Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Dua Puluh Sembilan


__ADS_3

Dungeon: O-96s9


Pemilik:


Level: 68


Mpj(Mana per jam): 596


Total Mana: 59.686.896


Monster: 68.596


“You were on the verge of greatness, you were this close.” Kuucapkan saat melihat informasi dungeon sambil mendekatkan kedua jari telunjuk dan jari jempolku.


Level dungeon ini 68, dengan level dungeon yang setinggi itu, pasti dungeon Pulau Bulan bisa langsung sembuh total hanya dengan mempersembahkan inti dungeon ini.


Memindahkan fokus penglihatanku ke bawah, mataku membesar seperti tidak mempercayai apa yang sedang kulihat. Terdapat tumpukkan bola seukuran bola tenis yang dari dalamnya memancarkan cahaya biru. JACKPOT!! Sepertinya kita mendapatkan jackpot dari dungeon ini. terdapat 14 bola skill yang menumpuk di samping batu menhir. Langsung aku pakai Mata Bulan untuk melihat informasi bola-bola skill tersebut.


Item


Nama : Bola Skill Sihir Kontrak(lvl.1) x11


Keterangan : Saat menggunakan bola skill ini akan mendapatkan Sihir Kontrak(lvl.1). Bola Skill akan terkonsumsi saat digunakan.


Item


Nama : Bola Skill Sihir Kontrak+(lvl.1) x3


Keterangan : Saat menggunakan bola skill ini akan mendapatkan Sihir Kontrak+(lvl.1). Bola Skill akan terkonsumsi saat digunakan.


Sihir Kontrak:


Level 1: Membuat kontrak dengan entitas lain. Isi kontrak harus dianggap seimbang oleh kedua entitas agar kontrak bisa dilaksanakan. Mencoba melanggar kontrak akan mendapatkan penalti yang sesuai dengan isi kontrak.


Level 2: Bisa transfer kontrak ke entitas ketiga.


Level 3: Bisa membuat kontrak perbudakan. Tingkat keberhasilan tergantung perbedaan WIS antara kedua entitas. Mendapatkan penalti saat gagal.

__ADS_1


Level 4: Bisa menambahkan satu klausul kontrak sebelumnya secara sepihak tanpa persetujuan entitas kedua. Tingkat keberhasilan tergantung perbedaan WIS antara kedua entitas. Mendapatkan penalti saat gagal.


Level 5: Bisa membatalkan kontrak sebelumnya secara sepihak. Tingkat keberhasilan tergantung perbedaan WIS antara kedua entitas. Mendapatkan penalti saat gagal.


Sihir Kontrak+:


Level 1: Membuat kontrak dengan entitas lain. Mencoba melanggar kontrak akan mendapatkan penalti yang sesuai dengan isi kontrak.


Level 2: Bisa transfer kontrak ke entitas ketiga.


Level 3: Bisa membuat kontrak perbudakan. Dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dari sihir kontrak biasa.


Level 4: Bisa menambahkan tiga klausul kontrak sebelumnya secara sepihak tanpa persetujuan entitas kedua. Bisa menambahkan, merubah, atau mengurangi maksimal dua klausul kontrak entitas lain tanpa persetujuan kedua entitas itu. Tingkat keberhasilan tergantung perbedaan WIS antara kedua entitas.


Level 5: Bisa membatalkan kontrak sebelumnya dan kontrak milik entitas lain secara sepihak. Tingkat keberhasilan tergantung perbedaan WIS antara kedua entitas.


“…”


“…”


“…”


Memang hepi sih dapat bola skill, tapi kenapa duplikatnya banyak amat, bahkan sampai 11 bola skill duplikatnya. Apa aku harusnya mandi dulu sebelum kemari biar lebih mujur atau mungkin karena pengaruh faktor muka juga yah. Ahh.. sudahlah, sebaiknya disyukuri saja. Aku lanjut melihat item-item lainnya yang muncul bersama dengan bola skill.


Item


Nama : Buah Syzygium aromaticum++


Keterangan : Buah Syzygium aromaticum berkualitas sangat tinggi. Kuncup bunga yang dihasilkan olehnya biasa digunakan sebagai rempah dan obat yang sangat ampuh untuk menyembuhkan HP.


Item


Nama : Bijih Luwu


Keterangan : Material yang mengandung logam luwu.


Ahhh… S̶y̶z̶y̶g̶i̶u̶m̶ a̶r̶o̶m̶a̶t̶i̶c̶u̶m̶cengkih, rempah-rempah yang paling populer di Indonesia, terlebih bagi para pengudut. Dari ingatan Jaya di dunia ini, konon cengkih hanya bisa didapat di Kerajaan Namgara. Hebat juga Namgara bisa memonopoli cengkih selama ini sampai-sampai bibitnya tidak pernah lolos keluar dari negaranya. Buah cengkih yang kudapat sebanyak 20 buah. Untuk sekarang aku simpan saja, mungkin nanti buah ini bisa ditanam di Pulau Bulan.

