Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Sun dan Cloudy


__ADS_3

Sanny dan Marcho masih di sibukkan dengan kedua bayi mereka yang tidak sabaran mau meminum ASI dari Sanny.


Mau tidak mau,Marcho memberi mereka susu formula sebagai tambahan asupan mereka.Sanny juga diberi pelancar ASI ,dan Sanny yang sangat susah makan,tetap di paksa bi Tami agak banyakan makan,mengingat kedua baby lebih dominan menyukai ASI mamy mereka.


Papa Mark melihat kedua cucunya.Tak henti-hebti papa Mark tertawa melihat tingkah Sun dan Cloudy.


Papa Lucas dan mama Rita juga sangat bahagia.


Bi Tami ada mereka moment di mana pasnkelahiran mereka,Marcho mendoakan yang terbaik buat kedua baby.


Janet dan Jane sangat bahagia melihat ponakan mereka.Mereka tak henti-henti memamerkan beberapa foto twins di Instagram mereka.Dan kedua twins seperti selebriti,mereka banyak yang like dan selalu foyo-foto mereka di nantikan.


Sanny sudah keluar dari rumah sakit,Marcho menyewa 2 orang pengasuh buat membantu Sanny,bi Tami dan mama Rita.


Kedua baby sangat aktif ,dan semakin berpipi gembul di usia mereka 3 bulan.


Marcho masih puasa,karena Sanny masih enggan melayani nya.


Ketika malam larut,mama Rita sengaja mengambil Sun dan Cloudy ,buat nginap di rumah mereka.Bi Tami dan kedua pengasuh di bawa ke rjmah mama Rita.


Kamu istirahat yah San.....setiap weekend kami akan menculik si kembar,ujar mama Rita.


Kamu jangan lupa,suamimu banyak pengagumnya.Jangan sampai kepincut relasi bisnis atau wanita lain,ujar mama Rita.


Sanny sudah melakukan berbagai perawatan wajah,badan dan rambut.Janet dan Jane membawa Sanny setiap siang untuk melakukan perawatan


Sanny kembali fres dan segar.


Badan Sanny yang lebih kurusan,dari semasa gadis ,karena mengurus dua twins.


Malam itu,Marcho mengajak Sanny makan malam di webuah restoran,dengan nuasa sangat romantis.Mereka berdansa.Marcho juga memberikan gelang dan rantai dengan desain yang sangat bagus buat Sanny.Sanny sangat bahagia,di perhatikan Marcho sedemikian.


Sesampai di rumah,mereka menikmati kebersamaan mereka.Marcho menhujani Sanny dengan ciuman sesudah Sanny keluar dari kamar mandi.Marcho memberikan Sanny pil,agar mereka menunda untuk sementara memiliki anak.Mereka pun saling melepas kan hasrat,Marcho yang lumayan lama puasa,beberapa kali melakukannya malam itu bersama Sanny.


Pertumbuhan kedua twins sangat baik,ketika mereka di imunisasi,Sanny sangat bahagia mendengar kedua anak mereka sangat pintar,dan sangat aktif.


Kekawatiran Sanny memiliki anak kembar,yang cenderung kurang cerdas,terbantahkan.


Sanny kembali bertugas,setelah cuti melahirkan.Marcho tidak melarang Sanny,hanya Marcho menasehati Sanny agar memprioritaskan kedua twins dari pekerjaannya.Jam praktek Sanny dirubah menjadi di pagi hari dan batas Sanny bekerja jam 12 siang memeriksa pasien.Jika ada operasi ,akan di atur sesuai jadwal.


Sanny sangat di bantu kedua mertuanya,bi Tami,kedua pengasuh ,mbak Janet dan juga Jane.Mabak Janet membantu Marcho menjalankan beberapa perusahaaan,mbak Jane juga membantu Marcho menangani beberapa hotel.


Karena Marcho sudah sangat kewalahan.


Perusahaan dan perhotelan serta bisnis kontraktor Marcho semakin berkembang,makanya Janet dan Jane pun membantu Marcho.Mereka selama ini hanya menerima keuntungan,tanpa mengerjakan apa-apa.Marcho selalu mengutamakan kelyarganya.Mereka di ijinkan suami nya untuk membantu Marcho,karena Marvho tidak pernah tamak dengan semua hasil perusahaan.


