Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Lima Puluh Empat


__ADS_3

“… tadi kenapa Jaya katakan kalau kami yang mengalahkan ketiga orang itu?”


“Hm? Memangnya kenapa kalau aku katakan seperti itu?”


Apa bagi Fina itu penting kalau aku mengaku seakan mengalahkan ketiga preman?


“… kata-kata Jaya kepada sekretaris serikat pedagang seperti telah berbuat salah. Apa yang aku lakukan sebelumnya salah? Kenapa Jaya yang minta maaf?”


Ah… jadi itu, sepertinya Fina khawatir telah berbuat kesalahan.


“Fina, niat yang kamu miliki bagus untuk kelompok kita, tujuanmu yang ingin mencegah ketiga orang itu mengganggu menandakan kamu peduli. Aku senang saat mendengar kamu mengalahkan mereka karena ingin melindungiku.”


“Sungguh?”


Sepertinya dia kurang yakin dengan kata-kataku.


“Iya, sungguh.”


“Katakan lagi.”


“Apanya?”


“Katakan lagi kalimat terakhirnya.”


… dia sebenarnya khawatir karena bikin kesalahan atau mau dengar kata-kata pujian.


“Aku senang saat mendengar kamu mengalahkan mereka karena ingin melindungiku.”


“Terima kasih Jaya, aku bahagia mendengarnya.”


Kupuji lagi Fina dengan lembut dan di balasnya sambil tersenyum bahagia.


“Ah, aku jadi ingat. Kalau berikutnya Fina pikir ada kemungkinan orang itu akan menganggu kami, sebaiknya jangan langsung dibunuh. Interogasi saja dahulu, siapa tahu kita bisa mendapatkan informasi tambahan atau ternyata dia tidak bermaksud jahat.”


Sebaiknya kuperingatkan seperti itu saja, bisa pusing kalau Fina selalu membunuh setiap orang yang dikira akan mengganggu kami. Apalagi sekarang kita berada di tengah kota.


“Maaf, berikutnya aku akan melakukan seperti yang Jaya katakan dan akan mengatakan ke Jaya dulu sebelum pergi.”


Senyum bahagia Fina tadi perlahan-lahan hilang dan menundukkan kepalanya meminta maaf. Hmm… mungkin kata-kataku saat menegurnya kurang di perlembut sampai dia langsung berekspresi seperti itu. Sebaiknya aku lanjutkan saja membahas hal yang berikutnya supaya Fina tidak terlalu memikirkan hal ini.


“Aku ikut meminta maaf waktu itu karena walaupun yang Fina lakukan agak gegabah tapi itu juga untuk melindungiku. Karena aku terlibat di situ jadi aku juga ikut menanggung perbuatanmu. Lagi pula kita berdua kan bersama, apa salahnya kalau aku juga ikut menanggungnya.”


Fina yang sebelumnya menundukkan kepala, perlahan-lahan mengangkat kepalanya sambil tersenyum berseri-seri. Lalu dia yang tadinya sedang duduk di depanku perlahan-lahan berdiri mengitari meja makan kami dan datang memelukku.

__ADS_1


Keesokan paginya, aku dan Fina pergi ke serikat pedagang sesuai dengan janji kami bersama sekretaris. Para golem aku tinggalkan di penginapan karena mereka tidak bisa di buatkan tanda pengenal.


Selain itu dari pembicaraan tadi malam antara aku dan Fina, dia bilang kalau dia tidak memerlukan tanda pengenal tersebut. Memang sepertinya dia tidak butuh sih, dengan skill Fina yang bisa menghilang, dia tidak memerlukan tanda pengenal. Jadi dia pergi bersamaku ke serikat pedagang hanya untuk menemaniku saja sambil menghilang.


Tiba di gedung serikat pedagang, suasana paginya masih sama dengan suasana kemarin, sudah ramai dengan hiruk-pikuk para pedagang. Setelah mengantri dan mengatakan namaku ke resepsionis, resepsionis itu mengantarkanku ke ruangan tertentu. Ruangannya beda dengan ruangan kemarin, saat bertemu dengan ketua serikat pedagang.


Saat dibukakan pintu oleh resepsionis, terlihat sekretaris sedang duduk di kursi sendirian. Rambut sekretaris terlihat berbeda dengan yang kemarin, hari ini rambut hitam panjangnya di urai. Pakaiannya juga terlihat lebih bermotif daripada pakaian yang kemarin.


Di depannya ada dua alat pemindai dan beberapa kotak yang ditaruh di atas meja.


Setelah di persilahkan duduk dan resepsionis menutup pintu ruangan lalu pergi meninggalkan kami, Fina muncul dari skill Tembus Pandangnya dan duduk di sampingku.


