Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Empat Puluh Dua


__ADS_3

Kami melanjutkan perjalanan kami setelah kembali ke Pulau Bulan. Kami hanya menjelajahi pulau kecil hijau nan subur saja kali ini, kami tidak menjelajahi pulau vulkanik yang masih sementara meletus di sebelahnya.


Aku pikir jika kami menjelajahi pulau tersebut namun tidak menemukan dungeon, kami hanya akan menghabiskan waktu. Untuk sekarang lebih baik lakukan yang pasti-pasti saja. Dengan begitu, akan lebih cepat kita bisa sampai di kota.


Setelah mempersembahkan inti dungeon, total mana yang dimiliki pulau ini sekarang 23.402.132. Aku menaikkan level dungeon Pulau Bulan dari level 6 menjadi level 8 dan menaikkan kecepatan bergerak pulau dari level 5 ke level 6 total mana yang diperlukan 20.148.000. Dengan begitu mana pulau ini tinggal tersisa 3.254.132.


Dungeon: Pulau Bulan


Pemilik: Jaya


Level: 8


Mpj(Mana per jam): 800


Total Mana: 3.254.132


Perisai: 100%


Monster: 342


Hak Akses :


    Umum


    Transformasi


    Memanggil Monster(lvl3)


    Perisai(lvl3)


    Kecepatan Bergerak(lvl6)


Upgrade:


    Dungeon Level 8(7.884.000 Mana)


    Kecepatan Bergerak Level 7(6.1320.000 Mana)


    Perisai Level 4(3.504.000 Mana)


    Monster Level 4(3.504.000 Mana)

__ADS_1


Skill:


    Kendali posisi (100 mpj)


    Aktifkan Perisai (10.000 mana)


    Memanggil Monster (n mana)


    Transformasi Pulau (n mana)


    Akses Panel Kendali Jarak Jauh


Meningkatkan kecepatan bergerak ke level 6, membuat kecepatan pulau ini naik di sekitar 4 knot. Untuk pulau sebesar 50km² dan bergerak secepat 4 knot, aku hanya bisa berkata waw. Semua mata pasti akan tertuju ke pulau ini.


Sepertinya dalam waktu dekat pulau ini harus segera di tenggelamkan. Kita akan mulai tinggal di dalam air untuk beberapa saat.


Dalam beberapa hari terakhir, ada beberapa barang yang kami buat sebelumnya sudah selesai. Seperti tegel dan semen.


Tegel √


Semen √


Bicara tentang kamar mandi, pasti ada hubungannya dengan limbah. Untungnya ini di dunia lain, di sini ada monster yang bisa memurnikan limbah tersebut. Monsternya juga ada ratusan di Pulau Bulan, jadi masalah limbah atau sampah tidak perlu aku pikirkan.


Karena kami selesai menjelajahi pulau dan dungeon kepiting pada sore hari, jadi kita hanya istirahat setelah itu dan melanjutkan proses pembuatan kamar mandi dan rumah bata pada esok harinya.


Rumah bata dan kamar mandi kami selesai dalam tiga hari setelah kami menjelajahi dungeon kepiting.


Rumah bata √


Kamar mandi √


Rumah bata yang kami bangun untuk saat ini simpel saja, Rumahnya berdinding bata merah yang di rekatkan dengan semen pada eksterior dan juga interiornya. Sehingga bata dan semennya terekspos luar dalam. Lantai rumah ini juga sebagian besar di plester semen. Ini menjadikan rumah yang kami bangun tampak bernuansa rustic karena menampilkan suasana yang terlihat alami.


Denah rumah bata juga tidak jauh berbeda dengan rumah panggung. Saat masuk terdapat ruangan yang cukup terbuka sebagai ruang keluarga dan ruangan itu juga tersambung langsung dengan ruang makan dan dapur.


Terdapat dua kamar tidur untukku dan Fina dan satu ruangan yang berfungsi sebagai gudang. Ada juga satu kamar mandi yang aku buat cukup besar agar bisa ditaruh bathub. Bathubnya bukan bathub biasa, aku sengaja mencetak bathub ini agak besar agar bisa muat untuk dua orang, bahkan bisa lebih, ini supaya kita bisa merasa lebih ‘rileks’ dan ‘leluasa’ saat ‘mandi’.