Siang itu,Sanny sangat sibuk.Sanny mengahdiri seminar di salah satu hotel,kebetulan hotel milik keluarga Marcho.


Sanny mendengar beberapa penjelasan,terkait tentang masalah kesehatan.dan penanganan pasien.


Sangat banyak dokter dari negara lain yang datang.Melihat kecantikan Sanny,mereka terpikat dan tidak tau bahwa Sanny sudah memiliki anak.Karena badan Sanny yang kurus,wajah Sanny yang masih sangat muda,menyamarkan itu semua.


Sanny yang berbeda dengan dokter-dokter lainnya,sangat kentara di pertemuan itu.Sanny dengan gaya simpelnya,dengan sepatu kets nya,memberi kesan sporty.


Sedangkan dokter wanita lainnya,menebar pesona dengan makeup tebalnya,hells dan tas barnded.


Sanny hanya menyandang ransel kesayangannya.Ransel pemberian dari Sky selalu menjadi favorite dia gunakan.Kalau ranselnya basah,baru di ganti dengan ransel lainnya.


Disela-sela waktunya,Sanny selalu menyempatkan diri pulang dan makan ke rumah.Melihat kedua baby twins nya.


Terkadang marcho juga pulang siang,dan mereka berkumpul dan makan bersama.


Sanny siang ini tidak pulang makan ,karena di seminar mereka di jamu makan di hotel.Sanny dan Bram terlihat berbicara sambil bersenda gurau.


"San...kamu lihat wajah -wajah baru beberapa dokter,mereka seperti mau menerkam mu,ujar Bram."

__ADS_1


"Perasaanmu aja Bram.Seperti tidak ada saja yang melebihi wajahku,ujar Sanny".


"San....kamu tau gak.Aku selalau gagal move on.Kamu itu beda.Sangat beda,ujar Bram.Saat mengharuskan mu harus bergaya ,kamu juga melebihi standart mereka ujar Bram".


"Kamu jangan dekat-dekat denganku,mana ada yang mau perempuan,jika kamu nempel gini,ujar Sanny".


"Ingat umur,menikahlah.Kasian mami ujar Sanny,Sanny sudah lama memanggil kedua orangtua Bram dengan sebutan mami dan papi,karena orang tua Bram sangat menyayangi Sanny.Kamu itu....


pewaris tunggal.Jangan sibuk bolak balik ganti mobil ku,ujar Sanny,kurang kerjaan banget."


"Bram tertawa.Tuh hadiah jangan sampai jadi barang rongsokan San.....ingat,di perbarui hadiahnha kan gak apa-apa,ujar Bram."


"Kamu jangan dekatnya sama emak-emak Bram.Tuh lihat,begitu banyak cewek-cewek canyik.Matamh juling,hanya minat sama emak-:emak,ujar Sanny memakan Salad buahnya".


"Kamu jangan hanya makan Salad.Twins butuh asupan gizi,ujar Bram."


Bram pun mengambil makanan yang bergizi buat Sanny.Btam tau Sanny gak gitu bisa makan banyak.Bram mengambil porsi Sanny dan hanya makanan kesukaan Sanny.


"Jangan makan sambal yah,baby twins nanti bisa sakit perut,ujar Bram".


Sanny pun sangat perlahan memakan makanan nya.Kebiasaan Sanny sejak dari kecil,memang sangat susah makan.Untung saja kedua twins mewarisi sifat Marcho,selalu lahap minum ASI ataupun makan MPASI.


Bram permisi ke toilet sebentar.


Seorang dokter sangat tampan,menghampiri Sanny.


"Kenalkan saya dokter Rusell,dokter spesialis anak,ujar nya".


"Sanny pun menerima salam Rusell.Kenalkan saya Sanny,spesialis bedah,ujar Sanny".


"Kamu tugas di rumah sakit mana?tanya Rusell".


"Saya tugas di rumah sakit T,ujar Sanny".


"Lumayan tempat mu bertugas,ujar Rusell.Sangat bonafid dan berkelas".


"Kamu sangat terkenal,wajar banyak yang menawarkan diri,ujar Rusell".


"Hmm.....makasih pujiannya.Tapi saya biasa-biasa aja.Hanya dokter biasa yang menjalankan tugas."


