
Matahari telah naik, sinar teriknya terasa menyengat kulit. Dua sahabat ini terlihat tengah berdiri di depan sebuah pintu.
“Ketuk Ra,” pinta Chelsea nyalinya seakan ciut untuk mengetuk benda persegi itu.
Nara menarik napas panjang mengumpulkan keberanian. Tangan gadis berkacamata ini mulai mengetuk pintu.
Hari ini Nara dan Chelsea sedang berada di rumah sewa Vino, mereka telah sepakat untuk bertemu sahabatnya itu dan mengajaknya ke acara Alana.
Setelah beberapa saat menunggu, pintu rumah terbuka, terlihatlah pemuda tampan yang memasang wajah datar tak bersemangat.
Wajah yang sangat mereka rindukan.
“Vin!” sapa lebih dulu Chelsea memasang raut muka bersalah.
“Hai Vin? Apa kabar!” selanjutnya Nara menarik senyum tipis.
Vino mendengus memutar bola mata jengah. Perasaannya kembali kacau melihat dua perempuan ini berdiri di hadapannya.
“Aku tidak ingin bertemu kalian!” balas pemuda ini dengan ketus lalu hendak menutup kembali pintu rumah.
Melihat Vino akan masuk dengan cepat tangan Chelsea mencegahnya, menahan agar pintu tak tertutup.
“Vin jangan seperti ini!” pinta Chelsea dengan nada memohon.
“Jangan marah lagi. Kami sangat merindukanmu!” sahut gadis berkacamata ini.
“Maafkan kami.” Chelsea tertunduk merasa bersalah dialah biang dari semua masalah.
“Rasanya sepi kau tidak ada di antara kami,” ucap Chelsea.
Melihat dua sahabatnya memohon padanya membuat Vino merasa iba, akan tetapi saat mengingat impiannya hancur dadanya kembali sesak.
“Pulanglah!” usir Vino.
__ADS_1
“Vin tolong dengar dulu! Ada sesuatu penting yang ingin aku sampaikan!”
“Aku tidak ingin dengar!”
“Vin!” Nara memasang wajah memelas hingga membuat Vino menjadi tak tega.
Vino menghela napas berat dua sahabatnya ini memang keras kepala, ia pun pasrah melipat tangan di dada.
Nara menarik sudut bibirnya, saat Vino diam. Ia pun mulai menjelaskan.
“Aku ingin memberi tahumu, jika di sekolah Nana akan ada acara kelulusan! Kau datang ya Vin,” pinta gadis berkacamata ini.
“Iya, Vin. Nana pasti ingin kau mengabadikan moment kelulusannya, kau yang akan memotretnya,” tambah Chelsea ikut membujuk. Dia sangat berharap acara ini dapat membuat Vino berubah dan kembali pada mereka.
“Vin, Nana adikmu kan,” tekan Nara.
“Pulanglah!” satu kata berhasil keluar dari mulut Vino setelahnya pintu itu terbanting keras.
Dua sahabat ini kompak menarik napas berat, Vino telah menutup pintu.
“Dia masih marah!” ujar Chelsea dengan kepala tertunduk lesu. Dadanya semakin terasa sesak ternyata sangat sulit membujuk Vino.
“Sepertinya dia tidak akan datang,” tambahnya terdengar lirih. Air matanya mulai menganak.
Nara mengusap punggung Chelsea agar perempuan itu tenang.
“Sudahlah, ayo kita pulang!” ajak Nara.
Mereka pun melangkah meninggalkan rumah Vino. Baru beberapa langkah dering ponsel di saku celana jeans Chelsea berdiri. Ia pun meraih benda pipih itu membaca nama kontak yang tertera.
“Tunggu Ra, aku menjawab telepon dulu,” ucap Chelsea melangkah menjauh dari Nara agar gadis berkacamata itu tak mendengar percakapannya.
__ADS_1
Setelah merasa aman Chelsea mengusap ikon hijau lalu mengarahkan ke telinga.
“Ada apa?”
“Maaf nona saya ingin memberitahukan bawa nona Zeline mengalami pendarahan!”
“Apa! Pendarahan!” seketika wajahnya berubah cemas.
“Bagaimana bisa! Bagaimana kalian menjaganya! Kalian tidak becus!” geram Chelsea meluapkan amarahnya.
“Aku akan segera ke sana!”
Chelsea memutuskan panggilan sepihak. Melangkah buru-buru ke arah Nara yang menunggunya.
“Aku harus pergi Ra, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang!” ucap Chelsea terlihat panik membuat Nara menatap bingung apa yang telah terjadi.
Apalagi Chelsea menyuruhnya pulang sendiri? Ini bukan kebiasaan sahabatnya.
“Kau mau ke mana?” tanya Nara penasaran saat Chelsea membuka pintu mobil.
"Aku ada urusan penting! Aku harus pergi!” jelas Chelsea setelahnya masuk ke dalam mobil.
Nara berdiri mematung menatap bayang mobil Chelsea yang semakin menjauh, sahabatnya itu benar-benar menginggalkannya. Apa yang terjadi? apa yang sedang di cemaskan Chelsea Batin gadis berkacamata ini bertanya-tanya
yuhu apa yang akan terjadi?
like ...
coment ...
vote ...
__ADS_1