Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Lima Puluh Tujuh


__ADS_3

Bicara tentang keberadaan kami di area toko para pengrajin, tepat di samping area ini merupakan area perdagangan budak. Mirip seperti di Bumi pada abad pertengahan dan zaman-zaman yang sebelumnya, perbudakkan merupakan hal yang lumrah disini.


Terlebih sejak kedua peradaban saling terhubung, banyak budak dari kekaisaran utara yang dibawa kemari. Ada beberapa penyebab orang dijadikan budak, hal yang paling umum ialah karena kejahatan dan sengaja menjual dirinya untuk dijadikan budak. Akan tetapi ada juga yang menjadi budak karena terpaksa, entah karena mereka kalah perang lalu dijadikan budak atau karena diculik.


Sebelumnya kebanyakan budak yang orang-orang kerajaan kepulauan ketahui ialah manusia. Namun setelah saling kontak dengan kekaisaran utara, dibawalah budak dari ras lain oleh mereka yaitu ras elf.


Awalnya aku pikir elf di dunia ini tidak akan sama dengan yang digambarkan oleh cerita-cerita fantasi di Bumi. Tapi setelah aku mengeceknya dengan golem pengintai, ternyata sangat mirip dengan apa yang dideskripiskan oleh cerita fantasi di Bumi.


Semua elf yang aku lihat di pasar budak memiliki tubuh yang ramping dan telinga mereka yang panjang dan runcing. Wajah mereka semua juga terlihat elok. Untuk rambut, sebagian besar dari mereka berambut panjang yang berwarna pirang. Terlihat juga beberapa dari mereka memiliki rambut coklat. Untuk warna iris mata, semua budak elf yang kuperhatikan memiliki iris mata berwarna biru.


Sepertinya di kekaisaran utara, manusia dan elf tidak hidup berdampingan dengan damai. Makanya banyak ras elf yang dijual di sini dari kekaisaran utara.


Aku juga sempat menanyakan kepada sekretaris tentang budak yang datang dari utara. Karena di kekaisaran utara sedang terjadi perang saudara, apa mereka tidak khawatir kalau informasi itu akan bocor melalui budak dari utara. Namun katanya semua budak yang dibawa ke kerajaan kepulauan tidak mengetahui tentang informasi tersebut.


Aku sendiri tidak memerlukan budak. Sudah ada golem yang terasa lebih kuat dan fleksibel.


Setelah berbelanja alat perlengkapan, aku membeli aksesoris yang akan dipakai ke pelelangan besok dan sisa hari kami di isi dengan jalan-jalan mengelilingi kota kemudian kembali lagi ke penginapan.


Setelah sampai di penginapan, aku menggunakan bola skill yang 'dibeli' kemarin dan meningkatkan kedua skill itu ke level lima. Kupikir level lima kedua skill itu sangat op. apalagi skill Peniduran yang bisa membuat orang lain tertidur.


Status


Poin: 68


Nama : Jaya


Ras : Manusiaa


Umur : 17


Level : 40

__ADS_1


Exp : 5%


HP : 6000/6000


MP : 6000/6000


STR: 120 INT: 120 DEX: 120 VIT: 120 WIS: 120


Skill : Sihir Spasial[Inventory(lvl.1)], Sihir Bumi[Sihir Golem Bumi(lvl.5)], Mata Bulan, Sihir Deteksi[Deteksi Bahaya(lvl.5)], Sihir Kontrak+(lvl.5), Suara Perut(lvl.3), Peniduran Manusia(lvl.5), Pendengaran(lvl.5)


Gelar : Datuk, Mantan Penduduk Bumi, Kutu Loncat, Pembunuh Naga, Pengecut, Pemilik Pulau Bulan, ByeGone


Besoknya, sebelum pergi ke pelelangan, aku bersiap-siap menggunakan barang-barang yang di beli kemarin.


Hari ini aku menggunakan celana panjang hitam dari katun, yang kemudian dilapisi kain sarung dengan corak yang mirip dengan motif kawung. Lalu aku juga memakai ikat pinggang dari kain yang bermotif agar mendukung motif sarung yang ku pakai. Atasannya tidak ada. Rata-rata pria di sini tidak memakai atasan. Jadi atasannya hanya pakai aksesoris kelat bahu dan kalung beserta hiasan kepala saja agar terlihat berkelas.


Ah, selain itu aku juga memakai topeng dari kayu yang di lukis. Kalau aku andai-andaikan mungkin ini mirip seperti topeng jauk.


Aku kesana tidak berencana memenangi sesuatu sih. Ah, mungkin kalau menemukan item yang menarik akan kucoba menangkan. Tapi untuk sekarang tujuanku hanya ingin memenuhi rasa penasaran bagaimana suasana pelelangan itu.


