
Sanny menjemput kedatangan Nadya,Ana dan Bram di bandara.
Rambut Sanny tak sependek dulu lagi.Sanny melakukan perawatan rutin,bersama grand manya di sebuah pusat kecantikan.Sanny merindukan rambut panjangnya.Setelah 5 bulanan,rambut Sanny kembali panjang Seperti sedia kala.
Flas back on:
Satu bulan sebelum kedatangan Bram,Nadya dan Ana,mereka sudah rutin saling menelepon ataupun saling berbalas Wa,juga dengan teman lainnya.
Keadaan sudah stabil,ujar Nadya pada Ana dan Bram.
Nadya belum banyak bercerita pada Sanny ,soal Marcho.
Sanny sudah konsultasi dengan sebuah kantor pengacara di Jakarta,sebulan yang lalu.
Sanny melengkapi semua berkas- berkas perceraian.
Dan Sanny sudah menerangkan kepada sang pengacara.Sanny tidak akan memimpin perusahaan papinya,tidak meminta saham ataupun apapun.Sanny hanya meminta mansion mami nya,menjadi miliknya,kalau di ijinkan.Kalaupun tidak,Sanny sudah mengiklaskannya.
Sanny tidak menerima harta apapun dari Macho,Sanny mau perceraian mereka berjalan dengan damai dan Sanny mau urusan mereka selesai.
Sanny kembali terluka,mengingat semua yang dilakukan Marcho padanya.Sanny beberapa minggu menghabiskan waktu nya di sebuah resort milik Steve, di daerah pedalaman,ditemani bi Tami.
Mata Sanny sembab,sangat terpuruk.Tapi Sanny sudah mengiklaskan apapun yang terjadi dalam hidupnya.
Bi Tami selalu menemani Sanny.Bi Tami teman Sanny cerita,semua tentang perasaannya.
Grandma dan grandpa sangat kawatir,demikian juga Steve dan sepupu Sanny lainnya.Sanny.tidak pernah menerima telepon mereka sama sekali.Sanny larut dalam kesedihannya.
Sampai suatu waktu,Sanny tidak sadarkan diri,karena sama sekali tidak menelam sebutir nasi pun,yang Sanny tau dia hanya menangis dan memandang hamparan danau dari kamarnya,sambil menatap langit dan mendengar lagu-lagu sendunkesukaannya.
__ADS_1
Sanny dirawat beberapa hari di rumah sakit,terlihat pandangan mata Sanny kosong,tak ada keceriaan.Steve sampai marah pada Sanny.
Steve pun menghubungi teman-teman Sanny di Jakarta,juga menghubungi Davin dan Sky.
Setelah kedatangan Sky dan Davin,dunia Sanny kembali perlahan pulih ,walaupun tatapan mata Sanny masih sendu.
Dan Sanny juga sangat terkejut,reaksi Marcho berbanding terbalik dengan yang Sanny duga.Sanny menduga ,Marcho akan dengan senang hati menanda tangani semua berkas,perceraian mereka.Tapi Sanny kembali bingung,Marcho menolak perceraian mereka.Mengusir pengacara utusan Sanny.
Pengacara Sanny meninggalkan semua keinginan Sanny yang tertuang dalam sebuah kertas.
Dan sampai saat ini,semua belum selesai.
Flash back off
Sanny memesan kopi Americano di sebuah cafe bandara.Duduk santai,sambil bermain game.
Sanny kembali bekerja,setelah menghilang selama dua mingguan.Sanny memang sengaja datang lebih cepat,karena Sanny ingin menikmati suasana bandara.
Sanny meneliti semua desain,membaca point-point kerjasama dengan Jimmy.
Jimmy masih bersikap amnesia ,jika bertemu dengan Sanny.Kembali juga autis parahnya,candaan Sanny selalu membuat Steve tertawa,Jimmy teman baik Steve.Jadi apapun kekesalan Sanny selalu Sanny lampiaskan pada Steve sepupunya.
Sanny kembali membuka beberapa berkas,rencana produksi beberapa mobil.Sanny sering melakukan test drive sendiri,tanpa sepengetahuan Steve ataupun grandpa.Ada tantangan tersendiri,saat Sanny dan tim nya menguji kemampuan mobil keluaran perusahaan mereka.
Selesai sudah pekerjaannya.Sanny pun menutup laptopnya.
Sanny mendapat telepon dari Bram,Sanny pun menuju pintu kedatangan luar negeri.Sanny melihat Bram ,Nadya dan Ana.
Bram memeluk Sanny dengan erat,mengusap rambut Sanny.
__ADS_1
"Sudah lumayan panjang,ujar Bram.
Bram membuka topi Sanny.Sanny pun tersenyum kembali memakai topi nya."
Nadya dan Ana pun melangkah ke arah Sanny.Kedua mata Sanny berkaca-kaca ,sambil melepas rindu mereka.
Mereka menuju apartemen.Bram membeli kembali apartemen ,tepat di depan apartemen Sanny.Apartemen Sanny ujurannya lebih besar dari apartemen Bram.Ada empat kamar tidur dalam apartemen Sanny.Sedangkan apartemen Bram terdapat satu kamar tidur sangat luas dan satu kamar tamu.Bram membeli apartemen ini dari hasil gajinya selama beberapa bulan membantu papinya di perusahaan.Bahkan kan walaupun nantinya dia sebagai mahasiswa kedokteran,Bram hampir sama dengan Sanny.Tetap membantu perusahaan milik keluarga mereka.
Sanny tidak mau,Nadya dan Ana membayar uang sewa padanya.Apartemen ini hadiah dari grandpa.Hadiah pertama yang Sanny dapat dari grandpa nya.
Bram melajukan mobil.Bram sudah hapal dengan jalanan di Inggris,karena Bram sangat sering mengunjungi Inggris, sepupu Bram dan keluarga dari papanya,banyak tinggal disini.
"Kita lunch dulu yuk,ujar Bram."
"Sanny yang duduk di bagian depan pun menyetujuinya.Kemudian tanda setuju juga datang dari Nadya dan Ana".
Hans pernah beberapa kali mendatangi Sanny.Mereka keliling Inggris berdua.
Hans menyatakan perasaannya pada Sanny,tapi Sanny menolaknya secara halus.
Sanny hanya menawarkan pertemanan pada Hans.
Hans sangat baik,selalu perhatian pada Sanny.Sering mengirimi Sanny buket bunga.Walaupun Sanny menolak Hans,Hans tetap memperjuangkan cintanya.Hans sangat romantis,dan romantisnya tumbuh hanya buat Sanny seorang.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,coment dan vote
happy reading guyssss.🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1