Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Mempertahankan


__ADS_3

Sanny berdiri dan merasa udara disana sangat pengap.


Apakah masih sangat lama?dalam hati Sanny.


1 jam kemudian,Marcho memasuki ruangan itu.


"Kita pindah ke rumah moon Royal,ujar Marcho."


"Baiklah,ujar Janet dan Jane berbarengan".


Mereka keluar dan membawa anak mereka.Sanny pun berdiri,kemudian berjalan melewati Marcho.Marcho menahan Sanny.


Sanny menatap Marcho.


"Udara di sini sangat pengap mas,aku merasa sesak,ujar Sanny".


"Nanti mas akan mengantarmu ke seminar ujar Marcho".


"Dokter Bernard akan menjemputku mas,aku sudah menyuruhnya datang".


"San.....apa ini yang kamu inginkan?semalam kamu melebur dalam tubuhku.Apa begini caramu yang tidak aku ketahui?".


"Bukan aku yang memulai bukan,aku hanya manusia biasa mas."


"Sangat mudah bagimu dekat dengan banyak pria?ujar Marcho menahan amarahnya".


"Terserah,mau bicara apa mas.Aku sudah mengajukan perceraian kita kembali".


"Jangan mimpi kamu San.....Marcho merapatkan Sanny ke dinding ,mencium Sanny dengan sangat dalam."


Sanny tidak pernah mampu menolak pesona Marcho,tidak mampu ....membuatnya lemah.


"Berhentilah San......Mas tau,kamu marah pada mas,hukumlah suamimu ini sayang,hukum kebodohan mas yang tidak cerita semua padamu".


Marcho memeluk Sanny.


Marcho menggenggam tangan Sanny,memeluk Sanny kembali dengab sangat erat.


"Tutup matamu San....ujar Marcho."


Marcho menggendong Sanny ke kamar.


Kamar itu sangat berbeda,nuansanya seperti apartemen Sanny.


Sanny tidak sengaja menyentuh tangan Marcho.


Begitu Marcho menurunkan Sanny di dalam kamar,Sanny memeriksa tangan Marcho.


Sanny sangat terkejut.


"Mas.....ini kena apa?tanya Sanny".


"Terkena jendela ,ujar Marcho."


Sebuah telepon masuk,dan Marcho mengangkatnya.


"Lantai bawah sudah bersih tuan,ujar pekerja".


"Baikla ,makasih....ujar Marcho".


Marcho terlebih dahulu mandi,keringatnya dan darah membuat dirinya sangat gerah.


Sanny mengambil tas nya,mengambil alat medisnya.


Sanny membersihkan luka Marcho,menyiram luka nya dengan alkohol.


Sanny memeriksa luka Marcho.


Perlahan Sanny menyuntik obat bius di sekitar luka.


Sanny pun membersihkan luka Marcho dengan alkohol dan dengan obat semprot.Sanny perlahan menjait luka Marcho,menyuntikkan anti tetanus,mengoles obat dan memperban luka Marcho.


Marcho terus menatap Sanny.Sesekali mencium bibir Sanny.

__ADS_1


"Ini bius paling mujarab San....ujar Marcho".


"Jangan ganggu mas,ujar Samny".


Selesai mengobati luka Marcho,Sanny duduk.


"Kamu gak tau mas,lebih baik menjait ratusan pasien,dari pada menjait suami,saudara ataupun orang tua sendiri.Beban mental double,ujar Sanny.Walaupun berjuang sekuat mungkin,berusaha tenang,ujar Sanny".


"San....kamu telepon dokter Bernard ,mas mau bicara,ujar Marcho".


"Gak...ujar Sanny".


"San......ujar Marcho menatap Sanny".


"Baiklah,ujar Sanny."


Entah apa yang menjadi pembicaraan Marcho dan dokter Bernard.Marcho berbicara di balkon luar.


Sanny mandi,memakai bajunya dan juga memakai sweternya,Ada beberapa baju Sanny terdapat dalam lemari.


Marcho menatap Sanny.


"Besok mas yang akan temani kamu ke Turki,ujar Marcho.


"Tanpa bantahan,ujar Marcho menatap Sanny."


"Marcho menggenggam tangan Sanny,mereka menuruni tangga."


"Sanny memperhatikan rumah itu sangat nyaman,furniture putih mendominasi ruang tamu,sesuai dengan tipe rumah yang Sanny sukai."


Mereka duduk di meja makan,semua keluarga sudah berkumpul disana.


Sanny memandang desain rumah ini,begitu bagus dan Sanny takjub.Meja makan berwarna hitam,sangat bagus dipadankan.


"Mar.......polisi barusan menelepon papa,dalang di balik semua ini Suzy dan Sonia,ujar papa Lucas."


"Suzy dan Sonia memang sangat jahat,ujar mama Rita."


Sanny hanya diam.


Sanny hanya meminum air.


"Kamu tidak makan San?tanya Marcho".


Sanny menggeleng.


Mama Rita tersenyum,tidak lamanya seorang pelayan membawa beberapa kotak Pizza.


