
Pagi itu,Sky dan Davin menuju rumah Sanny.
Sky akan menunggu Sanny di bandara,Davin juga.
Mereka bak ada niatan buat datang ke rumah Marcho,karena keluarga nya buat acara makan siang sederhana.
"Semua nya sudah di urus San,tinggal tugas lapangan mu gimana".ujar Sky.
"Selesai dari kantor catatan sipil,pasti balik ke rumah keluarga Marcho.Sanny punya alibi,hari ini juga ada penerimaan testing perguruan tinggi negeri,buat anak berprestasi,di adakan jam 1 gitu mas,jadi Sanny ke Tempat testing dan dari sana akan menuju bandara.
sekitar jam 2 lewat Mas,ujar Sanny.
Ini handphone baru mu San,ini hadiah dari mas.Sky memberikannya pada Sanny.Ketika keluar dari rumah Marcho,kamu jangan bawa handphone lamamu.Aktifkan handphone barumu.semua nomor teman-temanmu,sudah mas Davin dan mas Copy ke handphone baru.
"Makasih mas....ujar Sanny".
Kamu harus siap- siap kan?
"Hmmmm.....ujar Sanny."
Mas dan Mas Davin cabut dulu ya San......Tiket Sanny dan Bi Tami sudah mas atur.
Ketemuan dimana ,nanti Mas telepone yah,ujar Sky.
Sanny pun mengangguk.
Mereka berbicara di lantai 2 ,balkon.
Sanny pun mandi,memakai gaunnya.Merias wajahnya soft ,memakai lipglosnya.
Sanny menelepon langganan salonnya.Mengirimkan baju baru dan celana jenas nya ke salon langganan nya.
Papi Sanny ,baru keluar dari kamarnya ,yang terletak di lantai 1.
__ADS_1
Papi mengusap tangan Sanny.Terlihat wajah lelah papi.Baru sampai pukul 12 malam.
Mereka sarapan pun sarapan.
"Pi......jaga kesehatan papi yah.Jangan cemaskan Sanny.Sanny akan bisa melewati hidup Sanny dengan baik,Sanny berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh ke pipinya".
"Maaf San....semua karena papi,menyebabkan kamu mengambil jalan ini.Papi belum bisa menjadi papi yang baik buat mu dan buat mami".
Sanny sudah menyuruh bi Tami memasukkan suratnya, ke tas papi.Begitu mereka menuju kantor catatan sipil.
Papi memakai jas nya,Sanny kembali berberes dan memakai heelsnya.
Sanny sangat cantik ,walaupun dengan pakaian sederhana,aura dirinya terlihat.
Mereka pun sampai ke kantor catatan sipil tepat pukul 11 ,disana sudah ada keluarga Marcho.Kedua orang tua Marcho,Janet dan Damian,Juan dan Jane.
Teman Sanny, Nadya dan Ana baru sampai.
Nadya dan Ana memeluk Sanny.
"Semua akan berlalu.Hari ini adalah hari yang terbaik.Semoga semua bahagia,apapun jalan yang akan di tempuh".Dalam hati Sanny berbicara,buat menguatkan dirinya sendiri.
Sanny menyalami kedua orang tua Marcho,mbak Janet dan mbak Jane.
Sanny menolak make up MUA yang di pesan keluarga Marcho.Semua berkas-berkas pernikahan,susah di urus Marcho dan papi Sanny.
Para petugas mempersilahkan mereka memasuki sebuah ruangan,memberi berbagai wejangan dalam berumah tangga.Karena keluarga Marcho terpandang,ruangan ini pun disediakan secara istimewa buat penandatanganan berkas.
Kalau untuk khalayak umum,biasanya penandatanganan di bagian luar.
Marcho sangat tampan dengan Jas hitamnya dan dalaman putih.Rambutnya yang tertata rapi,sewaktu turun dari mobil,membuat jantung Sanny berdetak tak karuan.Tapi Sanny berusaha tenang.
Marcho menandatangani berkas,Sanny pun mengikutinya.
__ADS_1
Semua moment itu di videokan dan di foto keluarga Marcho.Nadya hanya memfoto saat mereka menunjukkan lembaran catatan sipil mereka.
Pemberkatan dan resepsi akan di adakan minggu depan.
Hanya pesta sederhana,di urus oleh EO.
Papi Sanny memeluk Sanny,mengucapkan slamat pada putri satu-satunya.Sanny hanya tersenyum menutupi perasaannya yang kacawnya.
Bi Tami menangis, dalam pelukan Sanny.Mengusap wajah Sanny.Memeluk Sanny dengan erat.
Marcho terlihat sangat bahagia,memeluk kedua orang tuanya,saudara-saudaranya dan memeluk dan mencium Sanny sangat dalam.Mata Marcho berkaca-kaca menahan harunya.
Sanny juga mendapat pelukan dari kedua orang tua Marcho,dari Janet dan Jane.
Sanny sangat heran melihat ekspresi Marcho.Apa begitu hebatnya aktingnya????Seperti beneran bahagia.
Sanny berusaha tidak larut dengan keadaan.Berusaha menekan rasa dalam hatinya.
Mereka pun menuju kediaman keluarga Marcho.
Sanny tetap dalam genggaman tangan Marcho.Sanny hanya menunduk.
Sesampainya mereka di kediaman Marcho,para pelayan sudah menghidangkan aneka makanan di halaman belakang rumah.Juga sudah di dekor sangat indah.Sanny memejamkan matanya melihat itu semua.Andaikan ini nyata,pasti dia tidak ingin terbangun dari mimpi.Tapi ini semua sandiwara kan buat Marcho?Sanny mengusap matanya.Nadya dan Ana memeluk Sanny menguatkan Sanny.
Rumah itu sangat megah,beberapa saat terpikirkan oleh Sanny,apa benar,seorang Marcho sangat se ambisius itu?Apa ucapan Mitha dengan seseorang benar?semua masih teka teki bagi Sanny.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading.
trailler Suami Yang terabaikan,bisa lihat di
__ADS_1
youtube