"Kamu salah satu dokter penerima penghargaan juga kan?ujar Sanny".


Rusell tertawa.Mengambil handphone Sanny dan mengetik nomornya.


"Maaf San....aku save nomormu,ujar Rusell."


Kemudian Rusell menelepon ke hp nya.Rusell pun mensave nomor Sanny.


"Kamu tugas di mana Rusell?tanya Sanny".


"Saya bertugas di Turki,ujar Rusell.Tetapi saya baru mendapat tawaran pekerjaan di rumah sakit T,ujar Rusell.Dengan penawaran terbaik."


Rusell menatap Sanny dengan intens.


Sanny sibuk dengan perlahan memakan makanannya.


"Kamu sangat susah makan,ujar Rusell."


"Benar....ujar Sanny".


"Hanya beberapa makanan yang lumayan bisa aku makan.Seperti makanan ini,ujar Sanny".


"Senang berkenalan dengan mu San....ujar rusell".


Sama-sama ,ujar Sanny.

__ADS_1


Marcho kebetulan sedang mengaudit hotel tempat seminar Sanny.Dan juga mau memesan makanan ke bagian koki restoran.Dia memperhatikan Sanny dari tadi banyak di liat para dokter lainnya.Juga didekati para dojter-dokter muda maupun dokter sebaya Sanny.Ada juga beberpa dokter di atas usia Sanny mengajak Sanny ngobrol.


Marcho sangat cemburu.


Marcho pun mendekati Sanny setelah memesan makanannya.Dan memerintah sang koki cepat menyajikan makanan nya,karena Marcho mau makan bersama Sanny.


Marcho pun duduk di depan Sanny.


Wajah Marcho cemberut.


"Mas...kenapa kok wajah mirip ulat bulu,ujar Sanny menahan tawa".


"Pesonamu membuat mas bad mood,ujar Marcho".


"Cemburuan banget daddy nya twins,ujar Sanny".


Marcho hanya diam.Dan mulai memakan makanannya yang di antarkan oleh pelayan.


"Mas.....gak ada yang naksir sama emak-emak.Mas ada-ada aja dech".


Marcho masih diam,memakan makanan nya.


"Sayaaang.....kok marah sih....ujar Sanny".


"Mas....sehabis dari sini bisa singgah ke rumah.Sanny gak bisa pulang,atau Sanny titip ASI,ini sudha penuh ujar Sanny".


"Mas akan liat twins.Perah saja.Mas akan tunggu,ujar Marcho."


"Ini kunci ruangan mas,ingat...pjntu dikunci,ujar Marcho".


Sanny pun mengangguk dan segera pergi.


Dua botol ASI,di letakkan Sanny di kulkas ruangan Marcho.


Marcho pun mengetuk ruangannya.


Sanny membuka ruangan Marcho.


Marcho menggenggam tangan Sanny.Marcho pun memjlai serangannya.Melampiaskan rasa cemburunya.Perlahan ******* bibir Sanny.


Marcho mengelus rambut Sanny.


"Sudah habis cemburunya mas???Sanny menatap wajah Marcho".


"Belum ujar Marcho.Nanti malam obat nya berikannyah...ujar Marcho".


"Baiklah daddy....ujar Sanny.Liat twins ya mas....ku rindu banget sama twins,ujar Sanny".


"Gak rindu sama daddy nyabtwins?tanya Marcho".


"Rindu sayaaang...sangat rindu,ujar Sanny".


"Aku mencintaimu Mas...ujar Sanny."


Marcho memeluk Sanny sambil berujar"Mas juga sangat mencintaimu sayangggg".


"Marcho menelepon ** Tami.Kelihatan kedua twins sangat aktif merabgkak di kamar mereka ,yang berlapis ambal yang sangat lembut.


Sanny pun tertawa melihat kedua anak nya sangat aktif.Terlihat papa Lucas dan mama Rita sangat bahagia bersama kedua twins.Terdengar ocehan kedua nya sangat lucu.


"Mereka sangat aktif,ujar Sanny".


"Cloudy mirip banget sama kamu San....sedangkan Sun mirip duplikat mas."


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


jangan lupa like ,vote dan koment


happy reading guyssss


__ADS_2