Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Tujuh Belas


__ADS_3

Kita mendapatkan makanan berbentuk lonjong dan berwarna hijau yang ada beberapa bagiannya agak kekuningan dan berbau harum.


Kami menemukan sekelompok pohon mangga di pulau ini. Menemukan tipe makanan yang baru, aku tidak ingin membiarkan pohon-pohon yang hanya berbuah musiman ini lolos begitu saja. Jadi aku petik hampir semua mangga entah itu masak ataupun tidak sebagai ‘bekal’ untuk ke depannya.


Keseluruhan pulau ini sudah dijelajahi, jadi tujuan selanjutnya adalah pulau ketiga. Pulau yang terakhir untuk petualangan kita kali ini.


*hop*


Aku melompat turun dari perahu. Kita telah sampai di pulau ketiga. Suasana di pulau ini juga sama dengan pulau-pulau sebelumnya.


Membaca mantera menciptakan golem aku menciptakan 34 golem tanah dan bersama-sama kita langsung menjelajah pulau ini. Monster yang ada di pulau ketiga ini juga masih sama dengan yang ada di pulau sebelumnya. hanya kumpulan kasuari besi saja. Aku juga masih menemukan bijih besi di pulau ini.


Pikirku jika di pulau ini tidak ada dungeon, semoga ada bahan makanan baru seperti di pulau kedua yang nanti bisa kubawa pulang.


Namun, hidup kadang bisa lebih indah dari bahan makanan baru. Di penghujung penjelajahan kita, salah satu tim golem menemukan dungeon yang berada di pinggiran hutan dekat dengan pantai. Dungeon tersebut berupa gua di gundukan tanah yang tidak terlalu besar. Tinggi gundukan itu sekitar tiga meter. Terlihat sekilas seperti tanah yang membengkak kemudian dilubangi.


Tidak menunggu lama, kita langsung masuk ke dalam dungeon ini. Lorong dungeon terasa lebih sempit, mungkin tingginya hanya dua meter dan lebarnya satu setengah meter. Sekitar beberapa menit berjalan, kita sampai di ruangan luas. Tapi jika dibandingkan dengan ruangan luas di dungeon yang sebelumnya, besar ruangan ini hanya 10% dari ruangan dungeon sebelumnya. Dan seperti dungeon sebelumnya, di mana ada ruangan luas di situ pula ada monster.


Bedanya monster di dungeon ini bukanlah kasuari besi. Bentuk monster yang kita hadapi sekarang ialah bola bulu kecil berwarna putih yang memiliki tanduk. Level mereka rendah hanya sekitar level 1-2 saja.


Kelinci Bertanduk


Level: 2


HP: 20/20


MP: 10/10


STR: 2


DEX: 3


INT: 1


VIT: 1


WIS: 1


Kalau level mereka serendah ini, menyuruh Fina membunuhnya tidak akan mendongkrak exp-nya. Aku mengambil batu dari inventori kemudian menghancurkannya lalu melempar serpihan-serpihan batu itu ke arah kelinci.


*dum*


*dum*


*dum*


[Kelinci Bertanduk telah dikalahkan]


[Kelinci Bertanduk telah dikalahkan]



Ada 22 total kelinci yang aku kalahkan di ruangan ini. Meski mereka lemah, setidaknya daging mereka bisa menjadi menu makanan baru untuk kita nanti.


Semua mantan-mantan kelinci yang aku kalahkan langsung tersimpan ke dalam inventori secara otomatis. Terus berjalan ke dalam ruangan luas tadi,  ruangan tersebut semakin dalam semakin mengecil, sampai-sampai ukurannya kembali lagi ke ukuran lorong gua seperti saat baru masuk ke dalam dungeon.


Mungkin sekitaran lima belas menit kita berjalan barulah terlihat ruangan luas yang selanjutnya. Namun, ada yang mencurigakan dari ruangan luas ini, saat melihat ruangan tersebut dari lorong dungeon, aku tidak bisa menemukan monster di ruangan itu. Berjaga-jaga, aku memberi perintah golem untuk masuk duluan dan melihat sekeliling.


Dari penglihatan golem, aku tidak menemukan hal-hal yang ganjil. Setelah dipastikan kalau ruangan tersebut aman, aku memutuskan untuk masuk ke ruangan terbuka itu.


Berjalan terus ke dalam, akhirnya aku bisa melihat penampakan batu menhir. Tidak Cuma itu, disamping batu menhir tersebut terdapat lima makhluk bipedal yang sedang tidur saling berdekatan.

