Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Ujian


__ADS_3

Sanny kelihatan sangat kesakitan.Nafas Sanny pun menderu menahan rasa sakit.


Berbagai penanganan dilakukan Merry pada Sanny.Hampir 2jam saat Sanny mengalami kontraksi ,dan terlihat Sanny menahan sakit sampai air matanya mengalir di sudut matanya.Marcho tetap memeluk Sanny.


Perlahan,kontraksi pun berkurang.Terlihat Merry kelelahan menangani Sanny.


Juga terlihat kepanikan pada beberapa perawat .


Perlahan mereka kepanikan berganti sebuah senyuman.Saat Merry memeriksa kondisi kandungan Sanny sudah tidak kontraksi lagi.


Marcho masih terlihat syok dengan kejadian ini.


"Mar......semua sudah berlalu.Satu hal yang kita syukuri,Sanny tidak mengalami pendarahan,juga tidak pecah ketuban.Sehingga kelahiran prematur bisa di hindarkan.Melewati waktu sebulan ini,harus lebih extra.Sanny usahakan pakai kursi roda aja Mar,kamu juga puasa,dan usahakan tinggal di seputaran rumah sakit,ujar Merry."


"Bagaimana Mer.....kalau kami pulang ke Indonesia?"


"Saat ini jangan dulu Mar.....pas usia kandungan Sanny 9bulan?kontraksi tidak ada.Pulanglah dengan zet pribadi.Jngat,selaku sertakan dokter kandungan dalam pesawatmu,ujar Merry".


"Makasih banyak ya Mer....ujar Marcho".


Sanny masih terlihat tertidur.Marcho membacakan hasil observasi Sanny pada Steve temannya.Karena Steve adalah dokter yang menangani Sanny selama ini.


Steve dokter berpengalaman,dan memang sangat terkenal dalam menangani pasien bermasalah.


Sepuou Marcho masih tergolong dokter pemula,belum begitu banyak pengalaman.


"Aku akan datang Mar.....Aku akan berangkat siang ini,ujar Steve".


"Kamu naik jet milik papi ku Steve.Mama dan papa mau ikut juga,ujar Marcho".


Sanny merasa lapar.Sanny membuka kedua matanya,perlahan mencoba duduk.


Marcho melihat nya pun,berjalan mendekati Sanny.


Sanny pun duduk,terlihat Sanny kelelahan dengan kontraksi beberapa jam yang lalu.


"Mas...Sanny lapar,ujar Sanny".


"Sanny mau makan apa?tanya Marcho".


"Sanny mau korean dumpling hot pot,ujar Sanny tersenyum".


Marcho pun memerintahkan sebuah koki restoran untuk menyajikan makanan itu di kamar Sanny.


Sanny terlihat lahap memakan makannya.Bi Tami tersenyum.Bi Tami mendapatkan telepon dari Mark papa nya Sanny.


Bi Tami menjelaskan bahwa Sanny sedang di Korea.Hanya bertengkar kecil dengan Marcho.


Tuan Mark tidak begitu tenang,karena menerima rekaman video dari Sanny.


"Bi...berikan telepon pada Sanny,saya mau bicara,ujar Marck".


๐Ÿ“žHallo.....


๐Ÿ“žHallo San.....apa kabarmu nak?


๐Ÿ“žBaik pa....ujar Sanny.

__ADS_1


๐Ÿ“žApa lagi ada masalah dengan suamimu Marcho nak?tanya papa Mark.


Sanny gak tau harus ngomong apa.Sanny hanya diam.


๐Ÿ“ž San......papa minta maaf.Papa tau kamu banyak mengalami masalah sulit karena perbuatan papa.Maaf San.....


Sanny hanya diam.


๐Ÿ“žPa.......Sanny sangat sedih.Mas Sky pergi karena Sanny.


๐Ÿ“žSky orang yang baik nak.Dia memang sangat mencintaimu.Kamu susah memilih Marcho sebagai pendampingmu.Kamu merasakan perasaan merindukannya karena rasa bersalah mu.Kamu mengagumi sosoknya,obsesi semata,bukan cinta nak,ujar sang papa.


๐Ÿ“žPapa sangat mengerti perasaan Sanny.Pa....Sanny akan baik-baik saja.Sanny merindukan papa.


๐Ÿ“žBaru juga ketemuan minggu lalu.Papa lagi mengurus beberapa hotel papa.Kapan balik ke Indonesia nak?


