
Kalau di tanya,kenapa harus mencinta
Jika harus terluka
Aku bisa apa?
Saat sang takdir memperlihatkan
Kau dengan nya dan seorang anak
Hatiku Hancur berkeping
Ternyata......begitu gampang menghancurkan kehidupan orang lain buatmu.
Malam itu sangat dingin,Sanny menuju sebuah restoran indonesia di Turki.
Sanny memilih beberapa menu nasi padang.
Sanny memesan rendang sapi,tempe bacem,sayur lodeh,ayam pop,dan jus jeruk.Sambil menunggu Sanny ke balkon restoran,Sanny selalu menyantap makanannya di lantai 2.
Sanny melihat deretan tanaman bunga lavender.Sangat cantik.Sanny pun memotret beberapa fotonya.
Sanny juga mengambil beberapa fotonya sambil memegang perutnya.
Sudah beberapa waktu,Sanny tidak bisa menghubungi pengacaranya.
Ketika Sanny mengutus pengacara lain,hasilnya tetap sama.
Surat perceraian mereka belum sama sekali Sanny terima.
Sanny menerima jadwal seminar yang di adakan dj Inggris.Dokter Bernard menahan Sanny agar tidak ikut serta,Sanny bilang,Sanny akan mengurus suratnya,dan mencari sang pengacara.
Dokter Bernard tidak bisa menemani,karena alat-alat medis yang baru,akan datang,dan harus si cek dokter Bernard sendiri fungsi alat tersebut dengan beberapa dokter.
Granpa dan grandma akan menemani Sanny menuju Inggris.
Di restoran itu Sanny sangat terkejut,melihat papa Lucas dan mama Ratna.
Mereka duduk tidak jauh dari meja Sanny.
Dengan sigap Sanny mengambil jaket panjang nya,sehingga menutupi bagian perutnya.Karena kehamilan kembar,perut Sanny lebih besar dari kehamilan pada umumnya.
Sanny sedikit gugup saat mama Rita memeluknya.
"Bagaimana kabarmu sayang,ujar mama Rita".
"Baik ma....ujar Sanny".
"Mama dan papa lagi ada urusan di Turki?tanya Sanny".
"Lagi bawa mama jalan-jalan aja San.....ujar papa Lucas".
"Turki sangat cantik ma......mama harus nyoba naik balon gas,ujar Sanny".
__ADS_1
"Mama senang bisa melihat Sanny.Air mata mama jatuh ke pipinya.Nak.....kenapa harus pergi dari kami?"
"Maaf ma.....ujar Sanny sambil menunduk".
"Kamu harus temani mama liburan selama semingguan disini yah,ujar mama memohon"
"Sanny akan mengikuti seminar ma,selama satu mingguan,ujar Sanny".
Besok siang,Sanny sudah berangkat ma,ujar Sanny."
"Pesawat apa San?jam berapa berangkatnya?"
"Pesawat Turkish Airlines pa,penerbangan jam 12 siang."
Seminar di mana San?tanya papa Lucas.
Di Inggris pa,ujar Sanny menunduk.
Mama dan papa Marcho saling memandang.
Sanny hanya diam.
"Ma....Sanny balik dulu yah,nanti grandpa dan grandma kawatir,ujar Sanny."
Sanny memeluk mama Rita dan papa Luca.
Sanny pun berlalu,perlahan menuruni tangga.Menuju mobilnya.
"Pa.....apa gak papa liat,Sanny seperti menutupi sesuatu dafi kita,ujar Mama Rita."
"Pa....kita balik aja ke Inggris.Sudah cukup 3 hari mami disini jalan-jalan,ujar Rita pada suaminya".
"Pesan tiket pa,dengan penerbangan yang sama dengan Sanny,ujar mama Rita".
"Mama kenapa?tanya papa Lucas".
"Pa....sepertinya Sanny hamil.Tadi mama sengaja meletakkan tangan mama di perut,waktu Sanny pekuk.Perut Sanny lumayan besar pa....ujar mama".
"Mama mau papa selidiki,ujar mama Rita".
"Sanny gak akan mungkin menjalin hubungan dengan laki-laki lain pa.Mama sangat mengenal Sanny".
