Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Siapakah dia?


__ADS_3

Davin dan Sanny menemui Tante Mawar dan Om Herman ,orang tua Nadya,Davin dan Dani.Sanny menyalami mereka,tante Mawar memeluk Sanny.


"Sudah lama Sanny gak kerumah,ujar Tante Mawar."


"Iya tan,sepulang studi banding,Sanny sibuk ujian tan,belajar sama Nadya dan Ana banyakan di perpus.Karena capek juga sepulang sekolah kembali belajar kelompok,ujar Sanny kembali memeluk tante Mawar.Sosok yang selalu menyayanginya dari kecil.


"Hasilnya kapan di umumkan San?tanya Davin."


"Sekitar 2mingguan lagi kak,ujar Sanny."


"Nadya tiba- tiba mendatangi Sanny.Membisikkan sesuatu di telinga Sanny."


"Ma.....kami temui teman bentar ya,ujar Nadya".


"Ana mana?tanya Sanny".


"Sudah jadi mata mata duluan,aku perintahkan merekam pembicaraaan mereka,ujar Nadya".


Pesta itu mengusung tema Garden.Sehingga lantai paling atas hotel disulap menjadi sebuah taman yang sangat indah.Terlihat kedua mempelai saling mencintai.


Sanny meminta Nadya mengambil beberapa foto nya di salah satu sudut,yang memperlihatkan keindahan lampu lampu kota di malam hari.Nadya pun berfoto berdua bersama Sanny.


"Eh....kok jadi kita gak ingat sih,misi kita apa.Ana pasti marah,kelamaan jadi agen detektif dadakan tanpa upah UMR,ujar Nadya tertawa bareng Sanny."


Mereka pun menuju tempat persembunyian Ana.


"Sanny memperhatikan wanita itu ,sangat sexy,wajahnya cantik,sepertinya mereka seumuran ,tebakan Sanny."


Sayup -sayup Sanny mendengarkan perdebatan mereka.


"Kamu serius menikahi dia?Jadi aku kamu anggap apa selama ini Mar?ujar sang suara."


"Marcho hanya tertunduk terdiam."


"Perih Hati Sanny,Sanny tertunduk,Nadya dan Ana memeluk Sanny".


Wanita itu memeluk Marcho sangat erat.Mata Sanny hanya menatap mereka.


Kembali kamu menyakiti hatiku Mar,ujar Sanny dalam hatinya.


"Ku benci dengan dia,ujar Nadya.Sepupu penipu,ujar Nadya."


Sanny menarik kedua temannya ke sebuah sudut ,mereka menatap pemandangan indah.


"Aku mau cerita sama kalian,tapi berjanjilah,kalian akan selalu ada buatku.Sudah cukup papiku menghianatiku,aku hanya punya kalian ,ujar Sanny meneteskan air mata".


Nadya dan Ana pun menautkan jari mereka dan disambut juga dengan jari Sanny.


"Sebenarnya aku lulus dapat beasiswa di salah satu universitas ternama di Inggris.ujar Sanny".


"Nadya dan Ana sangat gembira,sampai menjerit bahagia memeluk Sanny".


"sttttt........Kecilin dong suara kalian ,ujar Sanny."


"Aku mau kalian merahasiaakn tempat kuliahku ini,ujar Sanny".


Mereka pun mengangguk.


"Tante Mawar juga jangan beritahu yah,ujar Sanny,belum waktunya ,ujar Sanny".


Mereka pun mengangguk.


"Sebelum mami meninggal,mami ada menulis beberapa surat,dan balasan surat itu, juga ada..... tanpa papi ketahui.Aku sudah bertemu dengan grandma dan grandpa ,ketika study banding di Inggris bulan lalu,tanpa papi atau Marcho ketahui ,ujar Sanny".


"Sekolah juga menutupi ini semua.Dan hanya Denis mendapat simbol penerimaan beasiswa,karena aku bilang alasan gak mau jadi bahan bullyan anak anak di sekolah."


"Aku pewaris tunggal beberapa perusahaan grandma dan grandpa."


"Aku menyetujui menikah dengan Mas Marcho hanya karena kasihan liat usaha kerja keras mami sejak dahulu,bisa hancur.Aku menyetujui perjanjian ini agar menyelamatkan nasib ratusan bahkan ribuan para pekerja yang berharap bisa menafkahi keluarga mereka."

__ADS_1


"Jika aku menjual perusahaan keluarga Mami ,rasanya gak adil buat mami.Dan biarla aku berkorban,toh pembatalan pernikahan atau pun cerai juga bisa,bukan menyepelekan perjanjiannperkawinan,hanya aku merasa hak pantas mempertaruhkan kebahagiaanku bagi orang yang salah,ujar Sanny."


