
Di Inggris lagi hujan lebat.
Sanny menelepon Steve ,dan Steve pun bergegas menjemput Sanny.
Sanny berkeliling di bandara,membeli beberapa potong syal buatnya,dan duduk di sebuah cafe di restoran.
Sanny memilih tempat paling sudut.Menyeruput jus jeruk dan sepiring kentang goreng.
Handphone Sanny pun berbunyi.
๐"Hallo......"
๐San....kamu di mana?Mas sudah berada di luar,dekat pamplet KFC.
๐Baik mas,bentar yah.Sanny akan menuju ke sana ,ujar Sanny".
Sanny kembali memakai topi dan maskernya,berjalan perlahan.
Lantai bandara sangat licin,karena hujan diluar sangat lebat.
Sanny berjalan menyusuri lorong bandara,menuju pintu keluar.
Sanny melihat Steve .
Alice memeluk Sanny,kemudian Steve oun memeluk Sanny dan mengusap rambut Sanny.
Steve melaju membawa Sanny ke apartemen Sanny sewaktu kuliah.
Disana Masih di tempati Alice dan Ana.
Dari jauh,Papa dan mama Marcho memperhatikan Sanny.
Mereka melihat Sanny tertunduk dan menghapus air matanya.
Sanny begitu sangat tertutup dengan sekitarnya.
Masker dan topinya tak pernah lepas dari wajahnya.
Hati mama Marcho sangat sakit dan sedih".
"Bahkan Marcho tidak mau menjelaskan apa-apa tentang status anak Sonia pada mereka.Sampai bodyguard papa Lucas mengambil helayan rambut sang anak,tanpa setahu siapapun dangambil rambut Marcho juga ketkka menginap di rumah mereka.Mengambil dari sisir dan tempat tidur Marcho".
Hasilnya sudah sangat jelas,bahwa anak Sonia bukan anak Marcho.
Jika mama Marcho dan papanya membahas masalah itu,Marcho langsung pergi dan tidak kembali,tidur di apartemennya,dan hanya bisa mabuk-mabukan.
Pagi itu,Kembali hujan deras mengguyur Inggris.Sanny membawa mobil pemberian dari Bram,menuju rumah sakit tempat seminar.
Sanny tau,rumah sakit itu,milik kedua orang tua Marcho.
Sanny memakai dres navy nay,melangkah perlahan,memakai jaket panjang hitamnya,mengenakan masker dan topinya.
Sanny meminum beberapa vitamin dan meminum air mineralnya.
Sanny membaca email dan membaca acaranya di laksanakan di lantai 6.
Sanny pun menuju lantai 6.
"Di dalam lift,Sanny terpaku,melihat sosok Sonia disana ,sedang tertawa dengan rekan sesama dokter."
"Ternyata dia sudah pindah disini,bagusla....Aanny mencoba menahan gemuruh hatinya,menahan rasa sakit dan perih hatinya."
Sanny melihat Sonia turun di lantai 4,temannya mengganggunya dengan tetawa.
__ADS_1
"Makin dekat aja kamu Sonia,sama direktur,ujar seorang dokter".
Sonia hanya tersenyum.
Sanny menggenggam bajunya,berusaha tegar.
Sonia sudah lebih dulu keluar dari lift.
Sanny pun menuju ruang pertemuan.Sanny membuka topinya,tetapi masker tetap dia pakai.Sanny hanya diam tanpa bereaksi apa -apa.Sanny sudah menjadi dokter spesialis bedah.
Ketika perjamuan makan di adakan di eestoran rumah sakit,Sanny memilih pergi makan di luar.Sanny menayakan salah satu dokter senior,jam berapa mereka akan adakan pertemuan.
Tepatnya pukul 1 sudah harus sampai ke ruang pertemuan.
Sanny berjalan menuju lift.Disana Sanny melihat Marcho sedang berjalan dengan seorang dokter lumayan cantik.pintu liftnpun terbuka,Sanny sengaja mengambil tempat dinsudut dan di tutupi dengan orang di depannya.Sanny kembali memakai topinya.Marcho sudah keluar lebih dahulu,dengan sedikit langkah tergesa,Sanny menunduk dan menujunparkiran.Sanny menyempatkan diri menuju Lembaga jukum yang menangani kasus perceraiannya.
Sanny menemui sang pengacara.
"Maaf bu.....perceraiannya tidak di setujui hakim.Karena pada saat terakhir,tuan Marcho membela diri nya.Dia mengatakan bahwa dia tidak ada hubungan apa -apa dengan dokter Sonia.Dia tidak mau bercerai.Ketika ibu menyelesaikan telepon,bukti itu pun bapak Marcho serahlan sendiri ke tangan Hakim".
