
Marcho menggendong Sanny seperti sekarung beras,membuka pintu dan memasukkan Sanny ke dalam mobil.kemjdian mengunci kembali dengan remote.
Tidak ada kesempatan Sanny untuk keluar dari mobil.
Marcho membawa Sanny ke sebuah desa Bibury.Desa ini memiliki pemandangan indah khas Costwold,terkenal dengan rumah pondok cottage-cottage batu tradisonal.Di sana ada sebuah gereja,St.Mary Church.Marcho sangat mengenal pemimpin agama di gereja ini.
Sewaktu Sanny tertidur di mobil,Marcho menelepon pimpinan gereja,meminta mendekor gereja ,dengan dekor yang terbaik.Marcho juga mendatangkan aneka mawar putih di kirim melalui beberapa helikopter mikknya.Juga Para WO yang dia pesan,dengan bayaran fantastik.
Marcho memperlihatkan kepada Sanny video di acara para pembisnis.
Kamu harus tau San,seseorang mau menejabk aku,dan dia temanku sendiri.Aku berbicara pada mereka hanya sandiwara semata.Aku dan temanku Ray,mengetahui aksi Alex dan wanita itu.Wanita itu juga anak pengusaha ,Kamu tau,minuman yang akan aku minum di campur obat perangsang?seorang watres akan bersaksi di kepolisian.Saat aku membawamu,Ray dan keluargaku telah menanganinya.
"Sudah 3 tahun kamu menelantarkan aku,apa mau menceraikan ku juga?ujar Marcho dengan menahan amarahnya".
"Cerai apaan?nikah pencatatan sipil aja gak,ujar Sanny".
"Dari mana kamu tau?tanya Marcho."
"Dari mbak Janet,ujar Sanny".
gak lamanya datang telepon.Marcho menerimanya,menggunakan bluetooth hansfree.
📞hallo.........
📞Kalian dimana Mar?tanya papa Marcho.
📞Kami di desa Bibury pa.....
📞Maaf,papa gagal membantumu.Kita menyembunyikan dari Janet,jane dan mama.Semua jadi seperti kni.Bagaimana dengan Sanny nak?
📞Sanny bersamaku pa.Semua udah clear.Mereka berhasil menghancurkan pernikahanku.Tapi aku tidak akan membiarkannya.Ujar Marcho.Kami akan melakukan pemberkatan dan pencatatan sipil di St.Mary jam 11 nanti.
📞Kami akan datang.Papa dan mama tidak akan melewatkan hari bahagiamu nak,ujar papa Marcho.
Sanny merasa malu,selalu salah paham dengan Marcho.
"Kamu,mama,Janet,Jane,sama aja,ujar Marcho menatap Sanny dengan kening berkerut."
__ADS_1
"Mas juga.....gak pernah mau cerita,kalau cerita pasti kesalah pahaman gak akan ada .Ujar Sanny kesal.Sanny membuang wajahnya.Sanny Sangat kesal.Matanya berkaca-kaca.Sanny menahan air matanya jatuh.
"Kamu marah sama mas San?tanya Marcho".
Marcho pun meminggirkan mobilnya.Mereka saling menatap.Sanny menecup dahi Marcho."
"Maaf mas...ujar Sanny"
"Kamu mas maafkan.Jika kamu mau hidup menua bersama mas,wajah Marcho sangat serius".
"Marcho mengecup bibir Sanny.Kemudian marcho memperdalam ciumannya.Mereka saling membalas cumbuan.Dengan penuh kerinduan Marvho mencium Sanny dengan mesra.Bibir Marcho ******* tanpa ampun,sehingga tidak membuat Sanny menghirup udara bebas."
Ketika Marcho melepaskan ciumannya,Sanny bernafas tersenggal-senggal."
Marcho tersenyum.Mengusap bibir Sanny yang masih basah akibat ciumannya.
Marcho kembali mengemudikan mobilnya.
mobilnya melaju membela jalan.Sang Fajar belum terbit,sekitar jam 5 pagi saat itu.
"Sudah beberapa kali praktek,ujar Sanny tersenyum dengan sangat yakinnya".
Wajah Marcho tiba-tiba berubah.
"Praktek sama siapa San,tanya Marcho menahan kecemburuannya".
"Mau tau....apa mau tau banget?????tanya Sanny".
"San.......................ujar Marcho"
"Jawab dulu dong,mau tau,atau mau tau banget?"
"Mau tau banget,ujar Marcho".
"Apa pernah ,selain mas mencium mu San?tanya Marcho".
"Sanny belajar ciuman dari mas dan nonton dramkor Something in the rain mas,ujar Sanny"
__ADS_1
"Gak pernah ciuman dengan siapapun".
"Serius dan jujur jawabnya?tanya Marcho".
"Iya .......mas,Sanny gak pernah bohong."
Hati Marcho sangat senang mendengarnya.
"Kenapa mas senyum-senyum?ujar Sanny denhan polosnya".
"mas senang.Hanya mas yang kamu ijinkan menciummu San".
Sanny hanya senyum.
Sanny sangat mengantuk.Marcho masih melajukan mobil nya.
Marcho memasuki area hotel yang sangat mewah,hotel itu miliknya.
Marcho menggendong Sanny yang tertidur.Marcho tersenyum ketika Sanny sama sekali tidak terbangun.
Marcho menidurkan Sanny di sebuah ranjang yang sangat luas.
Satu jam pun berlalu.
Mereka sampai ke desa itu pukul 6 pagi.
Perlahan Sanny membuka kedua matanya.Dia melihat Marcho baru selesai mandi.
Sanny menundukkan wajahnya.Menutup wajahnya dengan bantal.Marcho tersenyum melihat Sanny.Marcho memakai pakaiannya di walk in closet.Marcho memakai celananya.Sengaja tidak memakai bajunya,karena takut kusut.Marcho memeluk Sanny.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guyss
wajib bahagia🥰
__ADS_1