
Marcho menatap Sanny.
"San....kamu terima gak dokter Bernard?"
Terlihat mimik cemas dan cemburu pada wajah Marcho.
"Dokter Bernard ,paling peduli dari dokter lainnya.Paling pintar walau bawel dan menakutkan.Ujar Sanny sambil menikmati es creamnya."
"Muji atau menjatuhkan San?tanya dokter Bernard memandang Sanny.Gak takut dapat nilai akhir D?"
"Mas liat sendiri kan,dokter Bernard paling suka ngancem,ujar Sanny".
"Keliatan cool,galak dan keras kepala,ujar Marcho".
"San......yakin jelek -jelekkan senior?tanya dokter Bernard".
"Kita harus ngomong jujur kan dok,kalau menurut dokter saya orangnya gimana ?tany
Sanny".
"Kamu cantik,pintar,berbakat.Tomboy dan paling salut ,dari sekian banyak siswa,pembawaanmu tenang,jika ada masalah tetap menangani pasien fokus.Tapi........"
"Tapi apa dok?rasa -rasanya ada aroma gak sedap.di balik kata-kata pujian dokter dech,ujar Sanny.mengetuk-ngetuk jarinya di meja ".
"Tapi beristrikan kamu,hanya Marcho yang sanggup.Banyakan lari dan telantarkan suami,ujar dokter Bernard sambil tertawa".
Tawa dokter Bernard sangat langka.Membuat Sanny bengong.
"Tadi nembak,nih sekarang menjatuhkan.Kalau tau ku istri sengsarahkan suami kok minat sih dok?tanya Sanny".
"Kamu spesial San.Bersikap apa adanya,polos dan gak gitu mikir ribet,kamu cantik,pintar,baik hati.Sosokmu suka menghibur sekeliling,ujar dokter Bernard".
"Kalau dokter bilang saya tahan dengan sifat Sanny,saya paham,kapan dia merasa gak nyaman.Kapan dia lari,hanya memungkiri hatinya,padahal dia merindukan saya,ujar Marcho."
"PD banget mas,ujar Sanny".
"Beneran Mar.....beberapa jam aja gak liat kamu,dia ud curhat ke teman-temannya.Pengen balik,tapi gengsi,ujar dokter Bernard".
"Iiiiihhhhhhh......kepo banget deh dokter.Nguping ya,kalau saya cerita ke Nadya atau Ana kalau jumpai saya ya?ujar Sanny".
"Mar....apa kamu gak nyesal,pungut istri seperti Sanny?tanya dokter Bernard menahan senyum".
"Dok...kok saya kayak bungkus nasi di jalan sihhhhh...pakai kata di pungut,dokter kan nembak saya,kok malah jatuhin gitu sih.Duhhh.....gak ada muka dech sama suami saya".
"Muka kamu buat di mana selama ini San.?????"
__ADS_1
"Ahhh......lama-lama bisa gila dech sama dokter.Lupa makan obat kali,ujar Sanny".
"Dokk...saya resign aja dech,ujar Sanny".
"Yah...udah.Jadi istri yang baik.Jangan tinggalkan suami lagi.Nich surat kelulusan mu.Kamu tinggal ujian aja,kalau mau buka praktek sendiri".
"Serius nich dok?tanya Sanny"
"Seriusla.Kalau gak mau........ yah udah.Saya juga berat melepaskan kamu.Kalau gak mandang Marcho ,saya udah bawa lari dech kamu.ujar Dokter Bernard"
"Mar....kalau kamu sia-siakan Sanny,kamu akan menjadi orang yang bodoh.Karena yang menginginkan Sanny sangat banyak."
"Saya gak pernah sia-siakan Sanny dok.Percayala dok.Yang ada Sanny aja gak peka,biarkan saya sendiri".
"Menjatuhkan martabat dech mas,Sanny pamit dok.Ujar Sanny menahan kesal".
"San.....tunggu....ujar Marcho".
Marcho menggenggam tangan Sanny.Kita balik yokkk....udara sangat dingin,ujar Marcho.
Kamu makan es pula. San.... lagi musim dingin, Marcho mengambil tangan Sanny dan memasukkan nya ke dalam kantongnya.
"Kita pulang ya San......jangan pernah pergi lagi,apapun masalah yang ada,yakinlah kita bisa mengatasinya sendiri.Yakinlah mas selalu ada."
"Keluarga mas apa gak marah?tanya Sanny".
"Mas....kita besok jalan-jalan yah.Lusa aja balik,ujar Sanny."
