
Selama weekend,Sanny dan Marcho menghabiskan hari -hari mereka di Mansion dan juga berkeliling.
Malam itu begitu dingin,Sanny masih nyaman duduk di balkon.Lusa ,iya akan ikut seminar di Spanyol selama 1 minggu.Terkadang,kesibukan nya menjadi seorang dokter,membuatnya sedikit terbebani dengan profesinya.
Kenapa San......tanya Marcho,sambil berjalan dan duduk di samping Sanny.
"Mas......maaf...lusa Sanny akan mengikuti seminar di Spanyol,ujar Sanny".
"Mas akan merindukanmu sayang......Marcho kembali memeluk Sanny".
"Maaf mas,ujar Sanny ."
"Jangan cemas,cepat-cepat selesai program interenship nya,tinggal ikut ujian ,ujar Marcho membelai rambut Sanny".
"Mas....apa Sanny berhenti aja,dari profesi dokter?tanya Sanny dan fokus akan perusahaan grandpa?".
"Kenapa mikir gitu San.....tanya Marcho,perusahaan grandpa mas handel ,bila beberapa tidak bisa kamu handle".
"Seandainya Sanny hamil,bagaimana mas,Sanny sangat sibuk,bayi kita gimana?tanya Sanny".
"Begitu selesai semua ,kamu akan bertugas di rumah sakit kita San.Kamu tak harus menghancurkan mimpimu sayang,inilah yang mas dan papa pikirkan,makanya kami membangun rumah sakit, buat mu sayang,ujar Marcho memeluk Sanny."
"Kamu akan mempunyai waktu buat anak -anak kita kelak,buat keluarga dan buat pasienmu".
Sanny pun menunduk,begitu baiknya Marcho dan keluarganya memikirkan dirinya.
Marcho memeluk Sanny,mengusap rambut Sanny.
Mereka makan siang bersama.
"Selepas makan,kita baliknya mas,Sanny mau packing-packing "
"Hmmmmm......ujar Marcho".
Mereka pun kembali ke rumah orangtua Marcho.
"Mas.......sepertinya rumah tetangga di sebelah sedang di bangun.Sepertinya....pemiliknya beda yah mas,ujar Sanny".
"Kan udah lumayan lama pembangunannya San....apa kamu gak tau,ujar Marcho".
Sanny menggelengkan kepalanya.
"Sanny gak pernah perhatikan mas,ujar Sanny sambil tersenyum".
__ADS_1
"Jangan terlalu lelah dalam hidup.Bisa menggapai bintang,tapi harus juga bisa menikmati hidup."
"Baiklah suamiku tercinta,ujar Sanny bergegas menuju kamar mereka".
"San....coba ulangi,ujar Marcho".
Sanny semakin bergegas ,sambil membalik dan berlari kecil.
"Gak dua kali Sanny ucapkan,ujar Sanny".
Marcho berlari,langkah-langkah Marcho mampu menghadang, pada saat Sanny akan menutup pintu kamar.
Marcho memasuki kamar ,dan menguncinya.
"Bilang sekali lagi sayang....ujar Marcho".
Sanny menutup wajahnya.
"Kenapa sayang??????malu?????tanya Marcho."
Marcho mengunci Sanny dalam pelukannya,Marcho menghujani Sanny dengan ciumannya,mereka kembali terpaut menjadi satu.
Mas.....bantu Sanny packing mas...ujar Sanny.Bergegas menuju kamar mandi,membersihkan badannya dan Marcho pun memasuki kamar Mandi.Mereka kembali mengulangi kemesraan mereka.
Tiba-tiba pintu terbuka.
"Maaf...San....ujar Janet.....,mbak ganggu acara kalian....upss.....maaf....ujar Janet sambil tertawa terkikik."
"Kalau mau masuk,ketuk pintu mbak....ujar Marcho".
"Okey...bos......cepat proses berhasilnya yah,ujar Janet sambil tertawa meninggalkan kamar Sanny dan Marcho."
"San...Bella nangis di bawah,nyariin kamu,ujar Janet berteriak tepat di samping kamar Sanny".
Sanny pun bergegas meninggalkan Marcho ,bergegas berjalan duluan.Marcho tersenyum melihat tingkah Sanny,yahhhh memang Sanny dan Bella sangat dekat.Bella sangat menyayangi Sanny,demikian juga Sanny sangat menyayangi Bella.
Bella berlari mendekati Sanny,memeluk Sanny dan Sannypun memeluk nya.
Mama Rita dan papa Lucas tersenyum melihat Bella dan Sanny .
Sanny menemani Bella bermain game,menemani Bella bernyanyi.
Bella sudah ngantuk,dan dibawa pengasuhnya.
__ADS_1
Janet pun duduk di ruang keluarga ,setelah memasak kue kesukaan Sanny.
"Ma...pa.....Sanny akan mengikuti seminar,selama 1 minggu di Spanyol,besok Sanny akan berangkat,ujar Sanny".
"Ma.....tenang aja,bentar lagi,mama akan punya cucu,dan Bella akan punya ponakan,ujar Janet tersenyum penuh arti."
"Mama dan papa sudah lama menantikan nya sayang,mama pun menepuk tangan Sanny".
"Jangan jadi beban.Kalian jalani saja,yang penting kalian bahagia nak,ujar mama Marcho".
"Marcho....selalu jaga keutuhan rumah tangga kalian.Janet juga,Juan akan bertugas di rumah sakit Marcho".
Ini ujar mama Rita,memberikan kunci ke tangan Janet. Sebuah kunci rumah.
"Ma.....tidak usah seperti ini,ujar Janet.
Juan dan Janet akan membeli rumah ,mama tenang saja,ujar Janet".
"Juanpun datang menghampiri Janet.Benar ma.....kami akan mencari sebuah rumah".
"Ini hadiah dari papa buat kalian,ujar Marcho".
"Mas Juan sungguh menyayangi mbak Janet,menyayangi anak-anak.Kita saling mendukung dalam segala hal."
"Mas Juan dan mbak Janet harus terima hadiah dari papa,ujar Marcho".
"Janet pun terharu.Janet memeluk Sanny.Juan memeluk Marcho."
"Walaupun Juan berasal dari keluarga sederhana,tapi Juan sangat menyayangi mbak Janet,sangat menghormati kedua orang tua Marcho."
Demian juga baik,menyayangi Jane,hubungan keluarga ini selalu mereka bina.
Marcho sangat banyak berjasa dalam pengembangan bisnis perhotelan keluarga mereka,Marcho bahkan lebih detail dalam bisnis,cekatan dan sangat di hormati dikalangan bisnis.Seorang pembisnis di usia muda,bisa berhubungan baik dengan para rekan bisnis nya.
"Rumahnya di mana dek?tanya Janet."
Marcho membeli rumah di samping sebelah kanan,ujar Papa Lucas.
Janet sangat terharu.Janet kembali menangis.Juan pun memeluk nya.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Jangan lupa like,koment dan vote
__ADS_1
happy reading.