
Sudah beberapa hari,Marcho menghindari Sanny.Terlihat Marcho kecewa pada Sanny.
Sanny hanya diam.Marcho selalu pergi duluan,Sanny pun membawa mobil nya sendiri,sejak kemarahan Marcho.Sanny mengajukan surat pengunduran diri pada bagian HRD rumah sakit milik Marcho.
Weekend ini pesta pernikahan Kate.Sanny akan pergi ke Inggris.
Sanny menemui Jonathan,mengecek kandungannya.Jonathan menyuntikkan obat penguat dan memberi vitamin.
"San....kamu keliatan banyak pikiran.Jangan banyak pikiran,kamu gak kasihan sama baby twins.Hindari stres ya,ujar Jonathan."
Sanny tersenyum dan mengangguk.
Setelah kembali ke apartemen.
Sanny mengambil kopernya,hanya membawa baju yang dia miliki.Tas dan sepatu yang dia beli sendiri.Tas,baju dan sepatu,banyakan Marcho yang belikan.Sanny tidak begitu suka berbelanja.Sany meninghalkan semua barang pemberian Marcho,meninggalkan Atm,perhiasan,kartu kredit,kartu debit.
Sanny mengajak bi Tami,sebelumnya bi Tami sudah membereskan bajunya.Bi Tami tau apa yang Sanny rasakan.Bi Tami sangat sedih,melihat Sanny sendirian dalam masa kehamilannya,tanpa Marcho perdulikan.
Sanny meletakkan cincin pernikahan mereka di atas meja tempat tidur.Menandatangani berkas perceraian.Sanny sudah pergi mendaftarkan perceraian mereka ke kantor pengadilan agama,dan sudah menunjuk seorang pengacara.
Sanny menangis sepulang dari kantor pengadilan.Bi Tami memeluk Sanny.
Opa dan Oma Sanny lagi di Inggris,mereka berlibur disana.
Sanny dan bi Tami menuju bandara.Perut Sanny yang lumayan besar,membuat gerak Sanny sedikit lambat.
Mungkin ini yang terbaik,ujar Sanny.Rasanya sungguh berat menjalani rumahtangga dengan Marcho.Sanny selalu berbuat salah.Merasa bersalah.Wajar Marcho lelah memaafkannya.Sanny sangat mengerti.
Malam itu,mereka pun sampai di Inggris.Sanny tinggal di apartemen Ana.
Sanny sudah mendapat pekerjaan ,di Korea.
Malam itu,Sanny menerima telepon dari Marcho.
πHallo........jawab Sanny
πKamu dimana?suara Marcho menahan amarahnya.
Sanny hanya diam........
πKamu membawa anakku,ujar Marcho.Kamu tidak berhak atas mereka,ujar Marcho penuh dengan amarah.
πBaiklah.Setelah mereka lahir,aku akan menyerahkan mereka,ujar Sanny.
Sanny pun menutup teleponnya.Dan membuka handphone nya.Mematahkan kartu teleponnya dan membuangnya ke closed.Sanny menangis dalam sedihnya.
Bi Tami hanya memeluk Sanny.
"Sanny akan sendirian bi,ujar Sanny."
"Dia meminta anaknya.Bibi tolong berikan pada mereka,Sanny akan pergi,ujar Sanny".
"Bi Tami hanya menangis."
__ADS_1
Bram,Nadya,Ana mencari Sanny.Malahan mereka bertengkar dengan Marcho.
"Kamu layak Mar,layak untuk di buang.Kamu tega mementingkan egomu.Disaat istrimu terbuka dan berkata jujur,kamu malahan menyakitinya,ujar Nadya".
"Yang menyakiti dia,bukan aku,ujar Marcho".
"Baiklah....kamu jangan menyesal ,ujar Bram.Sampai kapanpun aku akan mencarinya,dan aku akan bahagiakan dia,kamu jangan menyesal,ujar Bram".
"Kamu juga harus tau.Dia bisa mencintai 2 pria sekaligus,ujar Marcho sambil tersenyum dalam kesedihan teramat dalam".
"Bercerailah.....ujar Ana.Lepaskan Sanny".
"Dia masih membawa anakku,ujar Marcho".
"Dia akan memberikan padamu.Walaupun dia akan mengalami kepaitan,dia akan mengorbankan dirinya.Dan kamu jangan menyesal.Aku tidak menyangka Mar,kamu bisa menyakiti Sanny."
"Aku yang dia sakiti.Bukan aku menyakitinya,ujar Marcho".
"Kamu mengeraskan hatimu,hanya cemburu pada seseorang yang menyelamatkan istri dan anakmu.Kamu hanya cemburu pada orang yang sudah tiada,jerit Nadya."
"Hiduplah dengan caramu.Aku akan selalu ada buat Sanny.Walau dia akan kehilangan baby twins nya,kelak Tuhan akan gantikan semua kesedihannya,ujar Bram."
πππππππππππ
Pagi itu,terlihat Kate sangat cantik,memakai dres weddingnya.Sanny,Alice ,Bram terlihat sangat bahagia.
Mereka memakai dres dengan desain salah satu perancang mode.
Alice memeluk Sanny.Alice tau kesedihan Sanny.Sanny teringat pemberkatan pernikahannya.
