
*nyam~nyam*
Rasa yang mirip daging bebek ‘liar’ namun kering memenuhi mulutku. Tapi menu makanan malam ini tidak hanya sampai di daging kasuari besi saja. Setelah kita selesai memakan kasuari, aku mengeluarkan buah yang baru dicolong dari pulau sebelah. Aroma harum dan manis merebak masuk ke dalam hidungku.
Kukupas mangga bagai mengupas pisang, semakin kuat bau harumnya menggoda hidungku. Tidak menunggu lama aku langsung menggigit mangga tersebut.
*Hap*
Kelembutan daging buah mangga saat kugigit membuat air liurku terasa semakin banyak. Rasa manis dan kesegaran yang menyebar sesaat setelah itu menciptakan rasa yang nyaman bagi diri ini.
“Hmm~ Pulau tuyul, mangga buatanmu…”
“?”
“numero uno!”
“Mangga tidak dibuat oleh pulau.” Sambung Fina menampik omonganku.
Aku cuma plesetin iklan yang tiba-tiba aku ingat saja disaat-saat begini. Dipikirnya aku lagi ngomong serius.
“Iya-iya, nih ambil mangga” Aku mengupas mangga lagi bagai pisang dengan tanganku kemudian memberikannya ke Fina.
*hap*
Fina menggigit mangga tersebut, Sambil makan, dia menutup mata seperti sedang meresapi rasa makanan itu. Dia terlihat senang memakannya.
“Manis bukan?”
“Iya, juga terasa segar. Aku menyukainya.”
Hmm.. tadi aku pakai bahasa Italia, sepertinya bahasa itu langsung terdaftar di skill Poliglot miliknya. Aku katakan dengan cepat kata-kata yang kuingat.
“Thank you, xièxiè, dhanyavaad, arigatō, danke, gamsahabnida, gracias, khawp khun, ...”
“… Kamu baik-baik saja?” Fina menatapku sedikit khawatir.
Wow! Sakti benar skill itu, semua bahasa yang kukatakan bisa terdaftar.
“Aku baik-baik saja, hanya cek suara saja haha.. Ah benar!”
“Ada apa?”
“Malam ini mau melihat bintang?” Fina menghafal rasi bintang hingga mengetahui di mana lokasi kita saat ini. Aku juga ingin mempelajari itu, dengan begitu aku tidak perlu takut tersesat di lautan.
Fina menatapku agak bingung, Mungkin bagi dia yang sudah menghafal bintang tidak ada guna baginya melihat bintang, tapi selagi kita sudah di Pulau Bulan dan tidak ada kegiatan yang harus diburu-buru, lebih baik bersantai-santai saja menghabiskan waktu menunggu kantuk. Seperti sedang berpikir sejenak sambil menatapku bingung sesaat kemudian dia menyetujui ajakanku.
“?? Baiklah.”
“cit-cit-cit~ cuitt~”
*Hoayemmm* Kebisingan burung-burung di luar terasa sungguh merdu di telinga. Hari ini kita akan pergi ke inti dungeon Pulau Bulan. Cukup merepotkan juga kalau dungeon ini harus dikendalikan dari batu menhir. Sedangkan jarak dari pinggir pulau ke batu cukup jauh dan memakan waktu.
__ADS_1
Aku membangunkan diri dan keluar gubuk untuk meluruskan badan, seketika itu Fina juga mengikutiku. Saat bangun aku tidak menengokinya, tapi sepertinya dia sudah bangun lebih dulu dariku. Aku berbalik menghadapnya
“Selamat pagi! Sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin pergi ke inti dungeon,” godaku.
“Selamat pagi. Iya aku penasaran bagaimana hasilnya nanti.”
“Kalau begitu tidak perlu lama-lama lagi, setelah bersiap dan sarapan kita bergegas pergi.”
Tiba di batu menhir aku mengeluarkan kedua inti dungeon. Saat mengutak-atik antarmuka yang muncul dari panel kendali, aku tidak menemukan pilihan untuk melakukan penggabungan inti dungeon ataupun mempersembahkan hadiah ke inti dungeon.
“Hmm…”
Memutar otak mencari cara, aku teringat dengan drop dungeon yang muncul di samping batu menhir pada dungeon-dungeon sebelumnya. Kalau di samping batu tempat dungeon memberikan hadiah saat mengalahkan pemilik dungeon, apa yang akan terjadi kalau aku menaruh kedua inti dungeon ini di samping batu?
Kutaruh kedua inti dungeon di samping batu menhir. Tiba-tiba muncul pemberitahuan di kepalaku
[Apakah ingin melakukan persembahan inti dungeon Fe-65a3 dan Fe-126a1?]
