Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Tiga Belas


__ADS_3

*Slitt*


*Slitt*


*Slitt*


Tanpa disadari oleh mereka, tiga kepala kasuari sudah terpisah dari lehernya. Saat sampai di depan ruangan yang menjadi salah satu tempat sarang kasuari besi Fina langsung bergegas mengeluarkan belati dari sarungnya dan langsung menerjang mereka. Dia berlari mendekati tiga kasuari besi terdekat kemudian melewati bilah belati ke leher mereka tanpa ada keraguan sedikitpun. Caranya memegang belati dan teknik menebasnya seperti sudah ahli memegang belati.


Aku terheran melihat pemandangan itu. Fina yang biasanya seperti anak ayam yang mengikutiku kesana-kesini terlihat seperti kunoichi saat ini. Bagaimana bisa dia menjadi ahli menggunakan belati? Padahal sebelumnya dia bukan manusia.


Mendengar kepala-kepala kasuari yang jatuh di lantai, para kasuari sisanya langsung menoleh ke arah Fina. Tak tunggu lama, puluhan kasuari langsung pergi menyerbunya.


Tapi semua serbuan itu tidak ada gunanya, dengan mudah Fina menghindari serangan dari cakar kasuari dengan bergerak seminimal mungkin. Ini membuat jarak Fina tetap dekat dengan kasuari sehingga dia gampang melakukan serangan balasan.


Saat cakar besi kasuari mencoba mencengkram kepalanya, dia hanya menghindar dengan membengkokan leher sambil menebas kasuari itu.


*Slitt*


Badan kasuari terpisah menjadi dua antara bagian kepala dan ekornya. Tak berselang lama, sudah tidak ada satupun kasuari besi yang berdiri diruangan ini.


Fina berdiri ditengah ruangan dan dikerumuni oleh sisa-sisa kasuari besi. Ekspresinya tetap tenang meskipun bau besi yang pekat dan percikan merah darah tersebar dimana-mana. termasuk di wajah dan kain yang dipakainya.


Pemandangan itu seperti dewi perang yang berdiri diatas tumpukan korban-korbannya. Aku lalu mendekati Fina sambil mengagumi pemandangan yang sama seperti di film-film itu.


“Bagaimana keadaanmu?”


“Aku baik-baik saja.”


“Syukurlah. Kamu terlihat sangat hebat saat mengalahkan para kasuari! Bagaimana kuda-kuda dan caramu menggunakan belati terlihat sangat ahli!”


“Terima kasih, aku senang mendengarnya darimu.”


Saat mengucapkan hal itu Fina menghadapku sambil memberikan senyuman untuk pertama kalinya. Kedua ujung mulutnya ke arah atas sampai memperlihatkan deretan giginya sambil otot pipinya yang juga tertarik sehingga area matanya mengerut dan menyipit. Aku yang melihatnya seperti diguyur energi positif ke seluruh tubuhku karena senyum manisnya itu.


Tidak hanya energi positif, tercampur juga sedikit rasa merinding yang kurasakan. Mungkin karena kondisi tempat ini yang tidak memancarkan sedikitpun suasana menyentuh hati sama sekali.


Banyak potongan-potongan tubuh kasuari besi bersekarakan disekitar ditambah kubangan dan percikan-percikan darah di lantai dan di dinding apalagi Fina yang tersenyum sambil berlumuran darah di wajah dan tubuhnya.


Tapi meskipun seperti itu Fina masih tetap terlihat cantik kok.


“Ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum. Kamu terlihat mempesona.”


“… Terima kasih.”



Hmm… kalau cuman pakai kain untuk menutup tubuhnya tidak akan efisien saat bertarung jika dia semahir ini. Semoga ada petunjuk untuk memperbaiki dungeon Pulau Bulan disini supaya kita bisa segera bergegas ke kota untuk mencari pakaian yang lebih cocok untuk Fina.


“Ayo kita ke ruangan yang selanjutnya!”

__ADS_1


“…”


Setelah aku memasukan sisa-sisa kasuari besi ke inventori, kitapun pergi berjalan ke ruangan selanjutnya. Ops! Aku terlalu terpikat dengan senyumannya tadi sampai lupa menanyakan hal yang penting. Selagi berjalan aku bertanya ke Fina.


“Fina, bagaimana kamu bisa seahli itu? ketrampilanmu menggunakan belati dan teknik bela dirimu terlihat sangat berpengalaman.”


“Aku tidak tahu, apa yang kulakukan seperti sudah ada dipikiranku.”


“??”


Aku tidak begitu mengerti, apa itu pengaruh skillnya? Tadi saat dia mulai bertarung, skill yang berhubungan dengan keahlian itu tiba-tiba muncul di statusnya. Ya… entahlah, aku tidak tahu pasti bagaimana itu terjadi. Setidaknya aku bisa meminta pertolongan ke Fina untuk belajar tentang keahlian itu nanti.


Fina terus membantai setiap kasuari besi di lorong sebelah kanan itu sampai semua ruangan lenyap akan kehadiran kasuari besi. Total yang dibunuhnya sudah 383 kasuari besi. Itupun aku hanya hitung dari kepala-kepala kasuarinya, banyak bagian badan kasuari yang sudah dikotak-kotakkan sama Fina.


