Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Delapan


__ADS_3

Yang sebelumnya berbentuk bola berwarna putih, kini memancarkan cahaya putih kekuningan hingga menyilaukan mata. Saat cahaya itu redup, yang terlihat bukan bola lagi tapi seorang wanita dengan posisi tertidur lurus menghadap ke atas.


Memiliki rambut panjang bergelombang berwarna coklat dengan wajah yang cantik dan memiliki tubuh proporsional. Jika tidak ada mata bulan aku akan percaya kalau manusia yang ada di depanku umurnya di awal 20-an tahun.


“Oops!” Terlalu terpukau dengan apa yang kulihat sampai-sampai aku melupakan hal yang penting. kukeluarkan kain untuk menutupi wanita tersebut.



Tak lama setelah itu dia membuka matanya perlahan. Melihat sekitaran sampai akhirnya tatapannya menghampiriku.


“…”


“Maaf.”


Kata pertama yang dia katakan. Dengan wujud manusianya, aku bisa merasakan sedikit rasa bersalah dari kelembutan suaranya.


“Tak apa.”


“…”


Kita berdua saling bertatapan setelah itu dengan lama, tanpa suara. Aku tak tahu harus bilang apa dulu. Tujuanku menolongnya untuk bertanya tentang dungeon. Tapi sekarang malah merubahnya menjadi manusia.


Selain itu, rasa jengkelku karena mewarisi dungeon sudah hilang. Dengan menjadi pemilik dungeon aku bisa mendapatkan skill curang. Jadi dibanding minusnya, plusnya lebih tinggi.


Bingung harus berkata apa, aku langsung bertanya hal yang menurutku penting baginya.


“Kamu tidak jadi meninggalkan tempat ini. Apakah kamu akan mengambil kembali kepemilikan tempat ini?”


Tatapannya berpindah melihat ke atas langit-langit, kemudian berkata


“Tidak. Kamu lebih cocok disini.”


“…”


“Bagaimana keadaanmu?”


Saat kutanyakan, Dia coba bangun dari posisi tidurnya. Kain yang menutupinya pun terjatuh sehingga menampakkan sebagian tubuhnya. Meski kainnya terjatuh ekspresinya tidak berubah. Sepertinya konsep menutup aurat tidak dia ketahui.


Kalau lihat wanita yang mencoba menutupi dengan malu membuatku ingin tahu. Saat melihat wanita yang tidak tahu apa-apa malah jadi prihatin. Tapi dia awalnya juga bukan manusia jadi norma-normanya tidak mungkin dia tahu.


“Aku baik-baik saja. Terima kasih telah memberikan mana. Aku masih bisa di sini karenamu.”


Jadi dia sadar saat aku memberikannya mana.


“…”


Sudah terlalu lama terlihat. Lama-lama tidak baik untuk akal sehat. Akupun mengeluarkan kain yang bagus dari inventori. Kemudian menjelaskan tentang manusia yang biasanya menutup aurat dan cara menggunakan kain tersebut.


Setelah dia selesai berpakaian dan aku berbalik, yang kulihat ialah dia berdiri menghadapku mengenakan kain katun berwarna coklat dengan corak bunga-bunga yang menutupi dada hingga pahanya, ditambah rambutnya yang panjang bergelombang, semua elemen-elemen yang menyatu tersebut terlihat sangat indah.


“Aku harus memanggilmu siapa?” kutanya. Dari skill Mata Bulan dia tidak memiliki nama.


“… Aku tidak memiliki nama. Aku tidak pernah dipanggil oleh siapa pun. Bisakah kamu yang menentukannya?”


Hmmm… kalau namain karakter game bisa asal-asalan. Kalau harus namain manusia terasa berat, tanggung jawabnya besar.


“hmmm…. Fina?” kukatakan dengan nada bertanya. Saat memperhatikannya, nama tersebut terlihat cocok untuknya.


“Fina….” Diulangi wanita tersebut sambil melihat ke lantai, seperti mempertimbangkan nama itu.


Tanpa kata-kata persetujuan dari wanita itu, nama di statusnya sudah menjadi Fina. Dia sepertinya menerima nama tersebut.


“Fina, kamu bisa panggil aku Jaya.”

__ADS_1


Saat aku memperkenalkan diri sambil menaruh tangan kanan di dada, dia hanya menatapku dengan diam. Kalau seperti ini, lama-lama aku merasa suasananya akan menjadi hening dan cangung.


Akupun meluncurkan jurus ampuh untuk mencairkan suasana. Ikan bakar yang masih hangat yang telah kusediakan sebelum berangkat ke dungeon kuambil dari inventori.


“Coba makan ini, manusia butuh makanan dan minuman sebagai sumber energi mereka.”


Sambil menyerahkan satu tusuk ikan ke Fina.


“Terima kasih.” Dibalasnya dengan suara lembut sambil mengambil ikan tersebut.


Setelah memberi ikan ke Fina, aku duduk bersilang dan memulai memakan ikan lainnya. Melihat apa yang kulakukan, Fina juga ikut duduk menyamping menghadapku dan memakan ikan miliknya. Aku bisa melihat matanya yang agak sedikit terkejut saat pertama kali menggigit ikan. Sambil makan aku bertanya.


