Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Menghilang


__ADS_3

Tubuhku di balut dengan selimut tebal.Bi Tami mengganti baju Sanny.Dengan baju lumayan besar dan dari bahan rajut.


Mataku kosong,tak tepikir apapun.


"Aku gak bisa berpisah dari anakku bi,jerit Sanny memeluk bi Tami".


"Bukan seperti itu penyelesaian yang baik San.....membesarkan anak,bukan hal mudah.Mereka juga butuh kasih sayang dari papa mereka,ujar sebuah suara."


Sanny hanya diam.


Sanny baru menyadari,ternyata Marcho dan bi Tami menyelamatkannya.


Sanny tidak berani menatap wajah Marcho.Sanny tau dia bersalah.


Marcho mendekati Sanny.


"San...maaf....mas menjadi egois dalam mencintaimu.Mas mencemburui orang yang sudah tiada.Maaf ....mas harusnya memberimu waktu,harusnya mas bisa lebih mengerti.Bagaimana pun Sky sudah memberikan nyawanya buatmu.Maafkan mas....."


Mereka berjalan memasuki mobil.Bi Tami duduk di depan dengan seorang supir ,Marcho dan Sanny duduk di belakang.


Marcho memeluk Sanny.


"Mar...tolong balur badan Sanny dengan minyak kayu putih ini,ujar bi Tami memberikan nya pada Marcho."


Perlahan Marcho membalurkan badan Sanny dengan minyak kayu putih.


Sanny dan Marcho saling menatap.


"San....jangan pernah lakukan hal bodoh lagi.Maaf mas bilang,tentang anak kita.Mas mau kita tetap bersama,karena mas tau,kamu sangat menyayangi twins."


"Air mata Sanny mengalir di kedua pipinya.Sanny sangat lelah.Sanny pun tertidur".


Mereka memasuki sebuah hotel mewah di korea.Hotel itu milik paman Marcho.Paman Marcho sangat menyayangi nya,karena dulu hotel ini terancam bangkrut,dan Marcho menyelamatkannya.Malahan saat ini lebih maju,dalam pengawasan Marcho.


Bakat bisnis Marcho sudah tampak dari masa kuliah.Di masa Marcho kuliah,Marcho susah nisa mengembangkan dan mempertahankan beberapa hotel milik keluarganya dan saudara papa nya.


Marcho masih menggendong Sanny.


Marcho menelepon sepupunya,seorang dokter kandungan


Tidak begitu lama,sepupu Marcho yang bernama Merry pun datang.Mengetuk pintu kamar hotel.

__ADS_1


"Mer....tolong periksa istri mas.....kami bertengkar,ada kesalah pahaman.Kami bertengkar di danau."


"Mar....kenapa bisa begitu.Biasanya kamu paling sabar dan gak emosional."


"Mas salah Mer.Mas terbakar kecemburuan.Ujar Marcho".


Setelah memeriksa Sanny,Merry pun menatap Marcho.


"Mbak Sanny butuh istirahat mas.Mbak Sanny tolong beri susu hangat malam ini.Dan beratnya sangat kurang.Tolong.....dia hamil twins.Perhatikan asupan makanannya ya,ujar Merry".


"Mas.....besok bawa ke rumah sakit tempat Merry praktek yah.Besok pagi jam 9.Merry memegang perut mbak keram dan kontaksi.Sekalian cek kondisi twins di dalam,ujar Merry".


Merry menyuntikkan obat penguat kandungan pada Sanny.


Sanny masih sangat lelah.Merry permisi pulang.


"Bi....bibi istirahat lah.Marcho memberikan sebuah kartu pada bi Tami."


Marcho membukakan pintu hotel pas di depan kamar Marcho dan Sanny.


"Maaf bi...maafkan Marcho,ujar Marcho."


"Semua orang pernah bertengkar Mar.Bibi dulu,dah banyak melaluinya.Saat suami bibi selingkuh.Hal senekad Sanny pun pernah bibi lakukan karena putus asa.


Tapi Tuhan punya cara lain,saat bibi kehilangan segalanya,bibi tidak tega melihat Sanny dalam kesendiriannya.


Sanny sudah menjadi anak bibi.Kamu kenapa bisa sangat cemburu Mar?tanya bi Tami."


"Bi...Sanny gak mau terbuka pada Marcho.Marcho sudah lama memendam perasaan ,saat tau,Sanny membangun sebuah mansion di dekat danau.Juga Saat Sanny membeli tanah disekitar danau.Marcho pingin Sanny berterus terang pada Marcho,Marcho pingin kami bisa saling terbuka."


"Sanny mungkin takut cerita Mar,ujar bi Tami"


"Bi.....bibi istirahat yah.Kamar bibi di depan kamar kami.Marcho menyerahkan kartu hotel bi Tami(bi Tami sudah terbiasa nginap di berbagai hotel,terkadang Sanny membawa bi Tami berlibur".


Marcho berbaring ,dan memeluk Sanny.


Pagi pun datang,Marcho sudah bangun dan lagi Mandi.


Sanny terbangun karena merasakan perutnya keram dan sakit.


Sanny pernah beberapa kali mengalami sakit seperti ini,tapi kali ini lebih sakit.Sanny menuju balkon,mencoba duduk di balkon.

__ADS_1


Sanny mencoba meminum air mineral.memejamkan matanya.Tapi tetap merasakan Sakit.


Marcho sudah selesai mandi.Memakai t shirt dan celana pendeknya.


Marcho mencari Sanny.San melihat Sanny di balkon.


Kelihatan Sanny pucat dan seperti merintih.


"San.....kenapa?Marcho menggenggam tangan Sanny".


"Mas.....sakit,ujar Sanny."


Sanny menahan rasa sakit nya.


Sambil memegang perutnya.


Marcho dengan sigap menggendong Sanny.Memakaikan Sanny mantelnya,menelepon supir.Bi Tami kebetulan baru keluar dari kamar.


"Sanny kenapa Mar?tanya bi Tami".


"Bi......Sanny mengalami kontraksi.Bibi ikut yah".


"Iya Mar,ujar bibi."


Mereka bergegas.Hotel ini dekat dengan rumah sakit.


Merekapun sampai ke rumah sakit.


Marcho bergegas membantu Sanny naik ke brankar.


Sanny pun ditangani Merry,sepupunya Marcho.


Sanny menahan sakit perutnya.Marcho memeluk Sanny.


Mas.....sakit....ujar Sanny.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guysss.

__ADS_1


__ADS_2