
Marcho sangat gundah,terlalu banyak sosok yang mengejar Sanny.
Marcho sangat cemburu,berusaha menahan rasa cemburunya.
Sesudah Sanny kembali ke meja ,tidak lamanya Marcho pun kembali duduk.
"Mas....dari mana?ujar Sanny".
"Mas tadi ketemu teman sebentar,ujar Marcho".
Acara pun selesai,Marcho dan Sanny serta lainnya mengabadikan semua moment itu.Ana terlihat bahagia.Mereka sangat banyak berfoto.Ana akan tinggal di Jepang.Sedangkan Nadya suaminya tugas di Paris.
Sanny dan Marcho pun memasuki hotel,Sanny berbaring dan memaksa dirinya bersih-bersih.
Sanny pun berbaring ketika Marcho di kamar mandi.
"San.....ujar Marcho".
"Hmmmm......ujar Sanny".
"San.....jangan pernah pergi lagi,apa gak capek meninggalkan mas?apa gak merindukan mas?apa gak merindukan ena...ena?"
"Mas.....di tinggal beberapa bulan mesum dech".
"Jawab dong San......ujar Marcho".
"Mas.....Sanny sangat merindukan mas....makasih kedewasaan mas,bisa menerima kekurangan Sanny.Mas juga jangan pernah terjebak dengan situsi yang dimana menjadi pemicu rumah tangga kita."
"San....jadwal kamu praktek kurangi yah....mas gak akan menyuruh kamu berhenti dari profesi kamu.Kamu sangat pintar,juga sangat ahli dan banyak di butuhkan orang banyak.Tapi mas ingin waktu kita buat anak-anak lebih banyak yah yaaangggg".
"Oke Bos...ujar Sanny".
"Tadi mas telepon papa,mas bilang akan bawa kalian pulang.Papa sangat senang."
"Maaf mas...gara-gara masalah kita,papa jadi sakit dan kepikiran".
"Sudahla San...mas juga salah.Benar kata -kata kamu San...wanita itu memang bermaksud gak baik sama mas".
"Semua perbuatannya terungkap.Mas juga salah.Makanya papa marah sama mas,mama juga".
Marcho memeluk Sanny,mengecup bibir Sanny.
"San.....ilmu menghilangmu sangat berlisensi,ujar Marcho tersenyum.Sangat sulit menembus ilmu mu,Mas kewalahan mencarimu".
__ADS_1
"Mas......Sanny menatap Marcho dengan kesal".
"San....berapa kali kamu ninggalin mas?gak terhitung lagi.Untung aja mas setia,dan gak menikah lagi".
"Mas...serius ngomongnya?ujar Sanny"
"Masih bisa kok mas,belum terlambat.Kalau mau nikah lagi,monggo dak usah sungkan,jjar Sanny".
"Emang kamu gak nangis San????tanya Marcho".
"Gak....ujar Sanny".
(Wanita selalu munafik,dibilang A padahal B.Dibilang hiasa aja,padahal gak biasa aja.Bilang nya gak cemburu,padahal cemburu setengah mati.Bilangnya gak sayang,padahal sangat sayang).
Sanny dengan tiba -tiba menunduk,air mata Sanny pun menetes di kedua pipinya.
"Sannnn....ujar Marcho.Marcho memeluk Sanny".
"Maaf San.....mana mungkin mas nyari seseorang seunik kamu,ujar Marcho.Seseorang yang bolak balik tinggalin suaminya.Mana bisa mas melepasmu,kamu nafas mas sayangggg".
"Ngejek banget sihhhhh....ujar Sanny.Gombal juga kamu mas.Di tinggalkan beberapa bulan,dah betambah gombal nya".
"Gombal sama istri sendiri kan gak apa-apa San....".
"Sanny juga mas....".
"Mas gak minta kamu berjanji lagi,untuk gak ninggalin mas,walau gimanapun kesalahpahaman kita.Mas minta kita semakin dewasa dalam brrumah tangga.Kalau kita tidak saling percaya,bagaimanapun akan mudah kembali kita terpecah".
Sanny hanya diam.Sanny memekuk Marcho dan menempatkan kepalanya di dada bidang Marcho suaminya.
Terasa damai,Marcho memeluk Sanny dengan erat.
Perlahan nafas Sanny teratur.Marcho pun tersenyum.
"Mas sangat takut kehilangan mu San....beberapa bulan ini,mas tidak sanggup menjalaninya.Ketika setitik cahaya tentang keberadaanmu dan anak-anak mas dapati,tapi mas juga kesusahan menemukanmu.Tapi,sekarang semua beda.Mas benar --benar menyayangimu.Kamu disini sayang,dalam pelukan mas.Makasih Tuhan...makasih......"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pagi pun datang,Marcho dan Sanny memasuki jet pribadi milik Marcho.
Marcho meminum coffee nya,sementara Sanny sibuk mengetik surat pengunduran diri nya dari rumah sakit
Sebelum berangkat,Sanny menelepon kepala rumah sakit,dan beliau memang teman papa Marcho.Sehingga memudahkan pengurusan pengunduran dirinya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian,mereka pun mendarat di Swiss.
Mobil telah menunggu di bandara.Sanny memberikan alamat rumahnya.
Begitu indah pemandangan sederetan ketika menuju kediaman Sanny.Marcho takjub.
"San....seperti di surga,indah banget ujar Marcho".
"Udara disini,bagus untuk pertumbuhan twins mas.Sangat bersih.Lihatlah pegunungan,rerumoutan yang hijau,rentetan pohon pinus,membuat kita akan betah."
"Dari mana kamu tau tempat ini San.....tidam begitu jauh dari kota,tapi sungguh sangat menakjubkan."
Sanny hanya tersenyum melihat Marcho terpana dengan pesona alam yang mereka nikmati.
Mereka sampai di sebuah Manshion.
Terlihat kedua twins berlari menghampiri Sanny dan Marcho.Mereka mencium Marcho,kedua twins sangat merindukan sosok daddy mereka.
"Dad.......kenapa lama menjemput Cloudy,ujar Cloudy".
"Kangen yah nak...ujar Marcho."
"He ehhhhhh....ujar Cloudy".
"Sun pun memeluk Marcho.Dad.....grandpa mana?ujar Sun".
"Kita akan kembali sayang,kembali ke Indonesia.Mau bertemu grandpa dan grandma kan?mereka sangat merindukan kalian".
"Udara dingin nak...kita masuk yah...ujar Sanny pads kedua twins."
Kedua twins pun berlenggak lengglk dengan lucunya,memasuki rumah.Saling berebutan siapa duluan sampai.
Marcho dan Sanny tertawa memandang Sun dan Cloudy.
Sebenarnya,sewaktu tiba di Swiss.Grandpa dan grand ma bolak balik menyuruh Sanny menyelesaikan masalahnya dengan Marcho.Menyelesaikan dengan kepala dingin.Sanny yang keras kepala dan masih marah ,hanya mendiami grandpa dan granma.
Sanny berterima kasih pada kedua pengasuh ,dan pada teman Sanny yang berada tepat di samping rumah Sanny.Sudah mengawasi kedua twins.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like ,vote dan koment
happy reading guyssss.
__ADS_1