Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Adios


__ADS_3

Penjelajahan kita yang selanjutnya hanya difokuskan untuk mencari material yang terlihat berguna untuk kehidupan kita nanti sambil sesekali mengalahkan monster jika kita berpapasan dengan mereka. Tetapi fokus kita lebih mencari material-material saja agar penjelajahannya lebih cepat karena Pulau Bulan semakin lama semakin jauh dari Semenanjung Monster.


Dari hasil penjelajahan kami yang hanya beberapa jam saja dan hanya di sepenggal area yang ada di Semenanjung Monster yang sangat luas, kita mendapatkan beberapa material yang sangat berguna. Diantaranya, berbagai tanah liat, berbagai macam bebatuan dan material yang kuanggap paling penting untuk saat ini diantara semua material yang kami dapat yaitu rambutan dan sagu.


Dengan adanya sagu, kita bisa mendapatkan sumber karbohidrat baru karena sebelumnya tidak ada bahan makanan kami yang memiliki karbohidrat tinggi sampai saat ini. Meski pun aku lebih terbiasa dengan nasi, dengan adanya sagu, kita memiliki alternatif yang baik untuk mendapatkan energi yang cukup. Selain itu, sagu juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat seperti papeda dan bubur sagu yang memberikan variasi dalam pilihan makanan kita.


Untuk memanen sagu dan rambutan, aku tidak memetiknya seperti buah mangga yang sebelumnya. Karena kenapa aku harus memetik buah dari pohonnya kalau aku bisa langsung membawa pohonnya sekaligus ke dalam inventori kemudian kutanam kembali di Pulau Bulan. Hal tersebut tidak terpikirkan olehku sebelumnya, nanti saat aku membaca informasi tentang skill Transformasi Pulau untuk Pulau Bulan barulah aku sadar kesalahan itu sebelumnya.


Dari penglihatan golem-golem yang menjaga pulau, selama kami bertualang di Semenanjung Monster, untungnya tidak ada satu pun monster yang menyerang Pulau Bulan.


Sesampainya kita di Pulau Bulan, aku dan Fina langsung bergegas ke tengah pulau di mana terdapat gua untuk pergi masuk ke ruangan inti dungeon. Bagaimana kita tidak ingin segera bergegas pergi, obat mujarab untuk memperbaiki dungeon ini sudah kita dapatkan dan besar kemungkinan ini merupakan obat terakhir yang dibutuhkan agar dungeon Pulau Bulan ini pulih sepenuhnya.


Tapi sayangnya perjalanan kami tidak semulus itu, di perjalanan menuju ruang inti dungeon di dalam gua, kami berpapasan dengan ratusan monster yang muncul di dungeon ini. Sesuai seperti yang dikatakan oleh Fina sebelumnya, terkadang dungeon ini memunculkan monster secara acak.


Slime


Level: 1


HP: 20/20


MP: 10/10


STR: 1


DEX: 1


INT: 1


VIT: 1


WIS: 1


Ratusan monster yang muncul di lorong gua yang sempit membuat kita berdua harus melompat-lompat hingga menghambat perjalanan kami. Selain itu jika tidak ada landasan kosong saat sedang melompat, terpaksa kami harus menjadikan monster itu sebagai pijakkan kami yang akhirnya mengotori kaki kami.


Tiba di depan batu menhir, aku menempatkan inti dari dungeon semut di samping batu tersebut. Sesaat kemudian muncul pemberitahuan yang sama seperti sebelumnya saat aku mempersembahkan inti dari dungeon tuyul.


[Apakah ingin melakukan persembahan inti dungeon O-96s9?]


Tanpa perlu pikir panjang langsung aku setujui pertanyaan tersebut.


Seperti sebelumnya, inti dungeon itu terhisap ke dalam batu menhir dan saat inti dungeon tersebut hilang sepenuhnya, aku melihat informasi dungeon. ‘Mpj: 400’. 400 saja! Tidak ada minus-minusnya. Ohoho… akhirnya dungeon ini bisa diperbaiki sepenuhnya.


Tak lupa juga aku berbagi informasi yang indah ini ke entitas yang katanya kesadaran dungeon Pulau Bulan yang saat ini menjadi koncoku di dunia ini. Aku berbalik perlahan menghadap Fina sambil memasang ekspresi sedih dan murung untuk memberi rasa kegelisahan. Saat berbalik, sepertinya Fina sudah menatap ke arahku dari sebelumnya.


Fina hanya menatapku diam.


“…”


“…”


*Satu menit*

__ADS_1


“…”


“…”


*Tiga menit*


“…”


“…”


*Lima menit*


Meski suara jangkrik seakan sudah parau karena kebosananku yang terus menatapnya dengan ekspresi sedih dan murung, Fina tetap menatapku dengan ekspresi tenangnya. Dia tidak menanyakan kenapa, atau apa ada yang salah, dia hanya menatapku seperti biasanya seakan sedang menungguku bicara.


