
Sanny banyakan diam,Marcho kembali memandang Sanny.Seperti sedang banyak pikiran.Marcho menepuk tangan Sanny dengan lembut.Menyadarkan Sanny dari lamunannya.
Sanny makan sangat sedikit.Nadya dan Ana juga banyakan diam.Tidak seperti biasanya.
Sanny di ajak Marcho, menuju kamarnya.Marcho sangat gerah dan mau bersih-bersih.
Sanny menyelipkan sebuah surat di dalam buku, di atas meja di samping, tempat tidur Marcho.Sanny sengaja memposisikan suratnya menjulur keluar sedikit.
Sanny melihat sebuah buku,di dalamnya Sanny medapat beberapa foto dirinya sewaktu masih kecil,sewaktu Sd ,SMP dan SMA.Sanny memfoto cover bukunitu.Sanny ,ingin membaca buku itu,tapi sudah terdengar suara pintu kamar mandi di buka,Sanny dengan cepat menutup kembali buku itu.
Marcho hanya memakai handuk tanpa memakai baju atasan.Sanny pun menuju jendela kamar,Marcho tersenyum melihat Sanny sangat kikuk.
Marcho pun kembali memasuki satu ruangan tempat pakaiannya.Ketika Sanny akan keluar dari kamar,Marcho menarik Sanny dalam pelukannya.Sanny tidak memeluk Marcho sama sekali.Kemudian Marcho mengusap wajah Sanny,meraih tengkuk Sanny,******* Setiap jengkat Bibir Sanny.Menciumi sekitar Area leher Sanny.Sanny tersadar,dan mendorong Marcho dengan kedua tangannya.
Karena sangat tiba-tiba,Marcho menjadi mundur beberapa langkah.Marcho tersenyum memandang Sanny.Sanny membuang pandangannya.Sanny membuka pintu kamar,dan menuruni tangga.Menuju kamar mandi bawah.Sanny membasuh semua bekas ciuman Marcho,mencuci wajahnya.Sanny sangat pingin menangis.Merasa bingung dan tidak tau harus berbuat apa.Sanny kembali memakai bedaknya.
Kamar mandi itu sangat dekat dengan sebuah kamar tidur.Sanny melihat foto kedua orangtua Marcho.Sanny pun bergegas meletakkan surat di atas tempat tidur.
Sanny kembali menuju papi nya,memeluk papinya dengan erat.Sanny pamit akan mengikuti ujian.Sanny melihat Marcho duduk di salah satu Gajebo.Marcho melambaikan tangannya,agar Sanny ke sana.Sanny pura-pura gak lihat.
Marcho pun mendatangi Sanny.Sanny mengatakan bahwa dia akan mengikuti ujian.
Marcho ngotot mau mengantarkan Sanny ujian,Sanny juga ngotot tidak mau.Sanny sudah memesan Taxi online ujarnya.Sanny menatap semua anggota keluarga Marcho, yang sangat menyayanginya.Terasa berat melakukan ini semua.Tapi Sanny harus.
Nadyadan Ana pun pamit,juga membawa bi Tami bersama mereka ,sesuai rencana yang mereka susun.
Nadya,Ana dan Bi Tami duluan berangkat.Kemudian Sanny memasuki Taxi online.Sanny memasuki universitas tersebut.Universitas itu sangat besar.Sangat banyak mahasiswa dan para peserta di sana.Marcho kehilangan jejak Sanny.
Sanny sudah mempajari kampus tersebut.Ada beberapa gerbang universitas ,Sanny pun bergegas menuju sebuah Taxi yang sudah di pesannya dengan hp barunya.Sanny meninggalkan hp lamanya di kamar Marcho.
Sanny menuju tempat Salon,menukar bajunya.Dan salon langganannya pun memangkas rambutnya sangat pendek.Sanny pun memakai topinya.
"San....rambut pirangmu sangat sayang dipotong,kamu lebih cocok berambut panjang,ujar sang pemilik salon".
__ADS_1
Sanny hanya tersenyum.Membayar sejumlah uang.Dan permisi.
Sanny sangat berbeda,tidak seperti biasanya,ujar sang pemilik salon,asisten salon pun membenarkan ucapan bosnya.
Sanny berjalan beberapa blok,dan Bram sudah disana menunggunya.
Sanny membuka pintu,memandang Bram.
Bram dengan sigap membuka topi Sanny.Kecurigaannya terbukti.Sanny pangkas sangat pendek.
"oh......Shit.......".Apa yang kamu lakukan San,teriak Bram.
Sanny hanya menangis,menangis sejadi-jadinya.Bram memeluk Sanny.Menghapus air mata Sanny.Bram sangat sedih ,melihat Sanny dalam kebingungannya.
"Dia sangat kaya Bram.Rumahnya ternyata bukan yang biasa tempat aku menginap.Itu hanya salah satu rumah mereka."
"Mereka mempunyai rumah seperti istana.Apa iyah,dia se ambisius itu menguasai perusahaan papi yang gak ada apa-apanya?"
"Apa benar semua yang wanita itu katakan Bram?Aku bimbang Bram...
Aku pingin .......ada ruang gerak ku Bram."Ujar Sanny bertubi-tubi mencutahkan isi hatinya pada Bram.Apa Marcho bisa memberi ruang gerakku seperti itu????
"Aku akan selidiki semua San.Aku akan memakai jasa dektektif yang biasa papi ku gunakan".
"Keputusan ada di tanganmu San,jadi sekarang apa kita pulang?atau ke bandara?tanya Bram".
"Kita ke bandara Bram.Sanny menatap Bram dengan serius."
Sanny dan Bram pun menuju bandara,Bram juga sudah memakai topinya.Dan sebuah jaket hitam.
Bram memeluk pundak Sanny.Mereka menuju lantai 2.Disana sudah terlihat bi Tami,mas Sky,mas Davin,Jack,Thom,juga terlihat Nadya dan Ana.
Sky memeluk Sanny.Menggenggam tangan Sanny.
__ADS_1
Nadya dan Ana berpelukan.
Sanny memamerkan Handphone barunya.Semua pada tertawa.
Sanny pun melambaikan tangannya.Mas Davin juga mengantar mereka.Mereka lewat jalur khusus.
Sky pun sudah berada di dalam pesawat,bersama bi Tami.Sanny menatap pemandangan luar pesawat.
Bi Tami menggenggam tangan Sanny.
Tersenyum melihat Sanny.Sanny menghapus air matanya.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sesampai di Inggris.
Grandma dan granpa sudah menunggu Sanny.Sky sengaja tidak menemani Sanny.Karena Sky tidak mau,semua terlacak Marcho.Pengaruh Marcho sangat besar,karena sebelum berangkat,Sky sudah mendapat info dari temannya.Marcho melacak semua calon mahasiswa di universitas tersebut.Dan tidak mendapati Sanny mengikuti ujian seperti yang dia bilang.
Marcho menggunakan relasinya melacak Sanny.
Terlambat beberapa menit saja,pasti semua rencana mereka gagal.Karena Sky juga mendapat kabar dari orang dalam nya,Marcho ngotot melacak semua penerbangan dan men hack sisi Tv bandara.
Sky memberi Sanny isi Wa teman nya.Sanny membacanya.
"San......hati-hati yah.Ada baiknya kamu tinggal di apartemen bersama bi Tami."
"Granma dan granpa mengunjungimu,ujar Sky".
"Sanny pun mengangguk".
Sky pun kembali menuju bandara.Sky sengaja mengambil beberapa jadwal penerbangan hari itu juga.Untuk menyamarkan diri.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
Jangan lupa like,vote dan koment.
happy reading guysssss