__ADS_1


Status


Nama : Sam


Ras : Tuyul


Umur : 23 Tahun


Level : 17


HP :  220/220


MP : 90/90


STR: 15 INT: 9 DEX: 15 VIT: 11 WIS: 11


Skill : Konversi Emas, Penguasaan Senjata[Tongkat(lvl.2)]


Gelar : Letnan Tuyul


Status


Nama : Sim


Ras : Tuyul


Umur : 23 Tahun


Level : 18


HP : 120/120


MP : 170/170


Skill : Konversi Emas, Sihir Api[Bola Api(lvl.2)]


Gelar : Letnan Tuyul


Status


Nama : Sum


Ras : Tuyul


Umur : 23 Tahun


Level : 15


HP : 280/280


MP : 60/60


STR: 15 INT: 6 DEX: 13 VIT: 14 WIS: 6


Skill : Konversi Emas, HTH(lvl.1)


Gelar : Letnan Tuyul


Status


Nama : Sem

__ADS_1


Ras : Tuyul


Umur : 23 Tahun


Level : 17


HP : 240/240


MP : 140/140


STR: 12 INT: 14 DEX: 14 VIT: 12 WIS: 12


Skill : Konversi Emas, Sihir Api[Bola Api(lvl.2)], Penguasaan Senjata[Tongkat(lvl.1)]


Gelar : Letnan Tuyul, Pemilik Dungeon Fe-126a1


Status


Nama : Som


Ras : Tuyul


Umur : 23 Tahun


Level : 16


HP : 240/240


MP : 140/140


STR: 11 INT: 12 DEX: 19 VIT: 7 WIS: 10


Skill : Konversi Emas, Sihir Api[Bola Api(lvl.1)]


Gelar : Letnan Tuyul


Kelima tuyul yang sepertinya bersaudara itu sedang tidur dengan damai. Mereka tidur dengan pulas padahal jarak di antara kelompok kami dan mereka hanya sekitar 100 meter. Harusnya suara langkah kaki kami bergema sampai di sana. Apa para tuyul memang susah bangun? Pemilik dungeon sebelumnya si Samsun juga tetap tidur pulas meski telah dimonitori oleh golem anjing dengan waktu yang lama.


Level mereka masih di belasan, jadi lebih efisien jika Fina yang mengalahkannya.


“Fina, bisakah kamu mengalahkan mereka semua? Di antara mereka berlima tuyul yang itu merupakan pemilik dungeon.” Aku menunjuk ke tuyul Sem yang merupakan pemilik dungeon.


“Tentu saja” Jawab Fina dengan tenang.


Untuk status memang atribut Fina lebih tinggi dari atribut mereka, tapi mereka berlima. Dengan keberagaman spesialisasi yang sudah seperti satu party yang komplit, jika Fina gagal dan membangunkan mereka, Fina bisa terpojok.


“Tetapi kalau sudah terlihat berbahaya aku akan pergi membantu.”


“…”


Fina berjalan ke arah mereka sambil mengaktifkan sihir Tembus Pandang. Meski begitu aku masih bisa melihatnya karena efek dari skill Mata Bulan yang membuatku tidak terpengaruh skill manipulasi penglihatan.


Dia hanya berjalan santai ke arah tuyul Som sambil memegang belati di tangan kanan dan berhenti saat berada di atas tuyul itu. Tuyul Som berada diantara kedua kaki Fina. Fina melihat ke bawah ke wajah tuyul Som lalu berlutut.


Wadehel?! Apa yang akan dia lakukan?


*Stab*


Belati yang berada di tangan kanan Fina ditusuk ke sebelah kiri leher tuyul Som. Darah dari leher tuyul itu terpercik ke tangan dan lantai. Fina juga memutar belatinya sehingga tusukkan tersebut menjadi lubang yang menganga.


Dengan tangan kirinya yang menutup mulut dan hidung tuyul Som kemudian kaki kiri yang  dilipat untuk menahan bagian dada dan tangan lalu kaki kanan Fina menahan bagian kaki tuyul Som, tuyul itu tidak bisa bergerak dan mengeluarkan suara.

__ADS_1


Dia hanya bisa membuka mata melihat langit-langit gua dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada dirinya padahal sang pencabut nyawa tepat berada di atasnya.


HP tuyul itu terus berkurang hingga sekitar dua menit kemudian HP-nya menjadi 0. Tidak ada suara ataupun gerakan yang keluar dari tuyul selama dua menit itu. Atribut Fina yang tinggi bisa menahan mati si tuyul.


__ADS_2