Sanny memijat keningnya.Serasa dunianya runtuh.
"Saya sudah menyatakan banding beberapa kali,tapi di tolak sampai ke tingkat tertinggi bu.Grandpa melarang saya memberitahu ibu".
"Air mata Sanny pun mengalir,Sanny pun menelepon Hans."
๐Hallo......
๐Hansss........Bisa jemput aku di gedung pengacaraku dulu,ujar Sanny.
๐ San.......apa kabar....kamu kenapa?Baiklah...tunggu ya San....aku akan kesana.
๐Bawa asistenmu ya Hans,tolong aku gak bisa bawa mobil ku kembali.
Sanny pun duduk di bangku tepat di bawah guyuran hujan,Sanny menuju mobilnya,mengambil baju gantinya.
Hans melihat mobil Sanny dan menghampiri mobil Sanny.
Hans mengetuk kaca mobil Sanny dengan jarinya.
Hans memayungi Sanny.Sanny sudah memasukkan baju gantinya ke dalam paper bagnya.
Asisten Hans membawa mbil Sanny kembali ke apartemen Sanny,sesuai yang Hans perintahkan.
"San.....kamu sangat pucat,kamu kedinginan yah?tanya Hans".
"Aku lapar Hans....ujar sanny".
"Baikalah,mari kita makan nasinpadang kesukaanmu.Jika aku merindukan mu,aku akan makan disana ,dan di meja tempat kegemaranmu duduk".
Sanny pun tersenyum.
"Hans....apa gak ikut pertemuan di rumah sakit T?tanya Sanny".
"Pertemuan tadi ,terganggu dengan jadwal pasien melahirkan San,ujar Hans".
"Siangbini aku akan kesana San....ujar Hans".
"Kamu ambil spesialis kandungan Hans?tanya Sanny".
"Iya San......Aku lagi mendapat tawaran,di beberapa rumah sakit ,ujar Hans".
"Kamu ambil spesialis apa san?"
__ADS_1
"Aku ambil spesialis Bedah Hans,dan sekalian juga mengambil spesialis saraf".
Mereka pun sampai ke restoran,Sanny permisi mengganti bajunya yang basah.
"Sebagai dokter kandungan,Hans memperhatikan cara Sanny berjalan,dan Hans sadar,Sanny sedang mengandung".
Sanny perlahan melahap nasi padangnya.
"San....sudah berapa bulan?tanya Hans ".
"Sudah 3bulan Hans......twin...
ujar Sanny.Sedikit mwnunduk,dan perlahan meneguk air minumnya."
"Pantas,lebih besar darinkehamilan umumnya,ujar Hans".
"Hans....pada saat detik terakhir keputusan ceraiku di tangguhkan.Aku takut anak ini jadi bahan rebutan Marcho denganku".
"Aku memanggilmu,bisakah kamu membantuku Hans,aku gak mau kehilangan anak-anak ku."
Air mata Sanny mengalir.
"San....kamu gak boleh sedih,kamu harus memikirkan bayi dalam perutmu"
Sanny hanya menunduk.
Hans...kita harus buru-buru ke pertemuan,Sanny melihat 15 menit lagi.
Hans pun buru-buru membayar makanan mereka.
"Hans nanti malam aku yang bayar ya.Makan di mana kamu yang pilih,ujar sanny".
Sanny kembali memakai masker dan topinya.
Hans hanya memperhatikan Sanny.Mereka berjalan.Hans memegang tangan Sanny.
Baginya Sanny sangat berarti.
Sesampai di mobil ,Sanny melepaskan masker.dan topinya.
"San....kamu dimana tugas sekarang?"
"Di Turki Hans.......jawab Sanny".
"Aku di rekrut dokter Bernard di rumah sakitnya".
"Aku juga mendapat tawaran kerja dari rumah sakit dokter Bernard,baiklah......aku akan mengambil tawaran itu.Aku senang,kita bisa satu rumah sakit lagi,ujar Hans".
Mereka pun sampai ke dalam rumah Sakit.Sanny kembali memakai topi dan maskernya.Asisten Hans membawa mobil ke area parkir.
Sanny dan Hans berjalan menuju lift.Karena hujan,Hans memegang erat tangan Sanny.
Mereka pun sampai di lantai 6.Ketika pjntu lift terbuka,Hans berjalan,menggenggam erat tangan Sanny.
Hans mengetik Wa dan menyuruh tim pengacara nya mengambil berkas Sanny di kantor pengacara Sanny yang lama.
Hans bertekad membantu Sanny memperoleh hak asuh anaknya.
โโโโโโโโ
Jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guyssss.
__ADS_1