Sanny,Alice,Bram, berpose dan di ambil oleh fotografer ,dengan berbagai pose kocak mereka tampilkan,Sanny sangat terlihat sedih.Walaupun Sanny berusaha tersenyum.
Malam itu,resepsi sangat mewah.Kate sangat cantik.Terlihat kebahagiaan suami Kate dan Kate.
Sanny pun perlahan pergi dari pesta.Sanny baru mendapatkan panggilan pekerjaan,dari Korea.
Sanny pulang ke rumah,menjemput bi Tami dan mereka membawa koper mereka,menuju bandara.
Malam itu teramat dingin.Sanny dan bi Tami menuju bandara dengan menggunakan taxi.Mereka pun cek in dan menuju negara Korea.
Sanny mengelus perutnya,air matanya menetes.Sanny sangat sedih,3bulan lagi dia akan terpisah dari twins nya.
Sanny memandang langit.Rasanya aku bagusan meninggal ya bi,saat melahirkan.Jadi baby twins selalu bersamaku,ujar Sanny.
Bi Tami pun menangis.
"Jangan putus asa San......bibi ada selalu menemanimu nak."
Sanny terisak menangis dalam pelukan Bi Tami.
Sanny memejamkan matanya,menahan semua rasa perih hatinya.
Sanny tidak menduga,dia masih di terima ,walaipun dalam hamil 7 bulan lebih.
__ADS_1
Mereka pun sampai di negeri korea.Sanny mendatangi rumah sakit tempat dia bekerja.Dia pun tersenyum,saat melihat sosok Dosen yang dia kenal.Ternyata ini rumah sakitnya.Sanny dikenalkan pada istri sang dokter.
Sanny menyewa sebuah apartemen.Setiap hari Sanny menangis,Sanny merasa sedih.
Sanny pun me Wa Nadya.
"Nad.........aku berharap.....aku akan menutup kedua mataku,dan pergi selamanya dari dunia ini bersama twins ku.Nad......setiap hari.....
aku selalu berdoa,agar rasa sedih dan sakit yang aku telah buat pada siapapun,akan berkurang.Aku ingin pergi Nad...terlalu lelah buat melangkah,Jika aku masih hidup, aku tidak sanggup melepaskan twinsku,aku takan pergi Nad."
Sanny me Wa Bram.
"Bram.......jika kamu mencintai seseorang,jangan pernah mencintai orang seperti diriku.Aku hina Bram.Harusnya aku yang mati kan Bram.....bukan Sky hiduplah dengan baik Bram......tanpa twins aku sudah mati ........Bram."
"An.....aku selalu mendoakan kamu bahagia selalu.Maaf karena aku,kamu tidak di terima Bram.Aku akan pergi An...kamu teman
terbaikku."
Sanny sangat putus asa.Sanny sudah membeli sebuah mobil,Sanny melaju sangat kencang.Air mata Sanny menetes membasahi wajahnya.Sanny menuju sebuah Danau.Sanny membuka sepatunya,perlahan duduk dipinggir danau.Sanny merekam sebuah video,dan mengirimkan pada ke 3 sahabatnya.
"Aku sangat menyayangi kalian,teriak Sanny.Perjalananku sudah usai.Aku sangat bahagia teman,ujar Sanny .Jika aku sudah tiada.Buanglah abu ku ke laut.Agar aku bertemu dengan mami."
Sanny juga mengirimkan satu video pada papi nya.
"Maaf pa,harus nya Sanny tidak menikah bukan.....Sanny salah pa.Sanny memang salah.Maaf......Maaf...papa jaga diri baik-baik.Sanny akan bahagia dengan kedua anak Sanny.
Sanny pun mengirimkan pada papinya.
"Bi Tami......ibuku terbaik.Maaf...Sanny gak sanggup memberikan twins padanya.Hari-hari Sanny begitu berat.Maafkan Sanny bi,Sanny akan pergi.Bibi tabur abu Sanny dekat laut tempat mami dalam peristirahatan terbaik.Sanny sayang bibi....."
Sanny mengirimkan videonya.
Sanny pun membuat video buat Marcho.
"Maaf...maaf....,hanya itu yang mampu Sanny katakan".
Sanny pun mematikan handphone nya.Sanny menangis dalam diam.Memandang Langit sambil tersenyum.
"Sky...ini hukuman ku,karena harusya aku yang pergi,bukan kamu Sky.Sanny pun terisak isak.Begitu pendeknya akalku Sky,tapi kehilangan twinsku,aku akan mati Sky.Aku tak mampu.Mereka bernafas bersamaku.Mereka selalu aku sayangi.Hikss....hikkss....
Sanny pun memasuki danau.Perlahan tersenyum.Menutup kedua matanya.Semakin dalam.Tapi tiba-tiba bi Tami dan seseorang menarik tangan Sanny.
Bi Tami memeluk Sanny dengan kuat.
"San.....jangan lakukan itu nak...itu dosa".
"Ingat nak,semua ada jalannya."
"Semua jalan buntu bi,dia akan mengambil anaknya.Aku lebih baik mati saja bi......Sanny menangis dalam pelukan bi Tami."
ββββββββ
Jangan lupa like,vote dan koment.Happy reading guysss.
__ADS_1