Oho!, ternyata gitu toh. Aku setujui pemberitahuan yang muncul tersebut. Sesaat kemudian kedua inti dungeon itu terhisap kedalam batu menhir. Selesai dan aku melihat informasi dungeon, Konversi Mana per jam dungeon yang sebelumnya hanya 2 saja per jam sekarang sudah 142 mana per jam. Ini berarti Inti dungeon lain bisa digunakan untuk memperbaiki dungeon ini.
Berbalik menghadap Fina aku berkata dengan girang.“Berhasil! Meskipun belum pulih sepenuhnya, Mana per jamnya naik menjadi 142 mana.”
“…” Mata Fina terbuka lebar terkejut sambil mulutnya sedikit terbuka tidak berkata apa-apa. Sesaat kemudian rintikkan air mulai menetes di lantai. Pipi Fina dialiri air yang berasal dari kedua matanya.
“Aku.. hiks tidak tahu hiks kenapa..” Sambil terisak Fina mencoba berbicara kepadaku. Sepertinya emosi yang dia rasakan terlalu kuat sehingga tangislah yang membantu mengeluarkan emosi tersebut.
“Kupikir kamu terlalu bahagia mendengarnya sampai-sampai kamu jadi menangis.”
“Hiks benarkah?”
“Iya.” kubalas sambil menepuk pundak kirinya berharap bisa membuatnya merasa lebih tenang.
*dug* Tiba-tiba Fina maju mendekat menyandarkan badannya. Karena tinggi kita sama, kepalanya disandarkan di pundakku.
Kalau seperti ini tinggal aku kalungkan tanganku aku sudah bisa memelukmu, pikirku. Apa dia lagi butuh semacam ‘sandaran’ atau dukungan emosional?
Aku memutuskan mengalungkan tanganku di tubuh Fina untuk memeluknya. Fina terus terisak di pundakku, sesaat setelah aku memeluknya Fina juga mengalungkan tangannya ditubuhku memelukku.
Kita terus berpelukkan hingga Fina berhenti menangis. Setelah kupikir dia sudah cukup tenang aku menarik diri melepas pelukan hingga aku bisa melihat wajah Fina dimana matanya yang bengkak dan basah. Aku mengulurkan tangan untuk membantu menghapus air mata di pipinya sambil bertanya.
“Merasa baikan?”
“Iya, terima kasih.”
No, Thank you! Pikirku. Seharusnya aku yang berterima kasih bisa peluk cewek cantik.
Setelah memastikan Fina tenang aku kembali lagi menghadap batu menhir. Saat mempersembahkan inti dungeon, sebagian mana di inti dungeon itu berpindah ke dungeon Pulau Bulan. Dengan begini aku bisa menaikkan level dungeon. Jumlah mana yang tersimpan di Pulau Bulan saat ini sebanyak 6.997.568 mana.
Mana tersebut ingin kugunakan untuk menaikkan level dungeon dan kecepatan bergerak dungeon ini. Kuingin menaikkan level karena semakin tinggi level dungeon, Mana per jam yang akan dungeon kumpulkan akan semakin banyak. Sedangkan kecepatan dungeon untuk menambah kecepatan bergerak pulau ini.
Tujuanku selanjutnya ialah terus menelusuri pulau-pulau kecil di utara untuk mencari dungeon hingga sampai ke kerajaan Pangara. Agar pulau ini dan diriku tetap aman, aku tidak boleh terlalu jauh dengan pulau ini saat menelusuri pulau-pulau kecil di utara. Bisa bahaya kalau ada yang menyerangnya saat aku tidak disini.
__ADS_1
Untuk menaikkan level dungeon dari level 3 ke level 4 membutuhkan 3.504.000 mana dan untuk menaikkan kecepatan bergerak pulau ini dari level 2 ke level 3 membutuhkan 2.628.000 mana
Dungeon: Pulau Bulan
Pemilik: Jaya
Level: 4
Mpj(Mana per jam): 400(-158)
Total Mana: 865.568
Perisai: 22%
Monster: 0
Hak Akses :
Umum
Transformasi
Memanggil Monster(lvl3)
Perisai(lvl3)
Kecepatan Bergerak(lvl3)
Upgrade:
Dungeon Level 5(4.380.000 Mana)
Kecepatan Bergerak Level 4(3.504.000 mana)
Perisai Level 4(3.504.000 Mana)
Monster Level 4(3.504.000 Mana)
Skill:
Kendali posisi (100 mpj)
Aktifkan Perisai (10.000 mana)
Memanggil Monster (n mana)
Transformasi Pulau (n mana)
Akses Panel Kendali Jarak Jauh
Hoho.. menaikkan level dungeon sangat efektif. Jumlah Mpj naik 100. Bukan cuman itu aku juga mendapatkan skill baru Akses Panel Kendali Jarak Jauh. Padahal sebelum kemari baru kukomplain dalam hati tentang betapa ribetnya harus ke batu menhir untuk mengakses panel kendali dungeon.
__ADS_1