
“Kalau begitu kenapa Bola Skill Pendengaran harganya lebih mahal? Dan kenapa bola-bola skill yang baru datang tidak di lelang?”
Ini hanya pertanyaan penasaranku saja, ku pikir Skill Pendengaran dan Skill Peniduran yang baru datang itu sangat berguna. Kedua skill ini bisa di pastikan akan terjual kalau di lelang.
“Skill pendengaran cukup mahal karena cukup banyak dicari orang. Terlebih saat skill itu mencapai tingkat paling tingginya di tingkat mahir, skill itu bisa mempertajam pendengaran. Kami berencana akan melakukan pelelangan dua hari kedepan, tapi karena tuan itu spesial, saya bisa menjual kedua bola skill ini khusus untuk tuan.”
Eh? Sepertinya aku salah dengar.
“Bukannya tingkat paling tinggi Skill Pendengaran berada di level 5?”
“… Hahaha… tuan bisa saja bercanda dengan saya yang rendahan ini.”
Saat aku katakan level 5 yang paling tinggi, sekretaris yang sebelumnya menunduk saat berbicara, langsung mengangkat kepalanya menatapku heran dan sesaat kemudian tertawa mengganggap kalau kata-kataku itu merupakan candaan.
Jadi levelnya hanya sampai level 3? Dari Skill Mata Bulan bisa sampai lima, kebanyakan skill ku juga sampai level 5. Hmmm… mari aku ikuti saja arusnya.
“Hahaha… nona sekretaris tidak hanya cantik, selera humornya juga tinggi.”
“Hahaha… tuan sangat hebat memuji.”
“Hahaha… bisakah nona sekretaris membantu saya untuk menjelaskan lagi tentang informasi Bola Skill Pendengaran?”
“Hahaha… tentu saja tuan, untuk level 1 atau tingkat pemula skill pendengaran efeknya … level 2 atau tingkat menengah efeknya … sedangkan level 3 atau tingkat mahir efeknya … hahaha saya merasa senang dapat membantu apa pun yang tuan butuhkan."
Efek yang sekretaris jelaskan memang sesuai dengan efek yang aku liat melalui Mata Bulan, namun dia hanya menjelaskannya sampai level 3 saja. Apa tidak ada orang yang pernah mencapai level lebih dari tiga yah? Dan setelah kuingat-ingat semua monster dan pemilik dungeon yang pernah aku lawan tidak ada yang level skillnya lebih dari 3.
Hmm… Setelah aku memeriksa alat pemindai bola skill dengan skill Mata Bulan, alat pemindai tersebut memang hanya mendeteksi informasi bola skill sampai level 3 saja. Tapi untuk lebih memastikan, sebaiknya aku coba pastikan dengan melihat langsung alat itu bekerja.
“Hahaha… Penjelasan nona sekretaris sangat bagus! Sangat mudah saya mengerti. Bicara soal bola skill, saya juga sedang membawa satu bola skill sekarang, bisakah nona sekretaris mengeceknya di alat pemindai ini?”
“Hahaha… tentu saja tuan, kata-katamu merupakan perintah bagiku.”
Aku mengeluarkan bola skill yang sebelumnya kubungkus di dalam kain kemudian memberikan bola itu ke sekretaris. Rencananya hari ini aku akan membeli bola skill sekalian menanyakan estimasi harga bola skill Kontrak.
Item
Nama : Bola Skill Sihir Kontrak(lvl.1)
Keterangan : Saat menggunakan bola skill ini akan mendapatkan Sihir Kontrak(lvl.1). Bola Skill akan terkonsumsi saat digunakan.
Sihir Kontrak:
Level 1: Membuat kontrak dengan entitas lain. Isi kontrak harus dianggap seimbang oleh kedua entitas agar kontrak bisa dilaksanakan. Mencoba melanggar kontrak akan mendapatkan penalti yang sesuai dengan isi kontrak.
__ADS_1
Level 2: Bisa transfer kontrak ke entitas ketiga.
Level 3: Bisa membuat kontrak perbudakkan. Tingkat keberhasilan tergantung perbedaan WIS antara kedua entitas.
Setelah dipindai, informasi bola skill yang muncul dari alat itu hanya sampai level 3. Ternyata benar yang di katakan sekretaris. Sepertinya orang-orang pada umumnya hanya tau kalau skill level itu cuma sampai level 3.
“I-i-ini Bola Skill Kontrak!”
Kenapa dia begitu terkejut dengan skill kontrak? Dia saja punya skill itu.
“Saya berencana menjualnya, menurut nona sekretaris berapa banyak uang yang bisa saya dapatkan dari bola skill ini?”