Aku juga sudah diberi undangan yang akan menempatkanku di ruangan pribadi oleh si sekretaris.


Untuk menjaga anonimitas, kami juga keluar melalui jendela penginapan sambil menghilang menggunakan skill Tembus Pandang milik Fina. Tiba di tempat pelelangan, aku bersama dua golem yang disamarkan bagai dua pengawal masuk dan memberikan undangan kami ke resepsionis tempat lelang. Sementara Fina mengikuti kami sambil menghilang.


Tempat lelang ini gedungnya bersebelahan dengan serikat pedagang. Jadi tidak terlalu jauh dengan penginapan kami. Setelah memberikan undangan dan diverifikasi, kami dituntun oleh salah satu pelayan ke ruangan pribadi. Dari yang aku perhatikan ruangan pribadi semuanya berada di lantai dua. Ruangan itu menghadap ke aula terbuka yang berada di lantai satu.


Saat masuk ruangan pribadi terlihat ruangan dari bata yang dihiasi dengan berbagai keramik, lukisan, dan tanaman hias. Di dalam terdapat satu meja dan empat kursi yang terbuat dari kayu. Keempat kursi itu saat ini di tata saling berhadapan, sepertinya agar peserta lelang bisa berbicara dahulu sambil menunggu lelang dimulai. Di dalam ruangan itu juga terdapat jendela yang besar yang menghadap aula lelang di lantai satu.


Dari jendela itu aku bisa melihat panggung lelang dan kursi-kursi yang dibariskan menghadap panggung tersebut.


Saat kami sedang duduk bercerita sambil menunggu mulainya lelang, tiba-tiba ada yang mengetok pintu ruangan kami. Sesaat kemudian pintu itu dibuka dan terlihat sekretaris dengan pakaian yang terlihat formal dan mahal ditambah perhiasan yang lengkap dengan rambut yang di urai berdiri di depan pintu.

__ADS_1


“Maaf mengganggu tuan.”


“Silahkan masuk.nona sekretaris.”


Sekretaris berjalan masuk dan saat sampai di depanku dia mulai menundukkan kepala dan berlutut.


“Tidak perlu berlutut nona sekretaris. Apa yang membawa anda kemari?”


Setelah mencegah sang sekretaris, aku menanyakan tujuannya datang kemari. Sepertinya ada hal penting yang ingin dia beritahu.


“Saya ingin memberitahu tuan kalau ada bola skill yang baru saja didaftarkan untuk di lelang.”


Nona sekretaris tahu benar tipe barang apa yang aku minati.


“Terima kasih telah memberitahunya nona sekretaris, informasinya sangat bermanfaat. Jadi bola skill apa yang didaftarkan?”


“Bola skill Sihir Bola Api tuan.”


Oho… sepertinya bakal berguna buat 'memandaikan' besi nanti. Meski dari pantauan golem pengintai tidak ada satu pun pandai besi yang menggunakan bola api untuk menempa senjata di kota ini. Tapi siapa tahu saja kalau aku coba nanti ternyata hasilnya bagus. Tidak hanya sampai disitu, sekretaris masih melanjutkan perkataanya.


“Sebelumnya saya ingin meminta maaf. Saya tidak bisa menemukan pandai besi yang terampil yang mau menerima murid saat ini.”


Wahh, ini kabar buruk nih. Memang dengan skill yang kumiliki, aku bisa pakai golem pengintai buat lihat-lihat setiap hari bagaimana kerjaan para pandai besi tanpa ketahuan. Tapi lebih baik diajarkan biar tidak salah mengerti cara pembuatannya. Lagipula muncul rasa bersalah saat mencuri pengetahuan yang sudah dikumpulkan selama bertahun-tahun begitu saja. Apalagi kalau orangnya ternyata baik, jadi lebih rasa bersalah.


Ah! Cukup. Ngapain mikir sampai segitunya. Pasti nanti akan ada yang mau. Atau nanti coba di iming-imingi pakai bijih luwu mungkin. siapa tahu ada pandai besi jago yang kecantol kwkwkw.


Sepertinya aku harus tinggalkan beberapa golem dengan penyamaran manusia di kota ini sampai ketemu pandai besi selagi kita bertualang ke tempat lain. Tidak mungkin juga aku harus berdiam lama di sini. Bergegas menaikkan level Pulau Bulan itu lebih penting.


“Kalau saat ini belum ada yang mau, nanti akan aku titipkan anggota kelompok kami ke nona sekretaris sampai ada yang mau menerimanya.”


“Saya ingin memohon maaf lagi tuan.”

__ADS_1


Aduh, apalagi ini.


__ADS_2