
“Mau menaikkan level lagi?”
“Iya, aku mau.”
“Kalau begitu ayo kita pergi berburu monster di salah satu tempat antara Semenanjung Monster atau Pulau Puma!”
Mempertimbangkan level-level monster yang baru menyeberangi Selat Monster ini, bisa jadi monster yang ada di kedua tempat tersebut memiliki level yang sama atau lebih tinggi.
“…” Fina melihat ke bawah seperti sedang berpikir.
“Apa yang kamu pikirkan?”
“Aku khawatir dengan pulau ini. Di sekitaran sini berbahaya, aku takut kalau ada monster sekuat naga tanah menyerang pulau ini saat kita pergi menjelajah.”
Yang Fina katakan ada benarnya juga, bisa berbahaya kalau ada yang menyerang saat kita pergi. Sepertinya supaya lebih aman, aku harus tinggalkan beberapa golem dan memperbaharui perisai pulau ini.
“Aku berencana untuk meninggalkan golem dan memperbaharui perisai pulau ini. Meskipun monsternya sekuat naga, perisai pulau ini bisa bertahan lebih dari sehari terhadap serangan mereka. Lagi pula kalau kita bisa mendapatkan inti dungeon, kerusakan Pulau Bulan bisa segera diperbaiki.”
Aku mencoba meyakinkan Fina. Dari panjangnya Selat Monster dan kecepatan bergerak Pulau Bulan, kira-kira akan memakan waktu lebih dari satu hari untuk melewati selat ini. Jadi, selama Pulau Bulan masih di sekitaran selat, aku ingin mencari dungeon yang ada di sekitar ini.
“… baiklah.” Terus melihat ke bawah, Fina mengangguk dan menyetujui saranku.
Sepertinya dia khawatir dengan pulau ini, lebih baik aku pergi sendiri saja dulu ke daratan untuk menjelajah bersama dengan golem.
Selesai memutuskan apa yang akan kulakukan selanjutnya, sekarang saatnya membersihkan diri dan pantai ini. aku memasukkan ke dalam inventori semua mantan penyukura dan bagian-bagian yang terpisah dari tubuh utama penyukura yang bertebaran di sekitar pantai, setelah itu kugunakan skill Transformasi Pulau untuk membersihkan darah dari pasir-pasir putih pulau yang lembut dan indah ini.
Mana yang diperlukan untuk membersihkan pasir bervariasi, untuk membersihkan area seukuran 1km² membutuhkan 1000 mana. Skill Transformasi Pulau ini juga memiliki banyak fitur-fitur yang hebat tetapi sekarang bukan saat yang tepat untuk menggunakannya.
Perisai yang sudah diperbaharui kuatur cakupannya menjadi seluas pulau ini. Selain itu aku juga memosisikan delapan golem besi ke setiap arah mata angin agar aku bisa mengawasi setiap penjuru lautan.
Setelah membersihkan diri dan pertahanan pulau selesai diatur, sekarang waktunya pergi ke daratan. Tapi sebelum itu agar bisa menjelajah dengan optimal, sebaiknya aku memilih satu daratan saja diantara Semenanjung Monster atau Pulau Puma. Aku tidak punya informasi yang konkret mengenai kedua tempat ini. Kurangnya informasi membuatku tidak mengetahui mana diantara kedua tempat ini yang lebih baik. Kalau sudah begini mari kita tentukan dengan capcipcup saja.
__ADS_1
“Cap cip cup kembang kuncup…”
Dari petunjuk capcipcup sepertinya Semenanjung Monster lebih baik. Kalau begitu sekarang waktunya pergi! Aku mengeluarkan kapal kemudian naik ke perahu. Sebelum pergi, tiba-tiba Fina berkata.
“Aku ikut.”
“Aku hanya mau pergi sebentar saja ke Semenanjung Monster untuk melepas golem lalu kembali.”
“Tidak apa, aku ikut.”
? Kukira dia khawatir dengan pulau dan tidak mau meninggalkannya, jadi aku berencana pergi sendiri saja. Tapi ternyata dia lebih memilih ikut bersamaku, sepertinya keamanan pulau yang aku lakukan sudah cukup mengurangi rasa khawatir Fina.
“Baiklah.”
Sesampainya di Semenanjung Monster, kita disambut dengan pasir putih yang sangat luas. Lebar garis pantai ini mungkin sekitar 1 km sebelum mendapati pepohonan. Dari tepi pantai, bisa terasa kalau di dalam hutan Semenanjung Monster ini terdapat monster-monster yang lebih kuat dari biasanya.
