Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Enam Puluh Tiga


__ADS_3

Aku memberi beberapa syarat kontrak sebagai ganti sisik naga itu. Isinya aku akan mengutus familiar ku yang merupakan golem pengintai dan pewaris akan mengajarkan tentang pandai besi kepada familiar itu dan jika dibutuhkan aku juga bisa mengirimkan golem yang menyamar sebagai manusia untuk berlatih langsung dengan si pewaris.


Di syarat kontrak itu aku juga menaruh agar pertemuan dan informasi tentang kami dirahasiakan. Tapi saat aku memberikan kontrak untuk disetujui oleh pewaris, dia ingin menambah 1 klausul di mana dia akan membayar 1500 koin emas untuk sisik tersebut.


Sepertinya harga diri pewaris sebagai bangsawan tidak menerima kalau mendapatkan sisik tersebut tanpa mengeluarkan uang. Kupikir uang yang dia tawarkan tidak aku perlukan. Apalagi aku akan mendapatkan pelajaran tentang pandai besi darinya. Uangku juga sudah banyak setelah menjual sisik naga yang sebelumnya. Bahkan aku sudah bingung mau di apakan uang-uang tersebut.


Setelah cukup lama saling berdebat, akhirnya diputuskan kalau pewaris juga akan membayar 500 koin emas untuk sisik itu.


[Kontrak+ berhasil dibuat.]


Ah… dengan begini aku bisa mengetahui lebih dalam tentang pandai besi. Selain itu, dengan selesainya ini aku sudah bisa melanjutkan pergi bertualang mencari dungeon untuk menaikkan level Pulau Bulan. Ah! Hampir lupa, setelah ini aku harus mengeluarkan kapal. Selagi berpikir apa yang akan aku lakukan kedepannya, tiba-tiba pewaris memanggilku.


“Tuan penjelajah, sebelumnya saya ingin meminta maaf terkait masalah bola skill yang sebelumnya. Sebenarnya saya tidak tertarik untuk memberi penawaran atas bola skill tersebut akan tetapi karena desakkan rombongan yang saya bawa saya terpaksa melakukannya.”


Tuan? Meski heran dengan panggilan pewaris aku mencoba meredakan rasa bersalah si pewaris.


“Masalah tersebut tidak perlu dipikirkan lagi yang mulia. Selain itu saya juga ingin memperkenalkan seseorang kepada yang mulia yang bisa menjadi penghubung jika anda memerlukan material lain.”


Saat aku mengatakan hal itu sambil menatap sekretaris, dia langsung maju dan membungkuk memberi salam kepada si pewaris.


“Selamat siang yang mulia, suatu kehormatan bagi hamba bisa bertemu langsung dengan yang mulia. Nama hamba adalah Gita dan hamba merupakan sekretaris dari Ketua Serikat Pedagang Pangara.”


Wow, penghormatan dan sopan santun sekretaris saat menghadapi bangsawan sangat berpengalaman sekali. Pewaris hanya menganggukan kepala pada salam sekretaris kemudian kembali menatapku bertanya.


“Tuan penjelajah, apakah anda yang membawa mayat semut yang sebelumnya?”


Sepertinya pewaris sudah menyimpulkan kalau aku yang menyediakan sebagian barang-barang lelang yang langkah hari ini.


“Jika yang mulia menginginkannya, saya bisa menyediakan mayat tersebut besok saat kontak saya tiba di kerajaan ini. Nanti yang mulia bisa menghubungi nona sekretaris untuk mengambilnya.”


“Baiklah.”

__ADS_1


Sekarang aku tinggal ambil bola skill dan ambil uang hasil lelang lalu pergi melepas perahu.


“Kalau begitu kami permisi dulu yang mulia.”


Kami pergi meninggalakn pewaris di ruangan tersebut bersama sisik naga dan satu golem pengintai yang aku katakan sebagai familiarku. Untuk penjelasan tentang bagaimana rombongannya bisa pingsan dan bagaimana dia bisa membawa sisik naga aku serahkan semuanya kepada si pewaris.


Setelah selesai mengambil uang dan bola skill, sebelum pergi aku memberikan sesuatu untuk sekretaris.


“Sekretaris, jika kamu sedang berada dalam bahaya jangan lupa untuk gunakan ini. Setidaknya ini akan memulihkan HP milikmu lebih baik dari pada yang biasanya~~~~.”


“Terima kasih banyak tuan.”


Sekretaris menerima pemberianku sambil sedikit membungkuk. Dia lalu memeriksa apa yang aku berikan.


“Cengkih-cengkih ini… berbeda dari yang biasanya. Kuncup bunganya lebih besar, bentuk mahkotanya juga berbeda dari kuncup bunga cengkih yang biasanya. Selain itu, aroma cengkihnya juga lebih kuat.”