“Selamat pagi tuan.”



Setelah menyapaku, nona sekretaris mengeluarkan barang dari kotak-kotak tersebut yang isinya merupakan bola skill kemudian mengubah posisinya dari yang sebelumnya duduk sekarang langsung berlutut di lantai sambil menunduk.


“Selamat pagi nona sekretaris, sebaiknya anda duduk saja.”


Bakal mengejutkan kalau nanti ada yang tiba-tiba datang lalu melihat pemandangan aneh ini.


“Ya tuan.”


“Saya lihat anda sudah menyediakan beberapa bola skill di atas meja, apakah hanya ini yang tersedia?”


“Maaf sebelumnya tuan, hanya ini bola skill yang kami miliki, kebanyakan bola skill langsung di lelang saat kami mendapatkannya.”


Hmmm… jadi ini bola-bola skill yang tidak orang minati yah… apa daya, memikirkan bagaimana bergunanya bola skill itu, aku harus bersyukur masih ada bola skill yang tersedia di sini.


“Jadi berapa harga bola-bola skill ini?”


“Dua bola skill ini masing-masing 15 koin emas, sementara yang ini 25 koin emas. Bola skill ini namanya…”


Item


Nama : Bola Skill Suara Perut(lvl.1)


Keterangan : Saat menggunakan bola skill ini akan mendapatkan skill Suara Perut(lvl.1). Bola Skill akan terkonsumsi saat digunakan.


Item


Nama : Bola Skill Peniduran Manusia(lvl.1)

__ADS_1


Keterangan : Saat menggunakan bola skill ini akan mendapatkan skill Peniduran Manusia(lvl.1). Bola Skill akan terkonsumsi saat digunakan.


Item


Nama : Bola Skill Pendengaran(lvl.1)


Keterangan : Saat menggunakan bola skill ini akan mendapatkan skill Pendengaran(lvl.1). Bola Skill akan terkonsumsi saat digunakan.


Peniduran Manusia:


Level 1: Bisa lebih mudah tertidur. Skill hanya berpengaruh pada famili manusia.


Level 2: Tidur lebih berkualitas hingga saat bangun selalu terasa segar.


Level 3: Bisa mengatur bangun kapan saja dari tidur dan akan selalu terasa segar.


Level 4: Waktu tidur bisa dikurangi. Semakin tinggi atribut VIT semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk tidur.


Level 5: Transfer tidur. Bisa mempengaruhi famili manusia yang lain untuk tertidur jika di sentuh selama 3 menit. Tingkat keberhasilan tergantung perbedaan WIS antara kedua entitas.


Pendengaran:


Level 1: Bisa lebih mudah mendengar.


Level 2: Bisa menambah jarak pendengaran. Jaraknya berbanding dengan nilai atribut DEX.


Level 3: Bisa mempertajam pendengaran, dapat memproses berbagai suara atau perkataan meski suara itu dipercepat. Kecepatan memproses bergantung pada atribut INT.


Level 4: Bisa mendengar melalui objek yang ditentukan pemilik skill.


Level 5: Bisa mendengar di segala medan seperti di dalam air maupun di tempat hampa udara.


Aku membaca informasi tentang bola skill yang terpampang di atas meja sambil mendengar sebagian penjelasan bola skill dari sekretaris. Yah, mungkin tidak mendengar sampai sebagian karena fokusku ke bola skill Suara Perut yang sayangnya hanya level 1, kalau bola skill itu level 3, dengan cepat aku langsung ambil dan suruh Fina pakai.


“… Bola Skill Peniduran dan Bola Skill Pendengaran baru datang tiga hari yang lalu dari serikat petualang, sementara Bola Skill Suara Perut sudah lama ada di tangan kami tapi masih belum terjual.”


Yah… skill suara perut yang fungsinya lebih untuk hiburan mungkin tidak akan terlalu di minati. Tapi saat levelnya sudah tinggi kupikir akan cukup bermanfaat.


“Jika tuan tidak percaya dengan informasi tentang bola skill yang saya jelaskan, tuan bisa mengeceknya langsung di alat pemindai ini. Alat ini khusus dibuat untuk memindai bola skill dan memunculkan informasinya.”


Dari kedua alat pemindai yang ada di meja, salah satu alat pemindai digunakan untuk mengecek informasi bola skill.


“Tidak perlu, saya mempercayai apa yang nona sekretaris katakan.”

__ADS_1


Aku juga sudah mengeceknya dengan Mata Bulan jadi tidak perlu lagi membuang waktu untuk itu.


__ADS_2