Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Tiga Puluh Sembilan


__ADS_3

Besok harinya lagi, aku baru ingat tentang bola skill yang aku dapatkan dari dungeon semut. Beberapa hari terakhir ini aku cukup sibuk seharian sampai lupa tentang bola skill itu. Jadi pagi hariku diawali dengan menggunakan bola skill sihir kontrak+.


Setelah selesai menggunakannya dan bola tersebut pecah menjadi partikel-partikel cahaya berwarna-warni, aku juga memberikan bola skill yang sama ke Fina. Meski ini bukan skill untuk bertarung, mungkin skill ini akan berguna jika aku ingin berdagang nanti. Aku juga langsung menaikkan level skill tersebut menjadi level lima dengan menggunakan poin yang ada di statusku.


Selanjutnya karena hampir semua pekerjaan saat ini dikerjakan oleh para golem, waktu luangku hanya diisi dengan berlatih saja bersama Fina.


Namun, latihan kami yang menyenangkan di pagi hari harus dihentikan secara tiba-tiba. Bukan karena serangan monster, melainkan karena aku menemukan pulau yang menarik untuk di jelajahi.


Terdapat dua pulau saling berdekatan yang terlihat jauh berbeda saat aku melihatnya langsung dari Pulau Bulan.


Di sebelah kiri ada pulau kecil berwarna hijau nan subur, tetapi tak jauh di sebelah kanannya terdapat pulau yang menjulang tinggi. Pulau itu dominan terlihat hitam karena banyaknya bebatuan yang menutupi keseluruhan permukaannya. Selain itu, pulau tersebut dihiasi banyak cairan berwarna oranye yang mengalir kebawah dari puncaknya.


Ya, berawal dari asap tebal karena letusan pulau vulkanik tersebut, membuat aku mengecek area ini. Beruntungnya, aku mendapatkan informasi menarik saat mengeceknya. Akan tetapi, targetku kali ini bukan pulau yang sedang meletus itu melainkan pulau kecil hijau nan subur yang ada di sebelahnya.


Di pinggiran pantai pulau kecil tersebut terdapat pintu dungeon yang terlihat langsung dari kejauhan. Oleh karena itu aku bisa langsung menemukan dungeon ini tanpa perlu menelusuri pulaunya.


Kami bersandar di pulau tersebut menggunakan perahu. Aku perhatikan di sekitar dungeon, tidak ada satu pun makhluk yang menjaganya. Pintu masuk dungeon kali ini juga tidak begitu besar, mungkin diameternya berada di sekitaran delapan sampai sepuluh meter.


Kelompok kami untuk penjelajahan kali ini terdiri dari, 25 golem pengintai kecil dari pasir. 5 golem besi, aku dan Fina. 30 golem sisanya aku tugaskan menjaga pulau dan membuat barang-barang.


Aku membuat banyak golem pengintai agar kita bisa dengan cepat menelusuri dungeon ini. sedangkan 5 golem besi bertugas menjaga aku dan Fina. Meski pun golem besi tersebut lebih sebagai formalitas saja mempertimbangkan bagaimana tinggi levelku dan Fina.


Dungeon yang kami masuki interiornya mirip dengan dungeon semut yang sebelumnya. Di dalamnya gelap gulita tidak ada pencahayaan. Jadi kami harus menggunakan obor agar Fina bisa melihat dengan jelas.


Bagusnya kami bisa mendapatkan sihir yang bisa mengeluarkan cahaya sebagai penerang. Hmm… biasanya kalau berharap seperti ini, ada kemungkinan yang sangat besar kita bisa dapat nih skill-nya.


Struktur dungeon ini bisa dibilang cukup rumit. Karena struktur dungeon ini mirip seperti pohon. Strukturnya bercabang dan di cabangnya bercabang lagi lalu cabang itu bercabang juga dan cabang dari cabang itu juga bercabang. Selain itu, cabang dari cabang sebelumnya bercabang juga. Jika tidak menghafal struktur dungeon dengan baik besar kemungkinan kita bisa tersesat di tempat ini.


Tak berselang lama, golem pengintai bertemu dengan monster penghuni dungeon ini. Akan tetapi aku tidak mengindahkannya. Tujuan utama kami saat ini ialah mencari pemilik dungeon untuk di kalahkan dan mengambil inti dungeon lalu bergegas pergi. Kami hanya akan melawan monster biasa kalau jalan menuju inti dungeon harus melewati monster-monster itu.


