Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Kamu


__ADS_3

Sanny membisikkan pada seorang perawat, perawat itu pun beranjak pergi.5 menit kemudian,sang perawat membawa flat white dan mocca yang Sanny beli.Dan masih hangat .


Sanny menyuntikkan anti pendarahan pada lengan Marcho,yah....pasien itu Marcho,Sanny Juga memberi suntikan anti tetanus.


Sanny menyodorkan secangkir mocca pada Marcho.Marcho pun meminumnya.


Dokter Bernard dan para perawat terheran dengan perhatian Sanny yang sangat berbeda.


Sanny meminum flat white nya.Kemudian Sanny mensterilkan tangannya,memakai sarung tangan.Perlahan Sanny menjait luka Marcho,setelah menanyakan reaksi obat bius pada tangan Sanny.


Sanny berusaha konsentrasi penuh pada jaitan nya,dokter Bernard dengan intens memonitor pekerjaan Sanny.


Biasanya untuk pemula,penjaitan itu memakan waktu 30 menit,tapi memang menakjubkan,Sanny bisa menyelesaikannya dengan sangat rapi,hanya memakan waktu 20 menit,sama dengan pengerjaan dokter senior yang sudah biasa melakukan penjaitan.


"Kerja yang bagus,ujar dokter Bernard,dokter yang jarang memuji.Sehingga para perawat dan para dokter senior yang menonton adegan itu tersenyum".


Seorang dokter senior menepuk pundak dokter Bernard.


"Kamu mengujinya,dan kamu takjub bukan?ujar sang dokter.


"Kamu mau konsentrasi dalam spesialis apa San?tanya dokter Bernard".


"Saya memilih konsentrasi speaialis bedah ,ujar Sanny".


"Bagus......mulai sekarang,kamu akan mengikuti setiap operasi saya,sebagai asiaten saya.Ujar dokter Bernard".


"Sanny pun mengangguk".


Ketika kerumunan perawat dan dokter koas sudah bubar,mereka oun kembali menjalankan kesibukannya masing-masing,Sanny hanya berdiri,terdiam di samping brankar Marcho.


Sanny hanya diam,membalut luka Marcho dengan perban.


Jier,ini kunci mobil,cari baju kemeja buat Mas Marcho lengkap semua,dia tidak akan nyaman menggunakan baju pasien rumah sakit,ujar Sanny.


Dari rumah sakit ini ,kamu ke kiri,dipersimpangan kamu kembali belok kiri,tidak jauh dari sana ,ada Mall,kamu bisa mencari kebutuhan disana.


Kalian sudah makan?tanya Sanny.


Marcho menggeleng.


Sanny mengambil handphonenya,lalu menanyakan Marcho mau makan apa.


"Mas mau makan apa?ujar Sanny."


"Beberapa perawat memperhatikan Sanny berbahasa Indonesia pada sang pasien,mereka sedikit heran".


"Terserah ujar Marcho berbaring".


Sanny memesan beberapa jenis makanan,kemudian memerintahkan perawat memberikan kamar VVIP buat Marcho.


Marcho pun di pindahkan ke ruang perawatan.


Sanny,membuka kaus kaki Marcho,membersihkan kaki Marcho.


Biar saya bersihkan non....ujar Jier.


"Marcho menatap tajam Jier,kemudian menyuruh Jier keluar dari kamar."


Sanny sudah terlebih dahulu,menyuruh temannya menggantikan nya tugas di IGD.

__ADS_1


"Mas...biar perawat mengganti baju mas,ujar Sanny".


"Mas gak mau,ujar Marcho".


"Yah sudah......sama Jier aja yah,ujar Sanny".


"Gak...ujar Marcho".


"Mas...badan mas kan kotor,harus di bersihkan.Kalau gak kumannya kan banyak,ujar Sanny sangat kesal".


"Keras kepala banget sih,ujar Sanny".


"Kalau kamu yang membersihkan,mas mau....ujar Marcho".


"Kalau kamu gak bersedia,lebih bagus begini saja,ujar Marcho menatap Sanny."


"Sanny mengerutkan alisnya.Sanny melihat,baju marcho basah,karena terkena hujan Salju.


Kalau tidak dibersihkan,bisa menyebabkan pneomonia.


Sanny pun mengalah.


Sanny mengambil baskon air hangat,kemudian mengambil handuk dari sebuah lemari dalam ruangan.Sanny membuka sepatunya,dan mencuci kakinya.kemudian Sanny memakai sendal ruangan.


Sanny membuka kemeja Marcho.Berat badan Marcho sangat banyak turun.Sanny menggunting agar tidak terkena tangan Marcho yang sedang sakit


Ketika Sanny membuka celana keper Marcho,Sanny meredakan rasa geramnya.


Mas,dalamannya buka,ujar Sanny.Sambil tertawa Marcho membuka pakaian dalamnya.Sanny menutupnya dengan selimut.


Sanny memakaikan kemeja pada Marcho,Marco memakai dalamannya ,dan Sanny membantunmarcho mengenakan celana panjangnya.Sanny menghidupkan pemanas ruangan,dan memakaikan jaket pada Marcho.


Selesai membersihkan badan,Sanny mengeringkan rambut Marcho.


"Suap.....ujar Marcho".


"Mau makan yang mana Mas?tanya Sanny menatap Marcho".


Marcho menunjuk ke salah satu box.


Sanny pun menyuapi Marcho.


Marcho menatap Sanny.


Dan makanan Marcho pun habis.


