Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Awan 2


__ADS_3

Sanny mengendarai mobilnya,sambil memandang awan putih di langit.


Sanny tiba-tiba kangen dengan Sky.


Sanny pun menelepon Sky.


Tapi tidak ada yang angkat,mungkin Sky lagi bertugas.


Sanny pun me Wa Sky


"Mas Sky....apa kabar?lagi mendarat di mana?hati2 selalu ya mas.Miss u......πŸ™ƒ"


Sanny pun menekan tombol send.


Sanny sudah sampai di rumah mertuanya.Mereka masih tinggal bersama sang mertua,karena hanya Marcho yang tinggal bersama mereka selama ini.Mereka sangat kesepian.


Sanny memasuki rumah ,melihat ke ruang tamu,masih ada tamu papa dan mama Marcho.


Sanny pun mengangguk,tersenyum ramah.Lalu menaiki tangga.


Sanny mencari baju nya.Ada beberapa gaun yang dihadiahkan Marcho buat Sanny.


Sanny memilih sebuah gaun putih,panjangnya semata kaki.Sangat elegan dan bahan gaun sangat mewah,walaupun model simpel,bagian belakangnya terbuka dan dilapisi kain transparan.


Sanny me Wa Marcho.


"Mas.......Sanny pergi bareng dokter Bernard yah....gak jadi bareng Hans dan Tia.Dokter Bernard tiba-tiba minta di temani,Sanny berusaha menjelaskan pada Marcho."


"Mas banyak minum ya,makan jangan telat".


Sanny pun memakai dresnya.Dua orang MUA yang memang dipekerjakan keluarga Marcho,selalu membantu tata rias dan busana jika anggota keluarga ada tiba-tiba party,pertemuan,atau apapun.


Sanny pun berjalan melintasi ruang tamu.Tamu mertuanya sudah pulang,tetapi mama dan papa masih di ruangan tamu.


"Ma...pa.....Sanny pamit yah.Sanny di jemput dokter pembimbing,hari ini ada pesta pembukaan rumah sakit baru,ujar Sanny"


"Mama dan papa jangan telat makan yah,ujar Sanny.Sanny pun memeluk papa dan mama Marcho."


"Papa dan mama tersenyum,kemudian mengangguk".


Sannynounnpamit,dan bergegas menuju mobil Bernard.


"Mama siap-siaplahh,ujar papa"


Sanny memasuki mobil dokter Bernard?


Sanny tampak sangat memukau.,make up natural dan tidak berlebihan.


Dokter Bernard tampak dengan pakaian formalnya.


"San....kenapa kamu gak ajak suami?tanya dokter Bernard."


"Suami saya lagi ada meeting dok,ujar Sanny.


Lagian dokterkan ajak saya.Apa mungkin saya nolak?nanti dapat nilai C,ujar Sanny sambil tertawa."


Dokter Bernard pun tersenyum,kembali melajukan mobilnya.


Sanny begitu cantik,memukau semua mata yang melihatnya.


Dokter Bernard bahkan tanpa sadar tidak melepaskan genggaman tangannya pada Sanny.


"Maaf dok,tangan saya,ujar Sanny dengan sopan".


Permisi dok,saya mau mencari dokter Tia dan Hans dulu,ujar Sanny dan dianpun melangkah,

__ADS_1


Sanny melihat Hans,Tia,Alice.


Sanny memeluk Alice,sudah lama Sanny tidak berjumpa dengan Alice.


"Alice....apa kabar?bagaimana keadaan mu?aku benar-benar merindukanmu,ujar Sanny".


"San......aku juga merindukanmu".


Alice memeluk tubuh Sanny.


"Kamu cantik banget San.Dokter wanita, dalam satu gedung ini ,hanya kamu yang sangat sangat....kebangetan komllit cantiknya dan memukau,ujar Alice".


"Stttttttttt..........kamu ada -ada saja dech.Aku biasa aja Alice.Namanya sesekali datang ke undangan,harus tampil beda la.Gak mungkin pakai sepatu kets dan kuciran ekor kuda.Gak munhkin dengan wajah lelah dan ngantuk kan?".


Alice dan Sanny pun tertawa bareng.


"Kamu tau gak San,pemilik rumah sakit yang terbaru?tanya Alice".


"Gak tau Alice,ujar Sanny."


"Dengar-dengar dari orang di rumah sakitku ,pemilik nya sangat tampan.Baru ini berkecimpung di dunia Medis.Biasanya usahanya berbagai perhotelan,perusahaan dagang,helikopter ,dan beberapa maskapai penerbangan,ujar Alice".


"Rumah sakit yang dibangun sangat canggih,semua fasilitas terbaik.Kamu tau,tamannya ada beberapa,


, karena rumah sakit ini sangat luas,ujar Alice."


"Apa kamu sudah melihatnya?tanya Sanny dengan cuek".


