Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Tegar


__ADS_3

Sanny memasuki pesawat,kopernya di dorongnya dan meminta tolong seorang penumpang,memasukkannya di kabin pesawat.Sanny gak mau memasukkan kopernya di bagasi,tetapi sangat lama menunggu koper keluar,sehingga Sanny memutuskan untuk memasukkan kopernya ke kabin saja,biar lebih cepat pulang,gak lama nunggu.


Sanny perlahan duduk di kursinya,setelah melihat pasti,tempat duduk nya di nomor berapa.Sanny sengaja mengambil kelas ekonomi,karena buru-buru membeli tiket,tiket nya sangat mahal.


Sanny perlahan meminum jus jeruknya.memakan kebabnya sambil mendengarkan musik dengan earphone nya.Sanny sangat ngantuk,kursi di sampingnya sudah terisi seorang pria sekitar 40 tahunan,sangat rapi dan berkelas.Sanny sangat ngantuk,diapun tertidur,menyandarkan kepalanya di sisi pesawat.


Setelah tertidur nyeyak 2 jam lebih,Sanny dengan pandangan kosong menarik nafas nya dengan berat.Sanny kembali termenung,Sanny sangat bersyukur,penerbangannya kali ini tidak mengalami mual.


Sanny memeriksa email di ipad nya,Sanny membalas beberapa email.Kemudian Sanny bermain game.


"Suka juga main game,ujar sosok pria di samping Sanny".


"Suka,ujar Sanny sambil tersenyum".


"Kenalkan,nama saja Jonathan,panggil boleh Jo,boleh juga Nathan,ujar sang pria".


Pria ini mengulurkan tangannya pada Sanny.


"Sanny.....".


"Kamu bekerja juga?ujar Jonathan".


"Iya,maklum kuli bangunan,ujar Sanny sambil tertawa ceria".


"Jangan merendah,ujar nathan"


Sanny hanya tersenyum.


"Saya hanya dokter biasa,sambil sampingan kerja kantoran,maklum buat masa depan yang karut marut,ujar Sanny tersenyum".


"Pantasan,wajah kamu tidak begitu asing bagi saya.Saya pernah liat kamu ,sering di majalah kesehatan,ujar Nathan".


"Kalau anda profesinya apa?tanya Sanny".


"Macam-macam.Ada bahian kesehatan,perhotelan,restoran,mebel.Saya hanya bantu orangtua,ujar Nathan".


"Boleh minta nomor hp kamu?tanya Nathan."


Sanny pun memberikan nomornya.


"Kamu bertugas di rumah sakit mana San?tanya Nathan".


Sanny pun memberi tau nama rumah sakit tempatnya bertugas.


Saya dalam waktu dekat mengundurkan diri,ujar Sanny.


Lagi nyari peluang di tempat lain.


"Kamu mau ,melamar di rumah sakit M,lumayan lebih besar rumah sakitnya,ujar Nathan".


"Boleh,info aja alamat emailnya.Nantk saya akan melamar pekerjaan disana."

__ADS_1


"Apa status singgel parent tidak masalah?tanya Sanny".


"Tidak masalah,kinerjamu sangat baik di dunia medis,ujar Nathan".


"Saya lagi mengandung,apa rumah sakit mau nerima?"


"Kamu bisa mencobanya San,ujar Nathan"


"Baiklah,ujar Sanny.membuka ipad nya,dan menanyakan alamat email rumah sakit,dan mengirim lamaran pekerjaannya".


Beberapa saat kemudian,Sanny sudah membereskan tas tangannya.Susah ada pemberitahuan,pesawat akan mendarat .


Sanny sudah menelepon grandap terlebih dahulu,sebelum pesawat take off.


Sanny memakai maskernya.


"Kamu sudah ada yang jemput San?tanya Nathan".


"Sudah Nat,ujar Sanny".


"Sanny bergegas membuka cabin pesawat,dan Nathan menurunkannkoper Sanny".


"Makasih nath,jjar Sanny."


Sanny pun bergegas menemui grandpa nya.


Grandpa memeluknya dengan sangat erat.


Sesampai di rumah.Sanny menceritakan semua yang terjadi.


"Kita pindah yah granpa dari rumah ini,jawab Aanny"


"Baiklah San.....kemasi barang seperlunya.Kalau kurang,nanti kita bisa membelinya di tempat yang baru."


"Besok kita pindahnya ya grandpa,ujar Sanny."


Sanny pun menuju ke rumah sakit,memberikan surat pengunduran diri nya di ruang direktur.


Karenan dokter Bernard tidak ada,wakil nya yang menerima surat pengunduran diri Sanny.


Sanny pun kembali ke rumah kediaman mereka selama ini.Sangat berat Sanny meninggalkan rumah ini.Sanny sangat menyukai bunga lavender di tanah samping.


Setiap pulang kerja ,Sanny menyempatkan memandang dan menghirup wangi lavender.


Ketika Sanny akan membuka pintu masuk,sebuah tangan menggengam tangan Sanny.


Ketika Sanny melihat sosok itu adalah Marcho.


Sanny sangat terkejut.


Badan Sanny mundur secara tiba-tiba dan Sanny hampir terjatuh.Dengan sigap Marcho menarik tangan Sanny dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Tangan Marcho memeluk pinggang Sanny,Sanny hanya mampu terdiam dan perlahan mengambol tangan Marcho dari area perutnya dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Marcho.


Tetapi tenaga Marcho sangat kuat.Marcho menggendong Sanny.Sambil berjalan,mata mereka saling menatap.


"DImana kamarmu San?????tanya Marcho".


"Di lantai 2 mas,tolong turunkan,ujar Sanny".


"Kita harus bicara,ujar Marcho."


"Baiklah ....ujar Sanny."


"Disana mas,itu kamar Sanny".


"Buka pintunya San,ujar Marcho masih tetap menggendong Sanny"


Sanny pun membukanya.Marcho membaringkan Sanny di atas tempat tidur.


Marchon perlahan membuka jaket panjang Sanny.


"Gak usah dibuka mas,ujar Sanny.Sanny masih kedinginan".


"Sudah berapa bulan anak kita San....tanya Marcho dengan menatap mata Sanny."


Sanny hanya diam,tak mampu menjawab apa-apa.


"Tetaplah disisi mas,kamu tidak tahu bagaimana mas mencarimu dimana-mana .Mas takut ada saingan bisnis mas menculikmu.Kekuar tanpa pengawal.Marcho mengacak rambutnya menuangkan kekesalannya."


"Kamu hanya milik mas San.....mas gak bisa hidup tanpa kamu,ujar Marcho dengan mata berkaca-kaca.


Sanny berdiri,dan membuka jaketnya.Terlihat perutnya membuncit.


Sanny kemudian berbaring,kaki Sanny terasa pegal.


Hari ini Sanny sangat merindukan sosok Marcho, dari pesawat menyembunyikan rasa rindunya pada sosok Marcho.Begitu Marcho di depannya,dia tidak bisa menepis dan marah dengan kehadiran Marcho.


Sanny perlahan mengambil tangan Marcho,saat itu Marcho juga sedang berbaring di samping Sanny di atas ranjang.


Marcho mengusap perut Sanny ,perlahan dan air mata Marcho pun menetes.


"Sudah berapa bulan San....?tanya Marcho"


"Sudah 3 bulan Mas......"


"Mas tolong usap punggung Sanny,:terasa peggal."


"Marcho pun mengusap punggung Sanny".


perlahan mata Sanny menutup,Sanny tertidur.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


jangan lupa like vote dan koment


happy reading guyssss


__ADS_2