Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Lima Puluh Dua


__ADS_3

“Sudah, tidak perlu bertanya hal yang tak perlu. Mulai sekarang aku perintahkan nona sekretaris untuk tidak bicara terbata-bata lagi.”


“Saya mohon maaf kalau cara bicara saya yang sebelumnya mengganggu tuan.”


Masih berlutut dan menundukkan kepala, cara bicara si sekretaris yang sebelumnya terbata-bata seakan hilang tiba-tiba. Apa karena takut terkena penalti kontrak dia terpaksa harus bicara lancar? Atau karena ada efek dari kontrak yang membuatnya berbicara lancar?


“Nona sekretaris seakan bisa langsung mengubah cara bicaranya dengan instan, apakah karena nona takut tidak mengikuti perintahku?”


“Saya juga terkejut kenapa bisa langsung berubah seperti ini. Memang salah satu dorongannya karena ada rasa takut tidak segera mengikuti perintah tuan, namun ada juga dorongan lain yang saya rasakan seakan menggerakkan diri saya secara otomatis.”


“Apa dorongan lain itu karena skill kontrak?”


“Mohon maaf tuan, setahu saya skill Kontrak biasa tidak bisa mempengaruhi perilaku orang lain. Skill Kontrak budaklah~~~~ yang bisa mempengaruhi perilaku.”


Hmm… mungkin karena ini skill Kontrak+ makanya perilaku sang sekretaris sedikit terpengaruh. Yah setidaknya ini lebih baik, ini membuat kemungkinan sekretaris untuk membelot jadi lebih kecil.


“Baiklah, kembali ke pembahasan tentang serikat pedagang, saya ingin nona sekretaris membuatkan kami tanda pengenal Serikat Pedagang Pangara.”


“Tentu saja tuan, kelompok tuan bisa datang besok pagi ke serikat untuk merekam status kelompok tuan, saya akan menyiapkan segalanya”


Ah… kalau statusnya harus di rekam sepertinya hanya aku dan Fina yang bisa membuat tanda pengenal serikat pedagang.


Sekarang penggunaan orang dalam selanjutnya.


“Nona sekretaris, bisakah saya menjual beberapa barang langsung kepadamu?”


“Tentu tuan, itu merupakan hal mudah. Saya juga akan memberikan harga yang lebih tinggi dari pada harga beli anggota serikat pedagang Pangara.”


“Tidak perlu nona, harga standar sudah cukup bagiku. Itu juga membuat transaksi kita tidak terlalu menonjol di pembukuan. Hmm… tapi tolong transaksinya dibuat berasal dari orang-orang yang berbeda juga.”

__ADS_1


“Jika itu yang tuan inginkan, saya siap melaksanakannya.”


Setelah itu aku keluar ruangan berpura-pura mengambil sesuatu. Saat itu aku mengakses inventori kemudian mengeluarkan beberapa barang untuk ditanya estimasi harganya ke sekretaris. Memang dengan Kontrak kami yang sudah berhasil di buat, kecil kemungkinan informasi kelompokku bisa di bocorkan sekretaris akan tetapi sebaiknya aku berjaga-jaga saja.


Kembali masuk ruangan aku menunjukkan beberapa barang yang kupegang ke sekretaris.


“T-tuan!?“


Saat sang sekretaris mengangkat kepalanya selagi masih berlutut untuk menuruti perintahku mengestimasi barang, dia seakan terkejut melihat barang-barang yang ada di tanganku.


“Maafkan saya tuan, saya bicara terbata-bata tadi. Saya terkejut melihat barang-barang yang ada di tangan tuan.”


Merasa dia telah berbuat salah, dia langsung menundukkan kembali kepalanya dan meminta maaf. Untung saja saat itu aku langsung membatalkan perintahku sebelumnya yang menyuruh dia untuk tidak bicara terbata-bata. Kalau tidak ada kemungkinan dia bisa terkena penalti. Sialan, kok terasa ketat banget ni aturan kontrak yang aku buat.


Sebaiknya aku juga harus ingat untuk membatalkan perintah jangka panjang seperti bicara terbata-bata tadi. Setidaknya meski perintah itu sudah aku batalkan, kalau dia sudah mulai terbiasa dia tidak akan terbata-bata. Buktinya saat meminta maaf dia tidak terbata-bata seperti sebelumnya.


