
Sanny memacu kecepatan mobilnya di luar rata-rata.Petugas patrolipun mengejar mobilnya,dengan terpaksa Sanny meminggirkan mobilnya.
Polisi tersebut pun menguji kadar alkohol dalam mulut Sanny,dengan sebuah alat.Sanny gak pernah meminum alkohol,karena dia sangat tidak suka.Ketika ditanya kenapa ngebut, Sanny hanya menjawab, lagi banyak pikiran.Sanny pun menelepon Bram untuk menjadi wali nya di kantor polisi.
Bram sudah di kantor polisi,Bram mengurus semua.Sanny mendengar seorang perwira kepolisian ,sedang berbicara tentang dirinya.Sanny sangat marah.Sanny membuka tas nya dan mengambil kuncinya.Sanny baru sadar,mobil yang di pakainya mobil Marcho,karena buru-buru Sanny gak begitu memperhatikan.
Sehabis polisi tersebut berbicara di telepon,dia sangat terkejut melihat sosok Sanny di depannya.Sanny memberi kunci mobil Marcho pada polisi itu.
Titip kunci pak,beri padanpenelepon anda.Pantasan saya kena tilang,rupanya akal-akalan kalian saja,ujar Sanny.
Sanny pun memasuki mobil Bram.
"Bram yuk nonton,ujar Sanny."
Mereka pun nonton film action,Sanny dan Bram sama -sama tertawa saat adegan kocak.
Selepas dari nonton,Bram mengajak Sanny makan Pizza.Handphone Sanny dari tadi berbunyi,tapi Sanny hanya membuat nada getar.
Sanny sangat kesal,Marcho mendiami nya.Padahal selama ini Sanny hanya merasa ,kalau Marcho tugas ke luar kota,yah hanya sebatas gitu aja.Ternyata pertemuan dengan klien bisa di mana aja,dan penyuguhan wanita.Sampai kapan Marcho bisa menepis wanita-wanita itu?kapan gak khilaf.Memang semakin berduit dan semakin tinggi jabatan suami dan kekayaannya,maka akan semakin gencar relasi bisnis ataupun para wanita penggoda mengganggu.
Itu semua membuat Sanny takut.Takut kecewa dan terluka.Berharap dari pria?Sanny tidak mau menjadi seperti almarhum mamanya⁸.
"Kamu balapan buat apa?jangan konyol.Ingat kamu lagi mengandung.kamu juga apa mau karena seorang laki-laki mati di jalanan?tanya Bram"
"Aku menyesal Bram."
"Jangan ngebut lagi& ingat jangan mencintai orang melebihi cinta pada diri sendiri".
Sanny hanya tersenyum.
"Kamu memang teman yang baik Bram,ujar Sanny".
"Kalau bisa....jangan hanya sebatas teman,ujar Bram".
"Jadi kamu mengajak aku selingkuh????ujar Sanny".
"Apa kamu mau????aku mau -mau aja,ujar Bram".
"Kamu gila dech Bram."
"Menggilai Sanny pastinya,ujar Bram."
__ADS_1
"Ngaco...dech....kalau Marcho mendengar ini eemua,bisa -bisa kamu tinggal nama,ujar Sanny tertawa".
"Jika dia mengecewakan mu San,ingat ada aku selalu setia menantimu".
"Rasa-rasanya kita gak nonton film romantis dech Bram.Kok jadi miring dikit,ujar Sanny terbahak-bahak".
"Pulang yukkkk...ujar Sanny".
"Mau di antar di mana?tanya Bram."
"Antar ke rumah mama Rita aja ,ujar Sanny".
Marcho sibuk melihat arah GPS handphone Sanny,melihat Sanny nonton bareng Bram.Marchonpun pulang ke rumahnya.Bertumpuk rasa cemburunya.
Sanny memasuki rumah mertuanya.Mama Rita heran hanya melihat Sanny sendiri.Mama Rita paham,pasti mereka kembali bertengkar.Sanny pun menuju kamar,dan membersihkan diri.Sanny pun tertidur.
Mama Marcho mengetik Wa ke Marcho,mengatakan Sanny tidur di kediaman mereka.
Malam itu Sanny tertidur sangat nyenyak.Marcho memeluk nya Sanny.Marcho tau,Sanny pasti kesal karena Marcho mendalaminya.
