
Tiba di depan pintu masuk dungeon, kita di sapa oleh terik matahari pagi dibarengi suara kicauan merdu burung, sepertinya sudah hampir seharian kami berpetualang di dalam dungeon. aku menginstruksikan golem besi yang barusan kita tinggalkan di inti dungeon untuk menghancurkan batu menhir.
*Bamm*
*Bamm*
*Bamm*
Saat kulihat pandangan golem besi, tiap tinjunya hanya meretakkan batu menhir saja. Kalau seperti ini mungkin akan memakan waktu beberapa saat untuk menghancurkan batu menhirnya. Selain itu saat golem besi menghantam batu menhir sebagian kecil potongan besi terlempar keluar dari tubuhnya karena saking kerasnya batu itu. Padahal, batu menhir pada dungeon yang sebelumnya hanya perlu aku tinju sekali saja untuk hancur.
Sepertinya semakin tinggi level dungeon selain batu menhirnya jadi lebih besar ia juga jadi lebih kuat. Atau mungkin aku saja yang lebih kuat dari pada golem besi ciptaanku. Kalau golem besinya semakin terkikis tiap kali, Kuharap batu menhir itu yang hancur duluan sebelum golem besiku.
Memindahkan penglihatanku ke golem penjelajah, terlihat para semut pekerja masih sibuk mengevakuasi telur-telur. Yah… sepertinya akan ada banyak semut yang lolos keluar dari dungeon kalau golem besi semakin lama menghancurkan batu menhir.
Aku juga jadi kepikiran kalau dungeon ini hancur karena intinya berhasil kurebut, apa yang akan terjadi dengan monster-monster yang ada di dalam dungeon? Apakah mereka akan di teleportasi keluar? Atau ikut hancur bersama dungeon? Hmmm… sepertinya aku akan mengetahuinya sebentar lagi karena golem besi yang sudah kehilangan 1/10 besinya sebentar lagi akan selesai mematahkan batu menhir.
*Bamm*
*Crack*
*Brukk*
Batu menhir hancur lalu terlihat bola seukuran bola kaki berwarna hitam gelap menggelinding keluar dari serpihan-serpihannya. Tak lama setelah itu, dungeon yang sebelumnya tenang mulai bergetar seperti sedang gempa. Bergegas aku memerintahkan golem besi untuk memungut bola hitam yang merupakan buah dari kerja keras kami hari ini saat berada di daratan semenanjung monster.
Setelah golem besi berhasil menggenggam bola yang merupakan inti dungeon semut, aku mengaktifkan skill inventori ke tali yang sebelumnya terikat dengan golem besi dan telah diulurkan sampai ke pintu masuk dungeon.
“…”
Tanpa ada suara atau efek cahaya apa pun, tali yang kugenggam hilang tidak tampak lagi. Saat aku memeriksa isi inventori, untunglah inti dungeon beserta golem dan talinya tersimpan di dalamnya.
Intensitas gempa yang tadinya kecil semakin lama semakin kuat hingga membuatku serasa pusing meski hanya diam berdiri saja. Kuajak Fina menjauh dari pintu masuk dungeon, jangan sampai kita terkena imbasan runtuhan dungeon.
*crashh*
*crashh*
Melihat dari kejauhan, pintu masuk dungeon yang sebelumnya memiliki diameter 30 meter mulai runtuh. Dinding-dinding dungeon yang sebelumnya terlihat sangat hebat dan kokoh seperti tergerus akan kehidupannya sehingga terlihat kering dan rapuh. Dibarengi gempa yang dahsyat, dinding dungeon mulai hancur menjadi abu hingga menutupi pintu masuk dungeon.
Gempa terus mengguncang daerah sekitar dungeon hingga nanti saat redanya gempa, terlihat kabut abu naik tinggi dari tempat bekas pintu masuk dungeon. Pintu masuk dungeon sudah tertutup dan penglihatanku tentang golem pengintai yang sebelumnya masih di dalam dungeon sedang mengawasi para semut juga telah terputus.
Setelah melihat tontonan yang megah, kini saatnya kita melanjutkan kembali penjelajahan di Semenanjung Monster. Sesuai dengan rencana awal di mana kita hanya akan menjelajah tempat ini untuk satu hari, kita masih punya waktu beberapa jam lagi sebelum tenggat waktu kembali ke Pulau Bulan. Aku berbalik menghadap Fina untuk mengatakan apa rencanaku selanjutnya tapi tiba-tiba.
