Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Kelahiran Twins


__ADS_3

Di perjalanan,Sanny sesekali meringis menahan rasa sakit.Sanny memeluk bi Tami.Marcho sesekali melihat Sanny.


Di perjalanan,Bi Tami menjerit melihat air ketuban Sanny mengalir bercampur darah.


"Steve pun ke belakang mencek kondisi Sanny."


"Sanny harus melahirlan hari ini Mar.Tidak bisa di tunda,ujar Steve".


Sanny mengigit handuk yang di beri bi Tami,Sanny sangat kesakitan."


"Gimana Sanny Steve?tanya Marcho".


"Sanny sangat kesakitan Mar.....berapa lama lagi kita sampai?tanya Steve".


"10 menit lagi Steve,ujar Marcho".


Terdengar jeritan Sanny,semakin merintih kesakitan.Pendaratan hellikopter sempurna.Di bagian atap rumah sakit sudah di konfirmasi Marcho mereka akan tiba.


Marcho memelum Sanny,mencium Sanny.


"Mas....Sanny takutt....ujar Sanny".


"Mas selalu ada sayang.Jangan takut yah...kamu mau lihat twins kita kan????"


"Air mata Sanny mengalir.Mas.....Sanny gak sanggup".


"Kuat ya yanggg.Kuta berdoa yah...ujar Marcho.Marcho menahan air matanya.Sanny di tembatkan di brankar.Mereka menuju lift."


"Mar....Sanny sangat lemah.Kontraksi sudah 5 jam.Operasi tak dapat di hindari,Sanny kesulitan melahirkan,pembukaan tetap hanya mentok di pembukaan 3."


"Lakukanlah yang terbaik Steve.Selamatkan Sanny dan bayiku".


"Tanda tanganj Mar....ujar Steve".


Marcho menandatangani persetujuannoperasi cesar,Bi Tami juga menandatangani,karena butuh 2 tanda tangan.


"Steve...aku akan masuk ke ruang operasi.Ujar Marcho".


"Kamu jangan sampai pingsan...ujar Steve mencoba menghibur Marcho".


"Gak....aku akan ada buat Sanny dan twins,ujar Marcho".

__ADS_1


Sanny duduk dan telah memakai baju rumah sakit.Bius pun di masukkan di bagian belakang Sanny.


Sanny meringis menahan rasa sakit.


Marcho memeluk Sanny.


"Sayaangggg....mas sangat menyayangimu.Kuat yah...ujar Marcho.Marcho sampai mengeluarkan air matanya.Melihat perjuangan Sanny ,ternyata begknilah proses melahirkan.Membuat Marcho semakin menyayangi Sanny".


Operasi pun di mulai,bius sudah bekerja.Tidak begitu lama,terdengar suara baby.


"Oek......oek........Perawat dengan sigap menyelimuti dengan kain.Meletakkannya di dada Sanny."


"Anak ibu pertama lahir laki-laki ya ...ujar sang perawat sambil tersenyum"


Mata Sanny berkaca-kaca memandang wajah sang anak.Marcho juga terlihat sangat bahagia.Dengan sigap baby boy mulai mengisap ASI.


Berselang 5 menit,terdengar lagi suara yang sangat kencang menangis.Membuat baby boy pun menangis kembali,dan melanjutkan aksinya mengisap ASI.


Marcho dan Sanny tertawa melihat kelucuan kedua baby mereka.


Perawat kembali membawa seorang baby perempuan.Meletakkannya di dada Sanny.


Marcho membantu Sanny dalam pemberian Asi.


Sangat cantik dan ganteng,ujar sang perawat.


Kedua bayi di bawa keluar ke ruangan inkubator.Sanny pun di bersihkan.Dan setelah kondisi Sanny stabil,Steve memasang selang untuk penambahan darah buat Sanny.


Rafi memberikan darah nya untuk di donkrkan,karena hb Rafi lebih bagus dadi hb pendonor lainnya.


Sanny pun di dorong menuju kamar perawatan.


Disana terlihat Bram,Nadya,Ana,Alice.


Mereka tersenyum dan memegang tangan Sanny.


"San...twins nya ganteng dan cantik,menggemaskan,ujar Nadya".


Sanny dan Marcho tersenyum.


Sanny sangat kelelahan.Perlahan Sanny pun tertidur.

__ADS_1


Marcho mengusap wajah Sanny.Tak henti-hentinya mengucap syukur.


"Marcho mengirim foto bayinya pada mama Rita".


Gak lama nya terdengar suara kebahagiaan dari papa,mama dan saudara Marcho,sewaktu menelepon Marcho.


"Baby mu menggemaskan dek.....ujar Janet".


"Akhirnya jadi papa juga,ujar papa Lucas".


Kedua bayi pun kembali menangis,atas persetujuan Marcho,mereka mendapat kan susu formula,karena ASI Sanny belum terlalu banyak keluar.


Sanny di beri minum obat pelancar ASI.


Sanny masih kelihatan sangat lelah,dan lebih banyak tidur.Marcho membatasi orang yang berkunjung ke dalam kamar perawatan Sanny,karena Marcho gak mau,Sanny kenapa-kenapa.


Teman-teman papa Lucas dan mama Rita pun mengerti,mendengar penjelasan mereka ,proses yang sangat panjang yang harus Sanny lalui.


Kedua bayi itu aangat lucu,mereka bukan kembar identik,papa Marcho dan mama Rita sibuk melihat kedua baby Twins dari balik kaca.Perawat sengaja membuka kain jendela,agar keluarga Marcho bisa melihat kedua baby.


Banyak perawat dan dokter memberi selamat pada keluarga ini.Rumah sakit ini,milik keluarga Marcho.Rumah sakit biasa tempat Sanny praktek.


Marcho menyuap Sanny makan,ketika Sanny sudah terbangun.


"Mas.......bagaimana baby twins kita?tanya Sanny".


"Mereka sehat sayang,berat mereka juga gak kurang,hanya sebentar di inkubator,baby boy kita berat 2.7kg,baby girl kita 2.5 kg.


Mereka mengambil semua makanan mu sayang,lihatlah,kamu kembali kurus,ujar Marcho".


Sanny hanya tersenyum.


"Mas...nama baby kita siapa yah,kita beri?harus ada nama cloudy buat yang perempuan,Sun buat laki-laki ujar Sanny".


"Nama anak laki-laki kita William Sun Fernando.Nama anak perempuan kita Clody Sandra Fernando"


"Nama Fernando kita sematkan karena nama keluarga kakek dari papa,ujar Marcho".


Kedua baby di bawa ke ruangan Sanny.Sanny masih sangat kaku menggendong bayinya.Bi Tami membantu Sanny.


Tidak lama kemudian,grandma ,grandpa,dan papa Mark memasuki kamar.Sanny sudah selesai memberikan ASI pada kedua baby nya.Kedua baby nya pulas tertidur di dua tempat gerobak dorong yang rumah sakit fasilitasi.

__ADS_1


Mereka sudah memakai baju yang Marcho beli,sewaktu perjalanan bisnis ke Spanyol.Baju itu begitu hangat dan cantik,membjngkus badan kedua bayi.


__ADS_2