"Belum....tapi aku sudah melihat ilustrasi tepat saat sebelum finishing.Sttttt....soalnya arsiteknya anak teman papaku San,ujar Alice".


"Al......temani aku yah malam ini,mas Davin terbangkan?ujar Sanny".


"Baiklahhhh......,kita cari tempat dulu yukkkkk.....ujar Alice".


Sanny mengambil 1 botol air mineral.Sedangkan Alice mengambil satu gelas wine.


Mereka pun melangkah ke salah satu bagian ,aula rumah sakit.


Sanny sangat takjub dengan kontruksi bangunan rumah sakit ini.Sanny melepaskan hells nya.Sanny tidak begitu menyukai hells,tetapi tuntutan profesi ataupun tuntutan berbagai pertemuan.


Sanny meminum air mineralnya.


"Sann....acara sudah mau di mulai,ujar Alice".


Hans pun menuju tempat Alice dan Sanny berada.


Tia juga bersama Hans.


Tia menyapa Sanny dengan memeluk Sanny.


"Kamu penghianat dech San...ujar Tia".


"Maaf...komandan(dokter Bernard) tiba-tiba ngajak.Kamu tau sendiri,aku kan dalam bimbingannya,mau gak mau,ujar Sanny melepaskan nafas nya dengan kasar".


"Memang sulit jadi orang cakep San......kamu lihat aja sekitaran kita,begitu banyak mata menatapmu.Andai kami tidak ada di dekatmu,dokter-dokter dari berbagai rumah sakit,akan bejibun berkenalan denganmu,ujar Tia."


"Gak heran lagi.Tadi aja antri mau berkenalan.Padahal kamu liat Tia,cakep-cakep gini nyeker di pesta,ujar Alice tertawa terbahak bahak menunjuk ke arah kaki Sanny".


"Mana menantu kesayangan keluarga Marcho,bisa-bisanya nyeker,ujar Alice tertawa ".


"Gue kan low profile Al....ujar Sanny sambil tetawa ".


"Kenapa di lepas San....tanya Hans sambil tersenyum".


"Ku gak nyaman Hans.....lebih nyaman dengan flat shoes atau dengan sendal."

__ADS_1


Semua tertawa memperhatikan kaki Sanny di bawah meja.


Dengan iseng Alice memfoto Sanny dalam keadaan tanpa alas kaki.


Tiba -tiba Marcho menelepon.


πŸ“žSan...kamu lagi di mana sayang????


πŸ“žlagi di pesta pembukaan rumah sakit baru mas.


πŸ“žMau pulang bereng?tanya Marcho sambil tertawa.


πŸ“ž"hmmmm......jemput yach mas,ujar Sanny.


πŸ“žKita ketemuan disana yah......ujar Marcho.


πŸ“žHmmm......ujar Sanny.Apa mas tau alamat nya?tanya Sanny.


πŸ“žTau San....ujar Marcho.


πŸ“žBaiklah mas,kita ketemuan yah di acara.


πŸ“žBaiklah San......I love you...


πŸ“žHmmmmm......jawab Sanny.


"San....Acara mau dimulai,yukkkk gabung dengan yang lain,ujar Tia".


"Baiklah....ku pakai alas dulu,ujar Sanny sambil tertawa,lalau nyeker nanti bakal di SP dokter Bernard dech,ujar Sanny dengan polosnya".


Mereka pun menuju Acara.


Sanny melihat,kedua mertuanya di acara tersebut.


Sanny pun pamit dengan teman-temannya ,menuju tempat mertuanya.


"Hai ma...pa.....kenapa gak bilang,ke acara ini juga?tanya Sanny".


Eengan manja Sanjy memeluk mama Marcho.


"Kamu kan pergi bareng dokter pembimbingmu San.....ujar mama".


"Iya ma....habis mas Marcho gak bisa temani.Lagi meeting katanya, sibuk dari tadi".


"Mama dan papa apa kenal dengan pemilik rumah sakit?tanya Sanny."


"Soalnya undangan terbatas,pasti dech teman dekat papa dan mama,ujar Sanny ".


"Bisa dibilang gitu San.....bahkan sangat dekat,ujar papa".


"Punya siapa pa?Apa om Albert saudara papa?yang juga punya rumah sakit lumayan banyak,tanya Sanny".


"Hmmmm.......nanti kamu lihat aja San,awalnya punya om alberth,tapi pindah tangan.Ada beberapa yang berbeda ,setelah di ambilnpembeli ke dua.Tapi om Alberth banyak bantu,kalian tau sendiri,om albert dan papa sangat dekat.Juga saudara papa lainnya.Makanya Marcho dekat dengan para sepupunya,ujar papa Marcho."


"Papa dan Mama permisi dulu ya San....nih ada telepon,ujar Papa Marcho."


Sanny pun mengangguk.


Sanny kembali gabung dengan Tia,Hans dan Alice.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Jangan lupa like,koment dan vote


happy reading....πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2