"Makanlah San,kamu pasti menyukainya,ujar mama Rita."


"Mama Rita membuka kotak pizza dan meletakkan di hadapan Sanny."


Sanny perlahan memakan pizza nya.Marcho sedikit tercengang,Sanny menyukai pizza sapi,biasanya Sanny sangat menyukai pizza ayam ,dan Marcho menyukai pizza sapi.Biasanya Sanny tidak memakan walau segigitpunyang berbau daging sapi.Marcho sangat heran.


Sanny makannya sangat lambat,Sanny merasa mual.


Sanny berusaha menahan rasa mualnya,Sanny takut, keluarga Marcho mengetahui tentang twins.Sanny mau menyembunyikan itu semua.


"San......kamu kenapa?".


Sanny hanya menggeleng.


Sanny tidak dapat menahan mualnya.Sanny pun bergegas menuju kamar mandi.Sanny membesarkan suara air di kamar mandi.Terkadang Sanny mau mual dan muntah,di paginatau di malam hari.Jika Sanny melakukan operasi,selalu jadwalnya di atur di siang hari.


Janet melihat ke arah Jane,mereka saling memandang.Janet juga memandang mama Rita.


" Mama merasa... Sanny sedang mengandung,tapi kita jangan tunjukkan apapun.Sanny akan tidak nyaman.Baiknya biarkan Sanny bicara sendiri,ujar mama Rita.Kamu cukup menjaga mantu mama,biasanya ada kehamilan bisa pingsan,bisa mual,bisa cepat berganti suasana hatinya.Kamu harus lebih sabar Mar,ujar mama".


"Ma....perut Sanny lumayan buncit.Marcho pikir karena Sanny kurang olah raga."


Semua pun tertawa.


"Saat mama hamil Janet,papa juga gak tau.Semua belajar nak,sesuatu hal yang baru."

__ADS_1


Sanny pun perlahan berjalan.Meminum air putihnya dan duduk di meja makan.Sanny mencoba memakan pizza nya kembali.Hanya bisa memakan satu potong pizza.


Sanny pun menuju dapur,meminta jus jeruk pada pelayan.Semua pura-pura sibuk ,makan sarapan mereka.Agar Sanny tidak curiga.


Sanny meminum jus jeruk.Jus jeruk minuman kesukaan Marcho kapanpun.


Sanny meminumnya habis.


Sanny pun berdiri,Marcho pun bersiap.


"Ma ...Sanny pamit,ujar Sanny".


Mama Rita memeluk Sanny.


Jane dan Janet juga memeluk Sanny.


"Rumah ini sangat indah.Modern dan penuh style,ujar Sanny."


"Kamu suka San?tanya Marcho".


"Suka mas...balkonnya juga bagus,ujar Marcho".


Sanny melihat mama,jane ,janet dari kejahuan.


Sanny teringat akan kebaikan mereka semua.Sanny menunduk dan melangkah ke luar,memakai maskernya.


Marcho menggenggam tangan Sanny.Pak Iwan ,hari ini biar saya mengendarai sendiri,ujar Marcho.


"Baik tuan muda,pak Iwan memberi kunci mobil Marcho".


Di perjalanan Sanny hanya memandang jalanan yang mereka lalui.Marcho tidak mau melepaskan tangannya,walaupun beberapa kali Sanny lepaskan.


Satu tangan Sanny memegang perutnya.Sanny merasa sedikit tidak nyaman.Marcho memperhatikan itu semua.


"San....kenapa,ujar Marcho meminggirkan mobil".


Sanny hanya diam.


Gak apa-apa mas........ujar Sanny.


Marcho pun melanjutkan perjalanan mereka.Kendaraan mereka dikawal beberapa bodyguard.


"San......jangan pernah pergi dari mas lagi......ujar Marcho menatap Sanny".


"Sanny suka Turki mas......lebih tenang ,ujar Sanny".


"Mas akan ikut kamu tinggal di Turki,ujar Marcho".


"Mas......apa gak lelah,sudah dua kali kita seperti ini?"


"Sampai kapanpun mas gak akan lelah.Berjanjilah,jika ada masalah,jangan meninggalkan mas.Beri mas kesempatan, menjelaskannya".


"Maaf mas...aku terlalu pengecut,ujar Sanny".


Mereka telah sampai diparkiran.Marcho menarik tengkuk leher Sanny,******* Sanny dengan sangat dalam.Mencium kedua mata Sanny.


Marcho menatap Sanny,dahi mereka saling bertautan.


Marcho kembali ******* bibir Sanny.


Perasaan Sanny sangat mendamba Marcho.


Kesabaran marcho dalam memahami dirinya,kesabaran Marcho mengerti akan dirinya.Kehamilan ini membuatnya menjadi sangat membutuhkan sosok Marcho.


"Mas sangat takut saat kamu menghilang dari hadapan mas,Mas mencarimu,dan sangat putus asa mendapatkanmu San.....Jangan lakukan lagi,berjanjilah,ujar Marcho".


"Yah mas.....Sanny janji".


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like ,vote dan koment


happy reading guyssss

__ADS_1


__ADS_2