” Vino masih mencoba tak percaya pasalnya Nara pernah mengelak jika itu bukan dirinya.


Melihat Vino yang mulai kacau, Chelsea mendekat ke arah pemuda itu, mencoba menenangkannya. Dialah penyebab semua ini.


“Vin!” tangan Chelsea bergetar memegang pundak Vino.


Melihat Nara yang diam membisu Vino beralih pada Chelsea memegang pudak Chelsea.


“Sea apa benar yang di katakan kakakmu!” desak Vino.


“Sea!” bentak Vino meminta jawaban tanpa sadar semakin mencengkeram pundak Chelsea.


“Maafkan aku! Kakakku memang telah menikah dengan Nara,” ucap Chelsea dengan lelehan air mata sudah tidak ada yang bisa di tutupi lagi. Akhirnya yang ia takutkan terjadi juga.


Tangan yang mencengkeram pundak Chelsea jatuh terkulai. Bak di sambar petir Vino mendengar pengakuan Chelsea. Aliran darahnya seakan terhenti, tubuhnya terasa lemah.


Nara telah menikah. Cintanya telah di miliki oleh orang lain.


Mimpinya, harapannya hancur luluh lantak seketika.


Tatapan Vino kosong mengarah pada Nara, kakinya melangkah mundur perlahan. Tanpa kata Vino membalikkan tubuhnya pergi.


“Vin!” Chelsea memegang tangan Vino mencoba menahannya.


Vino menepis tangan Chelsea dengan kasar


“Jangan sentuh aku!” sentaknya lalu beralih pergi.


“Vin!” panggil Nara hendak mengejar akan tetapi Milan menahan tubuhnya.

__ADS_1


“Vino!” panggil Chelsea namun pemuda itu tak berbalik sedikit pun.


Inilah yang mereka takutkan jika Vino tahu segalanya, pemuda itu pasti akan sangat kecewa.


__ADS_2