Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Empat Puluh Tujuh


__ADS_3

“Selama aku menjadi ketua perserikatan yang sudah berpengalaman menilai berbagai barang, ini bukanlah sabun ecek-ecek yang biasa ditemukan di kerajaan-kerajaan kepulauan. Selain itu, wewangian yang digunakan sabun ini juga merupakan wewangian yang baru! Berbeda dengan wewangian yang biasa aku jumpai dari sabun-sabun kekaisaran utara.”


Wow, habis di injek-injek di angkat tinggi, mari kita tunggu apa tujuan sebenarnya. Aku membalas ocehannya dengan berterima kasih sambil memberikan senyum bisnis.


“Terima kasih atas pujiannya untuk sabun yang kami jual.”


“Hahaha… tentu! Produk yang bagus selalu menjadi perhatian kami. Jadi, bisa saya periksa tipe sabun lainnya?”


“Tentu saja.”


Aku menginstruksikan golem memberikan tipe-tipe sabun yang lainnya, kemudian pria itu mengecek tiap tipe sabun.


“Sabun yang anda jual semuanya beraroma buah! Biasanya, sabun-sabun yang datang kemari beraroma bunga! Saya jadi penasaran ingin bertemu dengan pengrajin sabun ini.”


Kamu sedang berbicara dengan pengrajinnya sekarang. Masih dengan senyum bisnis aku membalas perkataan pria tersebut.


“Sebagai sesama pedagang tuan pasti mengerti kalau informasi merupakan pegangan hidup pedagang.”


“Hahaha… Ya! Ya! Bahan sabunnya bagus, tidak membuat kulit kering. Ini seperti sabun-sabun yang datang dari kekaisaran. Hahaha… sepertinya koneksi anda sangat luas. Jadi, saya ingin menawarkan 1 koin perak untuk sabun tipe ini. 1 koin perak dan 50 koin perunggu untuk tipe ini dan ini. Lalu yang terakhir 2 koin perak untuk sabun tipe ini dan ini.”


Wah wah wah… 1 batang sabun saja bisa dapat 1 koin perak yang setara Rp.100.000. Itu cukup menggiurkan. Tapi, dari golem pengintai yang sudah aku sebar sebelumnya, rata-rata sabun dengan wewangian itu mereka jual mulai dari 3 sampai 5 koin perak per batang. Bahkan ada yang di jual 10 koin perak per batang.


Sabun punyaku yang katanya tipe baru seharusnya bisa di jual mahal. Mungkin bisa di atas 3 koin perak. Sayangnya kami tidak bisa menjual langsung ke pedagang karena tidak mempunyai tanda pengenal serikat pedagang Kerajaan Pangara.


“Tuan, harganya terdengar cukup rendah jika mempertimbangkan bagaimana harga pasaran sabun sekarang. Bagaimana jika kompensasinya di tambah hal lain? Seperti tanda pengenal serikat pedagang, kebetulan tanda pengenal kami hilang.”

__ADS_1


“Hahaha! Tanda pengenal serikat pedagang Kerajaan Pangara tidak bisa diterbitkan begitu saja. Kita harus saling membangun kepercayaan terlebih dahulu, barulah tanda pengenal tersebut bisa diterbitkan.”


Yah, setidaknya aku telah mencoba meski gagal. Selagi memikirkan apa yang akan aku katakan selanjutnya, ketua perserikatan pedagang lanjut berbicara.


“Bagaimana kalau saya tambahkan 50 koin perunggu untuk harga masing-masing sabun?”


Hmmm… kupikir lebih baik di terima saja, cukup banyak juga yang akan kami dapatkan dari transaksi ini. Dari yang sebelumnya harga sabun 1 koin perak per batang, sudah jadi 1 koin perak dan 50 koin perunggu per batang. Masih dengan senyum bisnis, aku menerima tawaran ketua serikat pedagang.


“Saya setuju dengan harga yang tuan tawarkan.”


“Hahaha! Baiklah kalau begitu. Saya nantikan semua sabun yang kalian bawah.”


Setelah sepakat dengan transaksi sabun, kami bolak-balik membawa semua barang jualan ke gedung serikat pedagang. Harga tiap sabun yang di beli ialah


Sabun salak: 1 perak 50 perunggu


Sabun rambutan: 2 perak


Sabun jeruk nipis: 2 perak 50 perunggu


Sabun manggis: 2 perak 50 perunggu


Masing-masing sabun aku jual 300 batang. Jadi aku mendapatkan 31 koin emas dan 50 koin perak dari penjualan 1500 batang sabun. Untuk penjualan gerabah dan buah-buahan tidak seberapa jika dibanding dengan sabun. Total yang kami dapatkan untuk transaksi ini 33 koin emas 11 koin perak dan 89 koin perunggu. Jadi sekarang total uang yang kami miliki 35 koin emas 40 koin perak 93 perunggu.