"Kita balik besok aja San,agak siang......ujar Marcho".
Mereka pun pulang ke kediaman grandma dan grandpa.
Marcho menjelaskan pada grandma dan granpa,Sanny sudah setuju untuk pulang ke Inggris.Grandma dan granpa sangat bahagia mendengarnya.
Marcho membereskan barang-barang Sanny yang tidak begitu banyak.Grandma dan granpa di bantu pelayan ,membereskan baju-baju mereka.
Sanny baru bersih-bersih,mengganti baju tidurnya.
Sanny berbaring,dan menatap Marcho memasuki kamar mandi.Sanny mengusap perutnya,mereka tidak jadi ke dokter kandungan.
Marcho sudah selesai mandi.Dengan melilitkan handuk di pinggangnya,Marcho mengeringkan rambutnya.
"Mas dingin....cepat pakai baju,ujar Sanny."
Marcho tersenyum,mengambil pakaian santainya
__ADS_1
Visual Sanny dan Marcho(Irene li).
Marcho mengelus perut Sanny.Sudah mau 4 bulan kehamilan Sanny.Marcho sangat senang,akhirnya dia sebentar lagi menjadi seorang dady.
Malam itu Sanny tidur dalam pelukan Marcho.
penerbangan mereka siang.
Ketika pagi datang,Sanny membangunkan Marcho dan mereka pun sudah mandi dan berada di jalan.
Sanny menunjukkan arah,mereka pun sampai di Cappadocia.Dari atas balon udara.Pemandangan pagi itu sangat indah.Awalnya Marcho tidak mengijinkan Sanny menaiki balon udara,karena kehamilannya.
Setelah di nyatakan aman,oleh petugas,Marcho pun tidak bisa menolak,Karena Terlihat mata Sanny sangat antusias dan pingin.Mereka sampai disana pukul 6 pagi,tidak terlalu jauh dari rumah grandpa.
Marcho mencium Sanny dengan mesra,mereka.menikmati pemandangan sekitar.Sekitar 2 jam lebih mereka memandang alam,Sanny memakai
jaketnya ,dan Marcho selalu memeluk Sanny dengan erat.
Setelah selesai naik nalon gas,mereka pun sarapan di sebuah restoran.Marcho menikmati capucinonya,burger juga menjadi santapan Marcho pagi ini , Sanny perlahan memakan spaghetti nya.
Marcho melajukan kembali mobilnya.Terlihat Sanny masih tertidur di dalam mobil.
Marcho menggendong Sanny ke kamar,membuka sepatu Sanny.
Marcho perlahan mengelus perut Sanny ,Marcho mengerjakan beberapa pekerjaannya,menelepon mama dan papanya.Menjelaskan mereka akan pulang.
"Mar....kalian ke dokter kandungan dulu,ujar mama".
"Baiklah ma......".
Ketika Sanny terbangun,Marcho mengajak Sanny ke dokter kandungan.
Marcho sangat bahagia,ketika mendengar detak jantung kedua bayinya,air mata hari Marcho mengalir di pipinya.Marcho melapnya dengan kedua tangannya.Sang dokter kandungan pun tersenyum,Marcho tipe seorang papa yang baik,ujar nya pada Sanny.
Dokter memberi Sanny suntikan penguat,vitamin DHA buat pertumbuhan otak janin,yang sangat banyak mengandung asam folat yang dibutuhkan bayi.
Ketika siang,Sanny,Marcho,grandpa dan grandma menuju pesawat jet pribadi Marcho.Sanny duduk di samping Marcho.
Ketika beberapa jam perjalanan,pinggang Sanny kesakitan,Marcho membawa Sanny ke sebuah kamar.Sanny pun terlelap tidur di sana.
Sanny kelihatan sangat mudah lelah,Marcho mengusap wajah Sanny,mencium bibir Sanny sekilas.
Marcho sangat bahagia,dan Marcho pun duduk di sebelah Sanny.
Ketika pesawat akan mendarat,Marcho membangunkan Sanny ,Sanny pun menyisir rambutnya dan memoles wajahnya dengan bedak dan lipglos berwarna soft.Mobil pun membawa mereka ke kediaman mereka.Marcho mengutus anak buahnya membawa grandma dan grandpa ke rumah mereka terlebih dahulu.Grandpa dan grandma terlihat bahagia,bisa berjumpa dengan sahabat mereka lagi.
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘Jangan lupa like ,vote dan koment
happy reading guysss