Meski dungeon ini penuh cabang, seluruh golem pengintai berhasil menelusurinya dalam waktu yang relatif singkat. Kita juga berhasil menemukan di mana posisi pemilik dungeon.

__ADS_1


Dengan cepat kelompok kami pergi menuju ke lokasi pemilik dungeon. Namun, dalam perjalanan ke lokasinya, kami harus melawan beberapa kelompok monster yang menghalangi jalan kami.


Kepiting Kuning Pantai Berotot Elit


Level: 21


HP: 500/500


MP: 60/60


STR: 22


DEX: 7


INT: 6


VIT: 25


Rata-rata monster yang ada di dungeon ini berada di level awal 20an. Bentuk monsternya mirip kepiting yang ada di Bumi. Namun, sesuai namanya, warna monster ini dominan berwarna kuning dengan keseluruhan badannya terlihat seakan penuh dengan otot yang terlapisi oleh cangkangnya. Rata-rata ukuran kepiting dari karapasnya mungkin sekitar tiga sampai empat meter. Dengan tinggi kepiting sekitar tiga meter.


Hadeh… kesan pertama melihat kepiting-kepiting ini secara langsung membuat aku kecewa. Dikarenakan otot-ototnya, kepiting ini serasa kurang berselera untuk di masak.


*krrrwwll*


*krrrwwll*


Terdengar seperti suara perut, para kepiting yang melihat kami seakan berbicara dan langsung datang menyerang.


Kami juga tidak tinggal diam, di dahului barisan golem besi yang berada di depan kelompok kami ikut maju menyerbu.


*Bruakkk*

__ADS_1


Para golem dan kepiting saling berbenturan. Suara keras benturan tersebut menggema di dalam gua dungeon ini. Akan tetapi, aku tidak menyangka hasil dari benturan tersebut di menangi oleh para golem besi. Semua kepiting yang berbenturan langsung dengan golem besi cangkangnya mengalami keretakan di kaki dan sebagian badannya.


Sepertinya karena aku telah memurnikan bijih besi dan membentuknya menjadi batang besi murni membuat para golem yang terbuat dari batang besi itu semakin kuat. Hmmm… selain itu mungkin juga ada pengaruh dari atribut milikku yang naik drastis. Karena efek level 2 skill Sihir Golem Bumi membuat golem tersebut mendapatkan kekuatan tambahan sebanyak 10% dari kekuatan penciptanya.


Memanfaatkan kekacauan yang terjadi, dengan lincah Fina menyelip masuk dalam kerumunan sambil mengaktifkan skill Tembus Pandang miliknya kemudian menyerang para kepiting langsung menusuk ke dagingnya melalui cangkang yang retak akibat berbenturan dengan golem.


Sedangkan aku hanya melompat melalui golem sebagai pijakkan kemudian langsung masuk ke tengah kerumunan kepiting sambil menghempaskan tongkat taring naga ke kepiting yang mungkin paling sial saat itu.


*Baaannggg*


Terdengar suara lantang karena benda tumpul yang berupa sisi taring naga membentur cangkang kepiting. Cangkang kuning yang terkena benturan itu langsung pecah berkeping-keping berpencar ke segala arah menghujani kawan kepiting lainnya.


Sekejab, tubuh kepiting tersebut langsung hilang masuk ke dalam inventori.


*Bang*


Dengan hilangnya kepiting, landasan tongkat taring naga menjadi lantai dungeon ini. Ini membuat benturan tongkat taring naga tertembus hingga ke lantai dungeon. Lantai dungeon yang terkena benturan tongkat taring naga seakan terpisah hingga membentuk lubang.


*Krrrwwll*


“…”


*Krrrwwll*


“…”


Tunggu sebentar, lubang?


*wooshh*


Aku melompat menghindari capit kepiting yang datang dengan cepat karena melihat aku terdiam lama. Dengan skill deteksi bahaya yang memperingatkanku ditambah atribut DEX milikku yang tinggi, aku bisa dengan mudah menghindari serangan tersebut.

__ADS_1


Berbalik menghadap kepiting yang menyerang itu, aku langsung menusukkan tongkat taring naga ke arahnya. Dengan mudah ujung taring naga menembus cangkang kepiting hingga sekitaran area cangkang yang di tembus ujung taring naga itu pecah dan meneteskan darah berwarna biru ke lantai dungeon.


__ADS_2