Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Enam Puluh Enam


__ADS_3

Selain bangunan tungku pembakaran, aku juga ingin membuat hal yang serupa dengan itu yaitu bangunan untuk peleburan. Sistem ventilasi dan sistem perlindungan dari kebakaran kucoba atur dengan baik sehingga bisa meminimalisir kecelakaan.


Bangunan yang ketiga hanya terdiri dari atap dan tiang-tiangnya saja sebagai tempat untuk membuat dan membakar batu bata. Mungkin bangunan ini tidak perlu dibuat karena sebelumnya aku membuat sangat banyak batu bata. Namun agar terasa lebih lengkap jadi aku buat saja.


Bangunan yang keempat merupakan bengkel pandai besi. Sepertinya untuk beberapa waktu kedepan aku akan lebih sering menghabiskan waktu di tempat ini.


Selain bengkel pandai besi, bangunan yang kelima aku membuat bengkel pengerjaan kayu. Bangunan ini akan menjadi tempat membuat berbagai perabot rumah.


Bangunan ke enam akan kubuat bangunan ‘umum’. Jika aku ingin membuat sesuatu yang tidak termasuk pada kategori bangunan-bangunan sebelumnya dan itu tidak memerlukan bangunan yang tersendiri, aku akan membuatnya di bangunan ini.


Keenam bangunan di atas akan kubuat dengan ukuran yang serupa yaitu 20x20 meter.


Ah, mungkin aku sudah harus menggunakan bola skill yang dimenangi saat lelang agar lebih mudah membuat bahan yang penting untuk membuat bangunan-bangunan ini.


[Mendapatkan skill Sihir Api[Bola Api(lvl.1)]


Status


Poin: 64


Nama : Jaya


Ras : Manusiaa


Umur : 17


Level : 40


Exp : 5%


HP : 6000/6000


MP : 6000/6000


STR: 120 INT: 120 DEX: 120 VIT: 120 WIS: 120


Skill : Sihir Spasial[Inventory(lvl.1)], Sihir Bumi[Sihir Golem Bumi(lvl.5)], Mata Bulan, Sihir Deteksi[Deteksi Bahaya(lvl.5)], Sihir Kontrak+(lvl.5), Suara Perut(lvl.3), Peniduran Manusia(lvl.5), Pendengaran(lvl.5), Sihir Api[Bola Api(lvl.5)]


Gelar : Datuk, Mantan Penduduk Bumi, Kutu Loncat, Pembunuh Naga, Pengecut, Pemilik Pulau Bulan, ByeGone


Sihir Bola Api :

__ADS_1


    Level 1 : Menciptakan dan meluncurkan bola api merah.


    Level 2 : Menciptakan dan meluncurkan bola api oranye.


    Level 3 : Menciptakan dan meluncurkan bola api kuning.


    Level 4 : Menciptakan dan meluncurkan bola api biru.


    Level 5 : Menciptakan dan meluncurkan bola api ungu.


Aku menaikkan level bola api sampai ke level 5 dan setelah kucoba-coba skill itu, bisa dikatakan kalau semakin tinggi level skill, semakin panas bola api yang bisa kuciptakan. Sedangkan seberapa besar ukuran bola api yang bisa aku ciptakan itu tergantung dari atribut INT.


Karena beberapa bangunan akan sering terkena panas api, jadi aku mencoba membuat semen yang lebih tahan panas dengan bantuan skill Bola Api.


Kami menghancurkan batu kapur lalu menggiling pasir silika dan tanah liat menjadi partikel-partikel halus, kemudian mencampur ketiga bahan yang telah dihancurkan itu secara merata sampai tercampur dengan sempurna.


Dengan bantuan skill Bola Api, proses kalsinasi campuran semen untuk mendapatkan suhu yang diperlukan dapat aku capai dengan mudah sekarang. Proses kalsinasinya aku lakukan sampai batu kapur menjadi kalsium oksida untuk semen tahan panas. Setelah kalsinasi, semen yang masih panas sekarang tinggal didinginkan dan setelah itu tinggal digiling sampai halus. Selesailah semen tahan panas DIY.


?? Tanpa sadar karena terlalu sibuk membuat semen, ternyata hari sudah mulai gelap, cahaya matahari yang berwarna biru terang karena kami sedang berada di dalam laut, sekarang sudah menjadi biru gelap. Sudah waktunya untuk berhenti. Tapi aku merasa sangat puas hari ini. Karena berkat skill Bola Api, kita bisa membuat tipe semen yang lebih bagus dan lebih cepat.


Sambil berjalan kembali ke rumah bata, aku bertanya ke Fina tentang menu makanan malam ini.