Masing-masing ruangan aku buat agak terbuka. Ini supaya meski pun kami berada di dalam rumah, kami bisa melihat pemandangan di luar ruangan dengan luas. Tapi, untuk sekarang ini masih lubang yang besar saja yang ada di dinding rumah bata untuk melihat pemandangan. Rencananya nanti aku akan membuat atau mungkin membeli kaca dan gorden. Lubang-lubang itu nanti akan dijadikan pintu geser yang terbuat dari kaca. Namun, untuk sementara lubang-lubang ini di tutupi dulu dengan pintu geser dari kayu.


Aku juga berpikir ingin membuat kolam renang di sebelah rumah ini. Agar kita bisa serasa seperti di resort-resort gitu yang ada kolam renang padahal sebelahnya sudah pantai. Tapi aku tidak berencana membuatnya saat ini, mungkin nanti.

__ADS_1


Untuk merayakan rumah bata yang baru selesai dibuat, aku memutuskan untuk membuat makan malam yang spesial malam ini.


Bersama dengan Fina, aku berencana membuat dua makanan dengan daging kasuari besi dan ikan tombak sebagai bahan utamanya.


Pertama-tama, daging kasuarinya aku marinasi dengan campuran minyak kelapa, garam, dan jus jeruk nipis setelah dimarinasi daging kasuari besi itu aku tumis hingga matang. Kemudian daging yang sudah matang tersebut dilumuri dengan jus jeruk nipis yang terbuat dari jeruk nipis, minyak kelapa, garam, dan sedikit air.


Potongan daging ikan tombaknya aku bakar dengan olesan minyak kelapa dan garam kemudian disajikan dengan saus mangga yang dipotong dadu kecil lalu ditambahkan sedikit garam, jus jeruk nipis, dan yang terakhir potongan-potongan kecil buah manggis.


Sebagai hidangan penutup, aku merebus tepung sagu dengan air hingga menjadi kental dan transparan dan setelah dia dingin aku tambahkan daging rambutan yang telah di potong-potong ke dalamnya.


Untuk minumannya, tidak ada yang spesial, kami hanya minum apa yang sudah sering kami minum tiap harinya, yaitu air kelapa muda.


Hmmm… mungkin jika ada gula akan lebih baik. Ini berarti aku harus membuat gula dari nira kelapa besok.


“Selamat makan!”


“Selamat makan.”


Duduk di meja makan dan saling berhadapan, aku dan Fina mengambil makanan yang sudah terpajang lezat di depan kami.


Makanan pertama yang aku cicipi ialah daging kasuari besi yang ditumis dengan jeruk nipis. Saat memasukkan daging itu ke dalam mulut, rasa menyegarkan dan asam karena saus jeruk nipis langung menyebar ke seluruh mulutku. Saat mengunyah daging tersebut, kelembutan dan ke-juicy-an daging kasuari besi yang sebelumnya dimarinasi dengan jus jeruk nipis seakan merelaksasi mulutku. Sentuhan asam, segar, dan perasaan cerah karena saus jeruk nipis seakan memberi dimensi yang lebih pada daging kasuari.


Tanpa sadar, seluruh daging kasuari yang aku ambil sudah lenyap dari piringku.


Aku mengangkat kepala melihat ke arah Fina yang sedang duduk di depanku. Melihat ekspresi bahagia dan mata berbinarnya yang sedang memakan daging kasuari dengan saus jeruk nipis, membuat aku merasa semakin bahagia dengan makan malam ini.


“Enak?”


“Iya, enak sekali.”


Dari ekpresi Fina sudah terlihat kalau makanannya enak, tapi masih tetap aku tanyakan karena ingin mendengar suara bahagianya. Aku merasa tambah senang melihat Fina memancarkan aura kebahagiaan.


“Jangan lupa makan ikannya juga. Ikan tombak ini terasa spesial karena ini merupakan buruan pertamamu saat bersamaku.”


Seharusnya aku mengatakan hal ini dulu saat aku membuat ikan tombak goreng dengan lempeng sagu. Tapi karena waktu itu aku sibuk memikirkan jarakku dengan Fina, aku sampai lupa untuk mengatakannya.


“…”


Fina yang sedang asik mengunyah tiba-tiba berhenti dan menatapku malu saat aku mengatakannya.


Melihat Fina yang sudah malu-malu kucing, aku mencoba untuk sedikit menurunkan suasana romantis saat ini dengan mengambil potongan daging ikan tombak dan menaruhnya ke piringku dan juga memberikannya ke piring Fina sambil tersenyum dan mengelus kepalanya seakan memberi kode untuk melanjutkan makan malam kami.

__ADS_1


__ADS_2