
Kemarin, sisa hari kami dihabiskan dengan kegiatan bercocok tanam. Pengaturan-pengaturan kebun yang penting sudah kami buat kemarin dan hari ini tinggal kegiatan yang repetitif seperti menanam benih.
Jadi pada hari ini aku putuskan untuk melakukan kegiatan yang berbeda. Aku ingin membuat pakaian selagi menunggu pondasi kering. Dengan kondisi cuaca yang aku atur, kemungkinan besar besok aku sudah bisa melanjutkan pembuatan bangunan.
Untuk membuat pakaian, aku pikir aku dan Fina saja yang akan membuatnya dan para golem aku tugaskan untuk melanjutkan kegiatan menanam benih dan biji yang masih belum terselesaikan kemarin.
Aku berencana membuat pakaian tapi tentu saja pakaian yang akan aku buat bukan untukku. Rencanaku ingin membuat pakaian modern di Bumi. Aku penasaran bagaimana penampilan Fina kalau memakai pakaian modern Bumi.
Untuk ukuran tubuh Fina sudah tidak perlu ditanyakan, bukan hanya hafal, itu sudah di luar kepalaku.
Tapi, meskipun aku ingin membuat pakaian, pengetahuan menjahitku hanya dangkal, jadi aku masih harus coba-coba dulu. Percobaan awalnya akan kubuat pakaian yang tidak menggunakan banyak kain. Supaya kalau misalnya aku salah, tidak akan rugi banyak.
Sebagai permulaannya aku menggambar pola pakaian yang terlihat simpel dan mudah untuk dijahit pemula.
Setelah polanya sudah ditentukan, aku mulai menyalinnya di kain sesuai dengan ukuran tubuh lalu memotong kain tersebut sesuai dengan polanya.
Ah! Salah. Harus ulangi lagi, aku lupa memperhitungkan ketebalan jahitan saat memotong kainnya.
Setelah memotong kembali pola kain yang benar aku mulai melakukan penjahitan. Pola kain yang pertama aku lipat menjadi dua dengan sisi kanan dihadapkan ke dalam sehingga menyerupai dua mangkok. Kemudian bagian tengahnya aku jahit dengan jahitan zigzag dan setelah itu mengunci awal dan akhir jahitannya. Hasil akhirnya bagian tengah kain pola pertama itu sudah mengerut.
Setelah itu aku buka lipatan kain yang sebelumnya kemudian kulipat setiap tepinya ke dalam. Tepi itu kujahit dengan jahitan elastis agar lebih fleksibel. Setelah pola pertama kain tersebut selesai dijahit, sekarang aku tinggal menyambungkan kain yang aku jahit menyerupai tali ke sudut pola pertama tersebut untuk menjadi tali pengikat.
“… cabul.”
Fina langsung memberikan komentarnya terkait pola pertama kain yang baru selesai dijahit. Padahalkan pakaian ini belum selesai. Ckckck…
“Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan Fina.”
Aku menepis kesimpulan Fina sambil menatapnya dengan tatapan penuh khidmat.
Karena dia belum tahu cara menjahit, jadi aku minta dia untuk memperhatikanku terlebih dahulu.
__ADS_1
Selesai pola pertama, sekarang lanjut ke pola kedua. Pola kedua yang telah di potong, kulipat sehingga menjadi dua kemudian sisi sampingnya kujahit dan mengunci jahitan awal dan akhirnya. Setelah itu aku membuka lipatan sebelumnya kemudian melipat kecil seluruh pinggiran kain tersebut dan dijahit lagi dengan jahitan elastis agar lebih fleksibel.
Selesai!
“Jaya cab-”
“Ssstt… yuk berdiri, nanti aku yang pakaikan.”
Sebelum dia selesai mengumpatiku, aku langsung menutup mulutnya dengan menempelkan jari telunjuk dan mengangkatnya berdiri. Untungnya mudah membuat Fina berdiri, saat kuajak, dia juga ikut berdiri. Kupikir dia akan bersikeras tetap duduk dan aku harus membujuknya sampai mau.
“Selesai, bagaimana rasanya? Apakah nyaman?”
Aku memakaikan bikini berwarna hijau dengan motif bunga yang barusan kujahit ke Fina.
Melihatnya mengenakan pakaian tersebut serasa menyegarkan mata ini.
“Pakaiannya terlalu terbuka Jaya.”
