Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain

Sistem Pulau Pribadi Di Dunia Lain
Dua Puluh


__ADS_3

Dengan memastikan inti milik dungeon lain bisa memperbaiki dungeon Pulau Bulan, tujuan kita selanjutnya semakin jelas. Kita akan menjelajahi pulau-pulau kecil untuk mencari dungeon di sepanjang perjalanan kita ke utara. Lalu, mulai dari sekarang kita akan bepergian dengan pulau ini.


Tidak jauh di arah utara lokasi kita merupakan tempat rawan monster. Ini dikarenakan ujung paling timur dari semenanjung monster dan ujung paling barat dari Pulau Puma yang bentuknya mirip Pulau Greenland saling berdekatan.


Nama tempat rawan monster itu ialah Selat Monster. Selat itu sering digunakan sebagai tempat penyeberangan monster dari semenanjung monster ke Pulau Puma ataupun sebaliknya. Hal tersebut yang membuat tempat itu berbahaya.


Sambil berjalan memikirkan hal tersebut akhirnya kita tiba di permukaan. Karena mulai saat ini kita akan lebih sering berada di Pulau Bulan aku pikir kita harus lebih meningkatkan kualitas hidup kita di sini.


Stok pangan kita bisa dibilang tidak terbatas karena banyaknya monster yang ada di dalam inventoriku. Sedangkan sandang, untuk saat ini masih bisa terpenuhi. Papannya saja yang minus banyak nih. Masa tiap hari harus tidur di atas tanah yang dilapisi daun kelapa.


Yah! Karena papannya yang paling kurang sekarang, itu berarti aku akan membuat rumah selagi pulau ini bergerak ke utara. Tapi tipe rumah seperti apa yang sebaiknya aku buat yah?


Aku menemukan endapan tanah liat di sini, dengan itu aku bisa membuat batu bata. Selain itu, dari batu-batu yang ada di dalam inventoriku, terdapat juga batu kapur. Aku bisa membuat semen dari batu kapur itu sebagai perekat batu batanya.


Dengan adanya tanah liat dan hutan di pulau ini, aku bisa membuat rumah dari kayu ataupun bata.


Ahh... kenapa tidak buat dua-duanya saja. Rumah panggung dari kayu sebagai rumah portabel yang bisa dengan mudah kutaruh di mana saja saat kita sedang bertualang dan satunya rumah dari bata yang kita gunakan saat di Pulau Bulan.


Diantara kedua tipe rumah tersebut, yang paling cepat dibuat saat ini rumah dari kayu. Jadi sepanjang perjalanan kembali ke gubuk aku menebang beberapa Pohon Jati. Sebagai bahan bangunan rumah.


Tiba di tepi pantai, aku mulai menggergaji batang-batang kayu tersebut untuk dijadikan papan dan balok. Karena cukup banyak papan dan balok yang dibutuhkan, saat aku mengerjakan hal lainnya Fina yang menggantikanku untuk menggergaji batang kayu untuk dibuat papan dan balok.


Melihat Fina yang sedang menggergaji batang kayu, itu terlihat seperti dia sedang membelah mentega dengan pisau saja. Pikirku sudah muncul skill yang berhubungan dengan gergaji di statusnya tapi ternyata tidak. Kekuatannya saja yang sudah tinggi.


Selagi Fina menggergaji, aku membuat jendela dan pintu dan juga menganyam daun kelapa sebagai atap sementara sebelum aku membuat genteng dari tanah liat. Sayangnya tidak ada kaca di sini jadi jendelanya dari kayu saja untuk saat ini. Supaya terlihat estetis, pintu dan jendelanya tidak hanya berbentuk papan datar saja. Aku mengukirnya mirip dengan bentuk pintu-pintu kekinian di Bumi.


Untuk engselnya, karena tidak ada engsel besi, aku mengukir pintu, jendela dan balok kayu yang akan menjadi kusen dengan bentuk tertentu sehingga aku tinggal memasukkan pasak kayu kecil diantara ukiran kusen dan pintu tersebut untuk menjadikannya engsel.


Denah rumah panggung ini simpel saja, Ada teras di depan dan akan ada lima ruangan di dalam. Dua ruangan sebagai kamarku dan kamar Fina. Ruangan ketiga ialah ruangan besar yang akan menjadi ruang tamu? Mana ada tamu di tempat beginian, mungkin lebih cocoknya ruang berkumpul, ruangan tersebut juga tersambung sekaligus dengan dapur dan tempat makan. Untuk ruangan keempat aku akan membuat ruangan sebagai kamar mandi dan WC, tapi ruangannya saja dulu soalnya kamar mandi dan WC harus membutuhkan semen. Ruangan kelima juga kubuat cukup besar, ruangan ini berfungsi sebagai gudang, kenapa aku membuat gudang meski aku mempunyai skill inventori? Karena tidak mungkin setiap kali Fina membutuhkan sesuatu harus memintaku terus. Lebih baik sesuatu yang akan sering di gunakan ditaruh di gudang.