"Tiga tahun lebih kamu meninggalkan Mas,ujar Marcho".


Sanny hanya diam.Tangan Sanny bergetar.


Sanny menyembunyikan kegugupannya.


"Kamu sangat kurus,ujar Marcho".


"Kamu juga Mas,ujar Sanny".


"Mas......seharusnya ada yang merawatmu,ujar Sanny memberanikan diri bicara".


"Yah ...harusnya kamu merawatku San.....tapi kamu meninggalkan Mas,hanya mengirim pengacara,ujar Marcho".

__ADS_1


"Kenapa kedatangan pengacara mas selalu tolak,ujar Sanny.Mas.........hiduplah dengan baik,Mas berhak bahagia,ujar Sanny semakin menunduk".


"Kebahagiaan Mas hanya pada kamu San,jangan kamu katakan kita bercerai atau berpisah.Lebih baik mas mati,ujar Marcho".


"Sanny hanya diam.Terisak.Hati Sanny sangat sedih".


"Apa bisa mas ceritakan tentang wanita-wanita itu?ujar Sanny".


"Mitha anak pesaing papimu,mengincar keselamatan papimu dan kamu San.Karena


mamanya mengakhiri hidupnya,karena tidak pernah di cintai papanya.papanya mencinyai mamimu San.Mitha menggantikan jabatan papanya ,dan menghancurkan bisnis papamu dengan cara kotor dan sangat licik.Mas mendekatinya,dan mencari titik lemah perusahaannya.Mitha dengan sengaja memutar balik fakta,dengan mengatakan mas mau menguasai kekayaan papi kamu.Kamu salah besar San.Mas gak mau melihat kamu sedih dan melepaskan jerih payah almarhum mami mu dan juga jerih payah papimu.Mas iklas membantu.


Sekarang Mitha mendapat ganjarannya sendiri.Perusahaannya bangkrut karena ketamakannya,dia di tipu teman nya sendiri.Dia juga terlibat sex bebas dan sedang mengandung anak yang dia tidak tau siapa laki-laki yang harus bertanggung jawab dan papa bayinya,ijar Marcho".


"Apa mas pernah tidur dengannya,jujur....ujar Sanny.Sanny gak marah,lebih baik kan kita terbuka saat ini,ujar Sanny".


"Mas tidak pernah menyentuhnya,bahkan membalas ciumannya pun tidak.Kalau dia mencium mas pernah,itu juga secara tiba -tiba dan mas kemudian menghindar,ujar Marcho".


Beberapa wanita lain,mas dekati untuk mencari siapa pegawai di kantor,yang membocorkan semua rahasia kantor.Mas mendekati beberapa wanita yang mas curigai,tidak lebih.


Maaf ,saat itu wanita itu tiba-tiba memeluk mas.Mas pingin menamparnya,tapi mas ingat,semua adalah pengorbanan buat mu San.Maaf mas gak cerita.Mas gak mau kamu dalam bahaya.Dan memang mas juga punya pemikiran,akan menitipkan kamu di rumah Janet,atau Jane.Sampai keadaan reda sesudah pernikahan kita.Sampai kamu benar-benar aman,kamu akan kuliah di manapun kamu mau.


Tapi kamu meninggalkan mas tanpa kabar,ujar Marcho.


Mas mencarimu kemana mana,tapi hasilnya tidak banyak.Yang mas tau dari Bram,kamu mendapatkan beasiswa,kamu kerja di perusahaan kakekmu,kamu sehat.


Selebihnya mas gak tau.


Bahkan papimu tidak tau di mana alamat grandpamu,dia berkata, dulu orang tua mamimu, tinggal di Spanyol.Mas pun kesana,tapi hasilnya nihil.


"Beberapa bulan lalu,Janet menelepon mas,mengatakan bertemu denganmu,dan Janet sudah memberimu nomor handphone mas.Tapi kenapa kamu gak ngomong apa-apa San?dan mematikan telepon.Juga hanya me read Wa dari mas.Itu kamu kan San.......tatap Marcho."


"Maaf....mas....Sanny gak tau ,Sanny mau bilang apa.


Sanny benar-benar gak tau.........Sanny pun menangis,menutup wajahnya.Menekuk kedua kakinya di lututnya dan duduk di sebuah sofa.


Marcho memeluk Sanny.


"San.......mas bahagia,melihat kamu telah selesai kuliah kedokteran,dan lagi koas.Kamu sangat pintar dan membanggakan mas.Mas juga senang,mas menjadi pasien pertama mu,dalam penjaitan luka ini,ujar Marcho".


"Luka ini akan mengingatkan hari ini,mas mendapatkan kebahagiaan mas kembali,ujar Marcho."


"Mas ....kamu gak tau.Baru pertama aku menjahit,pasienku suamiku sendiri.Coba kamu jadi aku,apa yang kamu rasa,ujar Sanny".


"Mas tau,kalau aku tadi gagal,koas ku semakin lama selesai,ujar Sanny".


"Tapi kamu berhasil kan,ujar Marcho".


"Jadi sudah ngakui,bahwa mas suamimu?tanya Marcho".


"Maass........ujar Sanny menahan rasa kesalnya".


"Jangan jait lagi badan mas buat uji coba yah,ujar Marcho.Perih".


"Mas juga,jangan jadi pasien ku lagi,ujar Sanny".


Mereka pun teetawa bersama.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


jangan lupanlike ,vote dan koment


happy reading guys......


__ADS_2