Kan supaya sesuai dengan suasana pantai tropis Fina. Mungkin lama-kelamaan dia akan terbiasa kalau sudah merasa nyaman dengan pakaian itu. Lagi pula bikini ini hanya untuk cuci mataku untuk saat ini saja. Berikutnya aku akan membuat kaos dan celana untuk dipakai sehari-hari.
“… kalau Jaya menyukainya… aku akan memakainya.”
Berdiri sambil tersipu malu, Fina mencoba menyanggupi pujianku.
Fina sampai segitunya ingin menyenangkanku. Setelah puas dengan membuat bikini aku akan pastikan untuk membuat kaos dan celana untuk Fina supaya lebih nyaman dipakai. Ah iya juga, aku juga harus membuat dalaman untuk Fina. Tapi untuk saat ini kita uji coba dulu bikininya kalau nyaman atau tidak saat dipakai beraktifitas.
“Fina, coba bergerak. Aku ingin kamu menilai bagaimana pakaian itu saat dipakai beraktifitas.”
Dengan bikini dia mencoba menendang, menghindar kesamping, dan melompat tinggi. Bagaimana kontraksi otot kaki dan pahanya saat melakukan semua itu bisa aku lihat dengan jelas. Pemandangan itu seakan menambah keanggunan dari gerakkan yang Fina lakukan.
Puas menggerakkan bagian bawah tubuhnya, sekarang dia mencoba gerakan bagian atasnya. Mungkin bukan Fina yang mencoba menggerakan bagian atas, tapi aku yang mencoba memperhatikan gerakan atas tubuhnya.
__ADS_1
Di mencoba meninju, berlari, merentangkan tangan, memutar pinggang, bagaimana kontraksi otot perut dan lengannya sungguh memikat. Apalagi dua bukit yang bergoyang-goyang itu… sangat mengancam!
Ya… ya… melihat semua gerakan Fina membuat mataku bening. Rasanya seperti telah dicuci dengan seratus tetesan Insta.
“Cukup nyaman. Aku merasa lebih leluasa saat bergerak.”
Hohoho… baguslah, tapi kalau pakai dalaman yang lebih tepat lagi nanti pasti akan merasa lebih nyaman kok.
“Baguslah, tapi karena ini terlihat terlalu terbuka pasti Fina akan merasa malu. Untuk bawahannya nanti akan aku tambahkan kain sarung.”
Fungsi menambahkan kain sarung yang sebenarnya bukan untuk menutupi. Tapi untuk menambah keeleganan penampilanmu saja. Hohoho…
“Jaya…”
“Aku juga akan membuat pakaian yang lebih tertutup Fina, tenang saja.”
Ah sialan, apa ni anak memang bisa baca pikiran? Tapi dia tidak punya skill semacam itu dari penilaian skill Mata Bulan.
Hmm… Mungkin wajahku saja yang selalu memperlihatkan apa yang sedang aku pikirkan.
Sebelum dia mencurigai lebih dalam tentang saranku untuk pakai kain sarung, lebih baik aku langsung bicarakan hal lain saja.
“Hayuk kita buat pakaian lainnya. Kan Fina sudah melihat contohnya.”
Ya, lebih baik langsung ajak buat pakaian yang selanjutnya saja.
“… baiklah.”
Setelah kuajak untuk membuat pakaian yang selanjutnya, Fina juga berjalan mengikuti ku di belakang tanpa perlawanan.
Setelah itu kami menyelesaikan berbagai bikini untuk Fina. Aku sengaja belum membuat pakaian model lain selain bikini sampai kurasa koleksi milik Fina mencukupi. Selama menjahit pakaian, Fina juga terlihat senang meski yang kami jahit itu merupakan bikini. Mungkin dia bisa merasakan kegembiraan saat sedang menjahit. Yah, meski kesenangannya lebih memuncak saat membuat bikini yang katanya dibuat untukku.
__ADS_1
Setelah puas melihat koleksi bikini Fina yang sudah menumpuk, barulah aku membuat pola pakaian yang lain. Kali ini aku mencoba membuat kaos dan celana pendek dan mungkin akan membuat rok juga jika memungkinkan.
Kalau celana pendek, tidak terlalu sulit untuk dibuat polanya karena sudah ada berbagai macam celana di dunia ini untuk aku ikuti. Sedangkan rok secara umum polanya sangat mudah, mungkin akan jadi sulit kalau aku memilih yang polanya rumit sehingga memakan waktu. Kalau membuat pola kaos yang terasa lebih sulit diantara kedua pakaian yang sebelumnya. Ini karena aku harus membuat pola bagian depan, bagian belakang, serta lengannya.