“Sebelumnya, bagaimana cara kamu makan?”


“Pemilik dungeon hanya membutuhkan mana dari dungeon.”


“Karena sekarang aku jadi pemilik dungeon, berarti aku tidak butuh makan lagi?”


“Iya”


Bagus sih, jadi lebih hemat hahaha. Tapi kalau itu aku yang di bumi dulu. Kalau sekarang, di dunia ini, makanan tinggal lompat aja bisa didapat, hambar ni hidup kalau nggak bisa coba makanan sana-sini. Lalu Fina melanjutkan kata-katanya.


“Dungeon ini akan mengkonversi mana yang ada di udara kemudian disimpan sebagai mana dungeon. Mana dungeon ini yang menjadi sumber energi pemilik dungeon.”


Hmm… Terus kenapa saat pertama kali bertemu Fina bilang kalau kekuatannya tidak cukup? Baru saja ingin kutanyakan tentang hal tersebut, tapi sudah mau dijelaskan olehnya.


“Tapi, konversi mana dungeon ini sudah melemah, hasil konversinya tidak mampu untuk menyuplai energi ke diriku. Makanya aku membuatmu menjadi pewaris dungeon ini.”


Ahh… berarti saat ini aku masih tetap butuh makan. Akupun bertanya.


“Apa ada cara untuk memperbaikinya?”


“Aku tidak tahu.”


Dungeon: Pulau Bulan


Pemilik: Jaya


Level: 3


Mpj(Mana per jam): 300(-298)


Total Mana: 1186


Perisai: 22%


Monster: 0


Hak Akses :


    Umum


    Transformasi


    Monster(lvl3)


    Perisai(lvl3)


    Kecepatan Bergerak (lvl2)


Upgrade:


    Dungeon Level 4(3.504.000 Mana)

__ADS_1


    Kecepatan Bergerak Level 3(2.628.000 mana)


    Perisai Level 4(3.504.000 Mana)


    Monster Level 4(3.504.000 Mana)


Skill:


    Kendali posisi (100 mpj)


    Aktifkan Perisai (10.000 mana)


    Memanggil Monster:


        Slime (200 mana)


        Goblin (500 mana)


        Goblin Archer (800 mana)


        Orc (2.000 mana)


        Ogre (5.000 mana)


        …


    Transformasi pulau (n mana)


Bagian umum memiliki banyak perintah-perintah kecil yang berhubungan dengan dungeon. Kalau Level monster, semakin tinggi level, semakin banyak pula tipe-tipe monster yang bisa dipanggil. Perisai, yahhh perisai pulau ini. Kecepatan berhubungan dengan laju pulau ini bergerak. Transformasi untuk merubah struktur dungeon. Informasi yang lainnya cukup mudah dimengerti.


Hmmm… Dari umur Fina, seharusnya level dungeon ini tidak serendah ini. Apa mungkin karena gangguan naga tanah sehingga Fina harus memakai terus mananya dan tidak bisa menaikkan level dungeon ini? Yah sepertinya itu sangat memungkinkan. Akupun bertanya kepada Fina untuk memastikan.


“Fina, sejak kapan naga tanah tersebut menyerang dungeon ini?”


“Tidak lama setelah aku mulai sadar, awalnya aku hanya menggerakan pulau Bulan ini dekat ke pulau besar. Namun, sepertinya ada naga tanah didekat situ.”


Jadi naga tanah itu terus serang dia yah. Tapi kenapa keukeuh amat tuh naga.


“Kenapa dia terus menyerangmu?”


“Dia pernah berkata kalau energi dungeon ini berbeda.”


Berbeda? Kenapa tidak ada informasi tentang itu yang muncul dari skill mata bulan? Atau mungkin butuh skill lain untuk mendeteksinya. Ada beberapa pertanyaan yang masih membuatku penasaran.


“Yang sebenarnya bagian dungeon ini, guanya saja atau keseluruhan pulau?”


“Seluruh pulau, bisa ditentukan bagian mana saja yang tidak bisa dirubah. Seperti pengaturan sekarang, hanya gua ini diatur untuk tidak bisa dirubah.”


Pantas aku tidak bisa menggunakan dinding gua untuk membuat golem.


“Saat aku baru kemari aku melawan Ogre Purba. Pada pemanggilan monster tidak ada monster tipe itu.”


“Monster terkadang muncul begitu saja dalam dungeon tanpa diperintah pemilik dungeon.”


Bahaya juga pikirku.


“Tapi kita bisa mengendalikan tempat munculnya, saat menjadi pemilik dungeon aku mengaturnya hanya muncul di gua ini saja.”


“Apa bisa diatur supaya tidak muncul sama sekali?”


“Mungkin bisa. Sebelumnya aku tidak bisa mengendalikan tempat munculnya monster.”


Ahh.. mungkin kalau nanti level dungeonnya naik kita bisa menghentikannya. Akupun menanyakan hal-hal tentang dungeon lainnya ke Fina.

__ADS_1


__ADS_2