Untungnya juga cara membatalkan perintah hanya perlu dipikir saja, tidak perlu dikatakan.


Mengangkat kembali kepalanya, sang sekretaris melihat barang-barang di tanganku lagi. Mata sekretaris seakan bersinar bagai pedagang yang telah mendapatkan sumber uang yang baru.


“Semua yang ada di tangan tuan merupakan benda yang sangat berharga dan dicari-cari oleh serikat pedagang. Batu sihir dari monster level 20an ini harganya di sekitar 10 koin perak.”


Cukup mahal juga yah, bisa sekitar Rp.1juta per batu. Sekretaris lalu melanjutkan estimasinya.


“Tapi untuk batu sihir monster level 30an sangat langkah ada di pasaran. Jika batu itu muncul pasti akan di buat pelelangan. Ini karena para bangsawan dan borjuis tidak menggunakan batu sihir ini sebagai sumber energi alat sihir. Mereka menggunakan batu sihir ini sebagai koleksi untuk memamerkan kekayaan mereka. Harga akhir lelang batu sihir monster level 30an biasanya berada di harga 50 koin emas.”


Ehbuset buang duit 500 juta hanya buat batu yang di pajang doang? Gimana kabar 30.000 batu sihir monster semut yang ada di dalam inventoriku kalau begini. Kalau aku keluarkan semua bisa langsung rusak harga batu sihir monster level 30an.


“Kalau bijih perak ini, untuk satu kilo harganya 70 koin perak. Sedangkan bongkahan emas, untuk satu kilo harganya 70 koin emas.”

__ADS_1


Hmm… kupikir harganya cukup masuk akal mempertimbangkan berat dan campuran kandungan logam dari koin emas maupun koin perak.


“Bijih mithril untuk satu kilo harganya berada di 200 koin emas.”


!? 200 koin emas? Sayangnya stok mitrhil yang kami punya hanya sekitar tiga kilogram, kupikir akan lebih bermanfaat jika kita gunakan sendiri mitrhilnya.


Mata sang sekretaris semakin berbinar melihat barang selanjutnya.


“Ini bijih luwu! Tuan sangat hebat bisa mendapatkannya. Koneksi tuan sangat luas!”


Heh… koneksiku sejak tiba di dunia ini hanya Fina.


“1kg bijih luwu harganya 500 koin emas. Bahkan jika di lelang harganya bisa lebih! Saat ini ada beberapa orang yang membutuhkannya, jika bijih ini di lelang, harganya bisa naik tinggi.”


!!!! 5M per kilo! untungnya ni bijih ada bejibun di inventori, bahkan biar aku jual setengahnya, tidak akan berdampak apa-apa buat kami. Hmm… aku jadi penasaran dengan berapa jumlah senjata yang akan di dapatkan dari setiap kilo bijih-bijih ini


“Kalau begitu berapa banyak senjata yang akan di dapatkan dari 1 kilo bijih mithril dan bijih luwu?”


“Karena bijih mithril lebih ringan dari baja, jika diolah oleh pandai besi yang handal bisa mendapatkan empat pedang pendek per kilo. Sedangkan bijih luwu yang lebih ringan dari mithril bisa mendapatkan lima pedang pendek per kilogramnya.”


Waw! Meski begitu harga bijih luwu jauh lebih mahal. Seakan mengerti apa yang sedang aku pikirkan, si sekretaris melanjutkan penjelasannya.


“Meski perbedaan senjata yang dihasilkan hanya sedikit, bijih luwu jauh lebih mahal karena dia lebih ringan dan karena kekerasannya. Selain itu orang-orang sangat menyukai warna senjata berbilah merah yang menyilaukan warna putih saat terkena cahaya.”


“Terima kasih atas estimasi dan penjelasannya nona sekretaris.”


“Tuan tidak perlu berterima kasih, memenuhi semua perintah tuan merupakan kewajiban saya.”


“Saya ingin nona sekretaris membeli semua ini kecuali bijih mithril.”

__ADS_1


Aku memberikan 300 batu sihir monster level 20an dan 3 batu sihir monster level 30an, juga sekitar 6kg bijih perak, sekitar 3kg bongkahan emas, dan sekitar 1 kg bijih luwu.


__ADS_2