Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Kabar Gembira


__ADS_3

Hmmm… sudah beberapa dungeon yang kami jelajahi tapi kenapa yah hampir di setiap ruangan pemilik dungeon selalu hanya ada pemiliknya sendiri. Kenapa dia tidak menyuruh monster-monster lain untuk datang melindunginya?


Selagi berpikir hal yang tak penting, kami tiba di inti dungeon kepiting. Aku bisa melihat batu menhir yang hanya ~~~~menjulang sendiri dan beberapa item dari hasil mengalahkan pemilik dungeon di sampingnya.


Item


Nama : Bongkahan Emas


Keterangan : Material yang mengandung emas


Item


Nama : Bola Skill Suara Perut(lvl.3)


Keterangan : Saat menggunakan bola skill ini akan mendapatkan skill Suara Perut(lvl.3). Bola Skill akan terkonsumsi saat digunakan.


Suara Perut:


Level 1: Kamu bisa berbicara tanpa menggerakkan bibir dengan sangat mudah


Level 2: Bisa membuat suara seolah-olah bukan berasal dari dirimu melainkan orang atau benda lain.


Level 3: Bisa dengan mudah mengeluarkan satu suara yang berbeda-beda


Level 4: Bisa mengeluarkan maksimal 5 suara yang berbeda sekaligus~~~~


Level 5: Bisa mengeluarkan maksimal 25 suara yang berbeda sekaligus


Fina mendekat ke batu menhir dan mengambil semua item-item yang di dapatkan. Bongkahan emas yang di dapatkan mungkin sekitar 3 kg beratnya. Aku tidak tahu berapa banyak uang yang akan di dapatkan dari bongkahan emas seberat itu tapi yang ku tau ini merupakan rejeki nomplok.


Sedangkan untuk bola skill Suara Perut, hmm… mungkin skill ini bisa menjadi bumbu? Bumbu saat malam supaya lebih menarik? Kan asik juga kalau Fina bisa mengeluarkan suara yang berbeda-beda. Ohoho…


*Bruuk*


Semua item yang di bawah Fina dilimpahkan semuanya kepadaku.


“Jaya saja yang pakai bola skillnya.”


Padahal Fina seharusnya tidak tahu apa fungsi bola skill itu. Langsung semaunya saja dia memberikan aku bola skill itu.


“Kenapa? Bola skill ini cocok untukmu.” Aku mengoper bola skill itu ke tangan Fina lagi setelah menyimpan bijih emas ke dalam inventori.


“Sebelumnya aku diberi bola skill. Aku juga ingin membalas pemberianmu.” Fina mengoper bola skill itu kembali ke tanganku.


Itu lain cerita. Kan bola skill Kontrak itu ada bejibun, buat apa aku simpan semuanya sendiri. Lalu aku katakan alasanku kenapa memberinya bola skill sihir kontrak itu.


“Bola skill sebelumnya ada banyak jumlahnya, tentu saja aku memberikannya kepadamu. Memang kamu tau apa fungsi bola skill ini? Bola skill ini sungguh cocok untukmu!” setelah kukatakan, aku mengoper lagi bola skill itu ke tangan Fina.


“Tidak, tapi aku mau membalas pemberianmu.” Setelah mengatakan itu, Fina mengoper lagi bola itu ke tanganku.


Aduh, bisa terancam fantasi malamku kalau begini.


“Aku sudah sangat bahagia dengan niatmu yang ingin memberiku bola skill. Tapi bola skill ini sungguh berguna untukmu.” Dengan lemah lembut dan penuh pujian aku coba yakinkan Fina kalau bola skill ini sungguh-sungguh berguna untuk f̶a̶n̶t̶a̶s̶i̶k̶u̶dirinya.

__ADS_1


*Woosshh*


Setelah aku selesai mengatakan hal tersebut, Fina langsung lari dengan cepat melesat ke luar ruangan inti dungeon. Aku bahkan belum sempat mengoper bola itu ke tangannya.


Aku menyusul Fina setelah selesai menyimpan raja kepiting dan membuat golem besi yang besar lalu mengikatnya sambil mengulurkan tali. Kita berdua bertemu saat sudah berada di pintu masuk dungeon. Fina seakan seakan berdiri menungguku tepat di tengah pintu masuk.


Setelah tiba di pintu masuk, aku langsung menginstruksikan golem besi untuk menghancurkan batu menhir. Para golem pengintai lainnya aku tempatkan di titik-titik krusial untuk mengawasi tali jangan sampai ada kepiting tersesat yang memutuskan talinya.


