
Sanny masih merasa seperti mimpi,dia kehilangan sosok yang terbaik dalam hidupnya.
Air mata Sanny serasa kering sudah,menangisi kepergian Sky.
Sky selalu Sanny anggap seperti sosok saudaranya sendiri,walaupun Sanny tau,Sky teramat dalam mencintainya.
Sanny sering merasa bersalah,tidak bisa membalas cinta yang Sky berikan.Sky juga tidak pernah menuntut lebih.
Proses kremasi pun di lakukan,Sanny hanya memeluk Nadya dan Ana,Sanny memejamkan kedua matanya,saat ruangan itu tertutup dan keluarga di minta di luar menunggu.
Sky tidak punya keluarga.Hanya teman-teman pramugari,pilot,dan teman-teman seperti Sanny mengantarkan peristirahatannya terakhir.
Pimpinan penerbangan memberi salam buat Sanny.Dan menyerahkan Amplop coklat,penghargaan karena Sky pilot terbaik di maskapai mereka.Semua yang didapatkan Sky,penghargaan berupa uang dan lainnya ,diserahkan pada Sanny sebagai ahli warisnya.Sanny wajib menerimanya,sebagai amanah dari Sky.
Keluarga Marcho sudah menyiapkan Jet,setelah Steve yang memang seorang dokter kandungan handal,memeriksa keadaan Sanny.Menyuntikkan penguat kandungan dan memberi Sanny vitamin.
"San.......kamu harus banyak istirahat.Pikirkan bayimu yah,ujar Steve dengan lembut."
Steve di rekrut Marcho di rumah sakit nya di Indonesia.
Steve teman baik Marcho,Anto juga.
Papa Lucas dan mama Rita memutuskan mereka semua menuju Indonesia.Semua urusan rumah sakit,akan di ahlihkan pengurusannya pada paman Marcho.Perusahaan di sana,Marcho ahlihkan pengurusannya,pada sepupunya yang selama ini sangat kompeten,Marcho mengangkatnya sebagai CEO baru.
Keluarga Marcho memang keluarga pembisnis,mereka tidak haus akan harta.Dari sejak dini,mereka selalu ditanamkan kepedulian terhadap para sepupunya.Jika ada masalh,mereka berkumpuk dan bahu-membahu.Papa Lucas dan saudara nya sangat akrab,satu dan lainnya.
Kalau mama Rita,keluarganya juga sangat penyayang,walau gak sesukses keluarga suaminya,dan dia hanya anak angkat,tapi saudara-saudaranya,sangat menyayangi Marcho.Mereka juga selalu ada buat Marcho.
Kini,Sanny memegang sebuah guci,disana terdapat abu Sky.Sanny memegang guci itu sepanjang perjalanan.Di gantikan juga dengan Davin.
"San...biar mas saja yang membawa abu ini.Kamu lagi hamil.Istirahatlah dalam perjalanan,ujar Davin."
"Baiklah mas,ujar Sanny".
__ADS_1
Sanny memandang Bram,Ana,Nadya,hati Sanny sangat sedih.Tatapan Sanny sangat senduh.
Sanny sangat sedikit makan,Marcho memberi Sanny susu dan memberi Sanny vitamin juga.
Marcho memeriksa emailnya ,dan bekerja dengan laptopnya.Susah beberapa hari,Marcho tidak mengurus perusahaannya.
Bram kembali ke Indonesia,papa dan mama nya tidak mau,Bram bertahan di Inggris sendirian,tanpa teman dan keluarganya.
Perusahaan Bram di Inggris,di pimpin CEO baru ,yang memang sudah memahami perusahaan.
Bram akan mencek secara berkala.
Sekian jam mereka terbang dengan 2 pesawat jet,merekapun tiba di Jakarta.
Sanny,Davin , Marcho ,Bram,Nadya dan Ana memasuki sebuah mobil.
Mereka menuju sebuah danau.Disana Sanny menabur abu Sky.Air mata Sanny,Davin dan lainnya pun tak dapat di bendung.
Langit seakan tau kesedihan mereka.
Proses itu pun selesai.Marcho memayungi Sanny,karena hujan semakin deras.
Marcho mengajak mereka semua ke rumah mereka.
Marcho sudah memerintahkan pelayan membersihkan sebuah rumah keluarga Marcho.Para pelayan sudah memasak aneka menu.Sanny,Nadya dan Ana sudah mandi.Mereka turun ke bawah.
Terlihat Bram,Davin dan Marcho juga sudah bersih-bersih.
Mereka menuju ruang keluarga.
Ana memutuskan untuk mencari pekerjaan di Indonesia.Teman segalanya buat Ana.Nadya dan Gilberth juga memutuskan tetap dekat dengan orangtua mereka di Indonesia.Persahabatan mereka sangat dekat.
"San.....Sky tidak mau melihatmu terpuruk seperti beberapa hari kepergiannya.Kami akan menemanimu,melewati semua ini,kami juga kehilangan sosok Sky,ujar Nadya".
__ADS_1
"San.......jangan menyesali diri,karena Sky melindungimu.Kalau aku di posisi Sky,aku juga akan melakukan hal yang sama,ujar Bram."
"Bram......kamu harus menikah,dan harus bahagia.Jika kamu bahagia,aku akan bahagia melihat sahabat terbaikku bahagia.Panjangla umur kita semua,sangat pedih aku kehilangan orang yang aku sayangi.2 kali aku merasakan hal ini,kalau kalian tidak ada,aku tidak akan kuat ujar Sanny".
"Baiklah........kamu carikan aja wanita yang baik,yang sesuai dengan ku San....aku akan mencobanya,ujar Bram".
"Baiklah.......semoga kalian cocok,ujar Sanny".
"Tumben istri mas jadi mak comblang,ujar Marcho".
Semua pun tertawa.
"Aku punya proyek,ujar Marcho.Disana sudah terbangun 4 mension.Kalau kalian minat,gimana kalau kalian membeli tanah milikku.Aku jual dengan harga murah,harga sahabat.Komplek itu akan kita kembangkan buat khusus keluarga kita semua.Masih luas tanahnya di sana.Jika kelak anak-anak kita ada,mereka juga bisa membangun rumah di komplek ini.Aku tidak menjualnya kepada yang lainnya,ujar Marcho".
"Idemu sangat baik,ujar Gilberth".
"Jika aku bertugas ke luar negeri,akan sangat baik,istriku berada dekat kalian,ujar Gilberth".
"Aku juga memikirkan hal demikian.Saudaraku dan orangtuaku juga disana tinggal.Kita juga coba tawarkan buat Mama Mawar dan orang tua kalian.Mereka dulu kan juga bersahabat,ujar Marcho".
"Kapan kita kesana Mar?tanya Bram".
"Besok,kita ajak semua.Kamu urus deh Davin.Panggil semua orang tua kita,ujar Sanny".
Mereka pun bersantap sambil bercerita.Marcho menyerahkan sebuah amplop pada Sanny.
Sanny baru teringat,itu amplop pemberian Sky.
Apakah isi amplop tersebut???????
next episodeπ
ββββββββ
__ADS_1
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guyssss.