"Setelah pernikahan sipil,aku akan menghilang".


"Aku harap kalian juga kuliah di Inggris,seperti cita cita dahulu,apa kalian mau?tanya Sanny".


"Aku mau San,bahkan aku udah mencoba ujian secara online.Beberapa hari ini akan keluar hasilnya."


"Kamu ambil apa Nad?tanya Sanny."


"Aku ambil bagian perhotelan San,yang gampang gampang ajala San,otak ku juga gak secemerlang dirimu.Aku hanya menonjol dalam beberapa bahasa asing,bukankah itu modal juga?Iyakan San?tanya Nadya".


"Benar Nad,kamu sangat jeli mengambil jurusan.Dan mudah- mudahan kamu lulus yah,ujar Sanny."


"Ana juga ujian San,ambil jurusan Hukum , juga ambil jurusan Manajemen bisnis ujar Nadya".


"Mudah mudahan kita selalu sama yah,ujar Nadya."


Mereka pun berpelukan bertiga.


Mereka selfie bersama.


"Semua yang aku ceritain,kalian harus simpan rahasia seperti biasa.Ketika aku sudah menghilang,kalau kalian di tanya......,bilang aja kita loss kontak yah,ujar Sanny.


Aku akan ganti nomor,ujar Sanny.Dan nomor teman teman yang lain akan aku minta sama kalian berdua.Ujar Sanny.


"San....apa kamu gak sakit melihat Marcho sepertinya mempermainkanmu?tanya Nadya".


"Sakit lah Nad,tapi aku sadar,Dia bukan siapa siapaku juga.Aku akan memenuhi persyaratan nya,karena aku gak akan menjadi pecundang."


"Lagi pula,sepeninggalanku,aku akan urus perceraian ,dan aku yakin,mana tahan dia hidup melajang selama empat atau lima tahun,selesai kita kuliah,ujar Sanny".


"Usia kita juga masih sangat muda San....ujar Ana".


"Dia mempermainkanmu,kita juga bisa mempermainkannya ,ujar Nadya."


"Jangan terlalu kentara menghindarinya.Aku dan Ana akan bantu kamu San,ujar Nadya."


Davin menemui Sanny,mengajak Sanny berduet di panggung.


Atas permintaan istrinya Anto,sepupuannya Davin,Dani dan Nadya.


Davin menggenggam tangan Sanny,menuju panggung.


Davin dan Dani adalah guru musik Sanny ,Sanny bisa bermain piano,biola dan gitar karena mereka berdua mengajari Sanny dan Nadya,sejak kecil.Mereka mengikuti berbagai kursus musik,Sanny dan Nadya menjadi murid mereka juga.


Kalau latihan vocal,Sanny di ajari oleh tante Mawar.Tante mawar seorang penyanyi di gereja.Suara Tante Mawar juga sangat indah.


Sanny membisikkan sebuah judul lagu ke Davin.Sanny memainkan piano,dan Davin bermain gitar.Mereka akan duet bernyanyi.


"Buat sepupu saya Calista,saya dan Sanny akan duet,membawa kan sebuah lagu yang lagi trend.Mudah mudah kalian suka".


Natalie Taylor-Surrender


We let the waters rise


Kami membiarkan air naik


We drifted to survive


Kami melayang tuk bertahan hidup


I needed you to stay


Aku ingin kau tinggal


But I let you drift away


Namun aku membiarkanmu pergi

__ADS_1


[Pre-Chorus]


My love where are you?


My love where are you?


Kemana kau kasihku?


[Chorus]


Whenever you’re ready, whenever you’re ready


Kapanpun kamu siap


Whenever you’re ready, whenever you’re ready


Can we, can we surrender?


Can we, can we surrender?


Bisakah kita menyerah?


I surrender


Aku menyerah


[Verse 2]


No one will win this time


Tidak akan ada yang menang kali ini


I just want you back


Aku hanya ingin kau kembali


I’m running to your side


Aku berjalan kesampingmu


Flying my white flag, my white flag


Mengibarkan bendera putih (menyerah)


[Pre-Chorus]


My love where are you?


My love where are you?


Kemana kau kasihku?


[Chorus]


Whenever you’re ready, whenever you’re ready


Kapanpun kamu siap


Whenever you’re ready, whenever you’re ready


Can we, can we surrender?


Can we, can we surrender?


Bisakah kita menyerah?


I surrender


Aku menyerah

__ADS_1


I surrender


__ADS_2