“Fina, ada yang ingin kamu makan malam ini?”


Hmm… karena kita sudah mendapat banyak bahan makanan, mungkin aku akan membuat nasi goreng ikan saja ditambah dengan sate ayam. Terkait ayam, aku membeli beberapa ekor ayam di Pangara untuk dipelihara agar bisa mendapatkan telur mereka setiap hari.


Sepertinya di sini cukup umum untuk para pelaut memelihara ayam dan berbagai hewan lainnya di atas kapal sebagai sumber makanan atau hewan untuk memburu tikus dan hama yang bisa merusak persediaan makanan seperti kucing.


Namun tentu saja ayam yang aku beli dari Pangara tidak aku taruh di atas kapal melainkan di Pulau Bulan.


“Kalau begitu kita akan memasak nasi goreng dan sate untuk malam ini. Tapi sebelum itu ayo mandi!”


“Baiklah.”


Akhirnya kita tiba di rumah bata. Terlihat eksterior rumah rustic yang dominan berwarna merah sambil memiliki sela-sela berwarna abu-abu. Saat tiba, kita berdua langsung pergi ke kamar mandi mengganti pakaian yang kotor karena membuat semen kemudian mempersiapkan air di bathtub.


“Fina, bagaimana airnya? Apakah sudah cukup hangat?”



Aku mengeluarkan air panas yang sebelumnya sudah aku didihkan dari dalam inventori. Sementara Fina yang mengecek apakah campuran antara air panas dan dinginnya sudah sesuai atau belum.

__ADS_1


“Sudah cukup hangat.”


Aku juga menggunakan alat sihir penerangan yang telah dibeli sebelumnya di Kerajaan Pangara. Dengan begini rumah kami serasa lebih hidup.


Sebelumnya waktu di Pangara penginapan kami juga memiliki kamar mandi pribadi namun hanya menggunakan ember dan gayung.


“Kalau begitu ayo.”


Sambil berkata demikian aku mendekati Fina lalu menanggalkan pakaian hijau yang dikenakannya.


Mataku disuguhkan dengan lekukkan tubuh yang halus dan lembut. Raga yang selalu mendebarkan hatiku di setiap kali aku melihatnya. Mataku seakan tidak pernah bosan melihat pemandangan ini.


“Jaya…”


!? Panggilan Fina membuatku tersadar dari dalamnya imajinasiku. Terlihat wajah Fina sudah memerah sambil sedikit bergerak malu-malu karena aku terlalu fokus memperhatikan seluruh tubuhnya.


“Ada apa Fina?”


“Aku malu kamu melihatku seperti itu.”


Fina dengan pose malu-malunya terlihat sangat imut!


Apa dia lupa kalau sebelumnya dia dengan berani mengajakku untuk menggosok tubuhnya? Atau apa karena tatapanku sehingga dia jadi malu-malu seperti ini? Apapun itu lebih baik aku nikmati saja situasi ini.


“Sebagai gantinya karena telah membuatmu malu, bagaimana kalau aku saja yang akan membersihkan badanmu sebelum kita berendam di bathtub?”


Tanpa menunggu anggukkan atau kata persetujuan keluar dari mulut Fina, aku langsung menggendongnya dan aku dudukkan di tempat duduk yang biasa kami gunakan saat membersihkan badan. Fina hanya menunduk menyembunyikan wajahnya saat aku menggendong dan mendudukkannya. Dia menerima apa yang aku lakukan meski terlihat sedikit malu.


*Splash*


“Apa suhu airnya nyaman?”


*nod*


Aku berdiri di belakangnya kemudian menyirami sedikit bagian tubuhnya untuk memastikan jika suhu airnya sudah pas. Fina yang membelakangiku membalas dengan anggukan yang terlihat malu-malu. Setelah mendapatkan konfirmasi aku mulai membasahi seluruh tubuhnya.


“Aku akan pakai sabun yang kamu sukai.”


*nod*


Saat aku katakan kalau akan menggunakan sabun dengan aroma yang paling dia sukai, dia membalasku lagi dengan anggukan yang malu-malu. Fina terlihat sangat imut saat tingkahnya seperti ini.

__ADS_1


Aku pun mengeluarkan sabun beraroma manggis dan kain gosok dari dalam inventori lalu mulai menggosok tubuhnya. Pertama-tama kumulai dari punggungnya. Dengan dilapisi kain, perlahan-lahan aku mulai menggosok punggung lembut Fina. Semakin sering aku bersentuhan dengan Fina, perasaan hangat dan perasaan dekat yang mendalam seakan lebih kuat aku rasakan. Sepertinya kasih sayangku ke Fina semakin lama semakin mendalam.


__ADS_2