๐Ÿ“žSanny belum tau pa.Papa jaga kesehatan yah.....


๐Ÿ“žKamu juga ya nak,ujar papa Mark.


"Marcho memeluk Sanny.


Sayang....bajumu basah.Kita ganti dengan baju yang kering yah."


Sanny pun mengangguk.


Bi Tami membantu Marcho mengganti baju Sanny.Perut Sanny lumayan besar,dengan kehamilan twin,walau badan Sanny tetap kurus.


Marcho mengusap perut Sanny.


"Bibi mau makan apa?Biar Marcho pesan."


"Bibi gak begitu bisa makan masakan disini,kalau ada,beli masakan ala indonesia aja ,ujar bibi."


Marcho pun memesan beberapa menu masakan indonesia,di salah satu restoran milik temannya.Marcho memesan gado-gado,Nasi padang 3 porsi,dengan pisah kuah dan gulai,Marcho juga memesan tempe goreng dan sayur asam.


Sekitar 10menitan,kurir pun mengantar pesanan mereka.Marcho membawa pesanan nya ke kamar Sanny.


Sanny memainkan handphone nya.Begitu banyak pesan di Wa dan panggilan tak terjawab.Tapi dia gak membalas semua Wa ataupun mengangkat telepon.Hanya tadi Sanny sibuk memfoto korean dumping hot pot,membagi video di IG dan status Wa nya.


Marcho duduk di ranjang,memeluk Sanny setelah kembali dari mengambil orderan Marcho.


"Mas....makanlah...."


"Bibi juga makan....ujar Sanny".


Bibi dan Marcho pun memakan nasi padangnya.


Marcho menghampiri Sanny,menyuap Sanny.


Apa mau yanggggg?tanya Marcho.


Sanny mengangguk.


"Makanlah San.....Kamu sangat kurus ,ujar bi Tami.Tapi jangan di paksa.Nasi padangnya beli di mana Mar?enak Mar...ujar bi Tami."


"Sanny mengambil nasi beberapa sendok,mengambil gulai rendang,sayur nangka,ayam pop".

__ADS_1


Marcho menyuap Sanny gado-gado.


"Enak ...ujar Sanny".


Marcho pun tersenyum.


"Rekomen banget kan San.....ujar Marcho".


"Benar mas....Enak.....ujar Sanny".


"Ini usaha teman mas,dia menikah dengan orang Korea,ujar Marcho."


"Mas......Sanny pengen balik ke Jakarta,ujar Sanny."


"Sabar dulu.Teman mas Steve sedang menuju kesini.Mas minta dia periksa kamu San.....periksa twin".


Setelah makan,Sanny pun tertidur.Marcho pun bekerja,di depan laptop nya.


Bi Tami tertidur di kursinya.Sekitar 3jam Sanny tertidur.Perlahan Sanny pun bangun,hari sudah malam.


Sanny pun mendengar lagu dengan earphone nya


Memutar lagu Beautiful In White | Shane Filan,Sanny teringat ,lagu ini sewaktu mereka menikah.


Marcho mengecup dahi Sanny.


"Mas lap yah....ujar Marcho."


Sanny pun mengangguk.Marcho me lap badan Sanny dan menukar baju Sanny.Marcho memang seorang laki-laki pengertian dan aabar.


"Bi Tami tadi ud mas suruh pulang ke hotel San....bi Tami nampak lelah,ujar Marcho."


"Mas.......ujar Sanny".


"Hmmm......ujar Marcho".


"Perut Sanny sangat besar ya ?tanya Sanny".


"Kenapa yangggg??tanya Marcho".


"Sanny aja yang pakai bajunya mas,ujar Sanny".


"Sanny malu".


"Kamu cantik sayang......kamu tau gak,banyak wanita menginginkan mengalami apa yang kamu alami saat ini.Begitu banyak pasangan yang pingin punya anak.Jangan malu sama mas.Kamu gini menggemaskan,ujar Marcho menaik turunkan alisnya sambil tersenyum".


"Mas sangat bersyukur,di usia hampir 40an,mas dapat baby twin,sepasang lagi.Makasih yangggg......Marcho mengecup dahi Sanny".


"Twins nya mengganjal di depan,ujar Marcho.Kalau sekarang,mas peluk dari belakang aja,biar gak ganjal".


Mereka pun tertawa.


โš˜โš˜โš˜โš˜โš˜โš˜โš˜โš˜


Jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guyssss

__ADS_1


__ADS_2