Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Lima Puluh Sembilan


__ADS_3

Saat mengaktifkan skill Pendengaran, aku serasa langsung mendapatkan informasi yang sangat banyak di kelapaku. Informasi tersebut berasal dari semua yang kudengar secara sekaligus. Untung saja tidak ada efek samping dari skill ini dan kepalaku terasa baik-baik saja. Karena kalau aku bisa melakukan hal seperti ini dengan tubuhku waktu di Bumi, mungkin kepalaku akan pecah karena kelebihan muatan.


Bagusnya lagi skill ini bisa aku nonaktifkan. Kalau tidak tiap hariku bakal jadi mimpi buruk karena selalu dengar ghibah orang sekampung


Ngomong-ngomong…


“Nona sekretaris kenapa anda masih di sini? Apa anda tidak sibuk di belakang panggung memastikan barang yang akan di lelang?”


Sekretaris masih berdiri diam di tempat sambil menunduk sejak aku bertanya tadi.


“… saya di sini sebagai pelayan jika tuan membutuhkan sesuatu. Untuk bagian belakang panggung sudah ada yang mengurusinya.”


Memang dari pantauanku setiap ruangan pribadi mempunyai pelayan yang selalu siap untuk membantu. Tidak kusangka sekretaris yang bertugas untuk ruangan ini. Sepertinya dia memang benar-benar ingin menjaga kerahasiaanku.


“Terima kasih atas perhatiannya nona sekretaris. Ngomong-ngomong apakah pelayan yang ditugaskan ke ruangan pribadi bisa mengatakan berapa jumlah stok barang yang akan di lelang kepada peserta lelang?”


“Aturannya tidak diperbolehkan tuan. Tapi untuk tuan saya akan menjawab apa pun yang tuan tanyakan.”


Tidak perlu nona, aku sudah mengutus golem pengintai untuk melihat-lihat di belakang panggung.


“Kalau begitu saya mau tanya apa yang akan nona sekretaris lakukan kalau dua ruangan di sebelah kiri dari ruangan ini, pelayannya sedang memberikan informasi terkait jumlah batu sihir monster level 30an yang akan di lelang.”


“Saya permisi sebentar tuan.”


Setelah berkata seperti itu, sekretaris membungkuk kemudian berjalan keluar ruangan kami.


Hmmm… sepertinya keusilanku kali ini akan membuat orang lain kehilangan pekerjaannya.


“Jaya.”


Fina yang masih menggunakan skill tembus pandang sambil duduk di sampingku dan dari tadi hanya diam saat aku sedang berbicara dengan sekretaris mulai membuka mulutnya.


“Kenapa Fina?”

__ADS_1


“Hati-hati.”


Sepertinya api cemburu Fina sudah mulai berkobar. Tapi seingatku kata-kata yang aku ucapkan ke sekretaris cukup formal kali ini. Tidak ada kata-kata yang berlebihan.


“Bagaimana kalau Fina duduk lebih dekat. Mau aku pangku?”


Mungkin kalau di pangku moodnya akan menjadi lebih baik.


Tanpa memberi kata balasan, dia langsung berdiri dan duduk di pangkuanku. Sambil memeluknya yang berada di atas pangkuan dengan tangan kananku, aku mencoba bertanya tentang pelelangan ini.


“Menurutmu apa pelelangan ini menyenangkan?”


“Iya.”


Setelah menjawab, dia mulai memeluk sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.


“Kalau ada barang yang Fina suka di pelelangan katakan saja.”


Dia membalasnnya dengan anggukan kepala yang masih disandarkan di bahuku.


Tak lama kemudian terdengar ketukkan di pintu ruangan kami, saat pintu di buka terlihat sekretaris kembali berjalan masuk dan berdiri di tempatnya semula seakan tak terjadi apa-apa.



“Nona sekretaris, saya harap anda tidak terlalu keras kepada pelayannya. Dia sepertinya diancam.”


“Saya mengerti tuan, dari hasil penelusuran kami memang terlihat demikian. Bahkan pelayan itu rela melanggar kontrak untuk merahasiakan barang lelang dan sekarang sedang terkena penalti kontrak menjadi lumpuh untuk sesaat. Karena ini bukan kesalahan pelayan itu kami tidak akan memberinya hukuman apa pun setelah kejadian ini.”


Untunglah keusilanku tidak membawa keterpurukkan buat si pelayan.


“Mungkin tuan juga sudah mengetahuinya tapi peserta lelang yang mengancam pelayan kami sudah di keluarkan dari gedung. Dia dan keluarganya telah kami cabut hak istimewanya untuk kurun waktu tertentu dan kami larang untuk mengikuti lima pelelangan ke depan.”