Hohoho… langsung berasa makmur saat keluar dari gedung serikat pedagang.

__ADS_1


Aku sebenarnya ingin menjual bongkahan emas, bijih perak, dan batu sihir monster yang kami dapat di dungeon sebelumnya, tapi karena aku merasa akan lebih mengundang perhatian jadi kuurungkan niatnya. Setidaknya dengan 35 koin emas yang setara dengan Rp.350.000.000 kami bisa mendapatkan banyak barang yang kami butuhkan.


Setelah itu kami pergi menuju ke penginapan yang di sarankan oleh sekretaris serikat pedagang. Penginapannya tidak terlalu jauh dari gedung serikat pedagang, hanya beberapa ratus meter saja. Kata sekretaris itu penginapannya bersih dan terawat. Makanannya juga cukup enak dan banyak di datangi para pedagang.


Saat kami tiba, penginapannya memang persis seperti yang sekretaris itu katakan. Terlihat bangunan bertingkat tiga yang terbuat dari bata kemudian bangunan tersebut terlihat terawat dan bersih lalu banyak pedagang yang berada di dalam.


Para golem pengintai aku lebih fokuskan untuk mencari informasi tentang barang-barang saja. Kupikir tidak perlu mencari informasi-informasi politis atau militer kerajaan ini. Aku tidak berencana lama-lama di tinggal di sini. Aku hanya berencana membeli barang dan belajar pandai besi. Setelah itu selesai, kami bisa melanjutkan petualangan!


Aku berencana untuk pergi ke kepulauan-kepulauan kecil yang berada di sebelah timur Kerajaan Pangara. Kepulauan-kepulauan itu sangat panjang. Bahkan kepulauan kecil itu memanjang sampai ke kerajaan paling barat dari enam kerajaan kepulauan yaitu Kerajaan Tigara. Kepulauan-kepulauan kecil itu seakan membungkus ke enam kerajaan dari samudera yang ada di sebelah timur dan selatan kerajaan-kerajaan kepulauan.


Kepulauan kecil itu terkenal sebagai tempat menaikkan level untuk para petualang tingkat perak untuk menjadi petualang tingkat emas. Bahkan banyak petualang tingkat emas yang masih terus mengasah kemampuan mereka di kepulauan itu sebagai persiapan menjelajahi Pulau Puma. Katanya di tempat itu hampir setiap pulau memiliki dungeon untuk di jelajahi. Tentu saja aku tidak mau menyia-nyiakan informasi ini. Aku ingin menaikkan level dungeon Pulau Bulan setinggi mungkin dengan mengambil inti-inti dungeon di sana sebelum bertualang di tempat yang terkenal berbahaya yaitu Pulau Puma.


Setelah mendapatkan kamar, kami keluar dari penginapan menuju ke area pasar. Aku ingin membeli berbagai kain dan pakaian untuk kami. Diantara ketiga kebutuhan pokok, saat ini sandang yang paling kurang.


“Beli satu gratis satu!”


“Bisa ditawar, bisa ditawar!”


“Beli satu dapat dua!”


“Sayang anak, sayang anak!”


Terdengar lantang suara para pedagang yang sedang mempromosikan dagangan mereka saat kami tiba di pasar. Tujuan utamaku kemari untuk membeli kain. Jadi kami pergi ke toko kain yang paling berkualitas berdasarkan hasil pengintaian golem yang kulakukan barusan.


Di toko itu aku membeli dua macam kain yang bagus, yang pertama merupakan kain paling mahal, yaitu kain yang berasal dari kekaisaran utara. Saat di pegang, kain itu terasa sangat halus, lembut, dan nyaman saat di gunakan. Katanya asal-usul dan cara pembuatan kain dari kekaisaran utara itu dirahasiakan untuk menjaga monopoli. Tapi dengan skill Mata Bulan rahasia itu sudah aku ketahui. Sedangkan kain yang ke dua merupakan kain yang terbuat dari katun.

__ADS_1


Di toko kain ini juga menjual alat tenun. Terbagi dua tipe alat tenun yang dijual, ada alat tenun yang harus digerakkan oleh seseorang, dan yang kedua merupakan alat tenun sihir yang bisa bergerak sendiri. Alat tenun sihir menggunakan tenaga batu sihir yang berasal dari monster.


__ADS_2