*Bamm*


*Crack*


*Brukk*


Dungeon: S-85s5


Pemilik:


Level: 24


Mpj(Mana per jam): 128


Total Mana: 21.001.540


Monster: 312


Batu menhir akhirnya hancur. Setelah golem mengambil inti dungeon dan berhasil kusimpan di inventori, akhirnya aku fokus kembali ke Fina melanjutkan pembahasan kita tadi.


“B- !!?!?“


Disela-sela peristiwa itu, aku jadi terpikir kalau ini mungkin salah satu cara Fina untuk memberi isyarat supaya aku menghentikan pembahasan tadi.


Tapi kalau begini cara dia mengisyarakatkan supaya aku berhenti membahas soal tadi sih malah salah caranya. Cara Fina yang begini malah buat aku jadi semakin semangat ngebahasnya biar bisa di kasih ciuman terus untuk di bungkam kwkwkw.


Dengan sikap Fina yang sudah teguh untuk memberikan bola skill ini kepadaku, aku pikir pembahasan bola skill sudah tidak perlu dilanjutkan lagi. Kuputuskan biar aku saja yang akan memakainya.


*Hap*


Meski masih saling membungkam, aku menggendong Fina seperti gaya yang biasanya kemudian berlari menjauhi pintu masuk dungeon.


*crashh*


*crashh*


[Kepiting Kuning Pantai Berotot Elit telah dikalahkan]


[Kepiting Kuning Pantai Berotot Elit telah dikalahkan]


[Kepiting Kuning Pantai Berotot Elit telah dikalahkan]



Sambil dilatari dengan kabut abu yang naik tinggi karena runtuhnya dungeon, aku menggunakan bola sihir yang diberikan Fina. Terlihat partikel-partikel kecil yang memancarkan cahaya berwarna-warni melayang ke angkasa.

__ADS_1


Status


Poin: 76


Nama : Jaya


Ras : Manusiaa


Umur : 17


Level : 40


Exp : 5%


HP : 6000/6000


MP : 6000/6000


STR: 120 INT: 120 DEX: 120 VIT: 120 WIS: 120


Skill : Sihir Spasial[Inventory(lvl.1)], Sihir Bumi[Sihir Golem Bumi(lvl.5)], Mata Bulan, Sihir Deteksi[Deteksi Bahaya(lvl.5)], Sihir Kontrak+(lvl.5), Suara Perut(lvl.3)


Gelar : Datuk, Mantan Penduduk Bumi, Kutu Loncat, Pembunuh Naga, Pengecut, Pemilik Pulau Bulan, ByeGone


Status


Nama : Fina


Ras : Manusiaa


Umur : █████


Level : 27


Exp : 94%


HP : 2700/2700


MP : 2700/2700


STR: 54 INT: 54 DEX: 54 VIT: 54 WIS: 54


Skill : Tembus Pandang(lvl.4), Poliglot, Penguasaan Senjata[Belati(lvl.5)], HTH(lvl.5), Sihir Kontrak+(lvl.1)


Gelar : Yang Ditinggalkan, Yang Disuap, Pembasmi Semut


Level monster dungeon ini memang tidak terlalu tinggi dan jumlah monsternya juga berbanding jauh dengan dungeon semut, makanya exp kami tidak terlalu naik secara signifikan. Kami juga tidak mendapatkan gelar baru seperti saat berada di dungeon semut.


Setelah semua mereda, aku menginstruksikan golem pengintai untuk menelusuri pulau ini. Siapa tahu kami bisa mendapatkan bahan makanan menarik atau barang yang berguna di sini.


Nanti di saat langit mulai berwarna oranye, saat itulah penjelajahan di pulau ini selesai. Dari hasil penjelajahan sayangnya kami tidak menemukan dungeon lain di sini. Akan tetapi, kami mendapatkan berbagai macam makanan di pulau ini.


Ada kabar gembira untuk kita semua~ karena dari hasil penjelajahan pulau ini, kami berhasil mendapatkan buah manggis. Tidak Cuma itu, kami juga mendapatkan mangga, rambutan, dan buah salak.

__ADS_1


Untuk buah mangga dan rambutan mereka sudah pernah kami dapatkan sebelumnya. Tapi, karena sebelumnya aku hanya mengambil buah mangga dan tidak menyimpan pohonnya, kali ini aku menyimpan sebagian pohon mangga yang tumbuh di pulau ini untuk di tanam kembali lagi di Pulau Bulan. Aku juga mengambil sebagian pohon manggis dan pohon salak untuk di tanam kembali.


__ADS_2