[Semut Penjajah Agung telah dikalahkan]
__ADS_1
[Semut Penjajah Agung telah dikalahkan]
…
[Mendapatkan gelar Pembasmi Semut]
[Semut Penjajah Agung telah dikalahkan]
[Telur Semut Penjajah Agung telah dikalahkan]
[Naik Level!]
…
[Gelar Pembasmi Semut berevolusi berkat gelar Datuk]
[Mendapatkan gelar ByeGone]
“…”
Aku membeku karena semua informasi yang tiba-tiba masuk di kepalaku. Tidak disangka-sangka para semut yang mati terkubur karena hancurnya dungeon ternyata dianggap dikalahkan olehku.
Menghitung jumlah semut dan telur yang mati dikalahkan olehku, totalnya ada 31.237 ekor+telur semut. Sampai-sampai exp milikku yang sebelumnya lama sekali untuk naik, tiba-tiba meroket naik hingga beberapa level dalam sekejap. Aku sampai naik 6 level jadi saat ini levelku sudah mencapai level 40.
Status
Nama : Jaya
Ras : Manusiaa
Umur : 17
Level : 40
Exp : 4%
HP : 4000/4000
MP : 4000/4000
STR: 80 INT: 80 DEX: 80 VIT: 80 WIS: 80
Skill : Sihir Spasial[Inventory(lvl.1)], Sihir Bumi[Sihir Golem Bumi(lvl.5)], Mata Bulan, Sihir Deteksi[Deteksi Bahaya(lvl.5)]
__ADS_1
Gelar : Datuk, Mantan Penduduk Bumi, Kutu Loncat, Pembunuh Naga, Pengecut, Pemilik Pulau Bulan, ByeGone
Keterangan gelar ByeGone: Kamu merupakan pestisida berjalan! Serangga cenderung takut kepadamu dan serangan ke semua tipe serangga meningkat 1.5x lipat
Ohohoho… efek gelarnya sakti meski pun namanya tidak orisinil. Selain itu gelar Datuk meski tidak diketahui pasti apa fungsinya ternyata bisa mempengaruhi gelar lainnya. Ditambah lagi monster yang ikut mati saat dungeon itu hancur bisa menjadi expku. Kalau caranya seperti ini, besok-besok saat kita mau menjelajahi dungeon, tinggal langsung pergi ke inti dungeonnya saja untuk dihancurkan dungeonnya. Buat apa capek-capek kalahkan monsternya satu per satu.
Eh tunggu dulu, kalau langsung menghancurkan dungeon nanti kasihan Fina nggak bisa berkembang. Eh tunggu dulu lagi, seingatku ada 60an ribu semut yang seharusnya masih berada di dalam dungeon tapi dari pemberitahuan jumlah mengalahkan monster aku hanya mengalahkan 30an ribu monster saja. Itu berarti…
Status
Nama : Fina
Ras : Manusiaa
Umur : █████
Level : 27
Exp : 92%
HP : 2700/2700
MP : 2700/2700
STR: 54 INT: 54 DEX: 54 VIT: 54 WIS: 54
Skill : Tembus Pandang(lvl.4), Poliglot, Penguasaan Senjata[Belati(lvl.5)], HTH(lvl.5)
Gelar : Yang Ditinggalkan, Yang Disuap, Pembasmi Semut
Tembus Pandang : Level 4: Efek tembus pandang memungkinkan untuk tidak mengeluarkan bau
Keterangan gelar Pembasmi Semut : Semut cenderung takut kepadamu dan serangan ke semut meningkat 1.25x lipat
Perlahan aku menoleh ke arah Fina sambil mengaktifkan skill Mata Bulan milikku. Dan benar saja, sepertinya exp 60an ribu monster yang mati di dalam dungeon tersebut terbagi untuk kita berdua. Semoga saja efek gelar Yang Disuap milik Fina tidak mempengaruhi pembagian expnya. Tetapi setidaknya level Fina naik drastis akibat kejadian ini. Dia sekarang sudah selevel dengan petualang emas yang katanya berada di atas level 20an.
Kalau exp monster yang di dapatkan terbagi untuk kita berdua itu artinya aku bisa lega tidak perlu menghawatirkan Fina saat kita menghancurkan dungeon kedepannya.
“??”
Fina menatapku dengan heran, sepertinya aku terlalu lama menatapnya diam.
“Ayo kita pergi dari sini.”
__ADS_1
Aku hanya tersenyum bangga membalas tatapannya karena anak ayamku semakin hari semakin kuat dan sehat. Kemudian kuputuskan untuk melanjutkan penjelajahan kami di Semenanjung Monster yang tinggal beberapa jam lagi.