Ah… ingin kukatakan kalau mempersembahkan inti dungeon kali ini tidak berhasil dan kita harus mencari dungeon lainnya. Tapi mempertimbangkan bagaimana sensitifnya Fina jika itu terkait dengan dungeon Pulau Bulan, sebaiknya aku tidak mengatakan hal tersebut.


“Kenapa kamu tidak bertanya aku kenapa atau apa ada hal yang salah?”


Terpaksa aku bertanya alasan kenapa dia hanya diam saja melihat ekspresiku sebelumnya. Meski pun itu membuatku serasa seperti orang yang menyedihkan.


“Kamu kenapa?”


Hah…… aku hanya membuang napas panjang saja sebagai reaksi atas balasan Fina.


“Tidak apa-apa, btw dungeonnya sudah diperbaiki secara sepenuhnya.”


“Syukurlah.”


Tapi apa yang sebenarnya terjadi dengan Fina? Kenapa tiba-tiba dia terasa aneh? Apakah ada hubungannya dengan dungeon Pulau Bulan yang kondisinya sudah pulih sepenuhnya?


“Kamu kenapa Fina?”


“Gak papa.”


Hah!? Gak papa? ‘gak’ ‘pa’ ‘pa’? gpp? Kenapa balasannya kayak cewek yang lagi ada apa-apanya. Apa ini Fina? Apa pengaruh skill Poliglot miliknya membuat dia seperti wanita-wanita kekinian di Bumi?


Apa mungkin karena dungeon ini sudah selesai diperbaiki jadi dia ingin mengambilnya kembali? Hmm… kalau dia ingin mengambilnya kembali seharusnya sedari tadi leherku sudah bocor dilubangi olehnya dengan belati. Selain itu skill Deteksi Bahaya milikku tidak memperingatkan apa-apa, jadi tidak mungkin Fina punya niatan seperti itu. Tapi agar lebih pasti sebaiknya aku tanyakan saja.


“Apa kamu ingin mengambil kembali kepemilikan Pulau Bulan?”


“Tidak.”


Singkat padat jelas. Hmmm… Apa jangan-jangan Fina bukan Fina karena dia lagi lapar?


“Mau makan?”


“Tidak.”


Hmmm… kayaknya bukan juga. Ahh… sudahlah sebaiknya aku fokus dulu menaikkan level dungeon Pulau Bulan. Karena mempersembahkan inti dungeon semut, mana yang tersimpan di Pulau Bulan juga bertambah sehingga bisa menaikkan levelnya.


“Baiklah kalau begitu, aku akan menaikkan level Pulau Bulan dulu.”

__ADS_1


“…”


Berbalik menghadap pulau bulan, aku menaikkan level dungeon Pulau Bulan. Aku memfokuskan untuk menaikkan level dungeon Pulau Bulan dan level skill Kecepatan Bergerak pulau ini. Total mana dungeon ini setelah mempersembahkan inti dungeon semut ialah 30.744.832. Aku menaikkan level dungeon dari level 4 ke level 6 menggunakan mana sebanyak 9.636.000. menaikkan level skill kecepatan bergerak dari level 3 ke level 5 menggunakan mana sebanyak 7.884.000 sehingga sisa mana dungeon ini tinggal 13.224.832. Aku menyimpannya sisanya untuk nanti untuk digunakan ke skill Transformasi Pulau yang saat aku baca ternyata fungsinya sangat dahsyat


Dungeon: Pulau Bulan


Pemilik: Jaya


Level: 6


Mpj(Mana per jam): 600


Total Mana: 13.224.832


Perisai: 100%


Monster: 342


Hak Akses :


    Umum


    Transformasi


    Memanggil Monster(lvl3)


    Perisai(lvl3)


    Kecepatan Bergerak(lvl5)


Upgrade:


    Dungeon Level 7(7.008.000 Mana)


    Kecepatan Bergerak Level 6(6.132.000 mana)


    Perisai Level 4(3.504.000 Mana)


    Monster Level 4(3.504.000 Mana)


Skill:


    Kendali posisi (100 mpj)


    Aktifkan Perisai (10.000 mana)


    Memanggil Monster (n mana)


    Transformasi Pulau (n mana)


    Akses Panel Kendali Jarak Jauh

__ADS_1


Tidak hanya sampai di situ, saat aku menaikkan level dungeon ke level 5, aku mendapatkan pemberitahuan terkait pengaturan dungeon yang baru. Fitur tersebut berhubungan dengan apa yang barusan terjadi sebelumnya di mana aku bisa menonaktifkan fitur dungeon yang memunculkan monster secara acak.


__ADS_2