Yah… mungkin karena itu tipe cengkih++. Makan satu kuncupnya saja bisa memulihkan 100 HP. Sedangkan yang biasa hanya 25 saja.


Tujuan sekretaris yang ingin melengserkan raja pasti akan memiliki banyak rintangan. Ini untuk berjaga-jaga saja kalau dia nanti berada dalam bahaya. Sayang kalau nanti aku harus kehilangan kontak yang kompeten dan berjasa ini.


“Ya tuan, akan saya lakukan sesuai dengan keinginan anda.”


Awalnya aku tidak mau ikut campur dengan si sekretaris, tapi melihat bagaimana jasa dan bantuannya, meski aku tahu itu karena ada dorongan skill kontrak+. Egoku seperti mendorong untuk memberi balasan atas jasa sekretaris. Padahal aku tidak punya apa pun yang bisa berguna secara langsung untuknya saat ini. Hanya cengkih saja yang sepertinya akan berguna kalau dia sedang terdesak suatu saat nanti.


“Kalau begitu kami pergi dulu nona sekretaris.”


“Terima kasih banyak tuan, sampai jumpa lagi besok.”


Kami beranjak pergi dari gedung pelelangan dan mencari pesisir pantai yang aman untuk mengeluarkan kapal bekas bajak laut agar bisa dijemput bawahan sekretaris besok. Waktu yang kami habiskan untuk mencari tempat yang aman juga cukup lama kami harus berlari menjauhi kota hingga memakan waktu beberapa jam agar sampai di pesisir pantai yang sepi untuk mengeluarkan kapal. Setelah memuat golem dan barang yang akan dibeli pewaris, aku dan Fina melepas pergi mereka.


Kita berdua terus menatap kapal tersebut sampai tenggelam di bawah cakrawala.

__ADS_1



*wosh*


Setelah kapal tersebut tidak terlihat lagi, tiba-tiba tinju yang lurus dan tajam melayang ke arah Fina. Dengan tenang dia hanya memiringkan kepala untuk menghindari tinju tersebut sambil menatap lembut penyerangnya.


Yang menyerangnya bukanlah orang asing, melainkan aku. Karena sudah lama kita tidak berlatih selama tinggal di kota, kupikir tempat ini merupakan tempat yang sesuai untuk berlatih.


Fina sepertinya mengerti dengan tujuanku sehingga dia hanya menatapku lembut seakan menunggu seranganku selanjutnya. Aku menarik kembali tanganku kemudian mencoba menyerangnya lagi dengan tangan yang lainnya.


Kali ini pukulan yang tajam aku arahkan ke perut Fina. Tinjuku seakan menyambar udara dengan kecepatan kilat, namun Fina dengan refleks yang cepat mampu menghindarinya dengan meloncat ke samping. Dia menghindari seranganku dengan penuh keanggunan yang mempesona.


Aku belum menyerah sampai disitu, selanjutnya aku mengejarnya kemudian menyerangnya secara berturut-turut. Aku mulai dengan pukulan swing ke arah tubuhnya, lalu aku sambung dengan serangan siku yang kemudian aku menggunakan kakiku untuk melakukan tendangan berputar tepat ke dadanya, dengan cepat Fina menghindari semua seranganku. Lalu pada tendangan berputar yang aku luncurkan kearahnya, secepat kilat dia menghindari seranganku dengan berdekam sambil mentackle kaki tumpuanku.


*brukk*


Aku terjatuh karena tendangan Fina. Memang aku menyesuaikan atributku agar setara dengan atribut yang Fina miliki tiap kali kami berlatih. Namun, sampai saat ini aku masih merasa belum bisa mengimbangi teknik Fina.


“Jaya sudah sedikit berkembang.”


?? Katanya aku sudah sedikit lebih baik. Meski aku tidak merasakannya namun kalau guruku yang mengatakannnya sepertinya aku memang ada perkembangan.


“Bagaimana kalau kita bertaruh?”


“Bertaruh apa?”


“Selama berlatih kalau semua seranganku tidak ada yang bisa mengenaimu, aku akan menggendongmu sampai ke kota.”


“Setuju!”


Dengan matanya yang berkilau Fina langsung menyetujui pertaruhanku. Padahal aku belum mengatakan apa yang harus dia lakukan kalau aku yang menang. Apa kalau aku yang menang kusuruh dia untuk menggendongku saja yah?

__ADS_1


Akan tetapi, setelah kupikir kembali apa yang aku katakan, sepertinya aku terlalu besar kepala dengan sedikit pujian dari guruku. Seharusnya aku tidak dengan percaya diri langsung mengajaknya bertaruh.


__ADS_2