Meskipun hampir membunuh 400 kasuari yang rata-rata memiliki level 9 sendirian, level Fina hanya naik dua level saja.


Status


Nama : Fina


Ras : Manusiaa


Umur : █████


Level : 12


Exp : 92%


MP : 1200/1200


STR: 24 INT: 24 DEX: 24 VIT: 24 WIS: 24


Skill : Tembus Pandang(lvl.3), Poliglot, Penguasaan Senjata[Belati(lvl.5)], HTH(lvl.5)


Gelar : Yang Ditinggalkan, Yang Disuap


Belati:


Level 1: Meningkatkan keterampilan menggunakan belati, serangan belati meningkat sebanyak 1.05x lipat.


Level 2: Meningkatkan keterampilan menggunakan belati, serangan belati meningkat sebanyak 1.1x lipat.


Level 3: Meningkatkan keterampilan menggunakan belati, serangan belati meningkat sebanyak 1.15x lipat.


Level 4: Meningkatkan keterampilan menggunakan belati, serangan belati meningkat sebanyak 1.2x lipat.


Level 5: Meningkatkan keterampilan menggunakan belati, serangan belati meningkat sebanyak 1.25x lipat.


HTH(Hand-to-hand combat):

__ADS_1


Level 1: Meningkatkan keterampilan bertarung dengan tangan kosong, serangan menggunakan tangan kosong meningkat sebanyak 1.05x lipat.


Level 2: Meningkatkan keterampilan bertarung dengan tangan kosong, serangan menggunakan tangan kosong meningkat sebanyak 1.1x lipat.


Level 3: Meningkatkan keterampilan bertarung dengan tangan kosong, serangan menggunakan tangan kosong meningkat sebanyak 1.15x lipat.


Level 4: Meningkatkan keterampilan bertarung dengan tangan kosong, serangan menggunakan tangan kosong meningkat sebanyak 1.2x lipat.


Level 5: Meningkatkan keterampilan bertarung dengan tangan kosong, serangan menggunakan tangan kosong meningkat sebanyak 1.25x lipat.


Semua kasuari besi sudah dikalahkan, sisanya tinggal mengalahkan pemilik dungeon saja.


“Sekarang waktunya mengalahkan pemilik dungeon.”


“Baiklah”


“Tapi saat melawan pemilik dungeon, aku saja yah yang melawannya.”


“Baiklah…”


Aku dari tadi hanya menonton saja saat Fina bertarung, makanya jadi merasa tak ingin tertinggal. Pemilik dungeon yang akan kita lawan juga merupakan monster yang menarik membuat aku jadi lebih tertarik untuk melawannya.


Setelah memutuskan siapa yang akan melawan pemilik dungeon kita berdua berjalan kembali menuju lorong sebelah kiri di percabangan awal untuk pergi melawan pemilik dungeon bersama dengan golem-golem anjing.


Hmm… golem-golem anjing ini cukup besar, sepertinya akan terlihat keren kalau ditunggangi.


“Tunggu sebentar Fina.”


Aku kemudian menunggangi golem anjing tersebut dan memerintahkannya berlari disekitaran.


“Wow!”


Aku tidak tahu bagaimana rupaku di pandangan Fina saat menunggangi golem anjing ini, yang pasti aku merasa keren saat menungganginya.


“Yuk kita tungangi para golem anjing untuk pergi ke ruangan pemilik dungeon.”


Setelah kukatakan hal tersebut, aku baru memperhatikan sesuatu yang penting. Ah, aku baru sadar kalau Fina hanya pakai kain saja, dia tidak bisa menunggangi golem anjing sendirian karena hanya boleh duduk menyamping.


Aku menghampirinya sambil menunggangi golem anjing


“Ayo naik dibelakang sini.”


*hup*


Fina sedikit melompat dibelakangku untuk duduk menyamping menghadap kesebelah kiri sambil tangan kanannya berpegangan di bahuku kananku.


… ganjil rasanya kalau bahuku yang dipegang pas tunggangi anjing. Jadi aku memegang pergelangan tangannya kemudian ku pindahkan di pinggangku.


Selama kita mengalahkan kasuari besi, pemilik dungeon hanya tidur saja meski dia sedang diawasi golem-golem anjing. Namun, saat kelompok kita sudah mendekati tempatnya, dia tiba-tiba meloncat terbangun dari tidurnya. Menengok ke sekitarannya.

__ADS_1


Cih, ini pasti karena skill sialannya itu yang aktif saat kita sudah dekat. Setelah dia melihat sekitarannya, pandangannya kemudian tertuju ke beberapa golem anjing yang aku tinggalkan sebagai pengawas. Dia melihat golem-golem itu dengan heran, mungkin pikirnya golem anjing itu tidak mungkin bisa mengaktifkan skillnya.


Tak lama kitapun sampai di depan ruangan besar tempat pemilik dungeon. Saat itulah pandangannya berpindah ke kelompokku yang baru saja tiba.


__ADS_2