"Mama akan nanya Mawar,ujar mama Rita".
"Di perjalanan pulang,Sanny sangat kepikiran.Dia merasa,mama Rita sepertinya mencurigainya,Sanny sangat takut.Peristiwa Marcho dan Suzy saja masih susah diterimanya,di tambah Sonia".
Dokter Bernard mengantar Sanny.Dokter Christy sudah memberikan suntikan penguat dan tambahan beberapa vitamin buat Sanny sebelum keberangkatan Sanny.Dokter Bernard sangat memperhatikan Sanny.Dari jauh orangtua Marcho melihat itu semua.Tapi sangat keliatan,Sanny menjaga jarak dengan pria itu.Sanny berjalan,menunggu sambil meminum jus jeruknya.
"Hai San.....ujar sebuah suara".
"Jimmy.......apa kabar?tanya Sanny".
"Baik San.....kamu sekarang tinggal dimana San?"
__ADS_1
"Saya bertugas di Turki Jim.Kamu baru dari Turki?"
"Hmmmmm.....lagi ngurus pembukaan cabang San,ujar Jimmy".
"Aku baru ketemu grandpa dan grandma,mereka cerita kamu sudah cerai dengan Marcho".
Sanny menunduk.terlihat wajah Sanny diliputi kesedihan.
Para petugas pun memeriksa tiket para penumpang,dan mempersilahkan penumpang masuk ke dalam pesawat.Sanny mengambil kelas bisnis.Sanny merasa mual,ketika pesawat baru take off,Sanny mengambil handuknya.Sanny pun muntah.Beberapa petugas mendatangi Sanny.
"Maaf bu,apa ibu merasa gak nyaman?bak sehat?tanya seorang pramugari".
"Tidak apa-apa ,ujar Sanny.Saya lagi mengandung.Terkadang mau mual.San ini penerbangan pertama saya ketika saya hamil,ujar Sanny".
"Miss bisa saya memesan jus jeruk,ujar Sanny".
"Baik miss,saya akan mengambil nya,ujar sang pramugari".
Mama Marcho tepat di belakang tempat duduk Sanny.
"Pa....dugaan saya benar kan,ujar mami Marcho".
"Iya ma....papa merasa itu anak Marcho ma."
"Sanny tertidur sepanjang perjalanan."
"Sudah hampir sekitar 1jam lebih Sanny tertidur,perlahan Sanny membuka matanya,perutnya terasa lapar".
"Sanny memesan Pizza dengan toping ham dan ayam lada hitam.Biasanya Sanny suka rasa sapi panggang.Sejak mengandung,Sanny selalu mual saat memakan rasa sapi panggang.Sanny teringat,pizza rasa ayam lada hitam,rasa pizza kesukaan Marcho.Dan Marcho lebib suka makan pizza daripada nasi,semenjak Sanny hamil,Sanny sangat jarang makan nasi."
"Sanny memakan pizzanya,sambil mendengarkan musik".
Sanny menutup kedua matanya,bertanya pada hatinya,sudah siapkah jika takdir mempertemukannya dengan Marcho?
Sanny kembali mengalami mual,Sanny mencoba mengunyah permen,tetapi tidak membantunya sama sekali.
Sanny perlajan berjalan ke toilet pesawat,perlahan muntah .Sanny membasuh wajahnya.Perlahan kembali ke tempat duduknya.
Seorang pramugari menanyakan kondisi Sanny.Sanny mengatakan dia baik saja.
Sanny kembali memakan roti pemberian dari dokter Bernard,kembali memesan jus jeruk.
Tidak begitu lama,terdengar pemberitahuan,mereka akan mendarat.Sanny pun mengancingkan jaket panjangnya.Mengambil tas nya.dan mengelus perut nya.Sanny tetap menunduk.Menginjak Inggris begitu sangat berat rasanya.
Sanny menunggu para penumpang keluar,dengan perlahan Sanny pun melangkah.
Sanny tidak tau,sedari tadi,tiap langkahnya di ikuti mama dan papa Marcho.
Sanny singgah ke toilet memakai bedak dan kembali memakai masker dan topinya.
Sanny berjalan perlahan,menunggu tas nya dari bagasi pesawat
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
Jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guysss.