Aku menciptakan 26 golem dari besi lalu memerintahkan mereka menjelajahi hutan. Melihat para golem telah masuk ke dalam hutan aku dan Fina berbalik menaiki perahu. Mendayung dengan santai kembali ke Pulau Bulan, aku menikmati suasana tropis yang indah ini. Hari yang cerah, laut biru yang jernih hingga bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang tinggal di dalam, pasir putih di sepanjang daratan yang dihiasi pepohonan rindang mempercantik daratan itu. Ditambah angin lembut yang mendinginkan tubuh diterik matahari.
Bukan hanya dungeon saja, kelompok golem lainnya juga menemukan beberapa kelompok monster. Namun, fokus kita saat ini hanya dungeon saja, jadi aku putuskan hanya akan pergi menjelajahi dungeon.
Besar kemungkinan dungeon yang kita temukan kali ini akan sangat luas. Jadi waktu satu hari yang kita berikan untuk menjelajah mungkin tidak akan cukup. Tetapi kalau dungeon-nya besar, level dungeon harusnya juga besar.
Sesampainya kita di daratan Semenanjung Monster aku menyimpan perahu dan langsung bergegas ke dungeon yang di temukan. Kita tidak bisa terlalu dekat karena dungeon ini cukup ramai dan dijaga ketat. Jarak kita mengawasi sekitar 400 meter dari pintu masuk dungeon.
Dungeon ini sepertinya dikuasai oleh koloni semut. Pada Pintu masuk terdapat delapan monster semut prajurit dan banyak semut pekerja. Tinggi semut-semut ini seperti tinggi orang dewasa dan panjangnya sekitar empat meter, tetapi ukurannya lebih besar untuk tipe semut prajurit. Capit semut prajurit juga lebih besar dan bentuknya lebih garang. Warnanya juga tampak asing di mataku karena semut-semut ini berwarna hijau kehitaman.
Semut Prajurit Penjajah Agung
Level: 36
HP: 400/400
__ADS_1
MP: 160/160
STR: 29
DEX: 27
INT: 16
VIT: 20
WIS: 18
Semua semut prajurit berada di atas level 35 sedangkan semut pekerja berada di level 30an. Total semut yang ada di luar dungeon berjumlah 214 ekor. Melihat kekuatan para semut, aku jadi semakin mengerti kenapa tidak ada manusia yang tinggal ditempat ini. Meskipun kita belum masuk terlalu dalam tapi monster-monsternya sudah memiliki level lebih dari 30, bagaimana kalau lebih dalam lagi.
Puas mengawasi semut-semut, Aku mengatakan bagaimana rencanaku akan mengalahkan para semut ke Fina. Setelah kujelaskan, seperti tidak mempertimbangkan bagaimana keampuhan rencana tersebut baginya, dia langsung mengangguk setuju. Yah selama Fina tidak keberatan aku akan dengan senang hati melakukannya.
*hap*
Aku meloncat tinggi, mungkin sekitar 30 meter di atas tanah. Dengan posisiku yang tinggi, pandanganku terhadap para semut yang menyebar di sekitar pintu dungeon semakin luas. Aku bisa melihat semut-semut yang sebelumnya tertutupi dengan gundukan tanah dan bebatuan yang ada di dekat pintu dungeon. Semakin banyak target yang bisa kulihat, semakin banyak pula target yang bisa terkena lemparan.
Kuremukkan batu besar di tangan hingga hancur menjadi bagian-bagian kecil kemudian serpihan batu tersebut kulempar ke arah para semut. 1x, 2x, … hingga saat aku mendarat, sudah tujuh lemparan serpihan batu yang berhasil kulontarkan.
[Semut Pekerja Penjajah Agung telah dikalahkan]
[Semut Pekerja Penjajah Agung telah dikalahkan]
…
Total 121 semut pekerja berhasil kukalahkan dengan lemparan batu. Banyak semut pekerja yang mati saat lemparan pertamaku, ini dikarenakan gelar Pengecut yang efeknya meningkatkan serangan sebanyak 1.5x jika menyerang musuh tanpa diketahui sebelumnya.
Aku mengatakan rencana ini ke Fina terlebih dahulu mengingat aku akan mengalahkan sebagian besar musuh dan Fina mungkin tidak akan mendapatkan banyak exp di pertarungan ini.
__ADS_1
Sekali lompatan saja lebih dari setengah musuh masuk ke dalam inventori. Sisanya terluka berat & ringan dan ada yang baik-baik saja karena VIT mereka yang tinggi. Itu termasuk para semut prajurit, sebagian besar mereka baik-baik saja.