Saat sore hari, kerangka rumah panggung sudah selesai terpasang. Semua bahan-bahan yang dibutuhkan juga sudah selesai dibuat. Kalau seperti ini, besok kita sudah bisa tidur di dalam rumah.


Karena sudah mau gelap, kita istirahat sambil makan di dekat api unggun. Sambil duduk makan Fina melontarkan pertanyaan.


“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?” Tanya Fina.


Aku yang sedang duduk di dekat api unggun melihat kerangka rumah terkejut mendengar pertanyaannya.

__ADS_1


“Oh ya? Sangat kentara yah perasaanku. Aku senang saja membuat rumah.” Tidak tahu dia betapa mudahnya membuat rumah di dunia ini. Apalagi dengan bantuan status, semuanya jadi terasa mudah.


“Bagaimana denganmu, apa kamu senang saat membuat rumah?” Kutanya balik.


“Iya, aku juga senang.” Sambil tersenyum Fina membalas pertanyaanku.


“Malam ini malam terakhir kita akan tidur di dalam gubuk.”


“… iya.”


“…” Yang terdengar tinggal suara ombak dan angin saja. Melihat laut, bisa terasa kalau pulau ini sedang bergerak. Saat menaikkan kecepatan bergerak pulau ke level 3, kecepatan pulau ini terasa naik drastis. Mungkin kecepatan bergerak pulau ini sekarang sudah 1 Knot.


Benar juga, bola skill yang aku dapatkan sebelumnya belum aku gunakan. Aku sampai lupa karena terlalu sibuk dengan dungeon Pulau Bulan dan pembuatan rumah.


Aku mengeluarkan Bola Skill Sihir Deteksi[Deteksi Bahaya(lvl.1)] dari dalam inventori. Bola yang seukuran dengan bola tenis tapi memancarkan cahaya biru tersebut terlihat begitu elegan di tanganku.


“Fina, aku akan menggunakan bola skill ini yah.” Sambil berkata aku menoleh ke Fina. Dia sedang duduk melamun melihat api unggun.


“Fina?” Karena dia masih terus melihat api unggun melamun, kupanggil lagi.


“Aku akan menggunakan bola skill yang kita temukan di dungeon Tuyul. Apa kau baik-baik saja?”


“Aku baik-baik saja.”


Kalau begitu tidak perlu menunggu lagi. Aku langsung menyetujui pemberitahuan yang muncul saat aku memegang bola skill ini.


[Apakah ingin menggunakan Bola Skill (Sihir Deteksi[Deteksi Bahaya(lvl.1)])?]


Ya.


*Zing*


Cahaya biru dari dalam bola bergerak masuk ke dalam tanganku. Tak berapa lama setelah semua cahaya biru masuk, bola yang ada di tanganku pecah menjadi partikel-partikel kecil. Partikel-partikel kecil itu memancarkan cahaya yang berwarna-warni sambil melayang ke angkasa.


[Mendapatkan skill Sihir Deteksi (Deteksi Bahaya level 1)]


Setelah bola skill pecah muncul pemberitahuan kalau aku sudah mendapatkan skill baru. Melihat kegunaan skill ini, aku langsung menaikkan levelnya sampai level 5.

__ADS_1


Status


Poin: 68


Nama : Jaya


Ras : Manusiaa


Umur : 17


Level : 34


Exp : 59%


HP : 3400/3400


MP : 3400/3400


STR: 68 INT: 68 DEX: 68 VIT: 68 WIS: 68


Skill : Sihir Spasial[Inventory(lvl.1)], Sihir Bumi[Sihir Golem Bumi(lvl.5)], Mata Bulan, Sihir Deteksi[Deteksi Bahaya(lvl.5)]


Gelar : Datuk, Mantan Penduduk Bumi, Kutu Loncat, Pembunuh Naga, Pengecut, Pemilik Pulau Bulan.


Sihir Deteksi Bahaya:


Level 1 : Memberi peringatan saat ada bahaya dalam jarak 100 meter.


Level 2 : Memberi peringatan saat ada bahaya dalam jarak 200 meter.


Level 3 : Memberi peringatan saat ada bahaya dalam jarak 500 meter.


Level 4 : Memberi peringatan saat ada bahaya dalam jarak 1.000 meter.


Level 5 : Memberi peringatan saat ada bahaya dalam jarak 2.000 meter.


Keterangan gelar Datuk : ¯(ツ)/¯

__ADS_1


__ADS_2