__ADS_1


Kalau cengkih aku sudah familiar, tapi logam luwu ini tidak aku ketahui sama sekali. Sepertinya ini logam khas dunia ini. Logam ini berwarna merah dan menyilaukan warna putih saat diterangi cahaya. Aku melihat informasinya lebih dalam dengan skill Mata Bulan dikatakan kalau logam ini lebih keras dan lebih ringan dari pada logam mithril. Tapi untuk ketahanan terhadap serangan sihir masih logam mithril sedikit lebih baik. Selain itu, jumlah yang kita dapatkan juga tidak main-main, bisa dibuat senjata dan pakaian pelindung untuk satu kompi.


Hm.. hm.. aku mengangguk bahagia setelah melihat keseluruhan item yang kudapat. Kita memang harus selalu bersyukur! Karena dengan didapatnya buah cengkih, HP ku dan Fina bisa terjaga sekarang. Kalau buahnya berhasil di tanam di Pulau Bulan, Guhehehe.. mungkin ini menjadi langkah awalku untuk menjadi juragan cengkih di dunia ini guhehe…


“Kenapa tawamu seperti orang cabul?”


“Hah?!” Saking senangnya berandai-andai, sepertinya tawaku yang kupikir hanya ada di dalam pikiran bocor keluar.


“Aku hanya memikirkan kehidupan kita kedepannya nanti. Lagi pula, kamu tau dari mana kata cabul?”


Kok bisa si Fina tau kata cabul, seingatku aku tidak pernah bilang kata-kata itu sebelumnya.


“Itu seperti sudah ada di pikiranku saja.”


Hmm… seperti sudah ada di pikirannya yah, padahal pas awal bertemu dia seperti tidak tahu apa-apa. Apa mungkin semakin lama dia menjadi manusia, pengetahuan-pengatahuan umum manusia tiba-tiba masuk keingatannya? Informasinya seperti di download gitu? Hmm… mana mungkin. Apa karena skill Poliglot miliknya sehingga dia bisa mengerti yah. Aku coba tes deh kalau dia memang mengerti arti kata itu.


“Fina, bisakah kamu memperlihatkan dada indahmu?” Dengan lembut aku meminta ke Fina permintaan yang akan membuatku dijemput polisi kalau aku ucapkan di Bumi.


“Kenapa kamu meminta hal yang cabul seperti itu saat ini? Apa kamu baik-baik saja?”


Sambil menghadapku, Fina membalas pertanyaanku dengan ekspresi tenangnya yang biasa. Tentu saja dia tidak bergerak untuk memperlihatkan dadanya. Hmm… sepertinya dia memang tau apa arti kata cabul. Padahal waktu awal bertemu aku yang harus menjelaskan tentang aurat. Mari coba kata lainnya.


“Aku merasa daksaku baik-baik saja.”


“Syukurlah.”


Wah dia mengerti. Tapi dari balasan Fina meski ekspresinya tetap tenang, aku bisa merasakan kelegaan dari suaranya. Sepertinya dia benar-benar khawatir terhadap kondisiku.


“Aku baik-baik saja, maaf sudah membuatmu khawatir, aku hanya mengetesmu saja kalau kamu tau arti kata cabul dan daksa.”


“Oh… aku maafkan.”


Hmm… kok terasa ganjil yah… aku merasa Fina sudah lebih berkembang sekarang. Ah sudahlah lebih baik fokus langkah selanjutnya saja. Aku menyimpan semua item yang baru kita dapat ke dalam inventori kemudian membatalkan sihir golem-golem yang ada di ruangan ini dan menciptakan satu golem besi yang besar.


Golem yang kuciptakan lebih besar dari batu menhir yang menjadi inti dungeon ini. Setelah itu aku mengeluarkan tali yang telah kubuat sebelumnya lalu mengikatkan tali itu ke badan golem besi. Selagi melakukan itu, aku memantau apa yang sedang dilihat golem penjelajah yang sedang memantau ruangan telur semut. Para semut pekerja d isana terlihat masih sibuk mengevakuasi telur-telur semut. Dengan jumlah telur yang sampai puluhan ribu dan dibandingkan jumlah semut pengevakuasi, tidak mungkin mereka bisa mengevakuasi semuanya dalam sehari.


Selesai mengikat tali ke golem, aku dan Fina berlari kembali ke pintu masuk dungeon sambil mengulurkannya.

__ADS_1


__ADS_2