“Maafkan sikap saya sebelumnya tuan.”
Kembali menunduk, sekretaris melanjutkan kata-katanya.
“Bola Skill Kontrak sedang diminati sekarang, ini merupakan skill yang wajib dimiliki oleh pedagang. Apalagi dengan semakin bertambahnya budak-budak yang datang dari kekaisaran utara, semakin banyak pedagang yang tertarik untuk memperdagangkan budak. Terakhir kali bola skill ini di lelang itu dua bulan yang lalu. Harga akhirnya mencapai 52 keping emas.”
Oho… sebaiknya berapa bola skill yang harus aku jual yah, hmm… mungkin satu saja dulu, kalau butuh uang lagi baru ditambah. Lagipula aku bakal dapat banyak uang dari bijih luwu.
“Sebelum menjualnya tuan, saya mau menyampaikan saran saya, apakah bisa?”
“Tentu saja.”
Wow… sepertinya sekretaris mau jor-joran mempromosikan produk yang akan aku bawah untuk lelang dua hari ke depan.
“Baiklah, nona sekretaris atur saja yang menurut nona paling baik. Oh ya, kemungkinan material-material monster yang akan kami bawah nanti cukup langkah, kalau nanti menurut nona sekretaris sebaiknya material itu di lelang, lakukan saja.”
“Saya akan memastikan untuk melakukan yang terbaik untuk tuan.”
“Baiklah, melanjutkan percakapan tentang bola skill, sebelumnya resepsionis yang mengantarku sedang dibawah pengaruh skill nona sekretaris bukan? Apakah dia akan mengingat kalau sedang mengantarku?”
“Tuan sangat hebat bisa mengetahuinya, tidak saya membuat resepsionis itu lupa. Apa pun yang sedang tuan lakukan di serikat pedagang akan saya jaga kerahasiaannya.”
Setelah aku tanyakan, sekretaris terlihat terkejut hingga mengangkat kepalanya untuk sesaat melihatku. Dengan skill Mata Bulan aku bisa melihat pengaruh skill Dalang sekretaris ke orang lain. Aku hanya ingin memastikan apakah informasi dari skill Mata Bulan sesuai atau tidak.
“Terima kasih atas pergertiannya. Saya akan mengambil bola skill Peniduran dan bola skill Pendengaran. Uangnya nanti di potong dari hasil penjualan barang-barang kami.”
“Terima kasih atas pembeliannya, saya menanti transaksi barang yang lain kedepannya bersama tuan.”
Aku belum bayar sih, kan masih ngutang. Kata-kata sekretaris profesional sekali.
Aku lalu mengambil dua bola skill yang telah sekretaris kemas kembali ke dalam kotak. Sekarang tinggal kartu tanda pengenal.
__ADS_1
“Jadi bagaimana tentang pembuatan kartu tanda pengenalnya?”
“Tentu saja tuan, saya sudah membawa alatnya.”
Kemudian sekretaris menginstruksikanku untuk menaruh tangan di alat tersebut sambil menjelaskan cara kerjanya.
“Saat tuan menaruh tangan di sini, alat ini akan merekam sebagian informasi status tuan dan mencetaknya.”
Wow terasa canggih. Siapa yang buat alat secanggih ini.
“Siapa yang membuat alat yang terlihat sangat maju ini?”
“Mohon maaf tuan saya tidak mengetahuinya, yang saya tahu alat ini berasal dari kekaisaran utara.”
Tak lama setelah aku menaruh tangan, keluar kartu dari mesin tersebut. Sekretaris pun mengambilnya dan memberikan kartu itu kepadaku. Lalu sekretaris melanjutkan penjelasannya.
“Saat tuan memegang kartu ini dan mengalirkan sedikit mana yang tuan miliki, kartu ini akan memunculkan hologram data status tuan atau lambang Serikat Pedagang Pangara.”
“Apa saja informasi status yang ditampilkan nona sekretaris?”
“Informasi yang terekam di kartu berupa nama, ras, umur, level, dan gelar jika ada. Tuan bisa menampilkan salah satu atau semua dari informasi yang terekam.”
Mendengar hal tersebut aku mencoba mengalirkan mana.
Status
Nama : Jaya
Ras : Manusia
Umur : 17
Level : 6
Gelar :
Muncul hologram berupa informasi status. Sesuai dengan informasi kartu yang aku lihat dengan skill Mata Bulan, yang terekam di kartu berupa status palsu buatan skill Mata Bulan.
“!!?!”
Sekretaris terlihat terkejut melihat statusku.
“Kenapa anda terkejut nona sekretaris?”
__ADS_1