Marcho memandang istrinya,mengelus perut Sanny yang sudah terlihat menonjol.
Marcho pun mandi ketika pagi tiba,sudah menjadi kebiasaannya,walaupun di weekend.Sanny perlahan bangun,dan matanya seakan gak percaya,Marcho lagi menikmati coffee nya di teras.
Teras pagi-pagi sudah Marcho bersihkan dan pel dengan sebersih mungkin.
Di teras ini,dulu Marcho membeli ayunan,sama seperti di teras rumah Nadya,karena Sanny menyukainya.
"Sanny minta maaf,ujar Sanny menatap Marcho dengan tulus."
"Baik....maaf nya di terima".
"Mas juga harusnya minta maaf,ujar Sanny".
"Mas ketemu klien di resto dan di temani gadis gadis disana,ujar Sanny".
Sanny mengirim video yang di rekan oleh Nadya.
"Sanny baru tau,ternyata pertemuan melibatkan wanita seperti itu juga yah mas?ujar Sanny".
"Tidak selalu,ujar Marcho mengelus rambut Sanny".
__ADS_1
"Mas....Sanny tau,saat ini mas selalu setia sama Sanny.Sanny takut mas di jebak klien,atau mas nya terpikat dengan wanita-wanita itu.Mas tau sendiri,pelakor dimana -mana gak punya malu,ujar Sanny".
"San.....Mas sudah punya beberapa asisten yang sangat care pada mas.Kesetiaan mereka jangan di ragukan,karena mereka juga dulu mengabdi pada papa.Asisten mas ,merangkap sekertaris.Agust,Tanu,Riley,Ronie,dan Nicco bisa selalu di andalkan.Mereka orang baik.
"Mas.....jangan sampai peristiwa papa,terjadi pada kita juga,ujar Sanny menunduk.Air mata Sanny mengalir di kedua pipinya".
"Mas gak akan minum minuman keras San....Juga kalau minum selalu bawa sendiri.Itu selalu papa ajarin pada mas,dulu papa juga sering mau di jebak kliennya.Mami yang memberi resep itu sayang.Sudah lama mas menerapkan dalam keseharian mas.Mas kalau lagi bepergian selalu di temani 2 asisten."
"Rata-rata kalau sudah mabuk dan minum ,banyakan obat mereka gunakan buat melancarkan aksi mereka."
"San....kalau bepergian juga kamu harus dengan bodyguard yah,mereka merangkap supir.Jangan kendarai lagi mobil sendirian.Mas gak mau".
"Sanny pun mengangguk".
"Mas ngapain suruh polisi menilang Sanny?ujar Sanny"
"Mas kawatir kamu ngebut.Tapi kenapa Bram yang kamu panggil ke kantor polisi".
"Mas sudah set semua.Malas dech suruh mas datang.Mas sandiwara dengan mereka disana,ujar Sanny".
Marcho pun tertawa.
"Mas juga cemburu,mas melihat kamu dekat dengan Bram dan Sky,ujar Marcho".
"Mereka itu teman terbaik mas.Jangan mikir macam-macam.Kalau Sanny mau,Sanny dari dulu bisa menikah dengan mereka.Seburuk apapun keadaan kita,Sanny gak bisa melupakan mas.Diri Sanny aja mas miliki,kalau gak mana ada nih twins yang double alias kembar di disini,Sanny menunjukkan perutnya."
"Twins????ujar Marcho terkejut.Apa anak kita kembar San ?tanya Marcho"
"Yah...iyala mas.Kan selama ini semua kan panggil twins.Mas pikir hanya panggilan aja.Mas bahagia banget.Lagian dokter pun gak bilang,baby kita twins."
"Dokter udah sebelum-sebelumnya bilang mas.Mungkin saat mas temani,dokter gak nyebut twins".
Marcho mendekatkan wajahnya ke wajah Sanny.Sanny sudah mandi tadi ketika sebelum ke teras.Tercium wangi lavender dari badan Sanny.Sanny pengagum lavender.
Marcho ******* bibir Sanny,menciumi leher Sanny.
Sanny selalu gak bisa jauh dari Marcho.Semakin Sanny mengenal pribadi Marcho,Sanny sadar,hanya Marcho yang mampu sabar dan menyayangi Sanny dengan caranya sendiri.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
__ADS_1
happy reading guyssss