Dari yang aku ketahui, pelayan itu diancam oleh peserta lelang yang merupakan bangsawan kerajaan ini. Aku pikir sang sekretaris tidak akan berani menghadapi mereka karena pesertanya merupakan bangsawan Kerajaan Pangara, tapi sepertinya sekretaris tidak pandang bulu terkait hal itu. Ini menandakan bagaimana kuatnya pengaruh Serikat Pedagang Pangara sampai-sampai bisa dengan bebas mencabut hak istimewa dan melarang keluarga bangsawan untuk berpartisipasi di wilayah mereka.

__ADS_1


“Nona sekretaris, apakah anda tidak takut akan pembalasan dari bangsawan tersebut ke serikat pedagang?”


“Tuan tidak perlu khawatir, bangsawan itu melakukan pelanggaran terhadap aturan serikat. Pelanggarannya pun akan di sebarkan oleh kami. Jika dia atau Kerajaan Pangara mencoba membalas dendam, ini akan memberi tanda kalau Kerajaan Pangara tidak menghormati peserta yang mengikuti aturan. Para peserta lelang tidak hanya dari Pangara saja melainkan ada pedagang yang berasal dari kekaisaran. Kerajaan Pangara tentu akan tidak berani mengambil resiko menghilangkan kepercayaan pedagang kekaisaran karena hal sepele seperti ini.”


“Sudah sekuat itukah pengaruh pedagang dan kekaisaran utara di Kerajaan Pangara?”


“Ya. Keuntungan dan pengaruh dari pedagang kekaisaran sangat besar bagi Kerajaan Pangara.”


Kalau pedagang kekaisaran sudah sekuat itu, mereka bisa semena-mena melakukan apa pun yang mereka inginkan di sini. Mereka juga bisa mengancam akan pindah tempat jika kerajaan tidak mengabulkan permintaan mereka.


“Bagaimana kalau pedagang kekaisaran mengancam akan pergi dari kerajaan ini jika permintaan mereka tidak di kabulkan? Bukannya kalau mereka pergi serikat pedagang sudah bukan apa-apa lagi?”


“Sebelumnya ada yang berperilaku demikian. Kami sebagai penengah antara pedagang dan kerajaan akan menilai terlebih dahulu apakah permintaan mereka setara atau tidak dengan keuntungan kerajaan. Jika ia, kami akan mempertengahi permintaan mereka dengan kerajaan dan jika tidak, kami akan membiarkan mereka pergi dari sini.”


Hmm… terlihat cukup netral serikat ini. Sekretaris masih melanjutkan penjelasannya.


”Memang pernah ada beberapa pedagang yang tertarik mencoba-coba memindahkan markas mereka ke Kerajaan Jugara dan Namgara. Namun itu tidak berselang lama, beberapa saat kemudian mereka kembali lagi kemari. Lemahnya pendirian serikat pedagang di kedua kerajaan tersebut menghasilkan banyaknya aturan dari keluarga kerajaan yang memberatkan para pedagang kekaisaran. Pada akhirnya pedagang kekaisaran berkesimpulan kalau bermarkas di sana tidak menguntungkan bagi mereka.”


“Dari penjelasan nona sekretaris serikat ini terasa netral tidak memihak siapa pun. Padahal serikat ini merupakan bagian dari Kerajaan Pangara.”


“Kami Serikat Pedagang Pangara berperan untuk membawa keseimbangan terhadap kedua kubu antara Kerajaan Pangara dan pedagang kekaisaran. Hal itu secara tidak langsung menguntungkan kerajaan. Karena jika kami tidak netral, Kerajaan Pangara tidak akan semakmur sekarang ini.”


Rumit juga jika ingin menjaga agar kedua kubu bisa saling menguntungkan. Tapi karena pembahasannya sudah terlalu dalam mungkin cukup saja sampai di sini.


“Selain itu karena kenetralan kami yang membuat kerajaan makmur, ada banyak bangsawan-bangsawan Pangara yang mendukung serikat ini. Para bangsawan tersebut tidak akan tinggal diam dan akan berpihak kepada kami kalau keluarga kerajaan memutuskan untuk menghukum serikat ini.”


Ternyata sekretaris masih semangat membicarakan serikatnya. Setidaknya sudah cukup jelas bagiku. Intinya serikat ini sangat hebat dan cakupan pengaruhnya tersebar di banyak area. Sampai-sampai keluarga kerajaan harus berpikir dua kali jika ingin meruntuhkannya. Serikat pedagang ini juga hebat bisa membuat pedagang asing dari kekaisaran mempercayai mereka.


Dari yang aku lihat, sekretaris ini terlihat sangat piawai di bidangnya. Tapi kenapa orang yang seperti sekretaris ini bisa dengan mudah Fina tundukkan?


Selain itu, membahas bagaimana netralnya serikat pedagang membuat aku kepikiran tentang tujuan sekretaris. Bukannya dia tidak suka dengan kerajaan ini?


Tapi karena itu urusan pribadi sekretaris, sebaiknya aku tidak perlu menyelidikinya lebih dalam.

__ADS_1


__ADS_2